NovelToon NovelToon
Imam Pilihan Ayah

Imam Pilihan Ayah

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Tamat
Popularitas:427.2k
Nilai: 5
Nama Author: Adhel

Alya Rahmadhani, anak kedua dari keluarga Hasan dan Rahma, menerima perjodohan pilihan Ayahnya. Menggantikan Kakaknya yang bernama Tyas, Karena Ia sudah memiliki calon lebih dulu.

Dimas yang baru menyadari ternyata Anak ke-2 pak Hasan yang akan ia nikahi. Menjadi dilema karena Raka adiknya sudah menyukai lebih dulu sejak awal masuk kuliah. Tetapi Dimas juga sudah mulai suka kepada Alya.

Kini pria yang pernah Alya jumpai saat berada di Jogja beberapa tahun lalu akan menjadi pendampingnya, dan tanpa Alya sadari perlahan ia mulai menyukai Dimas.

Karena belum bisa menerima perjodohan tersebut, Raka lebih memilih ke Kalimantan sesuai permintaan Ayahnya. Mengubur jauh rasa sayang untuk memiliki Alya.

Tetapi takdir berkata lain, ada banyak polemik yang menerjang hubungan mereka.

Akankah Alya menikah dengan Dimas atau Raka akan kembali ke Jakarta menghentikan pernikahan Alya dan Dimas ?

Ikuti novelnya sampai tuntas ya readers, untuk dapat klimaks nya !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adhel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjodohan

Hari sabtu telah tiba, keluarga Ayah Hasan dan Bunda Rahma sudah siap menyambut kedatangan tamu dari Jakarta. Siang itu Bagas diruang TV mengikuti siaran langsung acara pertandingan basket nasional. Alya dan Tyas membantu Bunda didapur. Hasan dengan setianya membolak balikkan koran pagi ini. Melihat headline news tentang keserakahan tanah hingga menewaskan dua orang pekerja. Teringat satu tahun lalu saat Ia bekerja memperjuangkan kewajiban sebagai tangan kanan perusahan Subadiyo di Pengalengan, takdir berkata lain tidak sesuai harapannya. Kecelakaan kerja itu mengantarkan dirinya harus duduk dikursi roda disisa usia senjanya.

Tiiinnnn . . .

Suara klakson mobil membuyarkan lamunannya, sudah ada dua kendaraan berhenti dipagar rumah. Keluarlah Bapak Subadiyo bersama Istri, sedangkan dimobil satunya keluarlah pria muda berpenampilan modis dengan sepatu kets nya membuka kacamata hitam.

Ayah terperanjat mengetahui pria muda itu. Karena sampai saat ini selama bekerja ia tidak pernah mengetahui anak dari keluarga atasannya.

"Assalamualaikum Pak Hasan. Bagaimana kesehatannya sekarang?" Ucap Subadiyo menghampiri Hasan dikursi roda.

"Waalaikumsalam. Alhamdulillah kabar saya baik Pak. Terimakasih sudah mau mampir di gubuk kami." Jawab Hasan ramah.

"Waalaikumsalam. Silahkan Bapak ibu .. Hmm nak Dimas duduk." Ucap Rahma yang melihat Dimas dibelakang mantan atasan suami itu terlihat bingung.

Pandangan Hasan pun juga terlihat bingung kearah istrinya. Dengan perasaan canggung merekapun akhirnya duduk diruang tengah. Bagas yang mendengar suara dari luar, reflek langsung mematikan siaran TV dan beranjak menuju kamarnya.

Tyas duduk didekat dapur bersama Alya. Menyadari kedatangan teman dari Ayahnya itu Merekapun terdiam saling pandang dengan masing-masing tatapan saling bertanya.

(Kok ada sebutan kata 'nak Dimas' dari Bunda. seperti mengingatkan seseorang. Gumam Alya dalam hati).

"Sudah ada kegiatan apa Pak Hasan dirumah?" Tanya Subadiyo memulai pembicaraan.

"Saat ini Saya hanya bisa menemani Istri dirumah. Karena masih beradaptasi dengan kursi roda ini Pak." Jawab Hasan dengan tersenyum kearah Mereka.

Subadiyopun kagum dengan keikhlasan Hasan, tidak ada memperlihatkan sikap marah ataupun benci terhadapnya karena akibat mempertahankan perusahaan atasanya Ia rela menjadi korban terjatuh dari gedung satu tahun lalu.

