•Typo bertebaran dimana-mana, beberapa part di private
•Cerita ini tidak direvisi, jadi tolong dimengerti jika ada yang aneh atau tidak nyambung
• My original work
******
Laura sebagai mahasiswi yang terkenal sangat nakal dikampusnya, dan Reyhan sebagai dosen yang kejam bagi Laura. Laura sengaja sering telat agar ia tidak perlu berlama-lama mendengar penjelasan materi yang dijelaskan Dosennya Reyhan. hingga kemudian temannya Laura bernama Indah tak tahan jika Reyhan terus mengajar dikelas Laura dan Indah dan akhirnya Indah menyukai dan jatuh cinta pada Reyhan, lalu Indah meminta Laura untuk membantunya agar Reyhan mau menerima pernyataan cinta Indah, namun usaha Laura dan Indah gagal...
bagaimana kelanjutannya?
yuk dibaca ya...
jangan lupa vote, rate 5, like, dan komen
bye~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otaku_Wibu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kambuh
*Keesokan paginya
Aku bangun dan bersiap untuk pergi ke kampus. Aku duduk dimeja makan, tepat disebelah Caca. Mukanya masih cemberut, apa dia masih marah padaku?
"Ca" panggil ku sambil menyenggol lengan nya
"Hm"
"Buset dingin amat, biasanya nggak"
"Hm"
"Ca"
"Caca"
"Ca..."
"Apaaaaaaaa"
"Nah gitu dong, dijawab"
"Kalian kenapa? berantem lagi?" celetuk Leni, ya dia adalah tanteku
"Heem. Tapi seru sih gangguin Caca"
"Kakk..."
"Apa? enggak suka? iri bilang"
Caca mencibirkan bibirnya, sedangkan aku tertawa terbahak-bahak
"Hustt udah-udah, cepat makan, habis itu berangkat"
"Iya te"
"Hum.. om Manu..." panggil ku pada om
"Iya..?"
"Anterin Laura ke kampus ya om"
"Loh? bukannya ada pacar mu? kenapa minta anterin om?" tanya om Manu sambil menggodaku
"Emm... Laura kemaren udah bilang ke dia.. kalau.. Laura pengen dianter sama om aja" bohongku, karena aku tak ingin mesra-mesraan dipagi hari bersamanya
"Paling kak Laura bohong, orang setia gitu, pasti nanti datang jemput kak Laura" gumam Yudha
"Hah? ngomong apa kamu Yud?"
"Enggak papa kak, cuman mikirin tugas hehe"
"Ohh.."
******
"Berangkat dulu tan!"
"Berangkat dulu ma!"
"Hati-hati!"
"Siap!"
.
.
.
*Dikampus
Aku berpamitan kepada om Manu, lalu keluar dari mobil. Ku lihat, mobil mas Reyhan tak ada
"Maafin ya mas" gumamku
Kemudian aku berjalan menuju kelas ku
******
*Dirumah Laura Alexander
Tok tok tok
"Iya sebentar" sahut tante Leni
Clek
"Eh nak Reyhan. Ada apa ya?"
"Saya ingin menjemput Laura, apa ada?"
"Hm? bukannya Laura bilang, kalau nak Reyhan nggak usah jemput ya?"
"Kapan?" batin mas Reyhan
"Ah iya, saya lupa. Kalau begitu, saya permisi"
"Dia ini, apa karena kejadian kemarin dia malu, jadi menjauh dariku? ah sudahlah" batinnya
.
.
.
*Dikampus
Saat aku bermain kejar-kejaran bersama Arjuna, Rifki, Putra, dan Toni. Tiba-tiba
Bruk
"Akh... maaf-maaf saya tidak sengaja, maaf.."
Aku terus menunduk sambil mengatakan maaf. Tapi kemudian, orang itu malah memelukku
"Eh?"
"Nggak usah minta maaf" bisiknya
"M-mas.. Reyhan?" gumamku
"Laura" panggil Rifki
"Huh?"
Aku kebingungan, hingga akhirnya aku tersadar. Aku mendorong tubuh mas Reyhan
"A... i-itu.. kalian salah liat, tadi.. tadi hanya.."
"Hanya apa?" celetuk Anna yang baru muncul
"Hanya.. spontan, iya hanya spontan. Tidak lebih haha"
"Hm?"
"Lupakan, aku ke kelas duluan"
"Hah?"
"Pak Reyhan sudah datang, kalian enggak masuk?"
Mereka melihat kebelakang, kemudian cengengesan
"Tu kan" ujarku
"Dalam hitungan ketiga. 1 2 3! lari masuk kelas!" teriak Jeje
Semua lari masuk ke dalam kelas, aku juga tak mau ketinggalan. Jika tidak, entah apa yang akan dia lakukan di saat seperti itu
*****
Tring tring
Jam istirahat berbunyi, ingin rasanya aku cepat-cepat keluar dari ruangan. Tapi mau bagaimana lagi, mas Reyhan menarikku dengan cepat
"Laura, lo enggak ikut ke kantin?"
"Gue ada urusan sama pak Reyhan. Lo duluan aja"
Setelah semua keluar dari ruang kelas dan tersisa aku dan mas Reyhan, saat itu suasana canggung bagiku
"Um.. jadi--"
Cup!
