NovelToon NovelToon
Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Reinkarnasi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen, seorang pemuda modern, bertransmigrasi ke Benua Langit Bela Diri. Sialnya, ia terbangun di dalam tubuh Master Sekte "Puncak Awan" yang sedang sekarat. Sekte tersebut dulunya berjaya, namun kini hanya menyisakan gunung tandus, bangunan hancur, dan Lin Chen sebagai satu-satunya anggota yang tersisa. Saat sekte musuh datang untuk mengambil alih tanah tersebut, Lin Chen membangkitkan Sistem Pembangunan Sekte Terkuat. Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang, membangun fasilitas ajaib, hingga menaklukkan surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Badai Lautan Kematian

​Lautan Kematian sama sekali tidak pantas disebut lautan. Tempat itu lebih mirip seperti neraka cair yang tumpah ke dunia fana.

​Langit di atasnya selalu tertutup awan hitam pekat yang berputar membentuk pusaran-pusaran badai. Petir berwarna ungu (Petir Kekosongan) menyambar tanpa henti, membelah udara dengan suara yang bisa memekakkan telinga kultivator tingkat rendah. Ombak setinggi gunung menghantam satu sama lain, menyembunyikan monster-monster laut raksasa yang menelan apa pun yang berani melintas.

​Namun, di tengah amukan alam yang mematikan itu, sebuah anomali meluncur dengan tenang.

​Kapal Perang Pembelah Bintang.

​Kapal besi hitam sepanjang dua ratus meter itu membelah ombak raksasa seolah membelah kertas. Tiga lapis perisai formasi berwarna biru transparan menyelimuti seluruh badan kapal, memantulkan sambaran petir ungu dan menahan tekanan badai tanpa goyah sedikit pun. Di luar, dunia sedang kiamat, namun di atas geladak kapal, suasananya damai bak taman kekaisaran.

​Lin Chen bersandar di kursi malasnya yang diletakkan tepat di dek anjungan. Sebuah payung spiritual melindunginya dari percikan air sesekali, sementara ia dengan santai mengupas buah anggur roh.

​Di sekitarnya, ketiga muridnya sedang berlatih dengan intensitas tinggi. Perjalanan spiritual melintasi benua ini, dipadukan dengan aura Lautan Kematian yang ganas, justru menjadi tekanan yang sempurna untuk memadatkan fondasi Pembangunan Yayasan mereka.

​"Kakak Ye, tebasanmu terlalu kaku menahan angin laut," tegur Su Yue yang sedang melayang dalam posisi lotus, mengendalikan seratus pedangnya melawan tekanan badai dari luar perisai. "Ikuti arus anginnya, jangan dilawan."

​Ye Fan yang sedang mengayunkan Pedang Pemutus Surga yang seberat gunung, mengangguk berkeringat. "Terima kasih, Adik Su. Angin di lautan ini seratus kali lebih berat dari di Puncak Awan."

​Sementara itu, Lin Tian berdiri di ujung haluan kapal, merentangkan tangannya. Tubuhnya menjadi pusaran hitam yang menyedot energi petir dan kabut laut secara brutal, membuat otot-ototnya semakin padat.

​Lin Chen tersenyum melihat harmoni murid-muridnya. "Sistem, berapa lama lagi kita tiba di pesisir Benua Tengah?"

​[Menganalisa kecepatan... Perkiraan waktu tiba di Pelabuhan Gerbang Timur Benua Tengah adalah 2 jam lagi.]

​"Bagus. Cukup waktu untuk tidur sia—"

​Belum sempat Lin Chen memejamkan mata, radar Mata Evaluasi-nya tiba-tiba berkedip merah. Di saat yang sama, raungan binatang buas yang sangat memekakkan telinga bergema dari kedalaman laut di depan mereka, mengalahkan suara guntur.

​ROAAAAAARR!

​Ombak setinggi tiga ratus meter meledak di depan lintasan kapal. Dari balik tirai air laut yang hitam, sebuah tentakel raksasa yang dipenuhi sisik berduri dan cangkir hisap sebesar rumah muncul, mencambak langit.

​Itu adalah Gurita Iblis Laut Hitam, monster lautan tingkat Inti Emas Lapis Puncak!

​Namun, monster itu tidak sedang mengincar kapal Lin Chen. Di depan gurita raksasa tersebut, ada sebuah Perahu Roh terbang berwarna perak yang sedang melarikan diri dengan panik. Perahu perak itu berukuran kecil, perisainya retak di mana-mana, dan layarnya terbakar.

​Di atas perahu yang hampir karam itu, terdapat sekelompok orang berpakaian serba putih dengan lambang bulan sabit. Mereka adalah kultivator dari Tanah Suci Bulan Perak, sebuah faksi dari Benua Tengah!

