NovelToon NovelToon
Dunia Langit

Dunia Langit

Status: tamat
Genre:Teen / Fantasi / Petualangan / Misteri / Tamat
Popularitas:14k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rainhard Frealdo

Bersiaplah untuk mengetahui rupa langit yang sesungguhnya, wahai manusia.

~

Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun bernama Evan, mendapat kabar buruk tentang neneknya, neneknya terkena penyakit stroke ringan. Evan benar-benar tak percaya akan kabar itu, sosok yang terkenal lincah dan aktif walau sudah tua, pandai menari pula, bisa terkena penyakit separah itu. Saat Evan dan dua sepupunya, Yoel dan Yosua, tak sengaja mengunjungi dunia Langit menggunakan buku portal, mereka menemukan rahasia-rahasia yang selama ini disembunyikan oleh keluarga mereka, termasuk alasan kenapa nenek mereka bisa terkena penyakit tersebut. Bersama sang pemandu, Farraz, mereka menjelajahi dunia Langit bersama-sama. Untuk cerita lengkapnya, simak terus dalam cerita ini. 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rainhard Frealdo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menuju Rumah Nenek

Aku melihat waktu di jam tanganku, sudah menunjukkan pukul 13:25. Kami semua memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu, perut kami semua sudah keroncongan, buru-buru meminta agar makanan dimasukkan ke dalamnya.

Kami makan di salah satu restoran pizza terkenal yang terletak di bandara ini, pamanku lah yang mengajak kami ke sana.

Setelah kami selesai memesannya, pamanku pun mengeluarkan HP nya beberapa menit kemudian, mengajak kami semua untuk menelepon nenek melalui video call, untuk melihat kondisinya sekarang .

Beberapa detik kemudian teleponnya sudah terhubung ke telepon nenekku.

"Hai, kalian sudah sampai, kah?" tanya nenekku yang semakin lama semakin kesulitan bicara. Aku semakin khawatir dengan kondisi nenekku, begitu juga dengan yang lain.

"Iya, Bu. Tapi kami mau makan dulu. Sebentar lagi kita akan ke rumah Ibu, setelah makanannya habis," jawab pamanku.

"Aduh kamu ini, kamu istirahat saja lah di tempat tidurmu, kalau kamu terus ngoceh begini kapan kamu sembuh nya!" tiba-tiba saja kakekku menghampiri nenekku, mengambil alih pembicaraan. Nenekku pun patuh, terlihat dia patah-patah mendorong kursi rodanya, kemudian ia baring di tempat tidurnya.

"Hai semua, apakah perjalanannya lancar?" tanya kakekku.

"Iya Ayah, lancar-lancar saja." ibuku yang menjawabnya.

"Ah syukurlah. Eh hei cucu-cucu kakek, tak sabar kah untuk mengunjungi rumah kami?"

"Ya, kakek," jawab kami serentak dan bersamaan.

"Kakek juga tak sabar ingin bertemu kalian, kakek sudah rindu," kakekku tersenyum.

"Haha sama kek, kami juga rindu," jawabku.

Tak terasa, pesanan pizza kami sudah datang ke meja, pamanku pun berpamitan dengan kakek, lalu menutup telepon.

Aku dan dua sepupuku memakannya dengan lahap. Pamanku, istrinya, dan ibuku hanya sanggup makan setengah, sisanya diberikan kepada aku dan dua sepupuku, mereka sudah kenyang.

Setelah semua pizza sudah habis, pamanku pun membayar seluruh makanan yang kami pesan, lalu kami semua keluar dari restoran pizza ini.

Pamanku pun segera memesan taksi, menuju rumah nenek. Dan tanpa kusadari, aku dan dua sepupuku akan menemukan rahasia dalam sebuah ruangan, di rumah nenek, rahasia tentang pamanku, bibiku, dan ibuku, tepat pada hari ini.

...***...

Skip ke sore harinya.

Kami semua masih duduk di dalam taksi, perjalanan menuju rumah kakek dan nenek amat jauh.

Barulah kami tiba di sana pada pukul 18:37.

Pamanku membayar ongkos taksi, lalu kami semua turun, mengambil tas dan koper kami masing-masing.

