NovelToon NovelToon
OBSESI CINTA PERTAMA

OBSESI CINTA PERTAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Kriminal dan Bidadari / Idola sekolah
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Andara prina Larasati

"I think I'm addicted to your body"-Jeffranz Altair-


Sherra menyesali keputusannya malam itu. Malam dimana ia menyerahkan tubuhnya pada cinta pertamanya---Jeffranz Altair si Perisai PASBARA yang terkenal dingin dan kasar.

Sherra menyesal. Karena setelah hari itu sikap Jeff berubah. Yang awalnya benci menjadi terobsesi.

Jeff menghancurkan masa depan Sherra dengan mengurung gadis itu dalam hubungan rahasia.

Sherra terpaksa menjadi selingkuhan.
Diperlakukan layaknya binatang.
Hingga dianggap wanita murahan.

Hidupnya hancur berantakan. Namun Jeff sama sekali tak peduli.

Karena bagi Jeff apa yang ia lakukan pada Sherra, adalah hukuman karena gadis itu berani mengusiknya.







-----

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andara prina Larasati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. One Changes

...TOXICSERIES...

Hari hari disekolah berjalan seperti biasanya. Dengan pemandangan kantin yang berisik dari seorang gadis yang dengan gigih memperjuangkan perasaannya. Tak lupa tatapan para murid yang mulai bosan ah----ralat muak dengan suasana ini.

"JEFFRANZZZ!!"

Panggil gadis itu ceria begitu sampai kantin. Bahkan Sherra ikut mendudukkan dirinya di samping Jeff yang tengah sibuk dengan sarapan nasi gorengnya.

"Lagi apa Nichh?? "Jeff mendelik tak suka..

"Ehh Neng cantik. Lagi apa Nichh?" Ujar Bara merangkul bahu Sherra. Gadis itu melirik kearahnya sambil mengangkat kotak bekalnya.

"Biasa rutinitas"Jawabnya. "Sekalian latihan buat jadi istri idaman"

"Acieeee"

"Bisa aje nihh"

"Icikiwirrr~"

Sherra terkekeh saat para anggota Pasbara lain menyorakinya. kebetulan Kantin juga sedang ramai siang ini. Gadis itu pun menoleh pada Jeff yang sibuk mengabaikannya. Lalu menjauhkan piring nasi goreng itu darinya.

"Ck lo apaan sih? "tukas Jeff. Sherra tersenyum kecil sambil meletakkan kotak bekalnya di meja.

"Jeff kalo aku tanya mau. Kamu harus jawab iya ya" Jeff mengernyit kemudian menyeruput es teh manisnya.

"Apaan sih? Gak jelas! "Sherra terkekeh. Kemudian memulai aksinya.

"Jeff Mau gak?"

"Gak"

"Ikh kan tadi aku udah briefing kalo aku tanya mau jawabnya iya! Gimana sih?" Rengeknya. Jeff mau tak mau pasrah. memutar bola matanya lelah.

"Iya iya Terserah lo!" Sherra tersenyum penih arti.

"Jeff Mau ga?"

"Iya"

"Jadi ayah untuk anak anakku kelak"

"UHUYYY~"

"SUDAH KUDUGONG!! "

"BANGSATT MALAH GUE YANG SALTING!!"

Sorakan sorakan kembali terdengar. Memang bukan hal asing di Smabara jika Sherra merupakan tukang gombal handal. Bahkan setiap paginya mereka akan disuguhkan hal seperti ini secara gratis!

"Lah kok cuman si Jeff doang yang di tawarin?" Protes Jojo. Sherra terkekeh.

"Lah emangnya lo mau?"Jojo menggaruk tengkuknya malu.

"Ya Mau lah"

"Jadi babu gue?"

"AHAHAHAHAHA"

"KATA GUE LO MUNDUR JO!"

"BABU? MANA BABU HUAHAHAHA"

Sherra tertawa melihat respon Jojo yang memberenggut. Gadis tertawa tanpa dosa.

"Jahat lo Sher"

"Lah salah gue dimana?"

Jojo mendengus lalu melirik Jeff yang masih datar datar saja. Bahkan lelaki itu malah semakin sibuk dengan ponselnya.

"Yaampun By. Kamu lagi liatin apa sih? Serius amat"Sahut Sherra. Jeff menoleh lalu mematikan ponselnya saat Sherra menyandarkan kepalanya pada pundaknya.

"Udah?"Tanya Jeff.

"Udah ngapain?"

"Ganggu gue" Lanjut Jeff. Sherra bangkit kemudian menggeleng tanpa melepaskan pelukannya.