"Jeng ini loh tadi Kita baru datang sudah langsung menyambut anak Kami dengan sebutan nama. Apa sudah kenal sebelumnya?" Potong Lestari memecahkan kekakuan dengan pembahasan suaminya.

"Oh iya sebelumnya nak Dimas sudah pernah main kesini. Ternyata Anak Bapak dan Ibu." Jelas Rahma.

"Dim .. Kamu ini kenapa endak bicara dulu toh sama Kami kalau sudah kenal dengan calon besan Mu."

Deg !!

Bunda kaget dengan ucapan Istri Pak Subadiyo itu. Seperti akan segera meminang anak gadisnya. Dimas hanya tersenyum kearah Lestari.

Dua keluarga itupun larut dengan obrolan nostalgia saat Hasan masih bekerja, bagaimana bisa Mereka kenal dan sempat menjadi tangan kanan Subadiyo hampir 5 tahun lalu.

"Mari semua Kita jeda sebentar obrolannya, sudah waktunya makan siang." Ucap Rahma kepada tamu dihadapannya.

"Jadi merepotkan gini toh Jeng." Sambung Lestari.

"Tidak repot kok, maaf jamuan ala kadarnya. Silahkan ke ruang makan sudah Kami siapkan." Ajak Rahma sambil berjalan mengarahkan Mereka.

Di dekat meja makan sudah ada Tyas dan Alya yang menunggu, keduanya saling menundukan pandangan.

"Perkenalkan ini kedua anak gadis Kami, yang memakai jilbab peach Tyas sedangkan Jilbab Hitam namanya Alya." Ucap Rahma.

Dan keduanya pun tersenyum kearah tamu. Terlihat pandangan Dimas hanya tertuju pada Alya.

Merekapun duduk semua, Bagas yang berada didalam kamarpun ikut keluar makan bersama tentunya setelah kedua orangtua memperkenalkan anak bungsunya. Terdengar hanya dentingan sendok garpu dari atas meja, tidak ada yang membuka pembicaraan lebih dulu. Mungkin larut dengan kenikmatan sajian makanan yang dibuat oleh Rahma. Karena dengan tangan terampilnya itu soal makanan semua anak-anaknya sangat menyukai masakan buatan Bundanya.

"Alhamdulillah, makasih banyak Jeng. Hidangannya enak-enak semua." Ucap Lestari sambil meletakkan sendok garpu diatas piring dan menyilangkan keduanya untuk menyudahi makan siang.

"Alhamdulillah Bu." Jawab Rahma dengan tersenyum.

Setelah makan siang Mereka semua kembali menuju ruang tengah dan memulai pembicaraan tujuan utama Mereka berkunjung.

"Begini Pak Hasan dan Bu Rahma, kedatangan kami kesini selain silahturahmi juga ada keperluan lain. Sebelum pak Hasan mengalami kecelakaan, Saya sudah berniat akan menjodohkan anak sulung Saya dengan putri Kalian. Jika berkenan apakah Pak Hasan dan Bu Rahma bersedia?" Jelas penuturan Subadiyo.

Hasan dan Rahma saling melemparkan pandangan, belum bisa memberikan jawaban. Biar bagaimanapun Mereka harus menanyakan terlebih dahulu dengan anak gadisnya.

"Alhamdulillah dengan niatan baik Bapak, tentunya kami sangat senang. Tetapi Kami harus menanyakan terlebih dahulu kepada anak gadis Kami." Jawab Hasan dengan tenang.

"Baiklah Pak, Kami akan menunggu jawabannya beberapa hari kedepan. Terima kasih atas jamuannya hari ini. Pak Hasan cepat pulih ya, jika perlu bantuan jangan segan-segan menghubungi Saya. Kami sekeluarga ijin pamit." Ucap Subadiyo.

"Sama-sama, senang bisa dikunjungi keluarga Bapak. Hati-hati dijalan." Ucap Hasan.

Keluarga Subadiyo pamit dan berjalan menuju teras. Sesekali pandangan Subadiyo mengarah halaman luas dengan rindangnya pohon buah dan tanaman hias. Sungguh nyaman rumah yang didiami keluarga Hasan.

ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

Dimas yang mengendarai mobil berbeda langsung mengarah jalan pulang menuju Puncak Bogor. Sedangkan kedua orangtuanya kembali ke Jakarta. Sepanjang perjalanan Dimas hanya terdiam memikirkan perkataan Papahnya. Ia tidak menyangka akan perjodohan ini. Sedangkan beberapa hari Raka ada pembicaraan mengutarakan perasaannya menyukai Alya. Haruskah Ia menikah dengan salah satu anak dari Pak Hasan? atau memberikan kesempatan kepada Raka untuk meminang Alya.

Sebenarnya Dimas ada sedikit menyimpan rasa kepada Alya semenjak awal jumpa di Jogja, kemudian dipertemuan kembali rasa itu menguat seakan ingin memiliki Alya. Ragu akan situasi ini, Dimas membelokkan mobilnya kedekat kebun teh dipinggir jalan. Sejenak melepaskan fikirannya yang kacau.

Drrrttt ..

Suara getar handphone nya dari balik saku celana. Ia meraihnya dilayar tertulis nama 'Bonjes' sepupuh dari kakak mamahnya.

📞 Dimas

"Hallo Bon."

📞 Bonjes

"Whats Up Bro, where are you?"

📞 Dimas

"Puncak. Biasa aja Saya masih ingat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar."

📞 Bonjes

"Haha .. Aku kira sudah lama tinggal di London lupa dengan bahasa nenek moyang."

📞 Dimas

"Ngawur Kamu, ada apa Bon?"

📞 Bonjes

"Kebetulan Kamu lagi di Puncak, sini mampir ke Cibodas. Aku lagi santai sama kawan."

📞 Dimas

"Boleh deh Bon, sebentar lagi Saya kesana. Bye."

Tuttt ..

Sambungan telfon terputus, Dimas masuk kedalam mobil dan menghidupkan mobilnya kembali menuju Cibodas. Menembus kabut yang mulai turun. Walau penerangan hanya bisa terlihat dari lampu mobil tidak membuat sulit dirinya menembus jalan keatas. Jalan mulai ramai kendaraan ketika memasuki Puncak pas. Banyak muda mudi yang menghabiskan waktu malam minggunya disana. Dimas kembali membelah malam terus menyusuri jalan yang semakin sepi, waktu menunjukkan pukul 10 malam. Biasanya pengunjung lebih banyak memenuhi Puncak pas sedangkan kearah Cibodas hanya sebagian kendaraan saja.

.

.

.

1
Dul...😇
ini ceritanya lewat tol mana y thor.dari Jogja ke Dieng mana ada tol nya thor, hadeeeh.tol langit ada , jalur Dieng ke bawang.
Dul...😇
terlalu lama deh thor kayaknya kalau dari Malioboro ke Merapi sampai 2 jam.maaf y thor koreksi 😁
Dul...😇
keluar dari kantor jm 5, terus ngobrol di cafe, pulang sampai rumah pas magrib.kereta dari Jakarta ke Bogor tadi di awal bab kalau nggak salah hampir 1jam y thor.lalu ngobrol di cafe berapa menit thor 🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔.
Dul...😇
keserakahan tanah??????????🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔😴
Dul...😇
ini Alya umur 25 th semester 6 itu ambil s2 y thor.atau q yang salah baca nya
Hana Roichati
Rasanya sejuk n bahagia melihat dimas n alya
Hana Roichati
bagus,, oke thor 👍👍
Kenzi Kenzi
nyuri end....thor....hehehe
Rina Pujiati
Kelanjutan siska sama raka gmana
Rina Pujiati
Dimas suami idaman banget ,sisain q satu dong thour suami kaya dimas 😁😁🤭
Rina Pujiati
Jangan ada apa" sma dimas kasihan alya
Rina Pujiati
Masih nyimak kak
Fitrah Fitrah
ngapo tidak d lacak nyewa heker
Renata nya Thor
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
mampir ya Thor
Liza Elita
kembalikan dimas thor...
Jilioni MD: KEPEMILIKAN adalah cerita dalam novelku, jika berkenan mampir ya, bisa diklik profilku, terimakasih😊
total 1 replies
CAT ME
gimana kelanjutan raka dan siska lanjut dong dimas dan alya dah berakhir jg
Luluk Farida
lanjut terus donk Thor tetep semangat...
Hana Roichati: Terimakasih thor, terus berkarya sukses selalu
ceritanya Raka n Siska dibuat episode sendiri thor 👍👍
total 1 replies
Murni Zain
ikhlas
Murni Zain
semangat KK Dimas,sabar ya
Murni Zain
suka banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!