Buat kalian yang suka alur cerita panjang lebar kayak sinetron, kuy lah baca cerita ini. Novel ini mengandung cerita yang terus berlanjut dari Ibu sampai anak, sampai ke cucu bahkan cicit mereka... 😂😂
Author memutuskan untuk melanjutkan sekuel ceritanya dalam satu novel.
Kisah pertama di mulai dengan cinta pemeran utama Izzah dan Reyhan... Berlanjut dengan kisah cinta anak kembar mereka, Arka dan Alia dengan pasangan mereka masing-masing...
Lanjut lagi kisahnya berfokus pada Arka yang mendapat cinta kedua setelah istrinya meninggal. Setelah itu dilanjutkan kembali dengan kisah anak dari Arka yaitu Dafa dengan kisah cintanya yang masih on going...😁😁
So, buat kalian yang suka baca cerita yang panjang dan berjilid-jilid, silahkan mulai dibaca. Dijamin alur ceritanya bikin happy, ngakak, sakit hati juga ada... 😂😂
Oh ya, ini sebenarnya novel pertama yg author publish di aplikasi NT. So enjoy ya guys.... 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKAD NIKAH
Rayhan dan Izzah memasuki pelataran sebuah masjid ditengah kota. Sebelum memasuki masjid Izzah mengajak Rayhan untuk berwudhu terlebih dahulu.
"Tuan, alangkah lebih baik kita berwudhu dulu sebelum masuk kedalam masjid." ucap Izzah.
"Wudhu...?" jawab Rayhan dengan raut wajah bingung.
"Iya tuan." ucap Izzah seraya berjalan menuju tempat berwudhu.
Rayhan mengikutinya dibelakang. Izzah yang menyadari seketika berbalik badan, membuat Rayhan kaget dan spontan berhenti melangkah.
"Kenapa tuan ikut saya?" tanya Izzah.
"Eeehh tadikan kamu sendiri yang bilang kita harus wudhu dulu, ya aku mau wudhu lah makanya ikut kamu." jawab Rayhan.
Izzah tersenyum. "Tempat wudhu perempuan dan laki-laki kan berbeda tuan. Jadi tuan gak boleh ikut saya, tuan wudhunya disebelah sana." ucap Izzah sambil menunjuk tempat wudhu khusus laki-laki.
"Mmmmm bukan gitu, tapi...."
"Tapi kenapa tuan?" tanya Izzah mengerutkan dahi.
"Aku gak tau gimana caranya wudhu. Udah lupa." ucap Rayhan yang membuat mulut Izzah menganga kaget.
"Yaa Allah. Gimana ya tuan? Tuan gak boleh ikut kedalam. Saya juga tidak bisa masuk ke tempat wudhu laki-laki untuk mengajari tuan. Mmm bagaimana kalau tuan buka youtube saja, disana pasti banyak video yang menjelaskan tata cara wudhu yang baik dan benar." ucap Izzah panjang lebar.
"Kau benar juga, kenapa tidak terpikirkan sejak tadi. Haha baiklah, sudah sana cepat." ucap Rayhan sambil mendorong pelan tubuh Izzah.
'Ya Allah laki-laki ini suasana hatinya tidak bisa ditebak, terkadang dia begitu kasar namun dia juga bisa baik' gumam Izzah.
Setelah berwudhu Izzah dan Rayhan masuk ke dalam masjid. Disana sudah duduk tiga orang laki-laki. Dua orang sebagai saksi pernikahan, dan satu orang lainnya bertugas sebagai wali hakim yang akan menikahkan Rayhan dan Izzah.
"Saya terima nikahnya Anindia Azizzah binti Ahmad Haris dengan maskawin seperangkat alat sholat dibayar tunai." ucap Rayhan dengan satu tarikan nafas.
"Sah..." sambut dua orang saksi.
Ada rasa haru sedih, sekaligus bahagia yang dirasakan Izzah. Sedih karena harus menikah dengan keadaan yang seperti ini. Tidak ada sanak keluarga yang hadir dan laki-laki yang menikahinya bukanlah orang yang dia kenal sebelumnya. Izzah tak tahu siapa dia, dan bagaimana keluarganya. Tapi, yang terpenting bagi Izzah, dia sudah sah menjadi istrinya. Izzah tidak perlu takut lagi jika Rayhan hendak menyentuhnya. Karena kini semuanya telah halal.
Setelah akad selesai mereka memutuskan langsung pulang ke rumah. Didalam mobil Izzah memberanikan diri untuk memulai pembicaraan.
"Terima kasih untuk semuanya tuan. Maaf, jika tuan tidak keberatan saya ingin memberikan jam tangan ini sebagai hadiah pernikahan kita. Saya tahu jam ini tidak sesuai dengan selera tuan, jam ini adalah peninggalan dari Kakek saya dulu lalu diberikan kepada Ibu dan Ibu memberikan kepada saya. Saya harap tuan mau menerimanya." kata Izzah panjang lebar sambil menyodorkan jam tangan berwarna silver.
Rayhan mengambil jam itu dengan tatapan tanpa ekspresi. Tapi yang membuat Izzah terkejut dia juga melepas jam tangan yang dia kenakan lalu memberikannya pada Izzah.
"Ambil juga jamku ini sebagai hadiah pernikahan dariku. Jaga baik-baik, kalau tidak habis kau kumakan." ucapnya sambil tertawa terbahak-bahak.
"Terima kasih tuan." jawab Izzah seraya tersenyum.
Hari ini untuk pertama kalinya Izzah bisa tersenyum sejak pertama kali kedatanganku ke kota. Izzah tidak tahu bagaimana kehidupannya kedepan nanti. Apakah hubungannya dengan Rayhan akan ada cinta atau bahkan Rayhan hanya akan tetap menganggapnya sebagai wanita simpanannya. 'Semoga Allah senantiasa menjagaku dan memberiku kebahagiaan.' batin Izzah.
lanjutkan Thor Q
q selalu menanti update mu
😘😘😘😘😘😘
tetap semangat selalu Thor
😘😘😘😘😘😘😘