NovelToon NovelToon
Devil Dragon System

Devil Dragon System

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Balas Dendam / Sistem
Popularitas:203
Nilai: 5
Nama Author: BE SA

Mereka membunuhnya karena dia manusia murni.

Kesalahan terbesar yang pernah Benua Sangakama buat.

Arjuna Sasrabahu bangkit dari kematian membawa sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari dendam, sebuah sistem kekuatan warisan naga abyss yang haus akan darah dan kekuasaan. Di dunia yang memandang ras manusia sebagai kotoran paling hina, seorang pria yang seharusnya sudah mati justru sedang menghitung satu per satu nama di daftarnya.

Tujuh prefektur. Tujuh ras. Satu manusia murni dengan kalkulasi yang tidak pernah meleset.

Pertanyaannya bukan apakah dia akan menang? Pertanyaannya adalah berapa banyak yang akan jatuh sebelum Benua Sangakama menyadari kesalahan mereka?

[Ding!]

[Devil Dragon System teraktivasi sepenuhnya. Inang diterima]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BE SA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Domain Merah Tak Terhentikan

Wiryo berdiri di tengah mayat-mayat prajurit Prefektur Ethereal yang bergelimpangan, dan mata biru miliknya menatap Wirantaka dengan tajam seperti pisau yang siap menembus.

"Kau berani membawa bajingan Demonia masuk ke wilayah kami?" geram Wiryo kepada Arjuna, aura biru berkobar dengan intensitas yang mengerikan dari seluruh tubuhnya.

Wirantaka tidak bergerak. Matanya menatap balik Wiryo dengan tenang meskipun tubuhnya sudah terluka parah.

"Ethereal Heaven Grasp!" 

Wiryo menggerakan tangan kanannya bergerak dengan kecepatan cahaya untuk menyambar tubuh Wirantaka dari jarak sepuluh meter.

Energi biru membentuk cakar raksasa yang menghantam Wirantaka dengan brutal, menghempaskan tubuh Hyper Goblin itu ke dinding batu.

Wirantaka meringis kesakitan, dan memuntahkan darah, “Uhuk! Guhak …. Komandan Wiryo ternyata orang yang penuh emosi, hahahaha ….” 

"Wirantaka!" seru Arjuna, matanya berkilau dengan kalkulasi yang cepat, dan presisi. “Devil Phantom Raijin!”

Tanpa berpikir panjang domain 20 meter terbentuk secepat kilat di sekitar Arjuna

Di dalam domain, Arjuna bergerak 10 kali lebih cepat. Tubuhnya meluncur ke arah Wirantaka sebelum Wiryo sempat melancarkan serangan berikutnya.

"Kau berani menghalangi aku?" geram Wiryo, energi biru membentuk gelombang yang menghancurkan tanah di sekitarnya. "Thunderstorm Cascade!”

Petir biru memancar dari tubuhnya ke segala arah, menciptakan ledakan yang menghancurkan pohon-pohon besar seperti ranting kering.

Arjuna menggunakan tukar posisi di dalam domain untuk menghindari serangan Wiryo dengan gerakan yang mustahil untuk diikuti mata biasa.

Abyssal Fang bergerak, bilah merah darah membelah petir biru yang menghantam dari segala arah.

"Kau tidak bisa melindungi Demonia selamanya!" teriak Wiryo, wajahnya merah padam dengan urat yang menonjol di seluruh lehernya. "Tempest Inferno Thrust!" 

Energi biru membentuk ledakan api dan angin sekaligus, dan gelombang panas memancar ke segala arah.

Arjuna menyambar tubuh Wirantaka dengan tangan kiri, Abyssal Fang di tangan kanan, dan berlari menembus hutan gelap dengan kecepatan domain.

"Larilah kemanapun selama kalian bisa!" teriak Wiryo, meluncur mengejar dengan kecepatan penuh.

Cahaya biru, dan merah saling bertubrukan di antara pohon-pohon, sehingga menciptakan pertempuran yang terlihat seperti kiamat di tengah hutan malam yang gelap.

Tanah berguncang, air dari udara membentuk ombak yang menghalangi langkah, dan kegelapan berbaur dengan cahaya menjadi satu dalam kekacauan yang brutal.

"Cepat!" seru Arjuna, matanya merah bersinar dengan fokus penuh sambil berlari menembus hutan gelap.

Suara ledakan energi biru terdengar di belakang mereka, Wiryo mengejar dengan kecepatan mengerikan tanpa tanda-tanda menyerah.

Arjuna dan Wirantaka terus berlari dengan nafas tersengal menembus hutan yang semakin dala, dan gelap. Meninggalkan jejak energi merah, dan hitam di belakang.

Ledakan cahaya biru terus mengejar, setiap pukulan Wiryo meninggalkan kawah besar di tanah yang berguncang.

"Ada pilihan lain!" seru Wirantaka, matanya menunjuk ke arah depan dengan sisa tenaga yang ada. "Pilar ke-72 sudah dekat!"

Arjuna mempercepat lari, tubuhnya bergerak seperti bayangan merah yang menembus semua hambatan di depan.

Petir merah memancar dari Abyssal Fang untuk menciptakan jalan yang terbuka di tengah hutan gelap yang rapat.

Tiba-tiba, pilar raksasa muncul di hadapan mereka, tinggi 200 meter dengan diameter 20 meter, menjulang ke langit seperti menara iblis yang menakutkan, dan agung.

