NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Tuan Ares

Istri Rahasia Tuan Ares

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Aliansi Pernikahan / Pengganti / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: SkySal

Kekasih Lyra tiba-tiba menghilang seminggu sebelum pernikahan, membuat Lyra frustrasi apalagi kedua keluarga sepakat mengganti pengantin pria demi mempertahankan keuntungan masing-masing.

Lyra ingin menolak apalagi pengantin prianya adalah Ares-Kakak kekasihnya yang terkenal arogan, licik, penuh tipu muslihat, orang-orang menyebutnya Pangeran kegelapan. Selain itu, Ares juga memiliki kekasih seorang model papan atas. Akan tetapi, baik perasaan Lyra ataupun Ares tidak penting di depan keuntungan kedua keluarga sehingga keduanya terpaksa menikah meski menjadi pernikahan rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Di Belakangmu

"Berikan dirimu padaku, Lily."

"Berikan aku waktu," pinta Lyra. "Berikan aku waktu untuk berpikir."

Ares mengembuskan napas berat, ia mundur beberapa langkah sambil mengepalkan tangan. "Oke, aku punya waktu seumur hidup untuk menunggumu."

Lyra merindingi mendengar apa yang Ares katakan, pria itu memberikan kesan seolah ia ingin bersama Lyra seumur hidup.

****

“Kalian sudah datang.”

Lyra hanya tersenyum tipis saat disambut ibunya yang tampak senang. Semenjak menikah dengan Ares dan tinggal bersama pria itu, ini kali pertama ia pulang ke rumah. Meski tak mendapatkan kasih sayang yang sama dengan kedua saudarinya, tetapi Lyra tetap merindukan rumahnya.

“Bibi lagi menyiapkan makan malam, kita tunggu sebentar sambil ngobrol sama ayahmu.”

Senyum samar Lyra berubah menjadi seringai samar saat mendengar apa yang ibunya katakan. Wanita itu tidak senang dengan kepulangannya melainkan senang karena ia membawa Ares.

Sejak beberapa bulan yang lalu, ayahnya selalu ingin bekerja sama dengan perusahaan Ares untuk memperluas koneksi tapi entah mengapa Ares selalu menolak.

“Akhirnya kalian ada waktu untuk makan malam bersama keluarga.” Di ruang tamu, Tuan Rendi menyambut menantu dan putrinya dengan senyum lebar.

“Kami sama-sama sibuk,” jawab Lyra dengan nada datar.

“Sesibuk apa pun tolong usahakan jenguk orang tuamu yang sudah tua ini, Ra,” pinta Nyonya Tia yang tak Lyra tanggapi.

“Aku mau ke kamar, mau istirahat sebentar.”

Lyra tahu ayahnya pasti ingin membicarakan bisnis dengan Ares dan ia tak tertarik, selain itu Lyra merasa sedikit lelah dan ingin beristirahat dengan tenang di kamar sampai jam makan malam tiba. Akan tetapi, Ares justru berdiri lalu berkata, “Aku ikut.”

Kedua orang tua Lyra langsung menaikkan alis melihat tingkah Ares yang seperti bocah takut ditinggal ibunya, sedangkan Lyra mengerutkan dahi. “Buat apa?”

“Temani kamu istirahat.”

“Tapi_”

“Ayo.” Ares langsung menggendeng Lyra dengan manja, bahkan menyunggingkan senyum polos yang tak pernah Lyra lihat sebelumnya. Malas berdebat, ia pun membawa suaminya itu ke kamar sementara orang tua Lyra menatap mereka dengan heran.

“Kayaknya pernikahan mereka nggak seburuk yang kita pikirkan, Pa. Secepat ini mereka sudah ada rasa.”

