NovelToon NovelToon
WANITA SAMARAN UNTUK CEO

WANITA SAMARAN UNTUK CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Pengganti / Tamat
Popularitas:19.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Widya Pratiwi

Demi pergi bersama selingkuhannya seorang wanita bernama Camila tega menempatkan saudari kembarnya bernama Camelia disisi suaminya bernama Dion. Camila lebih memilih pria selingkuhannya lantaran Dion selalu saja bersikap kasar dan menyiksanya saat sedang kesal kepadanya.

Malam pertama ketika Camelia berada di kediaman Dion, semua pelayan merasakan sesuatu yang janggal pada sikap Camelia yang mereka anggap adalah Camila. Tentu saja karena Camelia dan Camila memiliki sikap yang sangat bertolak belakang, lagipula tidak ada yang mengetahui bahwa Camelia dan Camila adalah saudari kembar termasuk Dion.

Bagaimana hari-hari yang akan dijalani Camelia sebagai wanita samaran untuk Dion?
Apakah Camelia bisa menempatkan dirinya sebagai Camila tanpa sepengetahuan Dion?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widya Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di khianati orang yang paling di percaya

Evelin masuk ke dalam mobil setelah ia berbicara dengan seorang dokter yang sedang menangani penyakit yang di derita Shofia. Di dalam mobil mewah itu Baren sudah menunggunya sedari tadi dengan wajah yang tampak kesal lantaran di usir Camelia.

"Darimana saja kau? Kenapa lama sekali?" teriak Baren melimpahkan kekesalannya pada Evelin.

"Tadi aku bicara dengan dokter yang menangani penyakit Shofia!" seru Evelin.

Evelin melihat raut wajah suaminya yang tampak begitu kesal.

"Ada apa? Kenapa terlihat sangat kesal? Apa yang terjadi? Lalu bagaimana dengan Camelia? Apa kau sudah membujuknya?" tanya Evelin.

"Dia tidak mau ikut bersamaku ke ibukota ... dia malah membenciku walaupun dia tau kalau Shofia telah membohonginya mengenai diriku." sahut Baren.

"Kalau begitu tidak ada cara lain selain memaksa dirinya!" ucap Evelin.

"Apa maksudmu?" tanya Baren.

"Baren, dengarkan aku baik-baik! Aku tadi bicara dengan dokter yang menangani penyakit Shofia dan dokter itu bilang penyakit yang di derita Shofia harus segera di tangani ... dia harus di operasi pencangkokan jantung." kata Evelin.

"Kau tau sendiri kan biaya untuk melakukan operasi tersebut tidak sedikit belum lagi untuk biaya donor jantungnya ... itu pasti akan memakan biaya yang cukup banyak dan aku sangat yakin mereka tidak mampu untuk membayar biayanya." kata Evelin lagi.

Baren berpikir untuk mencerna semua perkataan yang Evelin sampaikan padanya.

"Sayang, ini kesempatan kita untuk memaksa Camelia," ucap Evelin lagi.

"Ya, kau benar!" sahut Baren sembari menyunggingkan senyuman disudut bibirnya dan mengerti apa yang diucapkan istrinya tersebut.

"Kalau begitu semuanya akan semakin mudah untukku, hehehe." sambung Baren lagi terkekeh licik.

Keesokan harinya Camelia pergi ke salah satu tempat favoritnya untuk menenangkan diri setelah ia pulang bekerja di salah satu minimarket di kota kecil itu. Ia pergi ke sebuah pantai untuk menenangkan pikirannya yang sumpek serta berkeinginan untuk melihat matahari terbenam. Camelia duduk di atas pasir putih sambil menekukkan kakinya dan menatap ke laut yang terhampar luas.

"Kenapa semua ini terjadi padaku? Hubungan kedua orang tuaku yang berantakan karena hadirnya orang ketiga, aku terpisah dengan saudari kandungku dan saat ini aku harus memikirkan bagimana caranya aku bisa mendapatkan uang yang banyak untuk biaya operasi ibuku ... satu hal yang aku inginkan saat ini adalah melihat ibuku kembali pulih seperti dulu." gumam Camelia dalam hatinya.

