NovelToon NovelToon
CINDERELLA DI SARANG PENYAMUN

CINDERELLA DI SARANG PENYAMUN

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / TimeTravel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Its Zahra CHAN Gacha

Soraya sang Primadona online terjebak di Abad 13 karena insiden yang menimpanya. Jiwanya terperangkap dalam tubuh seorang selir Senopati perang, apakah yang akan dilakukan oleh Sora agar bisa kembali ke abad 20.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Siapa dirimu sebenarnya

"Silakkan turun yang Mulia," ucap Adipati Sentanu ramah mengulurkan tangannya membantuku turun.

"Terima kasih sudah mengantarku, btw kalau boleh tahu siapa namamu?" tanyaku kepo

"Hamba Adipati Sentanu, kakak dari permaisuri Dyah Sawitri," ucapnya memperkenalkan diri

Entah kenapa mendengar nama itu membuatku langsung membawaku kepada peristiwa mengerikan.

"Lepaskan, apa yang akan kau lakukan!"

"Tentu saja membawamu kembali ke Tumapel yang mulia,"

"Dasar brengsek beraninya kau!" gadis itu meronta saat Adipati Sentanu memeluknya dan memacu kudanya dengan cepat

Suara rintihan kuda membuat semua penghuni istana Tumapel keluar, dan melihat siapa yang datang ke istana larut malam.

"Dinda!, apa yang kau lakukan!" seru Lembu Tal menghampiri mereka

"Istrimu mencoba untuk kabur dari Tumapel dan kembali ke Padjajaran, tapi beruntungnya aku bisa mencegahnya," sahut Adipati Sentanu

"Dasar pembohong, beraninya kau memfitnahku!" ucap Gayatri geram, ia kemudian mendorong lelaki itu hingga jatuh.

"Kau lihatkan apa yang dia lakukan Dimas, dia bahkan mendorongku ketika aku memberitahu kebenarannya," ucap Adipati Sentanu sinis

"Jangan percaya dengan kata-katanya Kanda!" seru Gayatri mencoba membela diri namun ketika ia akan turun seketika kudanya berlari dengan cepat membawanya pergi meninggalkan Tumapel.

"Tolong aku Kanda!!!" serunya sembari berusaha mengendalikan kudanya, tetapi ia tidak bisa mengendalikan kuda tersebut hingga akhirnya terjatuh di jurang.

"Aaaaa!!!"

*Bruuugghh!!!

"Yang Mulia!" seru Adipati Sentanu menangkap tubuhku

Dyah Lembu Tal langsung berlari menghampiri Adipati Sentanu dan membawa tubuh istrinya menuju ke ruang peristirahatannya.

"Haaaa!" aku langsung terbangun setelah bermimpi melihat kejadian menyeramkan itu

"Kau sudah siuman Dinda, apa yang terjadi denganmu?" tanya Lembu Tal

Aku ingin mengucapkan sesuatu tapi lidahku mendadak kelu, jantungku berdegup cepat seolah baru lolos dari kematian. Ku tatap wajah-wajah sekelilingku dengan penuh ketakutan.

"Ndoro Ayu, apa yang terjadi denganmu," wanita itu memberiku segelas air putih dan aku langsung meneguknya habis.

"Thanks," ucapku sembari mengatur nafas dan mencoba bersikap biasa agar semuanya tidak curiga

"Sekarang aku akan mengantarmu pulang, kau masih belum sehat jadi lebih baik istirahat saja," ucap Lembu Tal mengajakku pergi dari tempat itu.

"Lebih baik kau naik tandu, aku akan mengikutimu dengan berkuda," imbuhnya

"Aku tidak mau naik tandu, aku mau naik kuda denganmu," ucapku lirih

"Tapi kondisimu masih lemah, aku takut kau jatuh pingsan lagi," jawab Lembu Tal

"Bukankah ada kanda dibelakang ku, jadi aku tidak takut jika aku jatuh pingsan lagi karena ada kau yang akan melindungi ku, kecuali kalau kau ingin membunuhku," bisikku dengan nada kesal

Aku ingin tahu siapa yang sudah membuat wanita ini begitu terluka dan ketakutan, aku yakin aku bisa mengingat sesuatu dengan berkuda karena semuanya berawal dari sana,

"Baiklah Dinda, aku akan melakukan apa yang kau minta," lelaki itu segera meminta prajurit untuk mengantarkan kudanya

Tak lama kemudian seekor kuda Bima yang sangat gagah tiba didepan ku.

Lembu Tal langsung menggendongku dan menaikannya diatas kuda, iapun segera melajukan kudanya menuju paviliun Kenanga.

"Istirahatlah, jangan kemana-mana lagi," ucapnya sembari mengusap lembut keningku

Tidak terjadi apa-apa ketika aku berkuda bersamanya, sebenarnya siapa Adipati Sentanu kenapa ia bisa ada dalam ingatan gadis ini,

"Apa semalam kita melakukannya?" tanyaku mencoba memecah keheningan diantara kami

"Apa maksudmu?"

