Axillia Pramitha, seorang gadis cantik berusia 23 tahun yang berprofesi sebagai seorang sekretaris di sebuah perusahaan property terbesar di ibu kota. Sifatnya yang tenang nyaris tak tersentuh membuatnya dikenal sebagai sekretaris dingin. Sementara Skylar Wijaya, seorang CEO sekaligus boss besar Axillia, dikenal dengan sosok yang ramah, mudah bergaul, dan suka tebar pesona dengan parasnya yang sangat tampan, banyak wanita dari semua kalangan tergila gila kepadanya. Tak heran predikat playboy kelas kakap jatuh kepadanya. Namun bagi Skylar hanya satu wanita yang bisa menarik perhatiannya yang tak lain adalah sekretarisnya sendiri. Gimana kelanjutan kisahnya? Yuk kepoin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaeyunie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7
Waktu sudah menujukan pukul 4.30 yang artinya sudah saatnya untuk pulang. Axillia mengambil gawainya dan menghubungi adiknya.
"Kamu udah beres Rei?" tanyanya. Kebetulan Skylar baru keluar dari ruangannya. Dia mengerutkan keningnya bertanya siapa lagi Rei itu.
"Okay, kakak jalan sekarang sekalian kakak juga ada perlu sama kamu" ujar Axillia.
Skylar beroh ria, ternyata adiknya. Fikirannya sudah kemana mana, bisa gawat kalau nambah lagi saingan. Kunyuk satu bernama Devano juga belum disingkirkan, tambah berat lah tugasnya merebut sang pencuri hati.
"Eheemm.." Skylar berdehem sontak membuat Axillia menoleh kepadanya.
"Yaudah tunggu di sana aja. Waalaikumsalam" gadis itu mengakhiri panggilannya.
"Pak Sky, semua pekerjaan saya sudah selesai, saya pulang dulu" ujar Axillia dengan sopan.
"Ini sudah jam pulang, bisa tolong ganti panggilannya?" Tanya Skylar.
"Maksud bapak?" Axillia heran mendengar perkataan boss nya itu.
"Ya jangan panggil bapak, emang saya bapak kamu. Panggil mas atau kakak atau aa kamu kan asli Sunda, mau panggil sayang juga boleh banget" Goda Skylar.
Axillia sudah sangat bosan mendengar ucapan boss nya itu.
"Bapak gak bosen ngegombalin saya? Saya udah tunangan lho pak kalau bapak lupa" ujar Axillia.
"Orang nikah aja bisa cerai, apalagi baru tunangan, lagian sebelum ijab kabul di depan penghulu dianggap masih milik bersama, bener gak ndra?" tanya Skylar.
"Bener banget boss" ujar Revandra mendukung bossnya itu.
"Ya ya ya terserah bapak lah, saya mau pulang, duluan pak. Wassalamualaikum" ujar Axillia.
"Waalaikumsalam" jawab Skylar dan Revandra bersamaan sambil memperhatikan gadis itu yang masuk ke lift.
"Kok kita malah bengong kaya orang bego ya, bukannya mau pulang" ujar Revandra.
"Lah iya ya" keduanya pun lekas mengejar pintu lift yang Masih sedikit terbuka, namun sayang pintu lift yang Axillia pakai sudah tertutup dan lift pun sudah turun kebawah.
"Elu sih pake ikutan bengong jadi gue gak bisa bareng ayang" sewot Skylar.
"Lah gue ngikutin elu onta, kan lu boss nya" jawab Revandra.
"Wah kurang ajar lu sama boss sendiri, mau bonus lu gue tahan?"
"Ini udah diluar jam Kantor kalo lu lupa, kalo lu tahan bonus gue mah gampang tinggal laporan sama tuan dan Nyonya besar. Beres" jawab Revan dengan entengnya.
"Cepu lu" Skylar menendang betis sahabatnya tersebut.
"Ouch.. Sakit monyet, lu kira tukang gue dari Baja" ujar Revan sambil mengelus betisnya.
"Kita ikutin si ayang lah mumpung pulang cepet, sekalian gue mau kenalan sama adek calon adek ipar" ujar Skylar.
"Lu yang jatuh cinta gue yang repot. Ogah gue mau balik lu aja sendiri sana"
"Ya udah gak Jadi gue comblangin ma Arsyilla"
"Ih anjir lu ngancemnya gk lucu, ya udah lah ayo" jawab Revan.
"Ikhlas gak lu?"
"Halah gue gak iklas juga bakalan tetep lu ajakin" protes Revan
"Itu lu Tau. Hahahaha"
Sementara itu di lobby, Axillia kembali bertemu dengan Naomi dan Nathan.
"Hai, Makasih ya bajunya, nanti aku ganti baru aja ya" ujar Axillia tersenyum kepada mereka berdua.
"Eh mbak Axill, iya gak apa apa mbak santai aja gak usah diganti. Btw mbak cantik banget deh senyum barusan, saya baru liat" ujar Naomi tanpa filter. Nathan langsung memukul mulut sahabatnya itu.