​"Tetua Wu! Perisai kita akan segera hancur!" jerit seorang pemudi cantik dengan gaun putih yang ternoda darah. Ia adalah Luo Xian'er, Gadis Suci dari Tanah Suci tersebut, yang kultivasinya berada di tahap Pembangunan Yayasan Lapis ke-8.

​Di depannya, seorang pria tua sedang memuntahkan darah hitam. Ia adalah Tetua Wu, seorang ahli Inti Emas Lapis Awal, yang kini dadanya robek terkena racun tentakel monster itu.

​"Gadis Suci... lari..." rintih Tetua Wu dengan putus asa. "Monster ini terlalu kuat... Jika saja kita tidak disergap oleh Bajak Laut Kekosongan sebelumnya, kita tidak akan terdampar di zona monster level tinggi ini..."

​Luo Xian'er menggigit bibirnya hingga berdarah, matanya memancarkan keputusasaan. Tentakel raksasa itu mengayun ke bawah, bersiap meremukkan perahu mereka menjadi serpihan kayu.

​Apakah aku akan mati di tempat yang sepi ini? batin Luo Xian'er, memejamkan matanya, bersiap menerima kematian.

​Namun, hantaman itu tidak pernah datang.

​Sebaliknya, bayangan yang jauh lebih masif dari sang gurita tiba-tiba menutupi langit di atas mereka. Suara dengungan mesin formasi yang begitu kuno dan dahsyat membuat air laut di sekitar mereka tertekan ke bawah.

​Luo Xian'er membuka matanya dan ternganga.

​Sebuah Kapal Perang hitam raksasa, dengan perisai tiga lapis yang menyilaukan mata, meluncur tepat di atas mereka. Ukuran gurita raksasa yang tadinya terlihat seperti gunung, kini tampak seperti cumi-cumi biasa jika disandingkan dengan kolosal besi baja tersebut.

​"K-Kapal perang dari faksi mana itu?!" seru Tetua Wu dengan sisa tenaganya, matanya melotot. "Besi Giok Bintang?! Itu bahan tingkat dewa yang bahkan Kaisar Benua Tengah sulit dapatkan! Apakah seorang Leluhur Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul) sedang melintas?!"

​Kehadiran Kapal Perang Pembelah Bintang itu memancing kemarahan sang Gurita Iblis. Merasa wilayahnya diganggu, monster itu mengabaikan perahu kecil Luo Xian'er. Ia mengangkat delapan tentakel raksasanya secara bersamaan dan mencambukkannya ke arah perisai kapal perang Lin Chen dengan kekuatan yang mampu menghancurkan sebuah kota!

​BLAAM! BLAAM! BLAAM!

​Tentakel-tentakel itu menghantam perisai biru. Namun, alih-alih pecah, perisai itu bahkan tidak beriak. Sebaliknya, energi serangan balik dari perisai membuat tentakel sang gurita hangus terbakar. Sang monster menjerit kesakitan.

​Di atas dek, Lin Chen mengusap telinganya yang berdengung karena suara hantaman dari luar perisai.

​"Hewan peliharaan siapa yang menghalangi jalan ini? Sangat tidak beradab," keluh Lin Chen, enggan beranjak dari kursinya.

​Ia melirik ke arah Lin Tian yang berdiri paling dekat dengan panel kendali senjata. "Murid Ketiga, lihat panel batu giok di sampingmu? Ada tombol merah besar di sana. Tekan itu."

​"Tombol merah? Baik, Guru!" Lin Tian tidak banyak bertanya. Ia mengalirkan sedikit Qi-nya dan menampar tombol merah tersebut.

​Seketika, formasi di seluruh geladak kapal menyala terang benderang. Energi spiritual di sekitar Lautan Kematian tersedot dengan brutal ke dalam dua laras meriam raksasa yang terletak di lambung kapal. Meriam itu mulai berdengung dengan frekuensi yang menggetarkan jiwa.

​[Meriam Pemusnah Qi Sedang Mengisi Daya... 30%... 70%... 100%!]

[Target Terkunci. Menembak!]

​WUSSH! BOOOOOOOOOOM!

​Sebuah pilar cahaya berwarna biru keputihan, setebal rumah besar, meletus dari laras meriam.

​Kecepatannya tidak bisa ditangkap oleh mata. Sinar pemusnah itu menembus badai, menembus petir, dan menghantam tepat di tengah kepala Gurita Iblis Laut Hitam.

​Tidak ada perlawanan. Tidak ada jeritan detik-detik terakhir.

​Monster Inti Emas Lapis Puncak itu langsung menguap. Tubuhnya terhapus dari eksistensi, menyisakan sebuah lubang kosong berbentuk silinder memanjang di lautan yang bahkan airnya tidak berani menutup kembali selama beberapa detik karena hukum ruangnya terbakar!

