NovelToon NovelToon
Kembali Untuk Menjerat Mu

Kembali Untuk Menjerat Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:22.6k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Tidak ada yang tahu, Ratu pergi bukan karena ingin meraih cita-cita, namun untuk lari dari perasaannya kepada sosok laki-laki yang ternyata telah memiliki tunangan.
Dia adalah Ardiansyah, putra kedua dari keluarga Suhadi, seorang CEO yang baru saja di Lantik setahun yang lalu setelah menyelesaikan pendidikannya,dan fokus memimpin perusahaan raksasa. namun fakta yang membuat Ratu pergi, Ardiansyah telah bertunangan dengan seorang gadis salehah, teman Adiknya saat berada di pesantren dan memutuskan untuk pergi ke kota dengan misi tersembunyi.
yuk ikuti kisah Ratu di sini....
kawal sampai akhir ya...
apakah sad ending, atau happy ending...

terimakasih atas dukungannya selama ini...
🥰🥰🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Wajah Pramuji yang semula tenang dan meremehkan seketika berubah pucat pasi. Jantungnya terasa berhenti berdetak sesaat mendengar angka yang meluncur dari bibir putrinya. Genggamannya pada bahu Nisya terlepas, dan ia nyaris limbung jika tidak berpegangan pada pinggiran meja makan yang sudah tua itu.

"Lima... lima puluh juta?" suara Pramuji tercekat, matanya melotot hampir keluar. "Kamu... kamu jangan bercanda, Nisya! Amplop itu tipis sekali, Ayah pikir hanya lembaran seratus ribu atau paling banyak dua ratus ribu!"

"Ayah, itu cek! Cek itu tipis karena hanya selembar kertas, tapi nominalnya tertulis jelas di sana!" Nisya mulai terisak, air mata yang sejak tadi ia tahan kini luruh membasahi pipinya yang halus. "Kak Ardi memberikan itu secara pribadi, dia bilang untuk bantu-bantu Ayah dan Ibu mempersiapkan syukuran di sini supaya tidak perlu pakai uang gaji Nisya lagi. Bagaimana sekarang, Yah?"

Siska yang mendengar keributan dari arah dapur langsung berlari masuk, masih mengenakan celemek yang berlumuran sisa bumbu dari lauk untuk nasi uduk.

"Ada apa ini? Kenapa kamu teriak-teriak, Pak? Nisya, kenapa kamu menangis?"

Pramuji menjawab dengan suara gemetar, mulai mondar-mandir panik "Amplop itu... amplop semalam... isinya cek lima puluh juta! Dan aku... aku sudah memberikannya kepada Pak RT!"

Siska hampir pingsan, tangannya menutup mulut tidak percaya"Ya Allah, Pak! Lima puluh juta?! Itu uang bisa buat benerin atap kita yang bocor dan modal buka warung permanen! Kenapa kamu ceroboh sekali demi terlihat jadi orang paling dermawan di komplek ini?!"

Pramuji mengacak rambutnya frustrasi. Ini adalah dilema terbesar dalam hidupnya. Sebagai orang yang dicitrakan sangat dermawan dan rendah hati oleh seluruh warga komplek, ia tidak mungkin mendatangi Pak RT dan meminta kembali amplop sedekahnya.

"Kalau aku minta balik, apa kata Pak RT? Apa kata warga? Citraku sebagai orang yang tidak butuh harta akan hancur seketika! Mereka akan tahu kalau aku sebenarnya haus uang!"

"Tapi itu uang Kak Ardi, Yah! Kalau nanti Kak Ardi tanya apakah uangnya sudah sampai atau sudah dicairkan, Nisya harus jawab apa? Kak Ardi punya akses untuk mengecek kapan cek itu dicairkan!" keluh Nisya mengusap air matanya karena takut.

Pramuji terdiam. Ia baru sadar bahwa lawan bicaranya bukan orang sembarangan. Ardiansyah adalah CEO yang memiliki ketelitian luar biasa. Jika cek itu dicairkan oleh pengurus mushola atas nama Hamba Allah melalui Pramuji, Ardiansyah mungkin akan menganggapnya sebagai tindakan mulia. Tapi Pramuji tetap saja merasa kehilangan harta karun yang sudah ada di depan mata.