Tuan Rendi terkekeh senang. “Justru itu bagus, sebenarnya dibandingkan Ryan, Ares jauh lebih hebat, lebih bisa diandalkan dan lebih berguna untuk keluarga kita. Saat ini Ryan bahkan nggak bisa menempati posisi sebagai direktur di Perusahaan Jatmika karena kemampuannya nggak mumpuni, sedangkan Ares sudah punya perusahaan sendiri dan punya koneksi luas. Di lihat dari segi mana pun, Ryan nggak sebanding dengan Ares. Untung saja bocah itu kabur sebelum menikah dengan Lyra.”

“Benar.” Nyonya Tia mengangguk setuju. “Akhir-akhir ini Yaya sering mengatakan ingin jadi model, Ares mungkin bisa membantu karena perusahaannya menaungi banyak model ternama.”

Saat orang tua Lyra sibuk memperhitungkan segala keuntungan dengan memiliki menantu Ares, yang diperhitungkan hanya bisa senyum-senyum karena Lyra tak melepaskan tangannya, sehingga membuat Ares merasa begitu dekat dengan wanita itu. Untuk sejenak, ia lupa bahwa pernikahan mereka hanya sebuah aliansi bisnis.

Sementara Lyra mengerutkan dahi melihat pintu kamarnya yang terbuka, ia mendorong pintu dengan kaki dan langsung disambut dengan pemandangan yang membuatnya terbelalak. Secara spontan Lyra berbalik badan lalu menutup mata Ares dengan kedua tangan mungilnya.

“Ada apa, Lily?”

“Aaa, Mbak kenapa sembarangan masuk?”

Dada Lyra bergemuruh, ia merasakan gelombang panas merambat dari leher menuju wajahnya.

Kamar Lyra yang selalu rapi kini sangat berantakan, ada baju berhamburan di mana-mana, bahkan pakaian dalam adiknya berceceran di sofa. Tak hanya itu, Cahaya yang hanya memakai pakaian dalam berbaring santai di ranjangnya sambil main ponsel.

Ares yang mendengar suara wanita lain mengernyit bingung, ia mencoba menyingkirkan tangan Lyra tapi istrinya itu langsung mendorongnya keluar.

Lyra membanting pintu sekuat tenaga, dadanya naik turun karena amarah yang memuncak.

“Adikmu di dalam?” bisik Ares yang juga tampak kesal. Ia tidak sempat melihat kamar istrinya karena sejak tadi pandangannya hanya tertuju pada Lyra.

“Cepat keluar dari kamarku, Cahaya!” teriak Lyra sambil mengepalkan tangan.

Kemarahan Lyra bukan sekadar soal kamar yang berantakan, itu adalah rasa terhina karena ruang paling pribadinya telah diinvasi tanpa izin tepat di saat ia ingin beristirahat bersama suaminya.

Orang tua Lyra yang mendengar keributan langsung datang. “Ada apa, Ra?” tanya Nyonya Tia dengan wajah panik. Belum sempat Lyra menjawab, Cahaya keluar dengan pakaian yang lebih rapi. “Kamu marah karena Yaya pinjam kamarmu?”

“Pinjam?” ulang Lyra dengan senyum getir. “Mama nggak tahu kamarku sekarang sudah seperti kapal pecah?”

“Nanti Mama suruh Bibi beresin, nggak usah marah-marah karena hal kecil seperti ini dong, Sayang.” Nyonya Tia menyentuh pundak Lyra, ingin membujuknya, tetapi Lyra langsung menepis tangan sang ibu dengan kesar.

“Hal semena-mena apa pun yang Cahaya lakukan selalu Mama anggap hal kecil meskipun itu sudah merugikan orang lain.” Suara Lyra bergetar, matanya sudah memerah dan berembun.

Bagi Lyra, kamar tidur adalah benteng terakhirnya, satu-satunya tempat di mana ia bisa menjadi dirinya sendiri. Lyra paling benci ada yang masuk ke kamarnya tanpa izin apalagi sampai mengacaukannya.

