NovelToon NovelToon
ISTRI SALIHAH TITIPAN KAKEK

ISTRI SALIHAH TITIPAN KAKEK

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Pengantin Pengganti
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Safa adalah gadis cantik nan penurut yang tampaknya selalu dimusuhi takdir. Sejak kecil, ia tak pernah mencecap manisnya kasih sayang keluarga, bahkan dari ibunya sendiri. Kesalahan di masa lalu yang bukan kehendaknya membuat Safa dilabeli sebagai "anak pembawa sial" dan dibenci seumur hidup. Puncaknya, ia dipaksa menikah dengan seorang kakek demi menyelamatkan bisnis keluarga yang nyaris bangkrut.

Namun, kenyataan tak seburuk dugaannya. Sang kakek ternyata hanya perantara, ia mencarikan istri untuk cucu laki-lakinya yang bertemperamen kaku, cuek, dan dingin. Di rumah barunya, Safa yang terbiasa disisihkan justru mulai merasakan hangatnya kasih sayang dari keluarga sang suami yang memperlakukannya dengan sangat baik. Sayangnya, benteng es di hati suaminya sendiri tetap tak tergoyahkan.

Mampukah Safa memenangkan hati pria yang menikahinya hanya karena amanah sang kakek? Ataukah pernikahan "titipan" ini akan hancur dan berakhir dengan perceraian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Kecemburuan

Safa dibawa ke dalam ruangan Arlan. Di sana ia di minta duduk di sofa. Sementara Arlan terlihat keluar.

Setelah beberapa saat ia kembali dengan membawa kotak P3K.

"Kenapa kau sangat ceroboh, hah? Gimana kalau kulitmu melepuh?" omelnya sambil berjongkok di hadapan Safa.

Safa hanya terdiam. Ia memperhatikan sang suami yang mulai membersihkan sisa kopi pada tangan dan kakinya.

Tok! Tok!

Arlan bangkit saat pintu di ketuk. "Masuk!"

Egar masuk dengan tergesa. "Ini obatnya."

Egar melirik sekilas ke arah Safa. Pandangan mereka bertemu, Egar segera menunduk untuk menyapa.

"Ternyata ini Nyonya muda Arlan. Kenalin aku Egar, Wakil direktur sekaligus sahabat terbaiknya suamimu."

Safa membalasnya dengan senyuman.

"Ya udah kalian lanjut aja. Aku nggak mau ganggu," ledeknya. Ia segera keluar dan menutup pintu.

"Hiss! Dasar," sahut Arlan kesal.

Arlan kembali menghampiri Safa. Ia duduk dengan ke dua lutut menyentuh lantai. Melihat itu tentu Safa merasa tak nyaman.

"Jangan Mas. Biarin aku obatin sendiri."

Arlan menatapnya dingin. "Diam. Biar aku yang lakukan."

Lagi-lagi ia dibuat tak berdaya. Safa terpaksa membiarkan sang suami mengobati lukanya.

Perlahan dan penuh kehati-hatian Arlan mulai membuka kancing lengan Safa. Ia menyibaknya pelan.

Melihat lengan memerah, Arlan meniupnya pelan.

"Perih?" Arlan menatapnya.

Safa hanya mengangguk lemah sambil menahan sakit.

"Kenapa gak bilang kalau kau magang di sini?"

"Mas kan gak nanya."

Arlan mendengus. " Kan kamu yang gak kasih aku antar."

Arlan mengusap permukaan tangan Safa dengan salep. Sesekali kembali meniupnya agar cepat kering.

"Gak apa-apa. Lagian tempatnya juga gak terlalu jauh," ucap Safa dingin.

Setelah mengobati luka Safa, Arlan kembali duduk di samping sang istri.

"Soal hubungan kita sebaiknya ...."

"Mas tenang aja. Saya gak akan kasih tau siapa pun kalau kita sudah menikah. Lagi pula aku juga gak mau jadi bahan pembicaraan di kantor," ungkap Safa. Ia bangkit dan segera meninggalkan ruangan Arlan.

Keputusan yang ia ambil sudah benar. Sang suami juga pasti tak ingin hubungan mereka diketahui banyak orang.

