karya : Rosnila
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rosnila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07
Untuk beberapa saat tak terdengar suara Rizal diserang sana,Apakah dia marah dengan sikap ku, Begitulah pikirku saat itu.
Namun kembali aku berpikir masa bodoh dengan hal itu , Bukankah memang itu tujuan ku agar Rizal kesal dengan sikap ku dan memutuskan telponnya.
Namun berapa saat terdengar suara tawa Rizal diseberang sana.
"Hahaha." Rizal terdengar tertawa.
"Kenapa tertawa?" Tanya ku kesal.
"Ternyata kamu ini orang nya lucu juga ya." Kata Rizal.
"Lucu?"Tanya ku dengan kesal.
Aku merasa kalau Rizal sedang mengejek sikap ku saat itu.
"Hmmm."Jawab nya lagi.
"Apanya yang lucu? Emang aku badut lucu." Jawab ku ketus.
"Iya, Kamu tau kebanyakan cewek itu biasa bersikap jaim jika bicara dengan cowok, Tapi kamu tidak." Jawab Rizal.
"Maaf, Aku bukan tipe seperti itu." Jawab ku lagi.
Tentu saja masih dengan sikap ku yang ketus, Mungkin kalau saat itu ada Aliya disampingnya ku pasti dia kan marah dan protes dengan sikap ku terhadap cowok.
Tapi entah kenapa aku memang tidak bisa bersikap bertolak belakang dengan sifat asliku. Yang cuek terhadap cowok.
"Berarti saya tidak salah."Jawab Rizal lagi.
"Tidak salah, Tidak salah apa maksud nya?" Tanya ku penuh selidik.
"Tidak, Maksud saya tidak salah mencoba berteman." Sambung Rizal.
Aku terdiam untuk beberapa saat, Tidak memberikan tanggapan.
"Saya Ingin menjadi teman kamu, Apa kamu keberatan?" Tanya Rizal pada ku.
"Bukankah aku sudah menerima permintaan pertemanan mu?"
"Hahahaha." Kembali tawa Rizal terdengar.
"Tentu saja itu berbeda, Saya ingin berteman dunia nyata dengan kamu."Tambah Rizal lagi.
"Memangnya kita berdua beda dunia?" Tanya ku pura-pura tidak mengerti.
Saat itu walaupun aku ketus tapi aku juga terus melanjutkan bicara dengan Rizal ,Tidak seperti biasanya,Aku akan langsung tak perduli jika ada cowok yang berbasa-basi atau pun semacamnya.
"Bukan begitu maksud nya,Saya yakin kamu paham."Jawab Rizal.
"Kenapa bisa yakin begitu."Tanya ku ingin tau alasannya.
"Hati saya berkata begitu." Jawab nya lagi.
"Jangan terlalu cepat percaya dengan hati nanti bisa kecewa."Jawab ku.
Cara ku bicara sedikit berubah tak seketus sebelumnya.
"Tapi hati juga tidak selamanya salah kan?" Tanya Rizal.
"Entah lah." Jawab ku singkat.
"Ya sudah, Lebih baik kamu istirahat. Dan maaf sudah mengganggu waktu istirahat kamu." Kata Rizal.
"Tidak apa-apa,Asal jangan di ulangi lagi." Jawab ku.
Ku dengar suara tawa Rizal diseberang sebelum dia mengucapkan salam dan mrmatikan handphone nya.
Aku pun tersenyum sendiri, Dengan sikap ku terhadap Rizal, Dan juga sikap Rizal menanggapi nya.
Aku pun kembali menyimpan handphone ku dan melanjutkan niat ku untuk istirahat sejenak. Sambil menunggu papa dan mama pulang.
Tak terasa ternyata aku tertidur sudah setengah jam lebih, Suara dering handphone membangunkan ku dari mimpi.
Dengan malas kuraih handphone yang masih berada disudut tempat tidur, Dan ternyata mama yang menelpon.
"Hallo ma, Assalamualaikum!"Ucap ku.
"Waalaikum salam" Jawab mama.
"Kamu sudah pulang sayang?" Tanya mama.
"Sudah ma, Sejak siang tadi."Jawab ku lagi
"Sayang, Mama nelpon untuk ngabarin kamu kalau papa dan mama baru kembali setelah malam."Ucap mama.
"Memangnya mama dan papa mau pergi kemana ,Tumben tidak pulang dulu." Kata ku.
"Mana mau ke acara kolega papa,Karena tempatnya sedikit jauh jadi kami tidak pulang kerumah lagi."Jawab mama.
"Hmmm, Ya sudah ma tidak Apa-apa." Jawab ku sedikit kecewa.
Mama pun mematikan handphone nya, Dan aku pun bangun menuju kamar mandi, Aku yang tadinya menunggu mereka untuk makan bersama ternyata mereka ada kegiatan lain.
Aku menarik nafas panjang, Dan berpikir seandainya memiliki saudara kandung yang lain mungkin aku akan punya teman.
Tapi kembali kutepus pemikiran itu, Dengan berpikir kalau aku sudah dewasa, Harus terbiasa dengan kesibukan mama dan papa.
Setelah mbersihkan diri aku langsung mengganti pakaianku dengan baju terusan dibawah lutut berlengan pendek. Dan turun kelantai bawah.
Susan terlihat bibik sedang berada didapur, Ya mungkin memasak untuk makan malam.
"Bik!" Panggil ku.
"Iya non."Jawab bibi.
"Bibi sudah masak?"Tanya ku lagi.
"Belum non, Ini baru mau masak, Apa non sudah lapar?" Tanya bibi pada ku.
"Bukan bik,Kalau bibik belum masak ,Lebih baik tidak usah masak aja,Nanti biar kita delivery aja bik."Jawab ku sambil tersenyum.
"Kenapa begitu non?" Bibi sedikit bingung.
"Malam ini papa dan mama tidak makan malam dirumah, Jadi bibi tidak usah masak." Jawab ku.
"Bibik mau makan malam apa biar Icha pesan kan aja, Sekali-kali kan bik."Tambah ku lagi.
"Tapi non!" Jawab bibi.
"Udah bik tidak apa-apa bibik lanjut aja beresin rumah, Bentar lagi temani Icha makan ya bik."
Tanpa menunggu bibik memberikan jawaban aku pun berlalu menuju teras, Aku yakin bibik akan menolak dengan banyak alasan.