NovelToon NovelToon
Pendekar Tingkat Dewa

Pendekar Tingkat Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:224.3k
Nilai: 5
Nama Author: Raffa Alief

Di dunia yang selalu mencari pemenang, ia memilih untuk berjalan sendirian, tidak untuk menang tapi untuk menghentikan sesuatu yang tak pernah benar-benar ia pahami.

Ia kembali, bukan sebagai anak yang ingin belajar, tapi sebagai seseorang yang sudah tahu terlalu banyak, dan percaya terlalu sedikit. Di matanya, dunia ini belum berubah, hanya lebih pandai menyembunyikan niat buruk di balik tradisi dan kehormatan.

Ia tak datang mmembawa dendam. Tapi tidak juga datang dengan damai.

Dalam bayang-bayang kesunyian malam, medan perang telah menanti di ujung waktu, satu langkah kecil menjadi pemantik sejarah baru. Atau hanya jejak lain yang hilang bersama debu?


(Remake)

Zhong Li -> Shi Yexian

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raffa Alief, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 7 - Melihat Sebuah Petunjuk

Mata Zhong Li tidak bisa berhenti melihat sekitar, entah sudah berapa lama ia bertingkah seperti itu, tapi saat ini mereka berdua sudah sampai di wilayah kediaman milik pria paruh baya itu.

‘Kenapa aku bisa kembali hidup? Dengan semua luka yang menghilang ini, apakah tuhan memberi ku kesempatan kedua?’ Meskipun matanya tampak tidak berhenti menelusuri sekitar, dalam kepalanya dirinya berpikir keras soal kehidupan keduanya ini.

Dirinya sudah sangat yakin bahwa hal yang di lalui nya beberapa saat lalu adalah kematian yang tidak akan bisa ia hindari, tapi anehnya dirinya masih bisa di selamatkan oleh pria paruh baya yang ada di depannya itu. ‘Apakah itu mungkin?’

“Ada apa? Kenapa kau tampak berpikir keras seperti itu. Tanyakanlah apa yang ingin kau tanyakan, akan ku jawab sebisa mungkin.” Pria paruh baya itu membuka pembicaraan dengan santai, yang menandakan jika mereka berdua sudah sampai di kediamannya.

“Eh? Apakah kita sudah sampai?” Zhong Li melebarkan matanya dan memutuskan untuk langsung kembali bertanya kepadanya.

Zhong Li melirik ke sekitar sekali lagi penasaran dengan kediaman yang di maksud oleh pria paruh baya itu sedari tadi. “Di mana? Aku tidak melihatnya. Apakah karena hutannya terlalu lebat hingga aku tidak bisa melihatnya? Ah ini memang mengesalkan.”

Pria paruh baya itu tampak menghela napasnya panjang sembari menggelengkan kepalanya dan memijit keningnya yang terasa sakit saat memandang Zhong Li yang terasa sangat bodoh di matanya.

‘Apakah aku memang memiliki sifat itu dulu, aku sudah lupa.’ Batinnya, Pria paruh baya itu batuk pelan, “Kita hanya sampai di wilayah terluarnya saja, jadi kau tidak akan bisa melihat kediaman ku dari sini.”

Pria paruh baya itu melipat tangannya sembari tersenyum tipis, memandang Zhong Li yang ada di depannya dengan santai. “Jadi? Apa yang ingin kau tanyakan… kau tahu sedari tadi aku bisa mendengar omongan di hati mu, jadi tidak usah di tutupi lagi. Tanyakan saja semuanya!”

Zhong Li yang mendengar itu langsung menelan ludahnya kembali sembari mundur dengan langkahnya perlahan, “A-apakah ini semacam ujian kecil untuk masuk surga.” Kepercayaan Zhong Li jika dirinya berhasil hidup kembali mulai goyah.

“Tenanglah, bukankah sudah ku bilang jika kau masih hidup. Aku tidak akan menutupi kebenaran jika tadinya kau memang benar-benar sudah mati.” Pria paruh baya itu sedikit kesal dengan tingkah Zhong Li, dirinya kembali menjelaskan kepada Zhong Li apa yang di lihatnya tadi.

“Eh, aku memang sudah mati bukan! Aku memang sudah mati kan, jadi ini adalah perjalanan menuju ke surga atau neraka!” Zhong Li salah memproses ucapan yang keluar dari mulut pria paruh baya yang ada di depannya itu.

“Kau ini! Kenapa hanya kalimat terakhir saja yang kau serap di kepalamu, bukankah sudah kubilang jika kau masih hidup!” Pria paruh baya itu menatap kesal Zhong Li yang ada di depannya. Tiba-tiba muncul pedang transparan berwarna biru gelap di tangannya, terhunus ke arah Zhong Li.

“Apakah mau di coba? Jika kau merasakan sakit maka itu adalah tanda jika kau masih hidup.” Pria paruh baya itu menatap Zhong Li dengan tatapan yang tajam, ia sudah sangat kesal dengan tingkah laku anak yang ada di depannya itu.

Ia menyuruh Zhong Li untuk mencoba rasa dari pedang biru gelap yang ada di tangannya agar bisa menjadi bukti bahwa Zhong Li masihlah hidup.

“Ti-tidak, itu tidak di perlukan. Aku sudah percaya jika diriku ini masih hidup.” Zhong Li sedikit terkejut dengan kemunculan pedang transparan itu sehingga langsung menjawab apa yang sedang terlintas di kepalanya.

Pria paruh baya itu menghilangkan pedangnya, kemudian melanjutkan melipat tangannya sembari menatap Zhong Li, dia seperti memberi waktu untuk Zhong Li mendinginkan kepalanya.

