NovelToon NovelToon
Dikhianati Suami Dicintai Pangeran Dubai

Dikhianati Suami Dicintai Pangeran Dubai

Status: tamat
Genre:Janda / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / Miliarder Timur Tengah / CEO / Tamat
Popularitas:987.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rere ernie

Alena Prameswari percaya bahwa cinta bisa mengubah segalanya.

Tapi setelah tiga tahun menikah dengan Arga Mahendra, ia sadar bahwa kesetiaan tak akan berarti bila hanya satu pihak yang berjuang.

Saat pengkhianatan terbongkar, Alena memilih pergi. Ia menerima proyek desain di Dubai... tempat baru, awal baru.

Tanpa disangka pertemuan profesional dengan seorang pangeran muda, Fadil Al-Rashid, membuka lembaran hidup yang tak pernah ia bayangkan.

Fadil bukan hanya pria miliarder yang memujanya dengan segala kemewahan,
tetapi juga sosok yang menghargai luka-luka kecil yang dulu diabaikan.

Namun cinta baru tak selalu mudah.
Ada jarak budaya, gengsi, dan masa lalu yang belum benar-benar selesai. Tapi kali ini, Alena tak lari. Ia berdiri untuk dirinya sendiri... dan untuk cinta yang lebih sehat.

Akankah akhirnya Alena bisa bahagia?

Kisah ini adalah journey untuk wanita yang tersakiti...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 7.

Pagi di Dubai terasa hangat dengan cahaya keemasan yang menembus tirai jendela. Alena berdiri di depan cermin, merapikan kerudungnya yang berwarna cream lembut. Hari ini ia harus presentasi hasil desain pertamanya untuk proyek klien hotel baru.

Tangannya sedikit bergetar saat menata map presentasi. “Tenang, Alena. Kamu bisa,” gumamnya pada diri sendiri.

Sesampainya di kantor, ia langsung menuju ruang rapat. Semua anggota tim sudah berkumpul. Fadil duduk di ujung meja, menatap layar proyektor dengan ekspresi fokus. Alena menelan ludah, ia harus tampil profesional.

Presentasi berjalan lancar, sampai tiba-tiba di tengah slide keempat, layar besar di ruangan itu berubah menjadi... foto seekor kucing berwarna oranye dengan tulisan dalam huruf besar berwarna merah muda.

Good Morning, Handsome!

Suasana mendadak hening, semua kepala menoleh ke arah layar.

Dan Fadil menatap Alena dengan alis terangkat.

Alena membeku. “A-apa itu...?”

Ia buru-buru menekan tombol keyboard, wajahnya memerah sampai telinga. Rupanya file catatan pribadinya terbuka otomatis.

“Maaf! I-itu bukan untuk presentasi! Itu... file template lucu dari laptop lama saya!” suaranya terbata-bata, sedikit panik.

Beberapa rekan menahan tawa, sementara Fadil... tersenyum kecil.

“Jadi kamu suka menyapa kucing dengan sebutan... handsome?” tanyanya tenang tapi penuh nada godaan.

Alena menutup wajahnya. “Oh Tuhan...”

Setelah rapat selesai semua orang keluar sambil menahan tawa, meninggalkan Alena yang masih duduk dengan wajah merah seperti tomat.

Saat ia mengemasi barang, Fadil menghampirinya. “Tenang lah... Alena, tidak ada yang terluka karena foto kucing.“

Alena menatap Fadil dengan malu-malu. “Saya tidak tahu... kenapa file itu terbuka sendiri.”

Fadil mengangkat bahu. “Mungkin kucing itu hanya ingin memberi semangat pagi padamu. Bahkan, aku tidak keberatan dipanggil handsome... seperti kucing itu.”

Alena hampir tersedak udara. “Tuan—”

Fadil menahan tawa. “Santai, Alena. Aku hanya bercanda.”

Pria itu berjalan pergi dengan senyum samar, meninggalkan Alena yang ingin menenggelamkan diri ke bawah meja.

Namun malamnya saat ia pulang ke apartemen, Alena mendapati dirinya tersenyum sendiri setiap kali mengingat wajah Fadil yang tertawa.

Ada sesuatu di cara pria itu memandangnya, terasa hangat tapi tetap menjaga jarak. Ringan tapi membuat dada berdebar.

Ia belum siap menyebutnya perasaan, karena dia masih belum bisa membuka hatinya. Tapi ia tahu, sesuatu sedang berubah di dalam hatinya.

