NovelToon NovelToon
Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Cinta Lansia
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: husna_az

Ainun yang sudah berusia senja, harus mengurus Alif—cucunya—yang tingkat kenakalannya luar biasa. Beberapa kali dia dipanggil ke sekolah karena Alif membuat ulah. Meskipun begitu Ainun sangat menyayangi cucunya itu.

Hingga suatu hari datanglah murid baru dari kota yang ternyata cucu dari Malik, yang merupakan mantan kekasih Ainun. Perasaan tidak enak dan canggung pun membuat keduanya bingung harus bagaimana. Namun, tanpa disadari semua itu adalah awal dari cinta lama yang kembali hadir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Harun terkekeh mendengar ucapan cucunya. Tadinya dia juga heran kenapa tiba-tiba Malik mau mengantar Fajar ke sekolah. Malik memang menyayangi Fajar, tapi tidak terlalu memanjakannya karena tidak ingin membuat anak itu terlalu bebas dan manja, ternyata itu demi mendekati Ainun lagi.

Dalam hati Harun merasa senang karena temannya itu sekarang memiliki semangat hidup untuk kebahagiaan dirinya sendiri. Biasanya Malik bersikap masa bodo dengan dirinya. Namun, di sisi lain dia juga khawatir bagaimana jika nanti harapan Malik sia-sia karena Ainun menolak kehadiran temannya itu.

Malik sendiri yang melihat Harun tertawa pun jadi kesal. Tidak dipungkiri apa yang dikatakan Fajar memang benar. Dia sengaja ingin mengantar cucu temannya itu karena ingin bertemu dengan Alif. Siapa tahu nanti bisa bertemu dengan Ainun lagi. Paling tidak bisa berkenalan dengan calon cucu tirinya itu.

"Ayolah, Fajar! Kamu tidak kasihan sama Opa yang sudah jauh-jauh datang ke sini berniat baik untuk mengantar kamu ke sekolah, tapi kamu malah menolak," bujuk Malik.

"Opa, please! Jangan libatin aku dalam urusan cintanya Opa. Nggak lucu tahu! Opa itu sudah tua, seharusnya banyak-banyak beribadah. Pokoknya aku nggak mau diantar sama Opa."

"Sudahlah, Malik. Jangan mengganggu cucuku, yang ada nanti dia tidak jadi berangkat sekolah. Kamu bisa mencari cara lain untuk bisa bertemu Ainun dan mendapatkannya. Hari masih panjang, ngapain terburu-buru," sela Harun yang merasa kasihan juga pada cucunya karena merasa tertekan.

"Masih panjang gundulmu! Kamu tidak lihat usiaku sekarang tuh udah benar-benar hampir kadaluarsa."

"Sudah tahu umur sudah kadaluarsa, tapi masih mikirin soal cinta," gumam Harun mencibir.

"Itu hal yang beda lagi. Sebagai seorang pria yang normal, tentu aku menginginkan keberadaan seorang wanita di sisiku. Wanita yang bisa memasak dan memberikan perhatian padaku. Sudahlah, kamu tidak akan pernah mengerti." Malik beralih menatap Fajar dan bertanya, "Fajar, kamu yakin tidak ingin dianterin Opa?"

"Tidak," jawab Fajar dengan cepat, membuat Malik membuang napas pendek.

Fajar pun melanjutkan sarapannya. Setelah selesai dia berangkat menggunakan motornya. Kini di ruang makan hanya tinggal Malik dan Harun yang masih menikmati sarapannya. Sebenarnya Harun sudah selesai sejak tadi, tapi dia masih tetap duduk di sana menemani temannya itu sambil menikmati kopinya.

"Laila ke mana?" tanya Malik karena tidak melihat keberadaan wanita itu.

"Ada urusan. Katanya mau ketemu teman-temannya."

"Tumben pagi-pagi sekali?"

"Nggak tahu lah," jawabnya berpura-pura cuek agar Malik tidak bertanya lebih dalam lagi.