Aksara-aksara kuno dan simbol Sanskerta ‘72’ bersinar di permukaan pilar dengan cahaya merah gelap yang mengerikan, dan penuh wibawa.

Wiryo melihat pilar itu sebentar. Mata biru miliknya membesar dengan ketakutan yang luar biasa.

"Rah Mogharwala," bisik Wiryo dengan suara yang bergetar. Semua keberanian, dan amarah hilang dari tubuhnya dalam sekejap.

Komandan Wiryo itu berhenti berlari, lalu berbalik, dan kabur secepat-cepatnya ke arah yang berlawanan.

"Jangan pernah aku bertemu lagi dengan kalian berdua!" teriak Wiryo sambil berlari, energi biru miliknya padam sama sekali karena ketakutan yang mendalam. “Kalau bertemu lagi aku cincang kalian menjadi bubur darah!”

Arjuna dan Wirantaka berhenti di dekat pilar raksasa. Nafas mereka terputus-putus dari pertempuran, dan lari yang melelahkan.

"Rah Mogharwala sedang bertapa," jelas Wirantaka dengan nafas berat, tubuhnya roboh di dekat pilar. "Dia tidak akan menyadari kehadiran kita."

Arjuna memandang pilar raksasa dengan mata yang penuh perhitungan, dan energi merahnya mulai mereda perlahan-lahan.

"Siapa Rah Mogharwala?" tanya Arjuna, suaranya tenang meskipun baru saja bertempur dengan Komandan perbatasan Prefektur Ethereal.

Wirantaka berbaring di tanah, matanya menatap ke arah pilar dengan ekspresi penuh penghormatan, dan ketakutan.

"Rah Mogharwala adalah Pilar Iblis ke-72 dalam sistem Piramida kekuatan di Prefektur Abyssal," ucap Wirantaka dengan suara lemah. "Dia adalah Raja Kera berbulu emas, makhluk yang kekuatannya melampaui semua Jendral Prefektur Abyssal yang pernah ada. Bahkan dalam level Piramida kekuatan tujuh puluh dua pilar iblis."

Arjuna mendengarkan dengan seksama, dan matanya menganalisis setiap kata yang diucapkan Wirantaka.

"Sistem 72 Pilar Iblis adalah hierarki kekuatan di Prefektur Abyssal," lanjut Wirantaka, nafasnya semakin memberat. "Setiap pilar memiliki tingkat kekuatan yang berbeda-beda, dari pilar pertama hingga pilar ke-72."

"Pilar pertama adalah yang paling kuat?" tanya Arjuna, logika kalkulatifnya mulai bekerja dengan cepat.

"Sebaliknya …," jawab Wirantaka sambil tersenyum lemah. "Pilar pertama adalah yang terlemah, pilar ke-72 adalah yang paling kuat sebelum Kaisar Abyssal itu sendiri."

Arjuna mengangguk perlahan, memahami struktur hierarki ini dengan cepat, dan cermat.

"Rah Mogharwala adalah pilar ke-72," ucap Wirantaka, matanya menutup karena lelah, dan luka. "Dia adalah yang tertinggi dalam 72 Pilar Iblis, hanya di bawah Kaisar Abyssal."

Panel hologram tiba-tiba muncul di depan Arjuna, menampilkan misi baru yang mengejutkan.

[Ding! Misi Baru]

[{}]^^^^^^^^^^[{}]

[Misi: Kumpulkan 7 jantung dari semua ras Hybrid di Benua Sangakama]

[Deskripsi: Serap energi vital dari 7 ras berbeda untuk membuka potensi penuh inang. Target: Etherion, Seraphim, Deity, Reploids, Warbeast, Dragonoid, dan Demonia]

[Batas Waktu: 30 hari]

[Hadiah: Sapta Dewanata]

[Hukuman: Jantung Inang meledak]

[Progres misi saat ini: 0/7]

[{}]^^^^^^^^^^[{}]

Arjuna menatap misi itu dengan mata yang berkilau, menghitung waktu,  dan strategi dengan presisi yang menakutkan.

"Sapta Dewanata ya?" batin Arjuna, matanya menerawang jauh ke langit malam yang gelap.

Wirantaka membuka mata perlahan, lalu melihat ke arah langit yang gelap seperti Arjuna.

"Manusia ini bukan manusia biasa," bisik Wirantaka dengan nada penuh hormat, “Dia sama sekali tidak takut dengan Rah Mogharwala. Itu terlihat dari matanya.”

Arjuna menutup panel hologram, lalu menatap ke arah langit malam. Bulan merah bersinar di atas pilar raksasa Rah Mogharwala.

"30 hari?" batin Arjuna, suaranya dingin seperti es yang tidak pernah meleleh. "7 ras berbeda?”

Dia tersenyum licik, menghitung setiap kemungkinan, dan strategi yang akan datang dengan kalkulasi yang mengerikan.

"Sistem sudah memberiku tantangan yang sempurna," desah Arjuna, matanya bersinar dengan kejahatan dan ambisi, "Hahaha ...."

Wirantaka memandang Arjuna dengan ekspresi yang sulit dibaca, menyadari bahwa manusia di hadapannya bukan lagi manusia biasa yang dia temui pertama kali.

Dia adalah sesuatu yang jauh lebih berbahaya, dan sesuatu yang akan mengubah Benua Sangakama selamanya, serta tidak ada yang bisa menghentikannya.

1
carat28
Hai kak, boleh follback? Saya mau kirim inbox terkait penawaran kepenulisan. Terima kasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!