“Dan Mama tahu nggak, tadi Cahaya Cuma pakai celana dalam sama bra tiduran di ranjangku. Aku pulang sama suamiku loh, Ma.” Nada bicara Lyra naik satu oktaf, napasnya memburu. “Apa menurut Mama adik perempuanku pantas ada di ranjangku dengan penampilan setengah telanjang seperti itu?” Lyra tidak menahan luapan amarahnya sedikit pun karena menurutnya apa yang Cahaya lakukan saat ini sudah sangat keterlaluan, apalagi adiknya itu pasti tahu malam ini ia pulang bersama suaminya.

Tuan Rendi langsung memelototi Cahaya yang kini tertunduk dengan wajah cemberut, sementara Nyonya Tia justru dengan santai berkata, “Yaya pasti lupa kalau malam ini kamu pulang sama Ares, Ra. Nggak usah dibesar-besarkan lah.”

Lyra menganga, pun dengan Ares. “Orang bodoh pun tahu yang namanya kamar adalah privasi,” seru pria itu dengan suara beratnya sambil merangkul Lyra dengan lembut, berharap hal itu bisa menenangkan amarah sang istri yang memuncak. “Baik saudara ataupun orang tua nggak berhak masuk ke kamar pribadi kita. Iya, kan?”

“Benar,” sahut Tuan Rendi mengalah. “Yaya, cepat minta maaf sama Mbak dan kakak iparmu.”

“Maaf, Mbak, Mas Ares,” ucap Cahaya yang tidak sedikit pun terasa ketulusannya di telinga Lyra, tetapi minta ketulusan sama adiknya itu sama saja seperti minta bintang jatuh dari atas langit.

“Yaya sudah minta maaf, Ra. Masalah ini selesai sampai di sini,” tegas Nyonya Tia yang membuat Lyra justru semakin kesal. “Biar Mama panggil Bibi untuk membersihkan kamarmu.”

“Nggak usah, aku bersihkan sendiri.” Lyra kembali masuk ke kamar, tempat yang dulu selalu menjadi tempat ternyaman kini justru membuatnya merasa sesak, apalagi tercium aroma parfum menyengat yang membuatnya sakit kepala.

“Kalau mau istirahat ke kamar tamu dulu,” kata Lyra berusaha tenang pada Ares yang sejak tadi mengekorinya. “Di sini banyak sampah.” Ia memungut pakaian dalam sang adik yang berceceran di sofa.

Ares tak menanggapi, ia hanya menatap wajah pucat sang istri. Kesedihan, kemarahan dan kekecewaan terpancar di matanya.

Lyra yang merasa semakin sakit kepala pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya, tetapi pemandangan di sana tak lebih baik dari kamarnya. Barang-barang yang Lyra sengaja tinggalkan untuk dipakai saat pulang semuanya dipakai oleh Cahaya.

Lyra lemas, apalagi saat melihat vitamin rambut yang dibelikan oleh Sena dari luar negeri juga sudah habis.

“Dasar anak manja sialan.” Lyra menggeram, saking kesalnya ia hendak melemparkan botol vitamin rambutnya ke kaca tapi terhentikan oleh kedatangan Ares.

“Kesal?” Ares tersenyum miring seakan mengejek Lyra.

“Sudah kubilang di sini banyak sampah.” Lyra hendak membuang botol di tangannya tapi tiba-tiba Ares mencegahnya, ia mencengkram pergelangan tangan istrinya. “Mau apa?”

Alih-alih menjawab pertanyaan istrinya itu, Ares justru justru mengangkat tangan Lyra lalu membantunya melempar botol itu ke kaca dengan keras. Hanya dalam hitungan detik, kaca di kamar mandi Lyra pecah hingga kembali menimbulkan suara yang memekakkan telinga, sementara Lyra tercengang.

“Kalau marah, marah aja,” tegas Ares diiringi seringai yang membuat Lyra merinding. Apalagi sorot mata pria itu tampak berbeda, sorot matanya liar dan berbahaya.

