Susan siswa baru kelas 10 yang baru saja menyelesaikan ospeknya ternyata disukai oleh cowok populer disekolahannya sejak berada dibangku SMP. Levy berpacaran dengan Susan secara diam diam, Levy yang didepan para penggemarnya bersikap dingin namun tidak apabila dia didepan Susan. Levy selalu perhatian pada Susan hingga ada konflik besar yang menimpa keduanya namun semua itu tidak menggoyahkan rasa sayang mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aesthetic love
...Seminggu kemudian sekolah mengadakan ujian semester yang dimana setiap anak kelas 10 akan dipasangkan dengan anak kelas 11 atau kelas 12 dalam satu meja agar tidak ada yang bisa mencontek. ...
...Susan yang masuk ruangan duduk di sebelah Dimas, Levy duduk sebangku dengan Kayla sedangkan Rudy duduk sebangku dengan Siska....
...“Seharusnya yang duduk disampingku tuh Levy bukannya kamu hihhhh” celetuk Siska cemberut....
...“Bu, Siska mau ganti tempat duduk nih mau sebangku sama Levy katanya” Rudy mengacungkan tangan, berbicara dengan guru pengawas ujian....
...Guru yang mengetahui langsung menegur Siska agar mematuhi peraturan ujian, “tempat duduk sudah diatur sesuai urutan nomor jadi tidak bisa ditukar atau seenaknya aja ganti tempat duduk” tegas pengawas....
...Semua siswa yang berada di ruangan ujian tersenyum tipis....
...Siska yang merasa malu hanya bisa menutupi wajahnya dengan selembar kertas ujian yang berada di tangannya....
...2 jam ujian berlangsung, susan berdiri untuk menyerahkan kertas ujiannya yang sudah di isi jawaban, dia berdiri melangkah ke depan meja pengawasan. ...
...Susan membalikkan badan saat Levy menghentikan langkah kakinya, “tunggu sebentar”....
...Semua siswa yang berada diruangan melihat Levy berdiri mendekati Susan....
...Susan hanya menatap bingung sikap Levy yang mendekatinya, Levy melepaskan baju seragamnya yang di badannya hanya tertinggal kaos singlet saja, baju seragamnya dia pakaikan dibelakang rok Susan....
...“Kamu menstruasi”....
...“Haaaaa iya, tembus ya!!!”....
...Levy menganggukkan kepala pelan....
...Levy mengambil kertas jawaban yang Susan bawa lalu menyerahkannya kepada pengawas berikut dengan kertas jawabannya sendiri, dia menggandeng tangan Susan mengajaknya ke toilet....
...Di Ruangan ujian menjadi ramai obrolan karena sikap Levy yang perhatian dengan Susan, pengawas menggebrak meja dengan keras agar para siswa fokus kembali mengerjakan ujian....
...Di Toilet Levy menyuruh Susan untuk bersih-bersih dulu sedangkan Levy pergi ke arah koperasi sekolah untuk membelikan pembalut pada Susan, “san, ini pembalut untuk kamu aku taruh di wastafel ya!!” Ucap Levy menaruh pembalut di wastafel lalu kedepan untuk menunggu Susan....
...Susan yang merasa diperhatikan oleh Levy tersenyum manis....
...Susan keluar toilet membawa baju milik Levy, “kak baju kamu kena darah sedikit, aku bawa aja ya nanti aku cuci dirumah” ucap Susan terbata-bata....
...“Iya gak apa-apa, perut kamu sakit gak? Minum obat anti nyeri dulu” ucap Levy menyodorkan obat dan sebotol air mineral pada Susan....
...“Terimakasih” ucap Susan sambil menundukkan kepala....
...“Sama sama pacar” ucap Levy mengusap kepala Susan....
...Rudy dan Kayla menghampiri susan yang berjalan berdampingan dengan Levy, “san kamu gak apa-apa?”....
...“Gak apa apa kok” senyum Susan pada Kayla....
...Rudy mengacungkan jempol pada Levy....
...“Ini nih baru cowok keren gak kayak kamu” celetuk Kayla cemberut....
...“Apa lagi salahku sih?” Ucap Rudy pasrah....
...“Banyak banget”....
...Rudy dengan rasa gregetan memegang tangan Kayla lalu manggandengnya...
... menjauhi Susan dan Levy, di lorong belakang kelas Kayla dipojokan oleh Rudy yang menghimpit nya di antara badan Rudy dan dinding bangunan....
...“Coba sebutin apa salahku” Rudy melihat wajah Kayla dengan dekat sambil menyenderkan satu tangannya ke dinding....
...Kayla hanya tertunduk bingung, “emm”....
...“Kenapa diem? Bukannya tadi kamu terus memojokkan aku” ucap Rudy sambil memegang dagu Kayla yang membuat Kayla menatap mata Rudy langsung....
...“Kamu seneng kan duduk sebangku sama siska” Kayla memalingkan muka....
...“Kamu kan tahu kita udah pacaran masih cemburu aja, kalau gitu aku ke ruang pengawas buat minta ganti tempat duduk” tegas Rudy....
...Rudy membalikkan badan ingin pergi ke ruang pengawas, langkahnya dihentikan oleh Kayla yang memegang tangannya “jangan”....
...“Kenapa?”....
...“Aku gak mau kamu kena marah pengawas karena minta ganti tempat duduk”....
...“Aku gak mau kamu buang buang waktu untuk rasa cemburu kamu hanya karena aku duduk sama Siska” ucap Rudy memegang kedua pundak Kayla dengan lembut....
...“Wajarkan kalau aku cemburu”....
...“Aku tahu” Rudy mengusap pipi Kayla....