Camelia menarik nafas dalam-dalam lalu ia menghembuskannya perlahan seolah ingin membuang rasa penat serta beban yang ada di dalam pikirannya. Kemudian matanya kembali menatap air laut yang membentang luas.

"Disaat seperti ini aku sangat merindukan, Vino ... semenjak ibu masuk rumah sakit dan aku sibuk bekerja kami sangat jarang menghabiskan waktu berdua." gumam Camelia lagi sambil mengingat raut wajah tampan kekasihnya.

Camelia menoleh ke kanan dan kiri menyapu setiap pandangan yang ia tatap dengan kedua matanya. Lalu tanpa sengaja dari kejauhan ia melihat sosok pria yang baru saja bermain di dalam pikirannya.

"Itu sepertinya Vino." ucap Camelia sembari memicingkan matanya untuk fokus menatap sosok pria tersebut.

"Eh, bukannya itu Diana?" ucap Camelia lagi.

Deg...

Jantung Camelia berdetak kencang melihat kekasihnya tampak menggenggam mesra jemari tangan sahabatnya. Camelia lantas bangkit sambil terus menatap pada keduanya yang tampak bahagia. Tangan Camelia mengepal erat lantaran merasa geram melihat apa yang tidak pernah disangkanya.

"Sejak kapan mereka ...."

"Aaaah, aku terlalu bodoh! Aku terlalu mempercayai mereka berdua." ucap Camelia dengan air mata yang siap jatuh membasahi pipinya.

Seakan ingin memergoki keduanya, Camelia pun melangkah mendekati mereka yang sedang berdiri sambil bercanda mesra di pinggir pantai tersebut. Kini Camelia berdiri tepat di balik punggung lebar yang biasa menjadi tempatnya bersandar. Dengan tangannya yang tampak gemetar Camelia menyentuh punggung itu sehingga pemilik punggung itu pun menoleh kebelakang.

"Camelia ...."

Betapa terkejutnya Vino saat melihat Camelia berdiri menatapnya dengan air mata yang menggenang. Hal yang serupa juga dirasakan oleh Diana saat ia berbalik dan melihat Camelia memergokinya bergandengan tangan mesra dengan Vino.

"Sedang apa kalian? Kenapa kalian melakukan ini padaku? Apa salahku?" ucap Camelia dengan perasaan yang sangat hancur.

Vino lantas melepaskan genggaman tangannya dari Diana dan hendak menyentuh pundak Camelia, namun hal itu langsung di tepis kasar Camelia.

"Sayang, maafkan aku ... ini tidak seperti yang kau pikirkan." ucap Vino ingin menyangkal semua yang ia lakukan bersama Diana di belakang Camelia.

"Memangnya kau tau apa tentang pikiranku saat ini, Vino?" tanya Camelia untuk setenang mungkin walaupun hatinya begitu sakit.

"Sayang, aku tau kau pasti mengira aku dan Diana memiliki hubungan yang spesial kan!" sahut Vino.

"Tidak ... aku tidak berpikir seperti itu!" ucap Camelia berkilah.

"Kenapa kau sampai berpikir seperti itu, Vino? Apa mungkin kalian benar-benar memiliki hubungan yang spesial di belakangku?" tanya Camelia lagi seakan menjebak Vino yang tampak gugup di hadapannya.

"Tidak, sayang ... jangankan untuk melakukannya aku bahkan tidak pernah untuk berpikir memiliki hubungan yang spesial dengan Diana," ucap Vino untuk meyakinkan Camelia.

Camelia melirik wajah sahabatnya yang tampak jengkel setelah mendengar perkataan Vino barusan.

"Diana, kau bilang kau pergi berkunjung ke rumah nenekmu karena nenekmu sedang sakit ... apa rumah nenekmu dekat dengan pantai ini?" tanya Camelia.

"Eeem..., sebenarnya aku-aku sudah kembali seminggu yang lalu dari rumah nenekku dan nenekku juga sudah sembuh," sahut Diana mengelabui Camelia.