"Kau jangan pura-pura, semalam kau bilang padaku tidak akan terjadi apa-apa padaku tapi...."

"Haruskah aku menjelaskan lagi padamu, kita sudah menikah jadi tidak masalah bukan," ucapnya acuh

"Dasar brengsek, beraninya kau menipuku Bambang!" seruku kemudian menjambak rambutnya

"Hmmm, melihatmu yang sudah mulai marah-marah lagi berarti kau sudah kembali normal, kalau begitu aku pergi dulu," ucapnya beranjak dari ranjang ku

"Pergi sana dan jangan pernah kembali lagi!" usir ku sembari melempar bantal kearahnya

"Tentu saja malam ini aku akan kembali untuk melanjutkan permainan panas kita, ingat seminggu ini aku akan bermalam bersamamu karena kau sedang sakit." tukasnya m memberikan bantal kapadaku

"Lagipula karena Permaisuri sedang hamil muda jadi aku hanya bisa melampiaskan hasrat ku padamu," bisiknya membuat aku langsung membulatkan mataku

"Dasar mesum, pergi kau!" seruku sembari mendorongnya

Lelaki itu tersenyum dan mengedipkan matanya kepadaku.

"Dasar brengsek!" seruku melemparkan bantal padanya.

*Buuugghh!!

"Aww!!" seru Layung Sari mengusap keningnya yang terkena lemparan bantal.

"Maaf, aku tidak sengaja," ucapku merasa bersalah

"Tidak apa-apa Ndoro," ucapnya merapikan bantal itu kembali

"Boleh aku minta tolong padamu?" tanyaku penuh harap

"Tentu saja Ndoro aku akan selalu membantumu, katakan apa yang harus aku lakukan," jawabnya antusias

"Pertama aku lupa namamu siapa, jadi perkenalkan dirimu,"

"Saya Layung Sari dayang setiamu dari Padjajaran yang sudah merawat anda dari bayi sampai sekarang Ndoro,"

"Ok, karena kau adalah satu-satunya orang terdekatku apalagi kau sudah melayaniku sejak aku bayi, pasti kau tahu bagaimana karakterku, jadi tolong ceritakan siapa diriku dan bagaimana perangai ku. Katakan saja sejujurnya jangan ada yang di tutup-tutupi, kalau aku jahat katakan jahat jangan pernah menutupi kelemahan kekurangan ku sedikitpun, agar aku bisa mengingat kembali siapa diriku dan kenapa aku bisa terbaring koma selama tiga hari. Kau mau kan membantuku mengingat semuanya?"

"Baik Ndoro,"

Layung Sari kemudian mulai menceritakan siapa diriku dan bagaimana perilakuku selama ini dengan detail.

"Hmmm, jadi aku seorang Puteri Raja Galuh Pakuan,"

"Benar Ndoro,"

"Kalau saya seorang Puteri Raja bagaimana aku mau menjadi selir seorang Senopati bukannya aku bisa menjadi selir Raja ataupun permaisuri Raja, coba ceritakan padaku bagaimana pernikahanku dan Senopati berlangsung?" tanyaku penasaran

"Aku tidak tahu detailnya yang Mulia karena sebagai dayang hamba dilarang mengetahui hal-hal seperti itu, karena tugas utama saya adalah mengurus anda maka sayapun harus fokus dengan pekerjaan saya. Tapi saya pernah dengar seorang utusan dari Tumapel datang menemui Yang Mulia Raja dan membahas pernikahan anda, mereka juga menyinggung tentang ramalan Jayabaya dan lahirnya sang Ratu Adil serta keturunan Raja sakti yang akan melahirkan raja-raja berpengaruh di Tanah Jawa. Hanya itu yang mulia yang saya tahu," jelasnya

"Hmmm, sepertinya aku harus mencari tahu sendiri, baiklah kalau begitu ceritakan kenapa aku bisa tidak sadarkan diri selama tiga hari, ceritakan saja yang kau tahu,"

"Malam itu, Ndoro bertengkar hebat dengan Gusti Senopati dan anda terus meminta pulang ke Galuh Pakuan, namun Gusti Senopati tetap melarang anda. Pada suatu malam anda diam-diam kabur dari paviliun Kenanga dan mencoba melarikan diri, tapi Adipati Sentanu berhasil menemukan anda dan membawa kembali yang mulia ke paviliun Kenanga, tapi sepertinya anda sangat marah sehingga langsung memacu kuda anda dengan sangat cepat hingga masuk kedalam jurang," tutur Layung Sari

"Hmmm, jadi begitu ceritanya, jadi apa yang aku lihat saat aku pingsan itu benar. Terus siapa Adipati Sentanu itu?"

