NovelToon NovelToon
God Emperor Zhao Xuan

God Emperor Zhao Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:18.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.

Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Pangeran Naga Azure

Pusaran air raksasa selebar belasan mil itu berputar dengan kekuatan hisap yang mampu menelan benua kecil. Di sekelilingnya, belasan Kapal Perang Tulang milik Ras Laut membentuk formasi jaring laba-laba, memblokir setiap inci jalur pelayaran menuju Benua Utara.

Di tengah formasi tersebut, kereta kencana yang ditarik oleh Sembilan Naga Banjir Biru memancarkan cahaya keemasan yang menyilaukan. Di atasnya, Pangeran Mahkota Ketiga Ao Lie berdiri tegak. Ia mengenakan zirah sisik naga tingkat Surga Puncak, memegang trisula safir yang berdesir dengan kekuatan petir air.

"Pangeran Ketiga," lapor seorang Jenderal Ikan Hiu berwajah buas di samping kereta. "Mutiara Mata Dewa Laut mendeteksi riak spasial di sektor selatan. Ada Artefak tingkat Surga yang mencoba menyelinap melewati blokade menggunakan Formasi Siluman."

Ao Lie mendengus dingin. Wajah tampannya yang arogan memancarkan penghinaan mutlak. "Manusia daratan selalu berpikir trik ilusi murahan mereka bisa menipu mata lautan. Hancurkan formasinya."

Sang Pangeran mengangkat tangan kirinya. Sebuah mutiara raksasa di puncak keretanya memancarkan gelombang cahaya biru yang menyapu permukaan laut.

BZZZZZT!

Tabir Formasi Siluman Bayangan bergetar hebat, lalu pecah seperti cermin yang dilempar batu. Kapal Bayangan Naga milik Jian Zui perlahan menampakkan wujudnya di tengah lautan yang gelap, tampak sangat kecil di hadapan armada raksasa Ras Laut.

"Hah! Hanya satu kapal kecil yang kumuh," ejek Jenderal Ikan Hiu. "Pangeran, haruskah kami menenggelamkannya langsung?"

"Tunggu," mata Ao Lie menyipit, menatap haluan kapal tersebut. Ia bisa merasakan fluktuasi Qi God King Puncak dari pria tua berpegang kemudi (Jian Zui). Namun, yang membuatnya lebih tertarik adalah desain kapal itu. "Kapal itu terbuat dari Kayu Pembelah Angin dan Tulang Paus Malam. Lumayan untuk dijadikan koleksi mainanku. Bawa manusia-manusia kotor itu ke hadapanku. Jika mereka menyerah, jadikan mereka budak dayung. Jika melawan, berikan pada naga-nagaku sebagai camilan malam."

"Sesuai perintah Pangeran!"

Puluhan prajurit elit Ras Laut melesat ke udara, bersiap meluncurkan hujan tombak air.

Namun, alih-alih melihat kepanikan atau persiapan bertarung yang heroik dari kapal tersebut, pemandangan yang terlihat di atas geladak Kapal Bayangan Naga membuat seluruh armada Ras Laut tercengang.

Asap putih mengepul dari sebuah alat pemanggang.

"Tuan Master Pedang, apinya terlalu kecil! Daging hiu ini butuh suhu tinggi agar lemak spiritualnya meleleh sempurna!" keluh Long Chen sambil mengipasi panggangan menggunakan kipas giok curian. Tangan kanannya memegang sebuah tusuk sate raksasa berisi potongan daging hiu laut dalam yang mendesis menggugah selera.

Jian Zui yang berdiri di dekat kemudi membalas dengan nada tersinggung, "Bocah kadal! Aku menggunakan Niat Pedang Yang Murni untuk memanggangnya! Kalau kau mau api besar, suruh saja burung kecil yang sedang tidur itu untuk meludahinya lagi, sekalian biar kapalku hancur sepenuhnya!"

"Hei, potongannya terlalu tebal di bagian ujung. Presisimu menurun setelah minum dua cangkir arak," kritik Long Chen, menggigit sate hiu itu dengan rakus. Nyam. Nyam. Nyam.

Di kursi kapten, Zhao Xuan duduk bersandar santai sambil memutar cangkir arak di tangannya, sama sekali tidak melirik ke arah armada Ras Laut yang siap membantai mereka. Gu Tianxue hanya berdiri diam di samping Zhao Xuan, mengunyah sepotong daging dengan tenang.

Armada Ras Laut, yang ditakuti di seluruh Planet Shenzue, diabaikan sepenuhnya seolah-olah mereka hanyalah sekelompok burung camar yang berisik!

Urat biru menonjol di dahi Pangeran Ao Lie. Harga dirinya sebagai keturunan Kaisar Laut seakan diinjak-injak ke dasar palung.

"MANUSIA RENDAHAN!" raung Ao Lie, suaranya diperkuat oleh Qi air hingga menciptakan ombak pasang. "Beraninya kalian mengadakan pesta daging di hadapanku saat kalian sudah berada di ambang kematian?! BUNUH MEREKA SEMUA!"