Dua minggu kemudian... Alena resmi menjadi bagian inti tim desain proyek The Oasis Resort, hotel mewah di tengah padang pasir.

Fadil menunjuknya langsung dalam rapat, membuat rekan-rekan kerja lain sempat terkejut.

“Dia punya ide yang segar,” kata Fadil tegas. “Kita butuh sesuatu yang berani tapi lembut, aku ingin gaya modern yang tetap menyimpan nafas tradisi Arab. Dan Alena... paham keseimbangannya.”

Hari-hari Alena pun berubah sibuk. Ia sering lembur, menggambar denah, memilih palet warna, bahkan turun langsung ke lokasi.

Sore hari saat sinar matahari mencium pasir dan langit mulai jingga, Fadil kadang datang membawa dua cup kopi.

“Minum dulu, Alena. Kamu terlalu serius, nanti kepalamu panas,” ujarnya ringan.

Alena menatap pria berhidung mancung itu, dan menahan senyum. “Tuan juga bekerja sampai larut, jadi tidak adil kalau hanya saya yang disuruh istirahat.”

Fadil tersenyum tipis. “Aku sudah terbiasa. Tapi kamu... kamu masih baru. Jangan lupa, hidup juga butuh waktu untuk bernapas.”

Kata-kata itu sederhana, tapi entah kenapa membuat dada Alena menghangat.

Sebulan bekerja, Alena mulai memperhatikan hal-hal kecil tentang Fadil. Cara pria itu menatap orang dengan fokus penuh, kebiasaan yang menulis catatan kecil di buku kulit hitam, dan kebiasaan menatap langit setiap kali selesai rapat.

Suatu malam di lokasi proyek, angin padang pasir bertiup pelan.

Alena berdiri di dekat teras, menatap bintang yang berhamburan di langit. “Indah banget...”

“Kau benar, sangat... indah.“ Jawab suara di belakangnya.

Alena menoleh.

Fadil berdiri di sana, dengan tangan di saku. Namun matanya bukan sedang menatap bintang di langit, melainkan wajah cantik Alena.

Alena tersenyum hangat. “Kadang aku lupa melihat ke atas, sibuk mengejar hal-hal di bumi... sampai lupa kalau ada langit yang lebih luas dari segalanya.”

Fadil hanya tersenyum memperhatikan wajah lembut wanita itu.

.

.

.

Hari itu panas terik, dan tim desain sedang meninjau lokasi. Beberapa pekerja tampak kebingungan dengan perhitungan layout taman.

Fadil berdiri di sisi lapangan, menatap peta sambil berdebat ringan dengan salah satu manajer proyek.

Alena yang melihat situasi itu, mendekat pelan. “Boleh saya bantu?” tanyanya sopan.

Sang manajer sempat menatapnya ragu. “Masalahnya, arah pancaran cahaya matahari tidak cocok dengan posisi kolam refleksi. Harusnya—”

“Harusnya rotasi 15 derajat ke timur laut,” potong Alena cepat. “Kalau tidak, pantulan sinarnya akan menyilaukan di sore hari.”

Semua mata menoleh pada Alena. Fadil menatap wanita itu, lalu meminta pengukuran ulang. Setelah dicek, hasilnya tepat seperti yang Alena katakan.

Manajer proyek tersenyum kaku. “Ternyata benar.”

Fadil menatap Alena lama, lalu berkata pelan. “Kamu lihat dari mana?”

Alena mengangkat bahu kecil. “Saya terbiasa memperhatikan cahaya...”

Sejak hari itu, pandangan Fadil terhadap Alena berubah. Ia tidak lagi melihat Alena sekadar staf baru, tapi seseorang yang berani dan penuh naluri profesional.

Malamnya saat semua orang sudah pulang, Fadil masih duduk di ruangannya menatap sketsa rancangan.

Ia teringat wajah Alena yang penuh percaya diri di tengah panas terik, rambutnya tergerai sedikit dari kerudung karena angin.

Ada ketenangan yang sulit dijelaskan. Dan setelah bertahun-tahun hidup dalam ritme kerja tanpa jeda, Fadil tersenyum tanpa alasan.

Malam itu... hujan turun di Dubai, itu jarang sekali. Alena duduk di dekat jendela apartemennya, menatap rintik yang menempel di kaca.

Beberapa menit kemudian, ponselnya bergetar.