"Beliau adalah Kakak kandung permaisuri Dyah Sawitri, selebihnya aku tidak tahu dia orang seperti apa, tapi saya sering dengar kalau dia orang yang sangat dingin dan cenderung tertutup,"

"Ok, dimana aku bisa bertemu dengannya?"

"Maksud anda Adipati Sentanu?"

"Tentu saja, siapa lagi,"

"Kata dayang-dayang lain sih, dia suka menghabiskan malam di Wisma Cempaka,"

"Wisma Cempaka... tempat apa itu?"

"Itu seperti tempat hiburan bagi para petinggi istana dan para kasta kesatria,"

Kalau begitu, malam ini aku harus ke sana, aku harus mencari tahu siapa itu Adipati Sentanu,

"Ok Layung Sari, sepertinya informasi darimu sangat berguna, doakan saja aku bisa cepat mengingat semuanya,"

Malam harinya, aku langsung menyamar menjadi seorang laki-laki dan bersiap-siap menuju ke Wisma Cempaka.

"Semoga tidak ada yang mengenaliku,"

"Tentu saja Ndoro, tidak akan ada yang mengenalimu sebagai Gayatri Prameswari putri Raja Galuh Pakuan, malam ini semua orang akan memanggil anda dengan nama Lembu Sora," ucap Layung Sari

"Lembu Sora??"

"Iya, anda pakai saja nama itu sebagai nama samaran anda agar tidak dikenali oleh orang-orang,"

"Ok, kalau begitu kau harus memakai bajuku, dan berpura-pura menjadi diriku malam ini,"

"Sendiko yang mulia,"

Aku segera bergegas meninggalkan tempat itu menuju wisma Cempaka.

Dua puluh menit setelah berjalan kaki akhirnya aku tiba di sebuah pondok yang lebih mirip dengan kafe di jaman modern. Para kasta kesatria atau bangsawan bisa menikmati minuman keras dan berjudi di tempat ini benar-benar sama seperti kafe atau bar.

Aku segera mencari keberadaan Adipati Sentanu di tempat itu.

"Raden, apa yang sedang anda cari di sini?" tanya seorang pelayan

"Aku sedang mencari temanku Adipati Sentanu apa dia ada di sini?" tanyaku

"Tentu saja, tapi sepertinya saya baru pertama melihat anda memangnya ada siapa?"

"Aku Lembu Sora putra Akuwu tumapel yang baru pulang dari pulau Sumatera,"

"Ah aku tahu, anda adalah seorang pelajar terbaik di Tumapel, benar begitu Raden?"

"Thats right baby, sekarang tunjukkan dimana Adipati Sentanu berada," lelaki itu kemudian membawaku ke sebuah ruangan khusus

"Ndoro Adipati ada di dalam silakkan ketuk pintu dulu sebelum masuk,"

"Ok," jawabku mengedipkan mata kepadanya.

1
Aldiza azahra
sampr disini kok q g mudeng to critane
Ass Yfa
Mahendra bunuh diri..... dia reinkarnasi dari siapa ya
Ass Yfa
Juna siJaladwara kah
Ass Yfa
woah ternyata Rama adalah Ivan,Bagus blm tahu kalo Raya dan Sora itu sama,,, apa Ivan jg belum tahu, kan liat hpnya Sora ada nama Eka, dia bingung lo,kok Eka apa mereka berteman yak
Ass Yfa
Rania..ibunya Shibil... Bram mengamili Rania
Ass Yfa
Galang apakah dia Dyah lembu Tal ya baik ramah
Ass Yfa
raden mas Bagus Arya Sentanu kayaknya Bagus dlm game online deh
Ass Yfa
Sentanu kah...
Ass Yfa
Sentana, sadboy, sad ending
Ass Yfa
tegang bngt
Ass Yfa
Sentanu kaget karena ya diucapkan Dira benar
Ass Yfa
weh siapa tuh,,, Sentanu dimasa depan apa Bagus
Ass Yfa
pesona Sora tdk bisa diragukan lagi
Ass Yfa
aku pernah nonton serial kolosal kerajaan Singosari, disana ceritanya menonjolkan kekuasaan Prabu Kertanegara dan kebiasaan2 yg dilakukan pesta sek dan miras,,,itu ajaran penganut ilmu apa gitu,thn 2000an, kayaknya yg main jadi orangnya, alias raja Agus Kuncoro,,, tapi disini yg diceritakan dari sudut pandang senopati Dyah lembu Tal..
Ass Yfa
Sora bikin onar
Ass Yfa
kayak nonton serial kolosal
Ass Yfa
harusnya visualnya yg make udeng ama pakean adat gitu...
Ass Yfa
wah Sentanu terjangkit virus cinta... awas waspadalah 2
Ass Yfa
waduh,, Sora main api nih...
Ass Yfa
gimana dgn hati Sentanu kayak nya ada hati nih sama Gayatri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!