SYUUUUT! SYUUUUT!

Hujan ratusan tombak air bertekanan tinggi melesat turun, cukup untuk meratakan sebuah pegunungan menjadi lumpur.

Long Chen menelan kunyahannya. Ia mendongak, wajahnya dipenuhi rasa kesal karena waktu makannya diganggu.

"Berisik sekali cacing-cacing air ini," gerutu Long Chen.

Ia tidak mencabut tombaknya. Ia hanya meletakkan tusuk satenya di atas panggangan, lalu melangkah maju ke ujung haluan kapal. Matanya yang berwarna emas tiba-tiba berubah memanjang menyerupai reptil purba.

Long Chen mengambil napas dalam-dalam, dadanya membusung, dan melepaskan Hanya Satu Persen dari Tekanan Garis Keturunan Naga Leluhur-nya!

HOOOOOOOOAAAAAAARRRGH!

Bukan sebuah auman biasa, melainkan Raungan Primordial yang melampaui konsep suara, langsung menyerang Jiwa setiap makhluk bersisik di lautan itu!

Seketika, fenomena yang membuat mata terbelalak terjadi.

Hujan tombak air yang melesat ke arah kapal... tiba-tiba hancur menjadi uap air di udara hanya karena getaran suara raungan tersebut.

Lebih buruk lagi, Sembilan Naga Banjir Biru ranah God King Awal yang menarik kereta Pangeran Ao Lie binatang buas yang diklaim sebagai raja lautan mendadak membelalakkan mata mereka dengan kengerian. Garis keturunan palsu mereka bergetar hebat merasakan kehadiran Raja Sejati.

Kiiiiiiik!

Alih-alih mengaum garang, sembilan naga raksasa itu mengeluarkan suara lengkingan mirip anak anjing yang ketakutan. Mereka langsung menukik turun, membenamkan kepala mereka ke dalam air laut, dan meringkuk gemetar, benar-benar mengabaikan perintah majikan mereka!

Kereta kencana Ao Lie yang kehilangan penariknya langsung kehilangan keseimbangan dan nyaris terbalik ke dalam laut!

"A-Apa yang terjadi?! Bangun, binatang bodoh!" Ao Lie memukul naga-naganya dengan cambuk air, namun kesembilan naga banjir itu malah semakin membenamkan tubuh mereka ke dasar laut, sampai-sampai air di sekitar mereka menguning karena mereka mengompol ketakutan.

"Hahahaha!" Long Chen tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya. "Naga? Mereka hanya cacing tanah bersisik yang kelebihan minum air garam! Jika kau ingin menggunakan naga sebagai kuda penarik, cari yang tidak kencing di celana saat mendengar dehamanku!"

Ratusan prajurit Ras Laut membeku ngeri. Pemuda berzirah perak itu hanya berteriak, dan tunggangan terkuat Istana Naga langsung menyerah?!

Wajah Pangeran Ao Lie kini semerah darah. Rasa malu yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya membakar kewarasannya. Ia adalah Pangeran Ketiga! Ia mewakili wajah Kaisar Laut!

"KAU MENCARI MATI!"

Ao Lie melesat dari keretanya yang tenggelam. Ia tidak lagi memerintah pasukannya. Ia bermaksud membunuh Long Chen dengan tangannya sendiri.

"Teknik Kaisar Laut: Penghakiman Trisula!"

Ao Lie menuangkan seluruh kekuatan God King Menengahnya ke dalam trisula safirnya. Langit malam seketika tertutup awan badai hitam. Seluruh air laut dalam radius puluhan mil tersedot ke atas, membentuk sebuah bayangan dewa laut raksasa setinggi seribu tombak di belakang Ao Lie, memegang trisula ilusi yang bersiap menghujam Kapal Bayangan Naga!

Kekuatan ini sudah setara batas God King Puncak! Gravitasi di sekitarnya menjadi begitu berat hingga kapal kayu mulai berderit retak.

Jian Zui segera mencabut ranting kayunya, bersiap menyambut serangan itu dengan Niat Pedangnya.

Namun, di kursi kapten...

Zhao Xuan dengan tenang meletakkan cangkir araknya. Ia tidak berdiri. Ia hanya mengangkat tangan kirinya, dan menjentikkan jarinya ke arah bayangan dewa laut raksasa tersebut.

KTAK.

Bunyi jentikan jari yang sangat pelan.

Namun, pada saat yang bersamaan...

ZRAAAAAAAAASH!

Ruang di atas lautan... hilang.

Bukan hancur, bukan terbelah, melainkan sebuah segmen ruang berukuran seribu tombak persegi benar-benar lenyap, digantikan oleh lubang hitam ketiadaan.