"Hei semua!" seru kakekku di depan teras, di samping kakekku ada nenekku yang sedang duduk di kursi roda, menatap kami semua.

"Hei ayah!" seru pamanku. Kami semua pun bersalaman kepada kakek dan nenek, bercakap sebentar, lalu barulah kami semua masuk.

Ada tiga kamar dalam rumah ini. Pertama adalah kamar kakekku dan nenekku. Kedua adalah kamar pamanku dulu saat dia masih kecil, saat masih tinggal bersama kakek dan nenekku, dan itu sekarang menjadi kamar pamanku, bibiku, dan ibuku. Dan yang ketiga, yang terakhir, adalah kamar ibuku dulu saat dia masih kecil, saat masih tinggal bersama kakek dan nenekku, dan itu sekarang menjadi kamar aku dan dua sepupuku, Yoel dan Yosua.

Kami semua menaruh tas dan koper di kamar masing-masing, kemudian barulah kami semua, termasuk kakek dan nenek berkumpul di tengah, melihat kondisi nenek.

"Ibu lebih baik diam dulu saja, kami khawatir kalau fisik ibu semakin parah," kata ibuku kepada nenekku yang hendak membuka mulut, ingin membicarakan banyak hal.

Ibuku dan pamanku lah yang paling sering mengobrol dengan kakekku.

Merasa bosan, aku dan dua sepupuku pun berjalan-jalan, mengelilingi rumah ini.

"Eh, kakak...kakak... itu bolanya indah banget, coba lihat tuh!" kata Yosua semangat sambil menunjuk sebuah bola yang berwarna-warni.

Yoel pun menghampirinya dan memegangnya.

"Wih iya, kamu benar! Gimana menurutmu Evan?" tanya Yoel kepadaku. Aku pun mengangguk, setuju dengan perkataan Yosua.

"Bola ini terbuat dari apa ya, apa kamu tahu?" tanya Yoel yang masih memegang bola itu padaku.

"Ya pasti dari kaca, lah," jawabku yakin.

"Tapi ini seperti bukan dari kaca, aku hanya merasa seperti memegang udara saja dalam tanganku ini," kata Yoel.

"Wah benarkah, coba ku pegang!" aku pun ikut memegang bola itu.

"Iya, ya, kamu benar, kenapa bisa seperti ini? Dan warna-warni dalam bola ini terbuat dari apa, apakah ada cahaya dalam bola ini, tapi ini tak terlihat seperti cahaya?" kataku.

"Entahlah, tapi yang pasti bola ini menarik untuk dipandang, Evan!" seru Yoel girang, terobsebsi dengan bola itu.

Tiba-tiba saja ibuku melihat apa yang kamu bertiga lakukan.

"Astaga kalian bertiga, taruh bola itu, itu bukan mainan!" seru ibuku sambil menghampiri kami. Aku pun langsung buru-buru menaruh bola itu. Tetapi wajah ibuku itu terlihat seperti sedang panik karena sedang menyembunyikan sesuatu.

"Ibu, ibu kenapa, ibu seperti khawatir begitu?" tanyaku heran.

"Ya ibu khawatir bola itu pecah, haduuuh..." ucap ibuku dengan sedikit gugup. Ya sudahlah, yang penting aku sudah menaruh bola itu ke tempat yang tadi.

Aku dan dua sepupuku memutuskan untuk masuk ke kamar, tempat yang nyaman bagi kami bertiga. Sedangkan pamanku, bibiku, dan pamanku masih mengobrol dengan kakekku. suara mereka tak terdengar sampai ke kamar yang kami bertiga tempati sekarang.

"Haduh ayah, kenapa ayah taruh bola sihir itu di situ, kalau bola itu hancur oleh mereka tadi bagaimana? Kan itu adalah satu-satunya jalan untuk mengalahkan dia. Dan jika bola itu benar-benar hancur, maka apa yang ibu lakukan akan jadi sia-sia, ayah! Ayah tahu sendiri kan kalau bola itu energinya terlampau kuat. Lebih parahnya lagi kalau mereka menyadari bahwa itu bukan bola biasa. Saat mereka bertanya itu bola apa, kita harus jawab apa, ayah?! " kata ibuku dengan wajah marah.

