NovelToon NovelToon
Love In Singapore

Love In Singapore

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial
Popularitas:54k
Nilai: 5
Nama Author: Adella peg

- - - - -
Bianca Rudy adalah gadis yang pandai dan mandiri. Ia selalu mendapatkan beasiswa sejak SMP, SMA dan sekarang mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di Singapore Institute of Management.

Bianca memiliki sahabat-sahabat dan juga memiliki cinta pertama yang sekaligus sebagai sahabatnya.

Di Singapore.. Ia menghabiskan hari-harinya dengan berkuliah dan bekerja part time disebuah Mini Market yang berada di dekat dormnya.

Selain itu, Bianca juga bekerja diapartemen milik seseorang yang tidak berprikemanusiaan. Ia belum pernah menemui pemilik apartemen itu sebelumnya. Ia hanya menerima tawaran dari seorang kenalannya yang beberapa kali ia temui.

Bekerja sebagai tukang bersih-bersih hingga memasakkan makanan untuk orang itu. Sayangnya setiap kali Bianca membuatkan makanan, orang itu tidak pernah sama sekali mencicipinya, dan akhirnya Bianca berhenti untuk memasak buat orang tersebut.

-

Bianca berasal dari keluarga yang sederhana. Ayahnya Adriansyah Rudy adalah seorang apoteker senior yang bekerja di perusahaan Tans Farmasi.

-----
Bagaimanakah kisah Bianca selama berkuliah dan bekerja part time di Singapore.?
Rumah siapakah tempat Bianca bekerja selama disana.?
Simak kisahnya yaaa byee.!^ , ^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adella peg, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa-masa tenang (1)

(Telfonan sama Andra)

Andra : hallo Bi.? Kamu dimana.?

Bianca : hallo Ndra, duh maaf yah aku telat ngabarin. Aku dan teman-teman lagi di Cafe Mikrokosmos yang tempat kita ketemu sama ibu-ibu kita itu loh.. inget ga.?!

Andra : aa.. inget inget. Jadii aku kesana aja.?

Bianca : iya kesini aja. Maaf yah buat kamu repot. Sekarang kamu dimana emangnya.?

Andra : ah gakpp. Aku juga masih didepan sekolah nih masih tunggu sopir.

Bianca : ahh baiklah. Kamu hati-hati yah.!

Andra : oke Bi.. bye.!

Bianca : bye.!

"Pak, ayo kita ke Cafe Mikrokosmos.!" Ucap Andra kepada sopirnya yang sedari tadi sudah menunggu didepan sekolah Bianca.

"Baik tuan.!" Jawab sopirnya kemudian melajukan mobilnya.

Beberapa saat kemudian Andra sampai didepan cafe. Ia turun dengan gagahnya dengan masih memakai seragam sekolahnya.

Diusianya yang terbilang muda, ia terlihat sangat dewasa. Proporsi tubuh yang tinggi dan berisi membuatnya seperti seorang pria berumur 20an tahun.

"Hay guys, hay Bi.!" Sapa Andra ketika sampai didepan meja mereka.

"Wahhh.!!!" Batin Dara. Ia terdiam beberapa saat hingga akhirnya Chan menyenggol kakinya karena menyadari ekspresi saudara kembarnya itu.

"Hayy Ndra.. yuk duduk dulu.!" Ucap Bianca sambil memberikan space kosong disampingnya.

Abi yang melihat itu mulai kesal dalam hati.

"Yahhh... mulai dehh si kunyuk ini.!" Batin Abi.

Andra pun duduk disamping Bianca.

"Ah, ini titipan mami buat bunda Lili.!" Andra menyodorkan semua bingkisan yang cukup besar.

"Wahh lumayanlah gedenya. Ya udah aku simpan ini ditempat penitipan dulu yah" ucap Bianca sambil berdiri menuju tempat penitipan barang.

"Oh iya, bukannya kamu dianter sopir ya.?" Tanya Chan kepada Andra.

"Iya, udah balik. Katanya mau nganter mami dulu." Jawab Andra

"Ahhh..."

(Beberapa saat yang lalu didalam mobil depan cafe)

"Pak, bapak duluan pulang aja yah. Nanti saya hubungin lagi kalau udah mau balik." Ucap Andra memberi perintah kepada sopirnya.