Tak ingin terlarut dalam perasaan Safa segera kembali ke tempatnya. Kedatangannya disambut ramah dengan staf wanita yang lain. Tapi tidak dengan sang kakak.

Drama hari ini akhirnya berakhir. Safa merasa lega, ia hanya ingin pulang dan beristirahat.

Saat kakinya hendak melangkah tiba-tiba Riana dan beberapa atasan menghampiri.

"Kumpulkan semua pemagang. Malam ini kita makan bareng di restoran untuk menyambut mereka," ucap Riana disusul anggukan yang lain.

"Asik!" sahut yang lain antusias.

"Ya sudah. Kalian cepat siap-siap beberapa menit lagi kita berangkat," timpal Kepala bagian.

Energi dalam tubuh Safa hanya tinggal beberapa persen, dan kini ia masih harus ikut bersama mereka.

"Ayo Safa kita siap-siap." Ajak teman pemagang wanita.

Ia mengangguk sambil menunggu yang lain.

Tak lama terdengar notifikasi dari ponselnya. Safa buru-buru mengecek, ternyata itu chat dari sang suami "Arlan".

Arlan: "Kau sudah pulang? Tunggu aku di depan. Kita pulang bareng."

Safa : "Maaf gak bisa Mas. Aku masih harus makan malam bareng tim. Jadi Mas pulang duluan aja."

Tiba-tiba tak ada balasan lagi. Safa tak ambil pusing lalu kembali memasukkan ponsel ke dalam tas.

Semua orang sudah lengkap dan mereka segera turun untuk makan malam.

Namun, saat sampai di lobi. Mereka terhenti saat melihat Arlan tengah berdiri di depan pintu.

"Malam, Pak!" Riana buru-buru menyapa.

"Kalian mau kemana?" ucap Arlan dingin.

Kepala bagian maju selangkah lebih dekat. "Maaf Pak. Kami akan pergi ke restoran untuk makan malam, menyambut pemagang yang baru bergabung."

"Bagaimana kalau bapak bergabung juga?" tawarnya.

Arlan beralih menatap ke Safa. Safa pun menatap ke arahnya.

"Baiklah. Sebagai atasan tentu aku harus hadir, kan?" ujar Arlan, dan sontak hal itu membuat semua terkejut.

Namun, tidak untuk Riana. Ia justru senang karena ia akan punya kesempatan untuk dekat dengan bosnya itu.

Setelah semua sepakat mereka segera melanjutkan perjalanan menuju restoran yang juga tak jauh dari area kantor.

Sore itu semburat jingga menghiasi sebagian langit biru. Hembusan angin membawa hawa sejuk yang menenangkan.

Disaat semua tengah duduk dengan tenang di kursi mereka, Safa tampak gelisah.

Meja panjang dengan kursi berderet menjadi pilihan mereka. Safa duduk paling ujung dengan Fajrin di depannya. Sedang sang suami tentu ada jauh darinya.

Sesekali ia melirik ke arahnya namun, saat Arlan kembali menatapnya ia justru segera buang muka.

Jamnya menunjukkan pukul delapan belas kosong-kosong. Waktu magrib telah tiba.

Safa berbisik pelan ke arah senior wanita di sampingnya. "Kak saya izin mau sholat dulu."

Senior itu tersenyum dan mengangguk. "Iya pergilah. Lagian pesanannya juga masih lama datangnya."

Mendengar hal itu Safa buru-buru bangkit. Ia mengambil tas dan pergi.

Setelah agak lama mencari tempat yang menyediakan tempat untuk sholat akhirnya ia menemukan sebuah musola kecil di area pusat perbelanjaan.

Setelah mengambil air wudhu Safa bergegas menjalankan kewajibannya, sekilas ia melihat seseorang yang di kenalnya masuk ke area laki-laki.

"Siapa, ya? Sepertinya Mas Dimas," gumamnya sebelum masuk dan menunaikan kewajibannya dengan khusyuk.

Setelah selesai melipat mukena dan merapikan penampilannya di depan cermin, Safa melangkah keluar dari musala. Namun, baru beberapa langkah meninggalkan area suci tersebut, langkahnya terhenti mendadak.