"Maafkan ayahmu ini nak, ayahmu ini sudah tua, sudah mulai pelupa, ayah kira itu hiasan rumah," kakekku minta maaf.

Yosua tampak sedang bermain pesawat mainan miliknya, tiba-tiba pesawat itu masuk ke bawah tempat tidur, Yosua tak sengaja melakukannya.

"Kak, tolong ambilkan pesawat itu dong!" Yosua menarik-narik tangan Yoel.

"Dimana, Yos?" tanya Yoel.

"Di bawah tempat tidur," Yosua menunjuk bagian bawah tempat tidur.

Aku dan Yoel menarik tempat tidur, lalu mengambil pesawat mainan milik Yosua.

"Eh kenapa ada tutup lantai di situ?" tanya Yoel padaku. Di bawah tempat tidur tadi ternyata ada sebuah tutup lantai, letaknya sudah pasti di dekat lantai. tutup itu berwarna coklat, agak rapuh.

"Eh, aku tak tahu, Yoel. Buka yuk, aku penasaran!" ajakku.

"Hayuk!" jawab mereka berdua serentak dan bersamaan.

Kami bertiga membuka tutup lantai itu perlahan.

"Wih ada tangga, kak, ayo kita turun!" ajak Yosua. Aku dan Yoel mengangguk. Saat kami turun, kami melihat sebuah ruangan kecil yang luasnya 2 x 7 m persegi, gelap sekali. Untungnya ada sebuah lampu di ruangan ini, aku pun menekan saklar di ruangan ini dan lampu itu pun menyala. Di bagian belakang ruangan ini ada sebuah buku tebal yang ditaruh di atas meja. Buku itu bersampul coklat tua, ditengah sampul itu tertempel dua kristal yang digabung menjadi satu, satunya berwarna biru dan satunya lagi berwarna hitam.

"Wih, ada buku," ucapku sambil menunjuk buku itu.

"Kau benar, ayok kita buka!" ajak Yoel.

Kami pun membuka buku itu, tebal sekali buku itu. Buku tebal yang kami bertiga lihat rupanya adalah buku gambar. Di buku itu ada banyak gambar-gambar langit, gambar-gambar suatu tempat yang kami bertiga tak tahu nama tempat itu, dan masih banyak lagi. Di buku itu terselip sebuah kertas yang berisi tulisan demi tulisan.

"Apa kau mau membacanya?" tanya Yoel padaku.

"Ya, aku mau membacanya," kataku sambil mengangguk.

Kami bertiga pun membaca tulisan demi tulisan itu.

Nak, maafkan ibu yang memberi kabar ini, entah ini kabar buruk atau bukan.

Ibu sudah melakukan langkah-langkah sihir itu, sihir yang tak pernah berhasil dilakukan oleh satupun penduduk dunia Langit, ibu melakukannya karena siapa tahu ibu berhasil melakukannya, dan ibu mungkin bisa menjadi manusia kedua di dunia Langit yang berhasil melakukan hal berbahaya itu, setelah istri dari pencipta dunia Langit. Memang terlihat gila, tapi hanya inilah salah satu jalan untuk bisa mengalahkan ia, kau pastilah tahu orang yang ibu maksud.

Ibu sudah melakukannya, bahkan sebelum surat ini sampai ke tanganmu. Ingatlah selalu, jangan sekali-sekali beritahu anakmu itu, kalau adiknya telah keguguran karena sihir yang telah ibu lakukan. Ibu tak mau cucu ibu sedih berkepanjangan karena adiknya telah keguguran karena ibu.

Semoga kamu dapat menerima apa yang ibu lakukan ini, nak, ibu benar-benar terpaksa. Maafkan ibu yang telah membuat kehilangan anak kedua kalian.

~ Ibu ~

"Hmm...  ternyata ini surat. Aku benar-benar tak mengerti maksud dari isi surat ini, bagaimana denganmu, Van?" tanya Yoel padaku.

"Aku juga tak mengerti, Yoel," kataku.