Fadil : [Hujan di Dubai jarang turun... jangan lupa tutup jendela, kamu bisa sakit.]

Alena menatap pesan itu lama, lalu tersenyum kecil.

Mungkin hujan memang turun bukan untuk mengingatkan masa lalu, tapi untuk membersihkan sisa-sisa luka yang tertinggal.

Dan malam itu... di bawah hujan Dubai yang lembut, Alena tertidur dengan hati yang sedikit lebih tenang dari sebelumnya.

Namun... masa lalu datang kembali, mencoba mendobrak kedamaian Alena.

*

*

Alena.

Pangeran Fadil Al-Rashid.

___

——

Arga

NADINE.

1
Sandisalbiah
mereka hanya di karunia masing² satu anak saja?...
Sandisalbiah
manusia yg terlalu berambisi, menyangka bisa menggenggam semuanya tp justru tdk dapat memiliki apapun.. Layla terlalu percaya diri hingga menyepelekan lainya dan masih belum sadar kalau dia sudah kehilangan segalanya krn arogansinya...
Sandisalbiah
jika Fadil naik jd kandidat putra mahkota jelas Alena akan tersingkir... krn dewan istana pasti akan menolaknya
Elwin Hanner
aku juga kalau suami kaya gitu dah tinggalin aja biar tau rasa
Sandisalbiah
kau itu terlalu sombong akan dirimu sendiri Nadine.. krn dulu kau mampu mengalihkan dunia Arga SESAAT, kau jd merasa jumawah akan selalu bisa mengalahkan Alana.. jgn lupa kau hanya mengalihkan perhatian Arga tp tetap kau tdk pernah jd seseorang yg dia pilih yg artinya.. kau tdk begitu penting dan tdk juga berharga..
Sandisalbiah
Nadine dan layla bila di gabungkan bakal jd duet maut ini... para perempuan dgn obsesi tinggi dan bonus sgn sifat iri dengki.. lengkap sudah peran antagonis yg mematikan
Sandisalbiah
inilah yg sedari awal di khawatirkan dr hubungan mereka berdua... di tentang oleh pihak istana, setatus sosial yg berbeda dan parahnya munculnya seseorang dgn obsesi dan ambisi gilanya dan nanti ujungnya keselamatan dan hati Alana yg bakal jd taruhannya..
Sandisalbiah
perempuan kalau udah terobsesi bakal menghalalkan segala cara buat dapetin apa yg dia mau...
Sandisalbiah
Fadil tipe pria yg lembut dan tdk menggebu, justru itu nilai lebihnya perhatian tulus tp tdk memaksa terkesan seperti malu malu tapi pasti dan perempuan dgn perasa yg lembut sangat faham dan nyaman dgn sinyal seperti ini.. TETAPI.. apakah akhirnya akan bahagia..?
Sandisalbiah
lumrahnya perempuan mendapat perhatian lebih pasti hatinya akan tercetak tp.. Fadil itu beneran jauh dr jangkauan, statusnya sebagai Pangeran dan setatus Alana yg rajel.. bakal ada luka baru nantinya diantara keduanya, bahkan dulu tunangan Fadil juga di celakai keluarganya kan... ini bakal mengancam keselamatan Alana juga kan.. harusnya Fadil tau resiko itu
Sandisalbiah
takutnya Alena akan terluka lagi dan mu GKIN makin dalam.. Fadil sosok yg sulit buat di gapai..
Siti Saodah
kalo saudara sepupu itu memang boleh nikah,,apalagi di timur tengah itu kebanyakan menikah sama sepupu nya,,itu gak lumrah di sana
Siti Saodah
kok Amina gak kaya ibu nya yang bar bar dan pemberani
Siti Saodah
pada akhir nya putri Layla tidak akan mendapatkan siapa pun karena ke egoisan nya sendiri,,akhir nya dia hanya gigit jari
Siti Saodah
🤣🤣🤣 saya malah ngakak duluan thor baca komenan nya teh Maya 🙏
Siti Saodah
sama sama membenci Alena tanpa alasan yang jelas,,dua manusia yang tak punya akhlak
Siti Saodah
dasar Mak lampir,,dari niat nya aja bukan mau kerja tapi pingin menyingkirkan Alena,,pelakor gak tau diri
Siti Saodah
harus nya gugat cerai dulu
Siti Saodah
katanya kalo pagi nya gitu lagi mau cari tau tapi kenyataan nya diam aja
Lesmana
wow ternyt itu motif nya toh😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!