“Kalau mau ngamuk, merusak barang atau bahkan membakar kamar ini, lakukan aja, Lily. Aku yang akan tanggung jawab, bahkan kalau kamu ingin membunuh adikmu yang nggak guna itu, lakukan. Apa pun yang ingin kamu lakukan, aku akan selalu berada di belakang kamu.”

“Huh?” Lyra menganga. Seumur hidup, ini kali pertama ada yang menyarankannya untuk melakukan kejahatan. Memecahkan kaca adalah hal kecil tapi membakar dan membunuh, jelas itu adalah kejahatan tingkat tinggi.

Belum selesai keterkejutan Lyra karena tindakan suaminya, tiba-tiba ia diseret keluar dari kamar mandi. “Mau apa lagi?” Lyra bertanya bingung saat Ares membungkus tangannya dengan sapu tangan lalu mengumpulkan semua barang-barang Cahaya di ranjang.

“Kalau aku jadi kamu ….” Ares mengeluarkan korek api dari saku celananya. “Kalau ada yang mencemari tempat pribadiku, aku bukan hanya akan berteriak seperti orang nggak punya tenaga. Tapi aku akan_”

“Ares! Jangan_”

Terlambat.

Ares melempar korek apinya ke ranjang Lyra.

Lyra mematung, ia terbelalak tak percaya dengan tindakan nekat Ares. Sementara suaminya itu justru menyunggingkan senyum tanpa dosa lalu berkata, “Begini caranya marah yang benar, Lily.”

1
Indra Kusuma
kayak nya si Ares ini pemilik dahar harta keluarga jatmika dehhh🤣
Arsyad Algifari.
jadi Ares anak kandung tuan tama
Mei 71
Apakah Ryan anak kandung juga?
Mei 71
Hubungan saling menguntungkan tapi tidak tulus...
🌺 Tati 🐙
wah ternyata ares anak kandung,...sampe sejauh ini belum ketebak alurnya,masih banyak pertanyaan😅
@ˢ⍣⃟ₛåÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝✰
nah kan Ares anak dari tuan Tama,

duh giliran ada gratisan langsung ok hehwhe
Nata Abas
lanjut kak penasaran lanjutan y
Arsyad Algifari.
seperti ada dendam pribadi Ares pada keluarga Ryan
yulithong
tambah penisirin kita....lanjut kak
Milla
Lanjut thorrr cerita mu bagus kok g banyak yang baca yaa ??? 🥺😔 apa belum tau aja para pemirsah pembaca ini yaaaa 😔
Mei 71
Keren Lyra 👍
Kudukung kamu..
@ˢ⍣⃟ₛåÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝✰
ada dendam apa kamu sama kluarga Ryan, kurasa bukan hanya kamu mencintai lyra ,, TPI ada hal lain di balik semua ini
Indra Kusuma
kayak nya novel ini bertema balas dendam yg tersebung dehh ,,, curiga nya GK habis"🤭
🌺 Tati 🐙
yang dikira baik belum tentu baik,yg dikira jahat blm tentu jahat...yg pasti aku penasaran di balik semua ini...lanjut
Arsyad Algifari.
gimana ini ly yang satu suamimu yang satu mantanmu .tapi sebaik baiknya Ryan dia tetap mantanmu
apa iya . hilangnya Ryan hari itu ulah ortunya lira
💥💚 Sany ❤💕
Jangan goyah ya Ly...., ingat apapun dan gimanapun sikap Ryan ke kamu tetap aja dia mantan.
💥💚 Sany ❤💕
Waduh... gawat ni, yang satu merasa masih kekasih Lyra dan yang satu emang suaminya.
💥💚 Sany ❤💕
Lyra dah mulai ada rasa ne ma Ares, cuma blom nyadar aja.
💥💚 Sany ❤💕
Balas aja Ly...., tangan ada nanti Ares rezeki banyak 😂😂😂
💥💚 Sany ❤💕
suka banget ma karakter Sena, enerjik dan lucu 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!