Seorang anak yg diusir ortunya, krn di tuduh membunuh adiknya sendiri. Bagaimana bila ia dipertemukan dgn keluarganya lg
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syiff2707, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 5
'Plak'
Tamparan keras mendarat di pipi mulus Naya, yg menyebabkan sudut bibirnya berdarah
Sarah yg tidak bisa menerima hal itu pun langsung maju dan menampanampar tak kalah kerasnya
'Plak'
"Apa apaan lo hah, nampar gue" bentak Lili
"Hanya memberi hadiah atas apa yg dia lakukan" ucap Sarah santai
Luna yg gerampun menjambak rambut Kesha
"Woy lo apa apaan sih main tarik tarik rambut gue" ucap Kesha
'Byurr'
Jus jeruk mendarat sempurna diatas kepala Audi
Sarah yg melihat itu pun langsung menyiram Dina dengan es kelapa
'Kok, Nara diem aj yh liat temennya di kaya gituin' batin para most wanted (-geo) dan siswa AIHS (-anggota Nara) sambil melihat kearah Nara yg belum menghabiskan makanan nya
"Eh nerd ngapa lu diem aja, takut lu sm gua" ucap Sarah lalu menjambak rambut Nara
Nara yg di jambak pun hanya diam anteng memakan baksonya yg belum habis seperti tidak merasakan apa apa
Melihat tidak ada reaksi apa apa pun menarik lebih kuat rambut Nara, namun bagi Nara itu bkn apa apa
'Anjr tuh nerd kuat amat' batin para most wanted (-geo) dan siswa AIHS (-anggota Nara )
Nara yg sudah selesai memakan baksonya pun mengambil minumannya dan meminumnya, setelah selesai Nara mengambil tisu dan mengelap mulutnya.
Setelah urusan makan Nara selesai, Nara langsung menepis tangan Sarah yg masih berusaha menjambak rambutnya
"Jangan main jambak jambakan, banci tau gk kaya anak kecil" ucap Nara dengan nada dingin dan wajah datar
"Looo " ucap Sarah menggeram kesal, lalu mengangkat hendak menampar Nara
Namun sebelum mengenai wajah Nara, Nara terlebih dulu menangkap dan mencengkram kuat tangan Sarah, sampai empu meringis kesakitan
"Auu auuu, lepasin lepasin tangan gue jalang" ucap Sarah
"Apa lo bilang " tanya Nara dengan nada dingin
"Jalang, lo sm nyokap lo jalangkan mangkanya lo bisa sekolah di sekolah se elit ini" ucap Sarah sambil menahan sakit akibat cengkraman Nara
Sahabat Nara yg mendengar itu pun hendak maju namun di tahan oleh Nara
"Biar gue yg urus" ucap Nara dingin kepada sahabatnya itu
"Tapi sayangnya bonyok gue udh mati" jawab Nara kepada Sarah, dan mulai mengeluarkan auranya
'Kok tiba tiba dingin yh' batin siswa AIHS
'Siapa lo sebenarnya ra' batin angga yg kenal betul aura yg di miliki Nara. Karena Mafia mereka kerapkali bekerja sama menjalankan misi, dan mereka sudah sering bekerja sama, jadi mereka sudah mengenal betul aura yg mereka miliki walaupun tidak saling mengenal
"Y-ya mangkanya lo jadi jalang, karena orang tua lo udh gk ada" ucap Sarah gelagapan
"Udh cukup lo main, sekarang giliran gue" ucap Nara dingin, datar
'Plakk'
'Plakk'
'Plakk'
'Bugh'
'Bugh'
'Kreekk' suara tulang patah
Jangan tanyakan kondisi Sarah bagaimana, dia sudah dalam posisi tengkurap tangan dibelakang dan punggung diinjak oleh kaki Nara
"Ck, lemah" ejek Nara lalu melengos pergi ke roftop
'Dor'
Suara pistol menggema di seluruh kantin, namun bukan Nara yg menembak Sarah. Namun musuh bebuyutan Nara di dunia bawah Black Ghost yg sudah lama mengintainya.
Bukannya mengenai Nara, namun dengan mudah Nara menangkap peluru tersebut.
Nara mengambil pisau lipat yg sudah di lumuri racun yang selalu Nara bawa dari sakunya dan melemparkannya ke arah si penembak
'Jleebb'
Pisau tersebut menancap di perut sang penembak, dan tak butuh waktu lama tubuh penembak itu pun kejang kejang dan meninggal di tempat
"Black Ghost kalo mau nyerang, di depan jangan di belakang, pengecut tau gk" teriak Nara agar dapat di dengar oleh anggota Black Ghost
Tiba tiba terdengar bunyi sirine mobil polisi, polisi berdatangan dan hendak menangkap Nara. Namun Nara menghentikannya dan menunjukkan kartu identitas mafianya.
Semua polisi yg melihat itu pun membungkuk kepada Nara
"Masalah ini biar saya yang urus" ucap Nara
"Bersihin badan lo bajunya udh di siapin, dan bersihin luka lo, gue mau ke roftop" ucap Nara lalu melenggang pergi ke roftop
Tp ini nikahannya anak2 sultan semuanya..... Pak penghulu dpt amplop tebel ini