NovelToon NovelToon
Suddenly Married

Suddenly Married

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest
Popularitas:226k
Nilai: 5
Nama Author: Aura Dwi

Seorang wanita bernama Tiara Indah Soraya yang merupakan wanita yang sukses dengan kariernya sebagai desainer dan pemilik butik terkenal.

Tapi dibalik kesuksesannya tidak sebanding dengan kisah cintanya. Diusianya yang sudah dipenghujung kepala 2 membuatnya selalu diteror oleh ibunya untuk segera menikah.

Setiap hari ibunya selalu bertanya tentang laki laki bahkan dia juga sering menjodohkannya dengan banyak laki laki tapi semuanya selalu berakhir dengan ketidakcocokan.

Hal itu membuat ibunya sangat frustasi karena di usianya yang sudah tua dia ingin sekali menimang cucu dari putri tunggalnya.

Hingga akhirnya dia bertemu dengan Rivan dan besoknya langsung diajak menikah tanpa mengetahui asal usul dari pria tersebut.

Bagaimana kehidupan Tiara setelah menikah dengan Rivan? apakah rumah tangga mereka akan bahagia atau malah sebaliknya.

yuk ikuti dan baca novel keduaku ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aura Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengantar Baju

Baju pesanan kini mulai dijahit oleh pegawainya. Setiap saat Tiara akan memantau pegawainya yang sedang menjahit baju pesanannya. Mereka berdua juga tidak sungkan memberikan masukan agar baju yang dijahitnya menjadi sempurna.

Tiara ingin hasil yang memuaskan setiap mengerjakan pesanan para pelanggannya, tidak ingin membuat pelanggannya kecewa. Makanya karena konsistensinya banyak pelanggan yang mempercayakan rancangan bajunya di butik Tiara bahkan mereka rela pindah dari butik lamanya untuk menjadi pelanggan setia di butik Tiara.

Setelah beberapa hari baju pesanannya dari salah satu pelanggannya sudah selesai dijahit oleh pegawainya. Bahkan dia sangat puas dengan hasil yang sudah dilakukan oleh para penjahitnya. Dia juga berharap keluarga yang memesan baju padanya juga puas dengan hasilnya.

Hari ini adalah hari Jumat, Tiara akan pergi ke rumah pelanggannya untuk menyerahkan baju yang sudah mereka pesan. Pagi itu Tiara melihat lagi baju pesanannya dan mengemasnya dengan baik.

Setelah selesai dengan semuanya dia menghubungi ibu Dewi, pemesan baju yang dibuatnya.

" Halo ibu Dewi, saya Tiara pemilik butik yang menjahit baju pesanan ibu" sapa Tiara begitu panggilan ponselnya diterima dari seberang.

" Oh iya mbak Tiara, gimana baju pesanan saya?" tanya ibu Dewi yang senang begitu mendapatkan telpon dari Tiara.

" Pesanan baju ibu sudah selesai kami buat, apakah ibu ada di rumah? saya akan mengantarkan bajunya sekarang jika ibu ada di rumah" tanya Tiara yang berniat mengantarkan baju pesanan ibu Dewi tapi dia ingin memastikan terlebih dahulu keberadaan ibu Dewi daripada nanti dia tidak bertemu langsung dengannya.

" Saya masih diluar mbak, nanti saja saya hubungi kalau saya sudah sampai di rumah dan nanti saya juga akan menghubungi seluruh keluarga untuk mencoba bajunya" sahut ibu Dewi yang saat ini sedang keluar bersama putri dan menantunya.

" Baiklah bu" kata Tiara. " Maaf mengganggu waktunya dan terima kasih, kalau begitu saya tutup telponnya ya?" ucap Tiara yang harus bersikap sopan terhadap pelanggannya.

" Iya mbak terima kasih kembali" langsung menutup telponnya begitu selesai berbicara dengan Tiara.