Kemudian Yosua mengelus kristal yang ada di sampul buku itu.

"Indah banget kristal ini, coba deh kalian lihat!" kata Yosua.

Tapi tanpa disadari, Yosua telah membawa kami ke sebuah dunia, karena ia mengelus kristal tersebut. Ruangan di sekitar kami tiba-tiba mengeluarkan sinar putih, silau sekali, sampai kami bertiga menutup mata kami dengan kedua tangan kami. Dan setelah cahaya itu hilang, kami bertiga terdampar di salah satu tempat, yang belum pernah kami lihat sebelumnya.

Kami telah sampai di dunia bernama dunia Langit.

Dan hanya soal beberapa jam kemudian, seseorang telah melihat tutup lantai itu telah terbuka oleh Evan dan dua sepupunya.

^^^BERSAMBUNG...^^^

AUTHOR MINTA MAAF JIKA ADA KESALAHAN SEPERTI CERITA TIDAK NYAMBUNG, ADANYA TYPO (SALAH KETIK), DAN LAIN-LAIN 🙏

JANGAN LUPA:

✔️ LIKE

✔️ VOTE

✔️ BERI HADIAH

✔️ KOMEN

✔️ TAMBAHKAN KE FAVORIT

1
☠ᵏᵋᶜᶟ🍾⃝𝚀ͩuᷞεͧεᷠnͣ
luar biasa keren






semngat dalam berkarya semoga semakin sukses dengan karya karyanya
🎯™ꨄ​᭄⃟™Suci Anatasya❀⃟⃟✵🅠🅛
wkwkwk tua2 keladi mangkin tua mangkin menjadi 🤣🙈
🎯™ꨄ​᭄⃟™Suci Anatasya❀⃟⃟✵🅠🅛
ini nenek bukan sembarang nenek, wkwkwk bisa menebak apa yang dia alamin 😁
CebReT SeMeDi
mampir
♡⃝ 𝕬𝖋🦄rahmalia❁︎⃞⃟ʂ ⨀⃝⃟⃞☯ 🎸
Ngedenger ayam goreng jadi pengen sarapan ayam gireng kremes dah
♡⃝ 𝕬𝖋🦄rahmalia❁︎⃞⃟ʂ ⨀⃝⃟⃞☯ 🎸
Huh bahagia bener dah si evan sama kedatangan keluarganya
♡⃝ 𝕬𝖋🦄rahmalia❁︎⃞⃟ʂ ⨀⃝⃟⃞☯ 🎸
Akujuga kagak sabar gimana entar meraka wkwk
baru mampir
sakura bersinar
jadi orang jujur emang gak ada salahnya. apalagi kalau mengakui apa adanya dan tidak bohong 🐱
sakura bersinar
sama aja lah tuh langit sama dunia langit 🙃🤣
sakura bersinar
di langit 😂😂
🎯™ꨄ​᭄⃟™Suci Anatasya❀⃟⃟✵🅠🅛
nenek mmg adalah contoh bagi anak cucunya, walaupun Sudah tidak ada pasti dia akan meninggalkan sejuta pesan nya
🎯™ꨄ​᭄⃟™Suci Anatasya❀⃟⃟✵🅠🅛
rangkaian kata2nya keres 👍
🎯™ꨄ​᭄⃟™Suci Anatasya❀⃟⃟✵🅠🅛
biasanya terlalu sombong itu sendiri yg akan menjatuhkan nya
𓆩𝓮𝓵➛
jangan galak galak atuh bg, masih kecil ntuh
𓆩𝓮𝓵➛
penasaran yg berkelanjutan, eh tetiba udah pindah dunia aja
𓆩𝓮𝓵➛
bahasa neneknya lucu ya🤭
Feyza
apa neneknya evan itu merasa anah ditubuhnya karena ada percobaan kekuatan sihir dari psman,bibi dan ibunya evan ya..kok penasaran aq..
Feyza
apa tempat tinggalnya ibunya evan di dunia langit ya..
Feyza
kasian evan ya selalu disindirin terus..ya walaupun paman bibinya selalu bercanda..tp kan kasihan..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!