Sosok pria yang tadi ia curigai benar-benar berdiri di sana, bersandar pada pilar koridor dengan tangan bersedekap.

"Mas Dimas?" Safa mengerutkan kening. "Sedang apa di sini?"

Dimas menegakkan tubuhnya, senyum tipis yang sulit diartikan tersungging di bibirnya. "Menunggumu, tentu saja. Ternyata benar ini kamu, Safa."

Safa merasa tidak nyaman. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, menyadari lorong menuju arah restoran sedikit sepi. "Mas mengikutiku?"

"Hanya memastikan kalau penglihatanku tidak salah," jawab Dimas santai, namun sorot matanya tampak menyelidik.

"Kebetulan sekali kita bertemu di sini. Sedang acara apa? Aku lihat tadi kamu jalan bergerombol dengan orang-orang kantoran."

"Hanya makan malam tim untuk menyambut anak magang," jawab Safa singkat, berusaha menjaga jarak. "Maaf, Mas, aku harus segera kembali. Mereka sudah menunggu."

Saat Safa hendak melangkah pergi, Dimas dengan cepat bergeser menghalangi jalannya.

"Tunggu sebentar, Safa. Kenapa buru-buru sekali? Apa kamu takut kalau aku bicara soal ... statusmu?" suara Dimas merendah, terdengar provokatif.

Jantung Safa berdegup lebih kencang. "Maksud Mas apa?"

Dimas berjalan mendekat, bahkan semakin dekat hingga membuat Sata terus mundur.

"Apa kamu beneran nikah sama kakek-kakek, Safa? Mas Dimas tetap mau kok sam kamu walau kamu sudah menikah," ujar Dimas.

"Minta saja cerai, habis itu Mas Dimas akan menikahimu," timpalnya lagi.

Safa hanya menyunggingkan bibir.

"Kenapa ekspresimu begitu?"

"Atas dasar apa Mas Dimas memintaku cerai. Walaupun aku bercerai aku tidak akan mau menikah denganmu," ketus Safa.

1
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
siapa sih yg sering wa mas Arlan
Siti Anisa
bagus novelx suka
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
hahhahaha.. aku ngakak ngebayangin ekpresi nya si Arlan🤣🤣🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
ganjalannya pasti tentang perasaan masing-masing🥺🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
nggak ada.. nggak punya/Tongue//Tongue/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
ya ampun, siapa itu😬😬😬😬
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
aq g absen hari di mana mana krn khusus buat baca novel🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: hok O di maratonin ma aunty🤭
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
safar cerita aja ttg hendra ke suami kamu ya
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
uhuk uhuk
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
idih gtau aja klo safa it istri bos kamu, klo sampe tau bs mati mendadadak riana😂
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
edgar sama farah aja thori, klo author g jodohin edgar sama farah, kalo gitu edgar sama aq aja gimana setujuh kan?
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: ihh aunty mah.. 🤣🤣
Berondong itu aunty, mau kah aunty🤭🤭
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
heronya safa dateng🫶😂
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
siapa ya
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
blm tau aja suami safa orang keyong
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
sampe trauma begitu
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
arlan klo kamu tau safa sprti apa di rumah nya pasti kamu kasian
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
adit ini bener bener mulutnya seperti omprengan
𝓐𝔂⃝❥ ⃟🥑⃟ Sᴇɴᷢᴀͥᴀͥ☠️⃝⠀
mampir thor 🤔
Shankara Senja
safa itu bodoh bngt ya..apa apa diem..lebih baik dihajar abis sm mama lo dari pd dihajar abis diranjang sm bpk tiri lo.masa depan lo hancur ..kabur ,kek,takut bngt ga nemu makan..apa pengen ngancurin masa depan lu di perkosa bapak tiri lo..lo hancur jg keluarga lo ga perduli
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: Iya mungkin kabur lbih enak. Tapi ada sebagian orang gak akan berani kak. Mereka selalu memikirkan bakti dan takut akan hal-hal yang belum pasti. 🤧
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
ingat safa selalu tutup pintu dan kunci klo perlu gembok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!