Ciuman bibir itu sangat lembut. Tapi tangannya perlahan mulai masuk ke dalam rok ku, cepat-cepat aku menghentikan tangannya, dan mendorong tubuh nya, aku menggeleng cepat
"Enggak mau kotor. Belum waktunya"
Senyuman tipis terlihat diwajahnya
"Tapi ciuman bolehkan..?"
"Bo-boleh"
"Kalau gitu...."
Cup
Aku lagi-lagi mendorong tubuhnya
"Ini tempat umum dan kita belum sah. Jadi.. jangan kelewatan"
"Oh.. jadi gini.."
"Apa?"
"Enggak"
Dia kembali memeriksa tugas-tugas kami, tapi dia memeriksa punyaku terlebih dulu
"Sayang, ini kok nggak nyambung? kenapa?"
"Siying, ini kik nggik nyimbing? kinipi?. Iyalah enggak nyambung, orang disuruh rangkum sebanyak itu, apa enggak capek + males"
Saat aku mau pergi dari tempat itu, dia menahan ku
"Kemana?"
"Makan... laper nih"
Aku melepas genggamannya dan berlari menuju kantin
*****
*Dikantin
"Mana dimana anak kucing saya.. anak kucing saya ada dikandang sapi.. eh, apa tu.. rame bener"
"Na, ada apa sih ribut-ribut?"
"Itu si Bianca, cari masalah lagi"
"Oh"
"Eh lo disuruh ngapain tadi sama pak Reyhan?"
"Rangkuman gue ada yang salah, ke skip 5 paragraf, jadinya enggak nyambung"
"Parah sih lo"
"Biarin, lagian banyak banget"
"Iya sih"
Dorr!
"Rifki hinggap di jendela, nenek jadi tua!"
"Jahat lo" celetuk Rifki
"Eh elo. Balas dendam yak"
Rifki dan lainnya pun duduk sambil membawa makanan
"Punya gue mana?" timpalku
"Salah sendiri lo bilang nanti" celetuk Anna
"Udah-udah, nih. Gue sudah tau lo pasti bentar lagi dateng"
"Wuih... makasih Zico"
Zico hanya tersenyum, kemudian memakan makanan nya
"Eh? daging sapi sama kambing? demi apa, aku enggak suka daging sapi sama kambing. Kasih mas Reyhan aja kali ya, daripada mubazir. Sekali lagi makasih ya Zico makanannya, tapi gue nggak suka daging sapi sama kambing"
"Eh gue makan dikelas ya"
"Bukannya enggak dibolehin? lo mau dimarahin?"
"Udah. Lo kayak enggak tau gue aja"
"Bye guys"
******
*Sesampainya di ruang kelas
Aku menaruh makanan itu dihadapan, tanpa memperhatikan kertas dan buku-buku yang ditindih mangkuk itu
"Jangan ditaruh diatas buku dan kertas ini, cepat ambil, dan taruh dikursi"
"Kursi mana?"
"Ya diambil lah, punya siapa gitu"
Aku menarik kursi Sese dan Lia, kutaruh mangkuk itu diatas kursi Sese. Aku mengambil bekal ku dan duduk di kursi Lia. Mas Reyhan melirik ku sekilas
"Itu ada makanan yang dibeli kenapa enggak dimakan? dan kenapa beli kalau ada bekal?"
"Ssttt. Ini untuk mas, ini bukan aku yang beli, tapi dikasih Zico"
"Terus kenapa enggak dimakan?"
"Enggak suka daging sapi sama kambing"
"Makan ya mas, dibuang mubazir"
Mas Reyhan mengangguk, ia menghentikan kegiatannya itu, dan memakan makanan itu. Dia memandangi ku ketika makan
"Itu tali rambutnya putus enggak nyadar?" tanyanya
"Hah?"
Aku mengeceknya, dan ternyata benar, tali rambutku putus. Bisa-bisanya aku tak menyadari itu. Mas Reyhan mengambil sesuatu dari tasnya, ikat rambut?
"Pakai ini"
"Punya siapa ini?"
"Barusan beli. Kalau-kalau tali rambutmu putus"
Aku mengangguk dan mengikat kembali rambutku secara acak, tapi cantik dimataku dan dimatanya, kemudian kembali memakan makananku
"Uhuk-uhuk.. uhuk"
"Kenapa? sakit? kita kerumah sakit sekarang gimana?" ujarnya
Ia terlihat sangat khawatir padaku, itu terlihat jelas di wajahnya
"Enggak papa, cuman tersedak"
Karena aku tak ingin dia khawatir, aku menjawab seperti itu dan tersenyum padanya, menandakan aku baik-baik saja. Tapi sebenarnya semua tidak baik-baik saja, sepertinya penyakit bawaanku dari kecil mulai kambuh
"Aku mohon jangan kambuh, apa aku bisa melewatinya seperti dulu? argh shit! kenapa aku menderita penyakit tuberkulosis dari kecil? aku benci ini, aku ingin sehat, aku nggak mau dekat dengan kematian dulu. Tapi jika itu sudah jalannya.. ya sudah, aku akan berkumpul bersama nenek, papa dan mama disana" batinku
.
.
.
Visual MC nya kakak UvU
Laura Alexander
Reyhan Candrama Williams
ceritanya cepet beberapa tahun kemudian
tapi kok Lauranya kuliahnya gk kelar"
ceritanya tidak nyambung
karya nya tidak bisa di terima kami pembaca mengkritik nya...
TIDAK BAGUS CERITANYA...
*Yang Membolak-balikan Hati