Kisah seorang anak perempuan yang selalu mendapatkan ketidakadilan dari sang ibu. gadis itu sering di bandingkan dengan saudara saudara nya sendiri. karena tuntutan ibunya, Lusiana harus terjun menjadi wanita malam, di sebuah club ternama di kota.
bagaimana car gadis itu bertahan dari keras nya dunia. apakah gadis itu mampu bahagia, atau malah sebaliknya?? ikuti kisah Lusiana sekarang juga!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.7
Rendi sang asisten langsung menoleh ke arah bos nya itu, bagaimana bisa meminum minuman itu secara tiba tiba. dia tak bisa melarang nya, sebab bos nya itu terlihat sangat menikmati minuman yang di sajikan. Mungkin bos nya itu perlu hiburan saat ini, dan ini lah kesempatan nya. Dia hanya diam mengawasi dari sebelah pria itu.
"Hahah, ayo bersulang tuan. Aku tau kau perlu bersenang senang bukan." ucap tuan Jon yang merasa rencananya berhasil saat ini.
"Tuan Rendi, kau juga harus minum!" ucap tuan Jon.
"Tidak tuan!" ucap rendi yang menolak tegas. Tetapi Ken langsung menyodorkan nya minuman di mulut nya. bahkan Ken yang sedikit mabuk menyuruh Rendi untuk ikut meminum nya.
"Minum lah ren, kau terlalu banyak bekerja." ucap Ken dan Rendi hanya bisa pasrah saja. Sebab dia tak bisa menolak ucapan bos nya itu.
Para wanita malam itu langsung bersorak gembira, apalagi tuan Ken pasti tak sadarkan diri setelah meminum banyak minuman itu, jadi mereka mencari kesempatan untuk meraup keuntungan yang banyak, dari Ken.
Sedangkan Jon yang juga ikut mabuk, tengah bercumbu dengan seorang wanita malam yang ada disebelah nya. Pria itu bahkan melupakan niat nya untuk menjebak ken Asta saat ini.
Lusi yang berada di belakang hanya diam saja, tugas nya hanya mengawasi saja,dan memberikan minuman dan menuangkan nya ke pada para tamu. Saat melihat pria arogan itu mabuk, Lusi menyempatkan dirinya untuk keluar, dan mengecek barang barang yang kosong.
"Tuan, perlu aku menemani mu?" tanya salah satu wanita malam itu dengan berjalan penuh sensual.
"jangan mendekat!" ucap Ken dengan tatapan tajam dan mengintimidasi salah satu wanita malam itu. walaupun dia mabuk, tapi saat ini dia masih bisa mengontrol dirinya dengan sangat baik.
"tuan jangan menolak, kau pasti membutuhkan nya bukan." ucap wanita malam itu yang masih tetap berusaha.
"Jangan mendekat sialan!" Bentak ken dengan nada tinggi sehingga membuat wanita itu mundur seketika.
Ken langsung keluar dari ruangan privat itu dengan keadaan sempoyongan. tatapan nya seketika memanas. tiba tiba dia merasa panas di sekujur tubuhnya.
Sedangkan Rendi saat ini masih tetap meminum minuman tersebut tanpa sadar bahwa bos nya telah pergi dari ruangan privat itu.
Lusi yang saat itu ingin kembali ke ruangan itu, kaget dengan pria arogan yang terlihat membutuhkan pertolongan.
"Tuan, apa yang terjadi, ayo aku bantu!" ucap lusi dengan tatapan cemas nya.
Ken menatap ke arah Lusi yang memegang tangan nya, langsung kaget. Dia tak bisa bersentuhan dengan wanita mana pun kecuali ibunya sendiri, tapi gadis itu tiba tiba memegang tangan nya, dan Hal yang aneh yaitu dia tak terjadi apa apa. Bukan kah itu sangat aneh.
Pandangan nya ke arah Lusi langsung berbeda, sepertinya ada yang ingin menjebak nya saat ini, tiba tiba ada kabut gairah saat melihat ke arah wanita yang memakai masker itu.
"Antarkan aku ke kamar!" ucap Ken dengan suara berat nya. Dia tak sanggup menahan gejolak gairah di dalam tubuh nya itu. sepertinya ada yang memberikan nya obat ke dalam minuman nya saat ini.
Lusi yang mengerti bahwa pria itu butuh beristirahat, langsung mengangguk setuju. gadis itu dengan polos nya menggandeng lengan pria itu secara tiba tiba. karena dia mengira pria itu pasti kebanyakan mabuk, dan tak sanggup berjalan dengan baik.
Ken sedari tadi mencoba menahan hasrat nya itu, tetapi tetap tidak bisa. setelah sampai di kamar 303, Lusi langsung membuka pintu kamar hotel itu.
"Tuan, sudah sampai. Ini kamar nya, selamat beristirahat." ucap lusi yang ingin segera pergi dari sana.
Saat gadis itu ingin pergi, tangan nya di cekal oleh Ken secara cepat. Lusi begitu kaget seketika.
"Tuan, tolong lepaskan." ucap gadis itu dengan wajah kaget nya.
"Aku menginginkan mu!" ucap Ken dengan suara serak nya itu.
"Tidak, jangan tuan. Aku bukan wanita malam yang melayani mu!" ucap lusi dengan suara tegas nya.
Bagaimana bisa, dia berada di situasi seperti ini. Apalagi pria di hadapan nya benar benar menyeramkan. tatapan ken begitu tajam ke arah nya, membuat Lusi merinding seketika.
Apa mgkin Lusi putri konglomerat yg di culik waktu bayi..