Sambil menahan sesak, Nisya berusaha menenangkan diri. Ia harus tetap berangkat ke kantor. Ia mengambil ponselnya yang tergeletak di meja, mencoba mencari jadwal Ardiansyah hari ini.

Tin

Tin

"supir kak Ardi sudah menunggu di luar, Nisya pamit dulu, Nisya harus berangkat sekarang. Ayah... Nisya mohon, jangan lagi sembarangan dengan pemberian Kak Ardi. Nisya akan coba jelaskan pelan-pelan kalau Kak Ardi bertanya, tapi jangan harap Kak Ardi akan memberikan uang sebanyak itu lagi secara cuma-cuma."

Sebelum keluar rumah, Nisya menyempatkan mengusap wajahnya yang basah oleh air mata dengan tissue, Ia harus kembali memakai topeng gadis santun yang bahagia menjadi bagian dari keluarga Suhadi.

Begitu Nisya hilang dari pandangan, Pramuji menatap istrinya dengan pandangan licik yang kembali muncul.

"Bu, jangan nangis dulu. Kalau dipikir-pikir, ini justru jadi poin bagus. Aku akan bilang ke Ardiansyah kalau uang itu terlalu besar, jadi aku sedekahkan saja karena aku merasa tidak pantas menerima sebanyak itu. Dia pasti makin percaya kalau calon mertuanya ini benar-benar orang suci. Dan setelah itu... kita bisa minta lebih banyak lagi saat acara pernikahan nanti."

Pramuji tertawa kecut, menutupi rasa sakit hatinya karena kehilangan lima puluh juta demi sebuah nama baik yang palsu.

" terserah..." Siska masuk kembali ke dapur dengan hati yang teriris karena uang 50 juta nya lenyap sebelum berada di genggaman tangannya.

___

Pagi itu, atmosfir di area gudang terasa lebih panas dari biasanya, dan itu bukan karena matahari Jakarta yang menyengat. Di tengah tumpukan roll kain, dua sosok berdiri berhadapan dengan aura yang sanggup membuat karyawan lapangan menahan napas sekaligus ingin tertawa.

Ardiansyah berdiri tegak dengan kemeja putih yang lengannya digulung, jasnya sudah di pegang oleh asistennya karena merasa udara semakin panas , sementara Ratu, masih dengan identitas asisten Vanessa, Ratu berdiri berkacak pinggang di depannya.

"Saya bilang ganti material ini, saya tidak peduli seberapa mahal desain Vanessa. Kalau kain ini terlalu tipis, dia tidak akan tahan lama untuk seragam operasional!" ucap Ardiansyah dengan tajam.

Ratu mendengus keras di balik maskernya "Tuan Ardiansyah yang terhormat, ini namanya bahan High-Tech Breathable Fiber. Ini memang tipis tapi seratnya sepuluh kali lebih kuat dari kain kaku pilihan Anda itu! Anda mau karyawan Anda bekerja atau mau mereka merasa pakai baju astronot?"

"Jangan membantah. Saya yang membayar kontrak ini, jadi saya yang menentukan spesifikasinya." balas Ardiansyah menatap tajam Ratu, namun tak ada sedikitpun rasa takut di hati Ratu... obsesinya dengan Ardiansyah kini perlahan memudar karena mulai mengerti sifat Ardiansyah yang dingin dan kaku dengan siapa saja, itu membuat dirinya ogah memiliki seorang suami seperti Ardiansyah.

"Oh, jadi mentang-mentang Anda punya uang, Anda pikir Anda punya selera? Uang bisa beli pabrik, Tuan, tapi tidak bisa beli sense of fashion! Kalau Anda tetap keras kepala, silakan jahit sendiri bajunya pakai terpal, cocok itu untuk Anda pakai, tebal, kaku, bahkan anti air!"