​Satu-satunya yang tersisa hanyalah Inti Monster (Beast Core) berwarna emas kehitaman yang memancarkan aura murni, melayang di udara.

​Melihat itu, mata Lin Tian berbinar. "Guru! Boleh kuambil?"

​"Ambil saja. Anggap sebagai camilan," kibas Lin Chen.

​Lin Tian melompat keluar dari perisai kapal, pusaran hitamnya langsung menyedot Inti Monster Inti Emas tersebut. Berkat Sutra Iblis Penelan Surga, energi raksasa itu diproses dengan gila-gilaan, dan fondasi kultivasi Lin Tian kembali melonjak, memantapkannya di Pembangunan Yayasan Lapis ke-5 dalam sekejap!

​Setelah menelannya, Lin Tian kembali melompat santai ke atas dek.

​Di bawah sana, di atas Perahu Roh Bulan Perak, Luo Xian'er dan Tetua Wu membeku seperti patung es. Pikiran mereka blank.

​Monster mengerikan yang membuat Tanah Suci mereka hampir binasa... dihapus hanya dengan satu tembakan cahaya? Dan pemuda berbaju putih yang barusan melompat keluar untuk mengambil intinya... auranya hanya Pembangunan Yayasan, tapi dia bisa menelan inti Inti Emas mentah-mentah tanpa meledak?!

​Monster macam apa yang ada di dalam kapal perang raksasa itu?!

​"T-Tetua... kita harus berterima kasih pada senior di kapal itu," ucap Luo Xian'er dengan suara bergetar, merapikan gaunnya dan mencoba membungkuk ke arah kapal perang. "Senior! Tanah Suci Bulan Perak berutang nyawa pad—"

​WUUUSSSHHHH!

​Kapal Perang Pembelah Bintang itu sama sekali tidak berhenti atau memperlambat lajunya. Mesin formasinya menderu, menciptakan gelombang ombak raksasa yang justru mengguncang perahu kecil Luo Xian'er hingga mereka nyaris tercebur.

​Kapal besi itu melesat melewati mereka begitu saja, mengabaikan sapaan sang Gadis Suci layaknya ia mengabaikan angin lalu, dan menghilang di ufuk timur menembus badai.

​Luo Xian'er terbatuk karena cipratan air laut, berdiri dengan tercengang. Sepanjang hidupnya di Benua Tengah, di mana pun ia pergi, para jenius dan leluhur sekte selalu berhenti untuk menjilat dan merayunya. Namun kapal raksasa ini... bahkan tidak menganggap eksistensinya ada!

​"Luar biasa arogan... Luar biasa kuat..." gumam Tetua Wu, menatap jejak cahaya biru yang ditinggalkan kapal tersebut. "Gadis Suci, badai besar akan segera melanda Benua Tengah. Eksistensi misterius baru saja tiba."

​Dua Jam Kemudian...

​Badai dan awan hitam perlahan mereda. Sinar matahari keemasan menembus awan, menyinari lautan biru yang tenang.

​Di depan anjungan kapal, Lin Chen berdiri dari kursinya. Ketiga muridnya juga menghentikan latihan mereka, melangkah ke ujung haluan, dan menatap pemandangan di depan mereka dengan napas tertahan.

​Membentang sejauh mata memandang, dari ujung utara hingga selatan, adalah garis pantai yang tak berujung. Pegunungan spiritual yang menjulang menembus awan, burung-burung surgawi berterbangan dengan bebas, dan Qi spiritual murni di udara begitu tebal hingga membentuk kabut tipis warna-warni.

​Bahkan pesisirnya saja memiliki kepadatan energi yang setara dengan Tanah Suci Cabang Selatan yang mereka tinggalkan!

​Di pesisir tersebut, terdapat sebuah kota pelabuhan super raksasa yang temboknya terbuat dari perunggu hitam setinggi seratus meter. Ratusan kapal terbang berlalu-lalang, dan puluhan formasi pertahanan memancarkan cahaya megah. Itulah Gerbang Langit Timur, salah satu dari ratusan pelabuhan pintu masuk Benua Tengah.

​"Kita telah tiba, murid-muridku," ucap Lin Chen, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum penuh perhitungan. "Selamat datang di panggung utama kalian. Ingat, mulai detik ini, kalian bukan lagi jenius dari desa. Kalian adalah Murid Inti dari Sekte Puncak Awan. Tunjukkan pada dewa-dewa di tanah ini bagaimana cara kita menundukkan langit."

​"Siap, Guru!" Ye Fan, Su Yue, dan Lin Tian menjawab serempak, darah mereka mendidih dipenuhi ambisi.

1
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Ress
Kurang ajar memang🤣/Sob/
Deevy Tresiyana
💪Thor karya mu sangat kereeen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!