Karena pagi itu dia tidak jadi mengantar bajunya bu Dewi, Tiara masuk keruangan Nita dan membantu pekerjaan Nita yang hari itu sangat sibuk. Diakhir minggu seperti biasa Nita akan mengerjakan buku keuangan pemasukan dan pengeluaran tiap minggunya.

*

*

*

Waktu siang hari ponsel Tiara berdering menandakan ada panggilan masuk. Tiara langsung mengambil ponselnya dan terlihat nama bu Dewi yang sedang menelponnya.

Tiara langsung mengangkatnya dan menempelkan ponselnya di telinganya. Bu Dewi memberitahu bahwa dia sudah ada di rumah dan menyuruh Tiara untuk datang ke rumahnya karena semua anggota keluarganya sudah berkumpul.

Tiara langsung memesan mobil dari aplikasi yang ada di ponselnya. Kali ini dia terpaksa pergi sendiri tidak mengajak Nita. Karena Nita yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.

Setelah mobil pesanan Tiara datang dia meminta karyawannya untuk memasukkan baju yang akan dia bawa ke rumah bu Dewi kedalam mobil. Tiara pergi setelah berpamitan pada Nita dan karyawan lainnya bahwa kemungkinan Tiara tidak akan balik lagi ke butik.

Mobil yang membawa Tiara kini melaju meninggalkan butik menuju rumah ibu Dewi. Setelah melakukan perjalanan hampir satu jam karena jalanan yang macet, mobil yang ditumpangi Tiara sampai didepan rumah dengan pintu gerbang besi yang menjulang tinggi.

Setelah pintu terbuka secara otomatis mobil yang mengantar Tiara kini memasuki halaman rumah yang di kanan dan kirinya terdapat taman taman bunga yang banyak dan luas.

Mobil berhenti didepan pintu masuk yang terdapat tangga menuju pintu masuk kedalam rumah. Tak disangka ternyata ibu Dewi sudah menunggunya didepan pintu dengan senyuman menyambut kedatangannya bersama para pelayan yang langsung menghampiri mobil yang ditumpangi Tiara.

Para pelayan langsung berlari turun dari tangga begitu mendapat perintah dari majikannya. Mereka langsung membantu membawakan baju pesanan majikannya dan Tiara berjalan menghampiri ibu Dewi yang masih setia menunggunya didepan pintu.

Begitu Tiara turun dan barangnya diambil semua dari mobil, sang sopir melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah besar tersebut.

" Selamat datang mbak Tiara" ajak bu Dewi begitu Tiara ada didepannya dengan senyum cerahnya.

" Tidak seharusnya ibu menunggu saya disini" sahut Tiara dengan tersenyum malu mendapatkan perlakuan istimewa yang membuatnya sungkan.

Mereka berdua masuk kedalam diikuti para pelayan yang membawa baju baju pesanan majikannya.

" Kalian taruh bajunya diruang keluarga" perintah bu Dewi pada pelayannya.

Bu Dewi terus berjalan mengajak Tiara masuk hingga mereka sekarang berada diruang makan.

" Kita makan siang dulu, baru kita akan mencoba baju bajunya" ternyata bu Dewi mengajak Tiara makan siang bersama seluruh anggota keluarganya.

" Tapi bu __" Tiara ingin menolaknya tapi langsung disela oleh pak Sigit.

" Tidak apa, ayo kita makan siang bersama, kamu adalah tamu istri saya jadi kamu juga tamu keluarga saya" sela pak Sigit yang merupakan kepala keluarga di rumah tersebut.

Semua anggota tersebut tersenyum dan ikut mengangguk mengiyakan perkataan pak Sigit. Bu Dewi menarik tangan Tiara dan menyuruhnya duduk disebelahnya karena dia memang sudah berencana mengajak Tiara makan siang bersama keluarganya.