Harun khawatir jika dirinya nanti akan keceplosan. Sekarang saja dia sudah merasa sangat bersalah pada Malik karena menyembunyikan keberadaan Ainun. Akan tetapi, mau bagaimana lagi. Ainun sendiri tidak ingin bertemu dengan Malik. Mungkin ada sesuatu di belakangnya, sebaiknya dia menunggu kabar dari istrinya saja sebelum nanti akan memberitahu Malik atau tidak.

"Harun, menurutmu bagaimana caranya agar aku bisa deketin Ainun lagi?"

"Ainun sekarang itu bukan wanita muda lagi, dia sudah berumur dan memiliki keluarga. Yang harus kamu lakukan sekarang itu cari tahu dia masih memiliki suami atau tidak. Kalau punya suami sebaiknya kamu pergi jauh, kalau tidak kamu bisa dekati dia melalui keluarganya."

"Aku tidak mungkin bisa menjauhinya. Mau mendekatinya melalui keluarganya aku akan usahakan, tapi kenapa harus lewat keluarganya? Kenapa tidak mendekati orangnya langsung?"

"Karena Ainun pasti akan lebih mementingkan anak dan cucunya sekarang. Dulu saja saat masih muda dia selalu memikirkan perasaan orang-orang di sekitarnya. Apalagi sekarang saatnya sudah memiliki anak dan cucu, pasti lebih mempertimbangkan perasaan mereka. Iya, kalau anak-anaknya menyukai kamu. Kalau tidak suka pasti Ainun lebih memilih anaknya daripada kamu, jadi kalau anak dan cucunya setuju, pasti tidak sulit untuk menaklukkan hati Ainun."

Malik mengangguk, dia membenarkan apa yang dikatakan sahabatnya itu. Malik pun bertekad untuk mendekati anak dan cucu Ainun. Kalau cucu Ainun dia sudah melihatnya, hanya saja belum saling mengenal. Kalau anaknya entah seperti apa sifat dan rupanya. Jujur Malik takut jika anaknya akan menolak kehadirannya. Ini lebih menegangkan daripada menghadap calon mertua.

Nanti saat jam pulang sekolah Malik akan menunggu Alif di depan sekolah. Mudah-mudahan saja anak itu mau menerimanya. Tidak seperti Fajar yang sudah terang-terangan tidak menyetujuinya, tapi tidak sulit juga untuk membujuk Fajar. Nanti juga akan setuju sendiri setelah Alif menyetujuinya.

"Ya sudah, aku pergi dulu. Nanti siang aku akan menjalankan misiku," ujar Malik yang kemudian segera beranjak dari sana.

Harun hanya bisa memandangi punggung temannya sampai hilang di balik pintu. Dia membuang napas panjang. Malik memang susah untuk diberitahu, kalau sudah keinginannya maka harus menjadi miliknya. Harun hanya bisa berdoa semoga saja Ainun sudah sendiri dan bisa menerima kehadirannya. Jika tidak, entah bagaimana keadaan Malik.

Dulu saja saat Ainun pergi, Malik menghilang sampai meninggalkan keluarganya. Bahkan saat itu dia pun kehilangan jejaknya, sampai akhirnya Harun ketemu dan mengajak Malik pulang ke rumahnya. Butuh waktu sangat lama bagi Malik untuk bisa bangkit meneruskan hidupnya.

Sekarang Malik dan Ainun dipertemukan lagi. Entah itu untuk bersatu atau kembali berpisah, dia pun tidak tahu. Harun hanya ingin yang terbaik untuk keduanya saja. Kalaupun mereka tidak bisa bersama, semoga Malik bisa menerimanya dengan lapang dada.

Malik pergi ke tempat usahanya, yakni hanya sebuah restoran yang cukup terkenal di sana. Malik berada di sana tidak lama, hanya untuk melihat-lihat saja, barulah dia pergi ke sekolah tempat di mana Alif dan Fajar menimba ilmu. Padahal waktu pulang sekolah masih satu jam lagi, tapi Malik sudah tidak sabar ingin bertemu Alif karena itu dia datang lebih awal.