Bayangan dewa laut yang dibentuk oleh kekuatan penuh Ao Lie, awan badai hitam di langit, dan sebagian besar trisula safir pusaka tingkat Surga Puncak yang dipegang sang pangeran... semuanya tertelan masuk ke dalam ketiadaan tersebut tanpa sisa dan tanpa suara ledakan.

Hukum Air yang diagungkan oleh Ras Laut dihapus dari eksistensi, seolah-olah itu hanyalah coretan tinta yang dihapus oleh tangan dewa!

Ao Lie mendadak terhenti di udara. Posisi tubuhnya masih dalam gaya menyerang, namun trisula di tangannya kini hanya tersisa gagangnya. Serangan terkuatnya menguap layaknya mimpi.

Keheningan yang mencekik menyelimuti seluruh blokade Laut Azure. Bahkan suara ombak pun berhenti.

Jantung Ao Lie berhenti berdetak sesaat. Ia menatap telapak tangannya yang kosong, lalu menatap pemuda berjubah hitam yang duduk bersantai di kursi kapten. Niat Ketiadaan yang memancar dari mata Zhao Xuan membuat jiwa sang Pangeran Laut serasa ditarik ke dalam jurang neraka terdalam.

Itu bukanlah kekuatan seorang kultivator. Itu adalah bencana yang berwujud manusia.

Zhao Xuan menopang pipinya dengan satu tangan, menatap sang Pangeran yang membeku di udara. Seringai tiranik mekar sempurna di wajahnya.

"Aku membiarkan kalian memblokir jalan ini karena aku mengira kalian akan memberikan sedikit hiburan," suara Zhao Xuan bergema rendah, menggetarkan urat nadi setiap Ras Laut yang mendengarnya. "Tapi kalian justru merusak suasana pesta arakku."

Zhao Xuan melambaikan tangannya ringan ke arah armada Ras Laut di sekelilingnya.

"Menyingkir. Atau lautan ini akan kurebus hingga kering."

Pangeran Ao Lie, yang kesombongannya menjulang setinggi langit lima menit yang lalu, kini tidak berani mengucapkan satu kata pun. Keringat dingin bercampur air laut membasahi wajahnya. Nalurinya sebagai makhluk purba berteriak satu hal: Jika aku berbicara, aku akan mati.

Ao Lie menelan ludah, perlahan menurunkan tangannya yang gemetar, dan memberikan isyarat mundur.

Armada Kapal Tulang Ras Laut yang perkasa langsung membelah formasi dengan panik, memberikan jalur lurus dan lebar menuju utara, membiarkan Kapal Bayangan Naga kecil itu melintas.

Long Chen mengambil kembali tusuk sate hiunya yang sudah matang sempurna. Ia menggigit dagingnya, lalu mengacungkan jempol ke arah Pangeran Ao Lie yang menyingkir.

"Kerja bagus, Cacing Air! Kalau kalian ada acara bakar ikan lagi, jangan sungkan undang aku!" ejek Long Chen sambil tertawa.

Kapal Bayangan Naga kembali melaju, membelah kegelapan Laut Azure tanpa hambatan. Di kejauhan, daratan es Benua Utara perlahan mulai terlihat.

1
eka suci
ngga rela iiihhhh😥
eka suci
duuuuhhh masa si kakek mati sih long Ceng bakal mewek😥
eka suci
makanan mewah 😥 udah lama Zhao xuan ngga berdarah " shenzu emang agak beda🤭
eka suci
si batu kemana tuh ada camilan gratis malah bobo cantik
eka suci
kakek pemabuk jangan kaget ya ,jantung aman kan😄
eka suci
bantu mengarahkan biar ngga mati
eka suci
panggung nya masih dibutuhkan jadi petir nya harus di serap kau kejam Zhao 🤣🤣🤣
saniscara patriawuha.
blarrrrrrrrrr..... sikatttttt epribadiiii...
Xiao Bar
lanjutin
Xiao Bar
lanjut thor
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.
Jika Kalian Suka dengan cerita ini mohon bantuan untuk beri rating bintang dan vote nya.. 🙏 Penilaian kalian sangat berharga bagi author tetap semangat untuk update cerita ini. TERIMA KASIH.... ✌️
Mahyuni Muhyar
Lanjuuuttttt thor 🦾👍🏻
Boo Ceng Li
💪💪💪🔥🔥🔥
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
eka suci
si batu itu mirip si kerak 🤭 udah si gembul tukang tidur, si burung suka main api sekarang si batu suka makan qi🤣🤣🤣
Sang_Imajinasi: tahan ya ingat sekerak🤭
total 1 replies
eka suci
arogan ngga akan kalah🤣🤣🤣
Agung Curvanord
jooos
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Nova Bustomi
lanjutkan update nya Thor
Sang_Imajinasi: siap kak💪💪
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
mantuaapp Thor😎
Sang_Imajinasi: mantap dong 🤭
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassdddd pollll 5 bintang lagi mang suannnn...
saniscara patriawuha.
gasssssssdddd....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!