"Congor lu ya gk bisa dikondisikan, mbak Axill mah cantik disegala kondisi" ujar pria kemayu tersebut. Axillia tertawa kecil melihat tingkah laku kedua sahabat tersebut.
"Ya udah duluan ya. Bye" ujar Axillia tersenyum.
"Okay mbak cantik, hati hati di jalan ya" ujar Nathan. Skylar dan Revandra menyaksikan interaksi tersebut dari kejauhan.
"Saingan baru bro" ujar Revan memprovokasi sahabatnya.
"Wah gak bisa dibiarin, samperin" ujar Skylar langsung berjalan menuju Nathan.
"Eheemm..." Skylar berdehem dengan kencang membuat Nathan dan Naomi kaget.
"Astagfirullohaldzim" ujar Nathan sedikit berteriak.
"Eh tuan maafkan saya, saya tidak tahu itu tuan" Nathan dan Naomi menunduk. Perasaan mereka was was dan takut.
"Ngapain kamu manggil Axillia mbak cantik, kamu suka sama dia?" Tanya Skylar sambil melihat Nathan dengan tajam.
Nathan dengan polosnya mengangguk sontak membuat Skylar melotot. Naomi hanya bisa pasrah melihat kebodohan sahabatnya tersebut.
"Maksud kamu, kamu naksir dia?" Tanya Skylar lagi.
"Bukan pak, maksudnya saya itu saya kagum sama mbak Axill tapi saya naksirnya mah sama pak Revan" Ucap Nathan. Skylar dan Revan sontak kaget mendengar ucapan Nathan. 'Mampus gue, ni kunyuk gk bisa nyaring omongan lagi' ucap Naomi dalam hati.
"Astagfirullohaldzim, ngeri gue sama bebegig ini. dah ayo cabut Sky, gak bener ini mah" ucap Revan.
"Hahahaha.. Gila fans lu udah lintas alam aja bro" Ucap Skylar.
"Ih pak Revan kok gitu sih?" ucap Nathan cemberut. Naomi langsung menginjak kaki Nathan yg membuat pria kemayu itu menjerit.
"Pak Sky sama pak Nathan tenang aja, dia masih dipersimpangan antara benar dan salah, belum fix jadi bebegig kok, saya udah janjian sama ustad Abbas, minggu ini mau di rukyah takutnya ketempelan demit" ujar Naomi panjang lebar. Skylar lagi lagi tidak bisa menahan tawanya. Kelakuan anak buahnya ternyata banyak yg gk masuk akal, sama kaya boss nya.
"Ya udah saya pulang dulu, oya saya mau nanya para pegawai pria di sini banyak yang naksir Axill gak?"
"Wah bapak gk tau ya, kan mereka punya grup wa fans nya mbak Axill" jawab Nathan.
"Wah gak bisa ini gak bisa dibiarin, masa keduluan anak buah gue" ujar Skylar.
"Tapi boss tenang aja, kita di sini dukung pak Skylar kok walaupun katanya mbak Axill udah tunangan, tetap semangat pak, bener gak Than?"
"Bener pak, tetep semangat" jawab Nathan.
Mendengar penuturan kedua karyawannya tersebut, Skylar langsung mengeluarkan beberapa lembar uang merah dari dompetnya.
"Nih buat biaya ngerukyah si Nathan, sisanya buat jajan, kalo ada info langsung kabarin" ucap Skylar. Melihat lembaran merah yang disodorkan Skylar membuat Naomi dan juga Nathan kaget bukan main, sekaligus senang. Tanpa ragu Nathan langsung mengambilnya.
"Siap pak boss, saya bakalan jadi Mata Mata buat pak boss" ucap Nathan.
"Bagus" ucap Nathan. Revan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kekonyolan sahabatnya tersebut. Ya begitulah , cinta dan bego kadang cuma beda tipis.
"Sore pak bos, wah jarang jarang nih pak boss sama mbak Axill pulangnya hampir barengan Gini, jangan jangan jodoh" ujar security bernama Anton. Skylar yang mendengarnya langsung memberikan uang 100rb kepada security tersebut, "Buat ngopi" ujar Skylar. Sontak saya itu membuat sang security senang.
"Alhamdulillah Makasih banyak pak boss, saya Doakan semoga cepet ke pelaminan sama mbak Axill. Aamiin"
Sudah menjadi rahasia umum lagi kalo boss tengil mereka sejatuh cinta itu sama sekretarisnya. Gak ada jaim jaim nya sebagai CEO, tapi jangan Salah walaupun Tengil, karismanya dan wibawanya masih tetap melakat kuat pada diri Skylar. Aura pemimpinya tidak bisa disembunyikan dibalik sifat tengilnya.
Note : Bebegig (orang orangan sawah)
jebloskan aja k penjara biar kapok tuch & tidak gangguan Sky & Axill lagii... 😡😡🤦♀️🤦🏻♀️🤦♀️