Para karyawan di sekitar mereka mulai berbisik-bisik.

"Eh, lihat deh... mereka kok malah kayak pasutri lagi debat pilih warna ya?" bisik salah satu buruh angkut.

"Iya, Pak CEO yang biasanya dingin kayak es kutub, kalau sama asisten itu kok jadi cerewet banget ya?" sahut yang lain.

Ardiansyah melangkah maju, mencoba mengintimidasi dengan tinggi badannya, tapi Ratu tidak bergeming sedikit pun.

"Anda ini asisten paling tidak sopan yang pernah saya temui. Siapa sebenarnya yang mengajari Anda bicara seperti ini pada klien?" tanya Ardiansyah menatap tajam Ratu yang sayang nya , Ratu tetap saja santai.

"Cermin, Tuaaaaan! Cermin yang mengajari saya! Karena saya bicara sesuai dengan lawan bicara saya. Kalau lawannya kaku seperti kanebo kering, saya harus jadi air yang menyiramnya supaya lentur!"

Saat Ratu melangkah maju agar semakin dekat, Tiba-tiba, kaki Ratu tersandung salah satu palet kayu. Ia hampir terjatuh ke belakang jika tangan Ardiansyah tidak dengan sigap menangkap pinggangnya. Detik itu, waktu seolah berhenti.

Deg

Deg

Deg

Jantung keduanya seakan ingin melompat bersamaan, Ardiansyah menatap mata di balik kacamata bening itu dengan sangat dekat. Ia segera sadar lalu membantu Ratu untuk berdiri tegap kembali.

"Makanya, kalau bicara itu pakai mata, jangan cuma pakai urat."

Ratu segera melepaskan diri dari dekapan Ardiansyah, ia merapikan jilbab nya yang sedikit bergeser "Saya tersandung karena lantai Anda tidak rata, bukan karena terpesona sama Anda! Jangan ge-er!"

1
Sri Supriatin
semangat Thor, sdh mlm msh up, sehat n selamat beristirahat 🙏🙏🙏
@Mita🥰
la terus gimana nasib mu sya ...nisya🫣🫣
@Mita🥰
lanjut
@Mita🥰
kasihan nisya
Susi C
monica nggak pernah belajar dari pengalaman
Sri Supriatin
makin seru kasihan Nisya, korban keserakahan seorang ayah🤭🤭
Dewi kunti
jangan lupa ngetiknya pakai spasi biar terbaca🤭🙏🙏🙏
Cica Aretha
ahhh..tambah donk thor..ga sabar nunggu bsk d kantor suhadi🤭💪🙏
Sukarti Wijaya
gercep langsung slesaikan masalahnya ardy jangan sampe berlarut2....👍
suti markonah
tlg nisa jangan di bikin lembek dong thor..kasihan dia jadi korban ayah nya yg tamak sm angga yg tidak punya hati
@Mita🥰
wah Angga ...hati" kamu bakal hancur lo🤭🤭
Aisyah Virendra
Fix... Angga mau cari mati dengan memancing pertikaian sm Ardiansyah, secara tidak langsung dia juga mengusik Najwa. tapiiiiii Ardiansyah dan Ratu bergabung sudah cukup untuk menbuat Anggi mati kutu, Najwa dan Rukayyah hanya akan membantu dari balik layar 🤭
@Mita🥰
Bagus ratu
Aisyah Virendra
Tidak akan pernah terjadi 🤣 yg ada mama Monica akan menyesal seumur hidupnya karena meremehkan seorang Ratu Pratama 🤭
@Mita🥰
Monica kok gak kapok " ya dulu kasus siapa tuh anak angkat nya .
suti markonah: klo ga salah raisa kak
total 1 replies
Cica Aretha
ga ada kapok nya tu h tante monica..semangattt thor💪
@Mita🥰
kasihan Nisya
@Mita🥰
terimakasih update nya😍😍😍
@Mita🥰
😍😍😍😍
suti markonah
kasihan sekali kamu nisa, akibat ulah bpk mu yg serakah kamu jadi korban
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!