Kisah rumah tangga pasangan baru. Mereka berpindah ke Ibukota karena sang suami Davin putra Adiguna akan memimpin perusahaan disana. Serta dipicu dengan alasan utama untuk pindah yaitu mengindari adik Davin yang masih menaruh hati pada istrinya yang cantik Abelia Amvan Wijaya.
Bagaimana lika-liku perjalanan kehidupan rumah tangga pasangan ini di tempat yang baru? Davin seorang mantan playboy yang diragukan keinsafannya, sedangkan sang istri Abelia, sangat pencemburu tingkat tinggi?
Sekedar saran! Untuk tahu kisah mereka sebelum menikah, bisa baca ISTRI UNTUK PAPA SEASON 2 ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Einaz Ajjah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sikap Aneh
Melewati malam, akhirnya keduanya sudah tiba di depan rumah. Abel masih kesal karena belum mendapatkan jawaban kepastian dari suaminya.
Abel masuk kerumah terlebih dahulu. Davin hanya mencoba memaklumi sikap istrinya, mungkin dia lelah. Ia pun menyusul Abel yang berjalan lebih cepat dari biasanya.
Sesampai di kamar, Davin sudah mendapati Abel yang tak di kamar. Mungkin dia sedang berada di kamar mandi membersihkan diri. Davin terpaksa melepaskan sepatu, baju dan celana sendiri hingga tersisa kaos dalam dan boxernya. Biasanya yang melakukan semuanya adalah Abel. Ternyata ngambek istrinya sangat berdampak.
Tak lama Abel keluar dari kamar mandi. Make up nya sudah di halus dan kembali ke wajah asli. Ia juga sudah mengenakan baju tidur lengan panjang tidak seperti biasanya yang mengenangkan baju tidur tipis atau kalau lagi bernafsu Abel biasanya mengunakan lingerie untuk mengoda suaminya.
"Ini kaos tidur Abang." Abel memberikan pada suaminya. Ia bersiap berbalik menuju ranjang.
Tangan besar menarik Abel, hingga ia refleks mengalungkan tangan ke leher suaminya ketika akan terjatuh.
"Kenapa pakai baju tidur ini. Nggak pakai seperti biasanya," tanya Davin penuh curiga.
"Abel lagi pengen aja. Hari ini Abel capek banget mau tidur cepat," jawab Abel sedikit ketus.
Davin jadi tak tega melihat Abel yang nampak kelelahan. Padahal malam ini ia ingin sekali ehem - ehem dengan istrinya.
"Ya, ayo tidur sayang," Davin tak tega harus memaksa Abel.
Davin berdiri dan mengendong Abel menuju tempat tidur. Ia membaringkan tubuh Abel dan menutupi dengan selimut. Dengan langkah kilat, Abel langsung menghadap ke lain arah memunggungi suaminya.
Tapi dengan cepat pula Davin menarik tubuh Abel agar menghadap ke arahnya dan menjatuhkannya si dada bidangnya. Ia memeluk erat Abel seperti guling. Sedangkan Abel menurut saja meskipun perasaannya kesal kepada suaminya belum mendapatkan jawaban pasti. Mata keduanya terlelap meluapkan sejenak kekesalan masing-masing.
*****
Pagi hari. Davin sudah mendapati pakaiannya di atas ranjang usai dari kamar mandi. Ia tidak melihat Abel yang biasa membantunya mengenakan baju kerja.
Apa dia masih marah. Aku harus bagaimana bilang sama kamu supaya mengerti.
Davin turun ke bawah usai bersiap. Ia mendapati istrinya di sana sedang memasak. Davin mendekati dan memeluk Abel dari belakang.
"Masak Apa sayang," tanya Davin.
"Abel bikin spaghetti bolognese," jawab Abel masih ketus.
"Kebetulan nih Abang pengen masakan Itali pagi ini." Davin berusaha tidak terpancing emosi yang melihat istrinya berubah pagi ini.
"Abang tunggu aja di meja, tolong jangan ganggu Abel dulu biar bisa cepat selesai," balas Abel ketus meronta pelukan suaminya.
Davin mulai sedikit kesal dengan sikap Abel yang berbeda dari biasanya.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Davin dengan nada lembut mencoba tidak terpancing.
"Bang Davin pikir saja sendiri!" jawab Abel ketus.