"Tapi tuan, kalau daddy tuan tau saya kembali dirumah tanpa tuan saya akan kena marah.!"

"Ahh.. atau bapak duduk aja di cafe sebelah sana.!" Menunjuk salah satu cafe yang ada disebrang jalan

"Kalau urusan saya sudah selesai, saya akan hubungin bapak. Oke.?!" Andra melanjutkan

"Oh baik tuan.!"

-

Bianca pun kembali duduk disamping Andra.

"Kamu udah pesan.?" Tanya Bianca

"Iya udah tuh mbaknya barusan pergi." Jawab Andra.

"Oh iya Ndra, gimana ujian kamu.? Lancar kan.?" Tanya Lava membuka percakapan

"Lancar kok. Semuanya lancar dan aman terkendali hehe"

"Eh tunggu tunggu.. kalian udah saling kenal yah.? Kok aku baru tau.?!" Tanya Bianca keheranan.

"Udah.! Barusan juga kenalan hehe" jawab Lava cengengesan.

"Ahh.. aku fikirnya udah kenal duluan hehe"

"Oh iya Bi, kamu berangkatnya kapan.?" Tanya Chan

"Berangkat ke mana.? Emang kamu mau kemana Bi.?" Tanya Andra penasaran

"Oh.. ini.. aku keterima beasiswa di Singapore Ndra. Dan katanya ada jadwal yang dimajuin."

"Oh ya.?! Selamat yah Bi.. wahh beruntung sekali kamu.!"

"Hehe thankyou Ndra.! Kamu sendiri.? Kamu ga daftar beasiswa kemaren.? Kamu pasti dapat rekomendasikan dari sekolah kan.?"

"Ah hehe. Iya nih. Banyak tawaran beasiswa sih kemarin. Tapi,, aku bingung mau pilih yang mana. Daddyku ga mau aku kuliah jauh-jauh. So,, aku ambil deh yang dekat." Jawabnya dengan nada sedikit lemas.

"Cih sombong.!" Batin Abi yang sedari tadi meletup letup.

"Aa.. susah yah emang kalau orangtua maunya apa dan anak maunya apa.. Jadi kamu pilih yang mana.?" Tanya Lava penasaran.

"Singapore.! :)" jawab Andra lantang.

"Hah.?!" Ucap Abi dan Bianca bersamaan

"Eh.. anu.. tapi.. maksud aku.. hah minumku udah habis.! He he." Jelas Abi kembali megalihkan pembicaraan.

"Ciihhh sialan bener yah si Andra ini. Kenapa juga dia ke Singapore.?! Advekdkd" batin Abi semakin meledak.

"Hah Singapore juga.?! Wahhh kebetulan sekali yah.!" Ucap Lava lagi sambil tertawa keciil dan menyenggol siku Bianca.

"Eh. Iya, di Universitas apa.?" Tanya Bianca.

"NUS (National University of Singapore).!! Aku ambil hukum.! Dan atas kemauan orangtua lagi. Humm\~"

"Aaa.. jadi itu bukan keinginanmu.? Sabar yah Ndra, barangkali dengan mengikuti kemauan orangtua kamu bakal sukses kedepannya.!" Ucap Lava memberi semangat.

"Ahh makasiih Lava.!"

"Kamu, emangnya mau kuliah jurusan apa.?" Tanya Dara

"Aku.. aku sebenarnya ingin sekali berkuliah ke Harvard mengambil kedokteran. Cita-citaku adalah ingin menjadi seorang dokter bedah.." ucap Andra sedikit murung.

"Humm.. yang sabar yah. Toh hukum bukanlah hal yang remeh kan.? Kamu pasti akan sukses menjadi pengacara atau seorang notaris yang hebat.!" Hibur Chan.

Chan sebenarnya pun ingin menjadi seorang dokter seperti ibu dan kakaknya. Mangkanya dia sangat faham betul apa yang dirasakan oleh Andra. Tapi berhubung dia adalah anak laki-laki sendiri dikeluarganya, iapun harus patuh dan harus menerima kenyataan bahwa bisnis keluarganya selama tiga generasi itu adalah tanggung jawabnya.

"Benar yang Chan katakan. Semoga kelak kamu dan Chan bisa sukses dengan pilihan orangtua kalian masing-masing yah.!" Ucap Bianca menyelamati.