Mau tidak mau Tiara mengiyakan ajakan Bu Dewi. Dan mereka semua makan tanpa ada yang berbicara sedikitpun. Tiara pikir mungkin inilah tradisi di rumah ini, tidak boleh berbicara saat mereka sedang makan. Tidak seperti di keluarganya yang akan diselingi dengan candaan dan obrolan singkat untuk menghangatkan suasana di meja makan.

Setelah selesai dengan acara makan siang semua orang pergi menuju ruang keluarga untuk melihat baju baju hasil rancangan Tiara. Semua melihat lihat baju mereka dan bergantian mencobanya.

Setelah mencoba bajunya masing masing, mereka merasa sangat puas dengan hasil rancangan yang dibuat oleh Tiara. "Bagaimana? apakah bajunya sesuai dengan kalian?" tanya Tiara memastikan kepuasan pelanggannya.

" Iya mbak kami sangat puas dengan baju yang dibuat oleh mbak Tiara" sahut Lina dengan tersenyum senang. Dia adalah anak perempuan bu Dewi yang akan bertunangan besok malam.

" Syukurlah kalau semuanya puas dengan hasil rancangan saya" ucap Tiara merasa sangat bahagia melihat kepuasan pelanggannya.

" Oh ya, saya sebagai kepala keluarga mengundang secara khusus kepada mbak Tiara untuk bisa hadir di acara pertunangan anak kami besok malam" kata pak Sigit mengundang secara langsung.

" Iya mbak besok datanglah di acara pertunangan putri kami Lina" sahut bu Dewi.

" Terima kasih untuk undangannya dan besok akan saya usahakan untuk datang" jawab Tiara mengiyakan.

Mereka berbincang hingga sore hari dan bu Dewi memberinya bayaran untuk pesanan bajunya lewat aplikasi di ponselnya karena Tiara yang meminta, dia merasa lebih aman jika pembayaran dilakukan non tunai daripada uang tunai.

Tiara keluar dari rumah tersebut setelah mobil pesanannya datang. Dia pergi setelah berpamitan pada seluruh anggota keluarga bu Dewi. Bahkan bu Dewi juga mengantarnya sampai didepan rumahnya sampai Tiara masuk kedalam mobil.

Sang sopir melajukan mobilnya keluar dari rumah tersebut lalu mengantarkan Tiara untuk langsung pulang kerumahnya karena sudah sore.

1
Zurita Fanani
Luar biasa
Sumarni Rahawarin
thor tiara kapan hamilnya 😁
Dayu Kade
next👍👍
Dayu Kade
nt
Dayu Kade
next👍👍👍
Dayu Kade
next👍👍👍😍😍
Dayu Kade
next👍👍👍😍😍😍
Dayu Kade
next👍👍👍
Dayu Kade
next👍👍👍😍😍😍
Dayu Kade
next😍😍😍
Dayu Kade
next👍👍👍
💝💝Nana💝💝
lanjut kak makin seru nih
Dwi Puji Astuti
lanjut thor
Aura Dwi: ditunggu ya kak, berikan vote dan hadiahnya ya kak biar semangat nulisnya, terima kasih🙏🙏
total 1 replies
Adelia Vida
malin seru thor
Aura Dwi: terima kasih kak, terus baca kelanjutannya insyaallah makin seru kak. Dan jangan lupa dukungannya ya kak terima kasih🙏🙏
total 1 replies
Amelia Bhunda'nya Alex
suka sama ceritanya, kelanjutannya mana ini?
Aura Dwi: Sudah aku up kakak🙏🙏
total 1 replies
Aura Dwi
Baca terus kelanjutannya kak, hari ini sudah up lagi🙏🙏
💝💝Nana💝💝
kasihan banget mas Rivan harus menahan terus😁😁😁
💝💝Nana💝💝
semoga cepat sembuh Thor💪💪
Aura Dwi: makasih doanya kak
total 1 replies
Rita Agustina
syafakillah ya kakak
Aura Dwi: Amiinn🤲🤲 makasih do'anya kak🙏🙏
total 1 replies
Aura Dwi
Ditunggu kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!