Prakkk . Tangan Davin membuang tempat sendok hinga terjatuh ke lantai berserakan. Ia tidak bisa menahan emosinya kali ini.
"ABEL! Abang sudah berusaha sabar dari tadi malam dengan sikap kamu yang aneh!" bentak Davin sambil menunjuk wajah Abel.
Abel refleks menutup mulutnya, ia terkejut untuk pertama kalinya Davin membentak Abel seperti ini. Dengan air mata yang tak bisa ia tahan, Abel meletakkan piring dan berlari meninggalkan suaminya menaiki tangga. Ia kunci pintu kamar dan duduk di balik pintu sambil menangis memegangi dadanya karena suaminya yang berbicara kasar padanya. Ia hanya minta Davin agar menganti Floris itu saja tapi sejak semalam Bang Davin tidak memberikan jawaban.
Tok tok tok
"Sayang, buka pintunya sayang. Abang minta maaf. Abang nggak bermaksud membentak kamu. Abang hanya nggak suka dengan sikap kamu yang aneh hanya gara-gara Floris." Davin masih berusaha mengetuk pintu.
"Bang Davin pergi sana ke kantor! temui dia. Bang Davin juga ingin dia dekat Bang Davin. Itu sebabnya bang Davin nggak bisa ganti perempuan itu." Ucap Abel kacau dari balik pintu.
"Sayang, Abang harus ngomong dengan cara apa supaya kamu ngerti. ini tidak semudah yang kamu pikir."
"Bang Davin cuma cari alasan. Bang Davin pergi saja temui saja sekretaris Abang itu! pergi!"
"Sayang, Abang udah berusaha mengerti kamu, Abang udah berusaha melakukan apapun yang terbaik untuk kamu. hanya satu hal saja yang harus Abang pertimbangankan dulu keinginan kamu. Kamu sudah bersikap tidak menyenangkan pada suamimu. Berprasangka buruk pada suamimu. Apa itu cara bersikap seorang istri. Papa kamu pasti kecewa melihat kamu seperti ini. Oke! sesuai keinginan kamu Abang akan pergi ke kantor
untuk berkerja bukan menemui Floris seperti yang kamu tuduhankan."
Abel mendengar tapak kaki menuruni tangga. Dada Abel menjadi sesak dan nyeri. Apa yang sebenarnya ia lakukan? Ia terlalu cemburu pada Floris sampai berprasangka buruk pada suaminya. Menyesal pun tak ada gunanya karena samar-samar dirinya mendengar suara mobil yang meninggalkan rumahnya.
Abel hanya bisa menangis menyesali sikap aneh yang tiba-tiba muncul pada dirinya yang membuat kemarahan suaminya. Cukup lama Abel menenangkan diri. Ia mencoba bangun dari depan pintu.
"Astaghfirullahaladzim ... " Perut Abel mendadak nyeri, lama - lama menjadi sakit. Ia berusaha berjalan sekuat tenaga sambil menahan rasa sakit di perutnya.
Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa perutku sakit begini.
Ia terus memegangi perutnya berjalan ke tepi ranjang. Abel juga terkejut, melihat roknya yang penuh tetesan darah.
Abel memang telat menstruasi bulan ini tapi ini sakit perut bukan seperti menstruasi. Ia meraih ponselnya mencari kontak suaminya dan menghubunginya. Abel terus menelpon suaminya tapi tidak ada jawaban. Abel tak kuat rasanya menahan sakit di perutnya. Ia mengirim pesan saja dengan harapan akan dibaca oleh suaminya.
Karena tak tahan dengan rasa sakitnya yang semakin melilit. Abe berusahal berjalan keluar mencari asisten rumah tangganya.
"Bi Ningsih!" teriak Abel. Abel memanggil nama ART nya berkali-kali tapi tidak ada sahutan.
Rasanya Abel sudah tidak kuat lagi melangkah pandangannya menjadi kabur dan lama-lama menjadi gelap.
.
.
.
.
.
.
.
Next.....
😳😳😳😳😳 Abel what happen?
Jangan lupa tinggalkan like komen dan VOTE ya Dear 😘😆😆
rupanya ngayal, sampe suudzon 🙋duluan
"kau, aku dan kenangan kita" dan "sebening kasih"
kesel deh gue ..😠
mnding sm tipe cowo yg dingin,Krn biasanya cowo yg dingin pasti bakalan lgsg marah klo d deketin cewe selain istrinya