"Thanks Bi. Kalau kamu sendirii di universitas mana.?" Tanya Andra

"SIM.! Aku ambil bisnis internasional hehe" jawab Bianca.

"Kalian.? Kalian daftar dimana.?" Tanya Andra kepada yang lain.

"Aku Singapore juga.! Di NUS jurusan kedokteran." Jawab Abi cepat

"Aku beasiswa di IFA.!" Jawab Lava sambil tersenyum bangga.

"Wahh hebat.. Paris yah.?!" Ucap Andra sambil menggeleng tak percaya.

"Ivey Bussnise School.!" Ucap Chan sambil mengacungkan tangannya.

"Kanada.!" Ucap Andra cepat dan mendapat anggukan dari Chan.

"Aku Ausie, Deakin University ambil kedoktorean." Ucap Dara sambil menyeruput minumannya.

"Wahhhh daebak.!!" Andra masih menggeleng tak percaya.

"Gila sih kalian hebat-hebat yah ternyata. Semuanya dapat beasiswa.?" Tanya Andra lagi.

"Aku sama Chan dan Abi nggak.!" Jawab Dara

"Mereka mah orang kayahhh.... hahaa" ucap Lava sambil tertawa dan memakan cakenya

"Huu.!!!" Sahut Chan sambil melemparkan kentang ke arah Lava.

...

Mereka pun mengobrol hingga tak terasa wktu menunjukkan pukul 16:30 sore.

"Tuan, sudah sore." Sms dari sopir Andra

Telfon Lava juga berdering. Telfon dari papinya.

"Ahh hallo papi.?" Ucap Lava menjawab telfon

Bianca Abi dan si kembar sudah mengabari orang rumahnya terlebih dahulu kalau akan main ke cafe.

"Ya sudah. Aku mau balik duluan deh. Sooir udah didepan." Ucap Andra seraya merapikan tasnya

"Ahh sepertinya kami juga." Ucap Bianca kemudian dsusul dengan anggukan Dara dan Chan

Merekapun bergegas membereskan tasnya. Dan tak lupa bingkisan dari tante Maria yang dititipkan tadi.

.

.

.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Apakah kalian penasaran dengan karakter Gank Lima Bintang.??

Next bab akan ada karakter mereka loh saat masih SMA.

Stay reaadd.!!! ✊🏻✊🏻☺️

.

.

Thankyou atas kunjungannya. Semoga kalian suka yah. Dan jangan lupa berikan masukan ke kolom komentar dan votenya biar author semakin semangat menulisnya☺️💛✊🏻

1
Ted Tuakora
Author,,,,,,,,
Udah setahun Loh,,,,,,,,
Kemana aja loejangan bikin penasaran thorrrrrr
tian
alurnya lambat trs berhenti ga lanjut
Ria Irmayani
lanjut thor,, udh lama ni nungguin up nya. semangat..
Syuhidah Ida
bian ma bianca kpn ktemunya donk thor
Ted Tuakora
author,,,,kamu k mm sih,,,,,rindu tau sama kelanjutan ceritamu😪😪😪
Ted Tuakora
up dong,,,,,
Ted Tuakora
thorrrrr
Robintang Charolina Imouet
lama
Arlin Msiren
lanjut😊
Arlin Msiren
lanjut 😊
Ted Tuakora
semangat thor,,,di tunggu nih,,,,,jangan lama lama ya?! 😍
Ted Tuakora
lama amat upnya thor,,,,di tunggu loh!!
Ted Tuakora
bian,,,,awas nantu jatuh cinta sama bianca loh,,,,,,, 🤩🤩🤩🤩
Ted Tuakora
biasa aja bian klo memang nggak suka sama bianca,entar jatuh cinta loh sama bianca 😂😂
and.ochre
Kak jangan lupa jaga kesehatan, biar tetep bisa berkarya! Aku menunggumu~
champagnefabulous
Halo Thor!! Aku masih menunggumu di sini, hanya untukmu~ Aku tunggu lanjutannya loh!
Selamat Saint
kapan up LG....??? LG seru nih
infintesoul
Beberapa bab ini makin bikin kepo, lanjut dong!
Lenty Fallo
ayo Thor lanjut ceritax .. seruuuuu aku suka
Robintang Charolina Imouet
mana kk
kogg lama up y
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!