"Belum dong" Jawabnya kalem.

"Aku gaakan berhenti ganggu kamu sebelum kamu jadi pacar aku"

Jeff mendelik menggerakkan tangannya agar terlepas dari Jeratan Sherra.

"Dalam mimpi lo!" Cetusnya kemudian bangkit dari duduknya.

"Ehh kok pergi sih?! "Kata Sherra tak terima. Apalagi saat melihat kotak bekalnya tak di sentuh sama sekali.

"Ck. Bisa gausah pegang pegang?!"Sentak Jeff saat Sherra berusaha meraih tangannya.

"Risih tau gak?!" Sherra terdiam. Murid murid disana langsung tak bersuara namun masih mengarahkan tatapannya pada keduanya.

"M-maaf"

"Bisa gak sih sehari lo gak nempel nempel ke gue kaya cewe ganjen?!"

Sherra terhenyak sedangkan temen temen Jeff yang lain langsung memelototkan matanya. Bahkan Mona yang duduk di sebrang meja anak Pasbara pun memandang Jeff nyalang.

"M-maaf... Aku cuman pingin deket sama kamu"

Jeff mengusap wajahnya kasar. Hampir 2 tahun ia bersabar dengan tingkah Annoying gadis di depannya ini.

"Lo pikir dengan lo nempel nempel ke gue. Gue bakal cepet suka sama lo?"Lelaki itu menggeleng.

"Yang ada gue semakin jijik sama Lo!"Sherra menunduk.

"Sadar gak sih? Tingkah lo itu kaya cewe murah?"

Mona bangkit dari duduknya. Lalu menujuk kearah Jeff tajam.

"Jaga mulut Lo Jeffranz!"Peringatnya. Jeff metentangkan tangannya tak terima.

"Yang gue omongin bener kok. Temen lo kaya cewe murahan!"

"Ngejar ngejar gue seolah gaada cowo yang mau sama dia! Gue ngasih tau ini biar dia sadar kalo kelakuannya itu sama aja merendahkan dirinya sendiri"Mona menggeleng. Sherra menghembuskan nafasnya pelan. Ia bukanlah gadis yang mudah menangis hanya karena ucapan laki laki.

Gadis itu menatap kearah Jeff teduh

"Tapi Jeff. Mengejar bukan berarti murahan!"Tandasnya.

Murid murid lain di kantin langsung tersenyum. Sherra memanglah bukan gadis lemah yang mudah di kalahkan.

"Ini tuh namanya perjuangan! Perjuangan aku untuk dapetin hati Kamu. Biar kamu nembak aku terus kita pacaran!"Jeff memutar bola matanya malas.

"Lagian ya harusnya kamu bersyukur bisa dikejar sama cewe secantik aku! Diluar sana bahkan banyak cowo yang ngantri jadi pacar aku!" Katanya sambil menunjuk kesemembarang arah.

"Kamu itu hoki loh gausah ngantri kaya mereka. Malah aku samperin sendiri! " Katanya bangga. Jeff mendelik.

"Hoki? Yang ada sial gue dikejar sama Lo!"Sentaknya.

"Kok sial? Emang aku ngapain?"

"Lo selalu ganggu gue! Ganggu ketenangan hidup gue! "

"Ya bagus dong! Itu artinya hidup kamu lebih berwarna dan heboh semenjak kedatangan aku!" Jeff mengacak acak rambutnya kuat.

"Bukannya Berwarna. Yang ada hidup gue tambah suram gara gara Lo! "Bentaknya. Bibir Sherra mengerucut.

"Tadi pembawa sial sekarang suram. Dikira aku Ratu ilmu hitam apa?!"

Bara hampir menyemburkan minumannya. Sedangkan Orion, anak pasbara lain menahan tawanya. Bahkan Mona yang tadinya emosi langsung menepuk dahinya tak mengerti dengan tingkah Sherra.

"Ck Lo itu emang Ratu ilmu hitam! Ratu kejahatan, Ratu paling annoying dan Ratu-"

"Di hatimu kan? "

"OUWWWW~~"

Sorakan dan tepuk tangan terdengar lagi. Bahkan lebih heboh membuat Dada Jeff panas seketika. Lelaki itu mengelus dadanya sabar kemudian menatap kearah wajah tak berdosa Sherra dingin

"Stop being annoying, Sherra" Desisnya. Sherra menggeleng.

"No!"Lantangnya. Tatapan madu keduanya bertemu.