"Oh, jadi karena itu kau pergi jalan-jalan dengan kekasihku setelah kau kembali kesini!" ucap Camelia meliriknya tajam.

Lirikan itu membuat Diana gusar lantaran merasa sangat bersalah pada Camelia.

"Sayang, sebenarya kami berdua juga tidak sengaja bertemu disini ... jadi karena kebetulan kami ...."

"Karena kebetulan kau menggenggam tangannya dengan mesra ... bercanda mesra bagaikan sepasang kekasih dengannya? Heh, kalian pikir kalian akan bisa mengelabui aku lagi dengan mudah?" ujar Camelia menatap keduanya dengan wajah masam.

"Camelia, dengarkan aku dulu sayang ... aku benar-benar tidak memiliki hubungan apapun dengan Diana! Hanya ada kau di hatiku." ucap Vino sibuk meyakinkan Camelia untuk mempercayainya lantaran Vino tak ingin hubungannya bersama Camelia putus begitu saja.

"Sayang, Diana sahabatmu kan jadi tidak mungkin aku memiliki hubungan yang spesial dengannya, apalagi dia juga tau kalau aku hanya memujamu saja ... hanya kau yang aku cintai di dunia ini." ucap Vino lagi seakan membuat Diana meradang.

Camelia sangat tau persis dengan sikap Diana yang sudah bersahabat dengannya selama bertahun-tahun. Ia mengetahui bahwa saat itu Diana sangat jengkel mendengar ucapan Vino yang terus saja mengumbarkan kata cinta untuknya. Camelia lantas mendekat pada Diana dan berbisik padanya.

"Diana, apa kau akan diam saja? Vino berulang kali mengatakan bahwa dia sangat mencintaiku? Apa kau tidak cemburu atau kesal karena di hidupnya kau hanyalah seumpama barang cadangan yang bisa digunakan saat dibutuhkan saja!" bisik Camelia dengan tujuan untuk membuat hati Diana semakin panas.

Benar saja, apa yang dibisikkan Camelia padanya membuat Diana kesal dan menyadari bahwa dirinya tidaklah penting bagi Vino yang sudah setahun menjalani hubungan terlarang di belakang Camelia.

1
petronela naimnule
Kecewa
petronela naimnule
Buruk
Dg Nambung
Luar biasa
Mamah Anisah
seru
Winda Puspa Anggraeni
ok
siti yanti
Hadeeuuhh bang Navier yang pingsan mulu nih
Panjilah Panjilah
MMG best mantap
Ica Susanti
sayang boleh tapi otak dipake buat berpikir klu sudah begitu kan yg rugi siapa
siti yanti
baca ke 3 kalinya tak bosan2 juga,selalu aja kangen kesomplakan,kegesrekan dan kocaknya para penghuni ini novel eh bukan ci author yg benar hihi, lope lope looe sakebon lah bwt ci author tercintah emuuaach
siti yanti
hahahaha cara daddy Simon sayang sama anaknya agar segera dirilis calon cucu dan segera launcing
siti yanti
wakwakwakwakwakwak haduuh Adam kocak somplak abis calon pamud
siti yanti
Sampe sakit ni perut ketawa ngakak ngikik ngekek benar2 Lucas somplak bin gesrek abis
siti yanti
hehehehe Camila dapat lawan yang sepadan yaitu Lucas
siti yanti
Seteah Navier ada Lucas
Kevinasaputri Putri Vina
🤣🤣🤣🤣
❀∂я🄼🄾🄾🄽 ɾαʝα 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
dibongkar sama lisa 🤣🤣🤣
❀∂я🄼🄾🄾🄽 ɾαʝα 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
🤣🤣🤣
Sundari Sekariputi
ceritanya bgs thor 👍👍👍
chaaa
kocak bgt Camelia ini 🤣
chaaa
pantes Dion benci penghianatan. ternyata udh pernah d selingkuhi sblum nya sama mamanya Lisa.dan skrg sama si Camila..sebenar nya Dion ini baik kalau org itu setia..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!