Zhong Li batuk pelan, memutuskan untuk bertanya kepada pria paruh baya itu. “Bagaimana aku harus memanggil Senior?”

“Hmm? Apakah kau masih waras?”

“Senior, tolong jangan bercanda di saat-saat seperti ini.” Zhong Li tersenyum canggung setelah mendengar paruh baya itu membalas pertanyaannya dengan pertanyaan lainnya. “Anda tahu, kan? Saya ini baru saja terjun dari jurang yang katanya tidak ada dasarnya, tapi sekarang saya sudah menyentuh dasarnya. Di tambah lagi, saya masih hidup di sini.”

“Mungkin tadi saat jatuh kepala ku terbentur lebih dulu dari badan ku, mungkin dari situlah aku jadi seperti ini.” Zhong Li melanjutkannya dengan santai.

Pria paruh baya itu menghela kan napasnya pasrah, sebelum membalas perkataan Zhong Li. “Nama ku adalah Hou Tian, panggil saja aku semau mu.” Hou Tian kembali melangkahkan kakinya melanjutkan perjalanannya.

“Ayo kita lanjutkan perjalanannya, jika kau ingin bertanya, tanyakan saja. Aku akan menjawabnya sebisa mungkin.”

Tidak lama setelah itu Zhong Li mulai mengikuti Hou Tian dari belakang, “Kalau begitu aku tidak akan sungkan… Yang pertama! Apakah anda melihat batu berwarna Hijau cantik, mungkin di sekitar daerah aku mendarat?”

Hou Tian sempat melirik ke arah Zhong Li yang ada di belakangnya sebelum akhirnya ia menjawab. “Batu itu sudah di serap oleh tubuh mu, itulah mengapa kau masih hidup saat ini. Berterima kasihlah kepada dirimu sendiri karena sudah membawa batu itu ke dalam kuburan kematian mu.” Hou Tian tertawa kecil.

“Hah? Maksud anda apa? Aku menyerap batu itu, perasaan aku tidak memakannya saat terjun ke sini.” Zhong Li mengerutkan keningnya dengan tangan yang sedang mengelus dagunya.

“Apakah kau tidak mengerti, batu apa yang kau bawa mati itu?” Hou Tian tampak terkekeh pelan, karena menyadari tingkah laku Zhong Li yang tampat tidak tahu menahu soal batu itu. “Namanya adalah Batu Kehidupan, batu yang tercipta setelah kelahiran dari kehidupan di dunia ini terjadi.”

“Sepertinya aku tidak pernah mendengarkan batu itu di sebut sebagai Batu Kehidupan. Mereka yang selalu ku lawan selalu mengatakan jika batu itu adalah senjata pemusnah masal, senjata yang sangat kuat.”

“Apakah manusia bisa di bilang sebagai senjata? Jelas tidak bukan” Hou Tian menyungging tipis senyumnya tanpa menoleh ke Zhong Li. Senyuman tipis yang di tunjukkan nya itu membuat Zhong Li sedikit bergidik ngeri.

“Apa maksud mu, manusia menjadi senjata? Bukankah itu hal yang wajar di kekaisaran ini, tidak menurutku itu sudah sangat wajar di dalam dunia ini.”

“Kau sudah terlalu lama terjun di dunia hitam putih, sehingga membuat mu lupa jika dunia ini tidak hanya terdiri dari dua warna saja.”

“Mungkin itu sebuah kenyataannya… Tapi sepertinya aku sudah tidak bisa keluar dari dunia ini. ”

“Apakah kau yakin? Kau tahu bukan, di dalam satu ruangan pasti ada jalan masuk dan keluar yang saling berkaitan satu sama lain. Begitupun dengan dunia ini.”

Tanpa di sadari mereka berdua telah keluar dari hutan yang lebat, dengan sambutan berupa pemandangan danau jernih bagaikan kaca yang sangat luas.

Dan di seberang danau itu terdapat gunung yang puncaknya tertutupi oleh awan tebal, dengan hutan lebat yang mengelilingi kakinya gunung itu tampak sangat besar bahkan dari kejauhan sekalipun.

1
Jumadi 0707
yng dimaksud pria paruh baya itu umur brp ada jenggot dah putih n masa umurnya 50 an setidaknya 70 an lah Thor jelasin aja Thor peria tua
Jumadi 0707
maksud bertempur gk tau maunya dan bertele2 gk ngerti
alexander
bagus ceritanya
Muhamad Rizki
GT
Dzikir Ari
Kenapa jadi berbeli Belit kata katanya
Dzikir Ari
Alur mulai tertata dan selanjutnya jangan membosankan Tor, ini sekedar masukan...🙏
Dzikir Ari
Gimana kok Alurnya mbulet tor
Dzikir Ari
jalan ceritanya cukup menarik tapi terlalu bertele tele Tor
Dzikir Ari
Lanjutkan Tor
Dzikir Ari
Lanjut
Dzikir Ari
Coba mampir, moga Alurnya tidak bikin bosan Tor 🙏
Haryanto Sendtot
lanjut
Haryanto Sendtot
mna up nya lgi
Abdullah
update ya
Djambar Barmo
Alur cerita tidak mengalir,beberapa bab isinya tidak berhubungan, kalau bercerita harusnya terstruktur
Ahmad Tavip
remove aja cerita ini
Ahmad Tavip
bertele tele
Suyatno Saban
lanjutkan
Idk!
bagus ceritanya, lanjutkan
de wek
baru nemu malam ini di beranda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!