Pria itu memarkirkan mobilnya di depan pagar di bawah pohon besar jadi tidak terlalu panas. Malik memperhatikan sekitar, Kendaraan tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa saja yang melintas. Gerbang sekolah juga masih tertutup, tapi bisa melihat halaman yang begitu luas.

Di dalam mobil Malik mengeluarkan ponsel dan mencari tahu apa saja yang disukai remaja zaman sekarang. Dia ingin mencoba merayu Alif jadi, dirinya meminta bantuan benda pintarnya itu. Di sana banyak sekali hal-hal yang disukai para remaja. Malik jadi bingung harus memberikan Alif apa.

Lebih baik nanti tanyakan saja pada anaknya secara langsung. Lebih enak Alif yang memilih jadi nanti yang dia beli tidak akan mubazir. Bisa saja sih, dia membeli semuanya, tapi khawatir jika Ainun akan sangat marah nanti. Malik sangat ingat jika Ainun sangat tidak menyukai pemborosan, jadi harus menahan diri juga. Dia khawatir jika Alif juga memiliki karakter yang sama seperti omanya.

Bel sekolah berbunyi, pertanda pelajaran telah usai. Malik yang mendengar pun tersenyum. Dia segera keluar dari mobil, memperhatikan setiap anak yang keluar dari gerbang sekolah satu per satu. Hingga akhirnya pandangan Malik tertuju pada segerombolan anak muda yang berjalan menuju motornya. Malik sangat ingat jika salah satu dari mereka adalah Alif. Dia pun segera berlari mendekatinya.

"Halo, kamu Alif 'kan yang kemarin berantem sama Fajar?"

1
Love You Z♥️
aku ngak puas bacanya,,, padahal novelnya baguuussss,,, ngak melulu percintaan anak muda remaja atau dewasa,,, tapi dicerita yang mengisahkan lansia lansia iniiii menunjukkan setia itu mahaaalll
Husna_az: terimakasih atas ulasannya kak🙏
total 1 replies
Love You Z♥️
uploadlaahhh 2 bab sehari thooooorrrr,,,
Love You Z♥️
semangat teruuussss othooooooorrrrrr,,,
ceritanya baguuuuss,,, aluuuurrrnnnyyaaa aku suka bangeeettttt,,,,, 😍😍😍😍
gaby
Seru thor, sangat jarang ada novel kisah cinta paruh baya, bahkan bila adapun biasanya mereka baru pny anak, bukan cucu yg dah remaja. Btw dr awal bab ga di sebutin brp usia mereka, biar kt bisa berhalu ria
gaby
Seru, kisah cinta pasangan paruh baya👍👍
gaby
Penyakit anak jaman skrg gitu, ga menghargai orangtua. Dulu ketika mereka msh anak2, kita para orang tua yg repot mwngasuhnya. Giliran anak2 dah dewasa & berumahtangga, kita jg yg harus jd babu ngurus cucu. Harusnya menikmati sisa usia dgn pikiran tenang, ini malah di bebani jg babu sitter. Kalo pasutri sama2 kerja, alangkah baiknya sewa pembantu buat ngasuh anak, tp tetep nenek atau kakeknya bantu pantau doang.
Love You Z♥️
sering sering up yaaa thooorrr
novelnya baguuuuss,,,, alur ceritanya juga bagussss,, aku suka😍
Husna_az: insyaallah diusahakan ya kak
total 1 replies
Mira Hastati
bagus
Nurgusnawati Nunung
semoga berhasil usaha kalian.. Fajar, Alif
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor..
Nurgusnawati Nunung
Alif . bisa juga ngerayu oma.
Nurgusnawati Nunung
Fajar anak yang baik. masih memikirkan opa Malik..
Nurgusnawati Nunung
Aduh.. opa Malik suka nge ghibah juga yaa. 🤣
Endang Sulistia
pret...manisnya mulutmu lif..
Endang Sulistia
lanjut thor...
Endang Sulistia
betul tuh lif..👍
Endang Sulistia
cocok Alif Ama fajar jadi saudara
Endang Sulistia
🤪🤣🤣🤣
Endang Sulistia
🤣🤣🤣🤣
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!