"Aku gaakan berhenti ganggu kamu. Kecuali kita pacaran"

Jeff mengacak acak rambutnya frustasi. Gadis bawel di depannya benar benar menguras kesabaran! Ia memandang Sherra nyalang namun gadis itu juatru membalasnya dengan binar kepolosan.

"Lo bener bener mau jadi cewe gue?" Sherra mengangguk dengan semangat.

"Iya! Aku mau jadi pacar kamu! Please Kasih tau aku gimana caranya... Kalaupun ada syaratnya aku bakal terima asal bisa jadi pacar kamu" pintanya penuh pemaksaan. Bahkan Sherra sampai menangkupkan kedua tangannya memohon. Jeff menyeringai.

Lelaki itu kemudian merogoh sakunya lalu menyerangkan sebuah kartu berwarna biru keabu abuan pada Sherra.

"Gue tunggu malam ini di apartemen gue" Sherra menerima kartu itu dengan perasaan bahagia. Ia menatap Jeff penuh binar.

"Kalau lo mau jadi cewe gue. Datang kesana jam 9 malam! Jangan lupa Pake baju bagus biar gak keliatan kaya gembel!"Sherra melonjat kegirangan

"Aku pasti dateng!" Katanya senang. Jeff tertawa sinis sebelum akhirnya berjalan keluar dari kantin. Menuju kelas.

Mona yang merasa ada yang tak beres dari rekan satu gengnya itu langsung melirik kearah teman teman cowonya yang menatap Jeff dan Sherra penuh arti.

"Sebenernya apa yang kalian rencanakan?" desis Mona oada Jojo dan Orion yang terlihat tersenyum senang.

"Lo akan tau nanti"

Namun bukan Mona namanya jika tidak mengikuti kata hati. Firasatnya mengatakan Sherra dalam bahaya.

...TOXICSERIES...

Jika pada dasarnya tulus. Yang salah akan terlihat benar.

Layaknya lalat, yang tak bisa membedakan mana sampah dan mana harum bunga. Manusia pun demikian. Orang yang sedari kecil hidup dalam kebahagiaan akan sulit mengenali kejahatan barang sedikit pun.

Mereka selalu berpikir jika dunia ini perihal surga dan manusia baik di dalamnya. Padahal dunia adalah manisfesi neraka yang dikemas sebagai surga.

Yang terlihat indah namun nyatanya mampu menjerumuskan manusia.

Sherra adalah satu dari ribuan pemilik hati bersih itu. Tak pernah memandang letak kesalahan manusia hingga tak bisa mengenali tanda seseorang menginnginkan apa yang ada dalam dorinya.

Sherra tak memiliki control diri. Itulah mengapa dari kecil gadis itu selalu berada di belakang Kai si perisai utama. Hingga dua tahun kemudian Sherra menggantungkan hidupnya pada Mona. Gadis jeger yang tak naif akan dunia.

Seringkali Mona menyentak hingga memberinya teguran keras saat Sherra dengan mudah oversharing pada siapapun yang ditemuinya.

Terkadang Mona sangat cerewet pada Sherra yang terlalu agresif mengejar apa yang ia inginkan

Dan tak jarang Mona selalu over proteksi pada Sherra yang sulit mengendalikan dorinya di tempat tempat baru.

Bukan tanpa alasan.

Hanya saja Mona sadar.

Jati diri Sherra masihlah muda dan anak anak. Yang mudah rapuh dan runtuh walau usianya beranjak dewasa.

"Mon menurut kamu bagus yang mana? Yang ini apa yang ini?" Sherra menunjukkan dua dress kepunyaan ibunya yang sengaja gadis itu pinjam untuk bertemu dengan Jeff malam ini.

"Dua duanya bagus" balas Mona melirik kearah Sherra sekilas lalu kembali fokus pada ponselnya.

"Ih pilihin yang bener" Rengek Sherra. Mona bangkit dari kasur seraya berdecak pelan.

"Lo beneran mau pergi? Emang udah ijin ke Mama Dinda?" Mona sudah sedari tadi ingin melempar pertanyaan ini. Sherra terlihat menoleh kearahnya lalu seperkian detik kemudian tersenyum memperlihatkan gigi giginya.

"Belum hehe" balasnya menggeleng.

"Soalnya kalau gue bilang mau pergi kerumah cowo Mama pasti gak ijinin. Nah karena itu, Mon lo mau kan bantu gue?" Mona menatap Sherra penuh selidik. Kemudian melipat kedua tangannya diatas dada.

"Jangan bilang lo-"tunjuk Mona curiga.

"Bener, gue bilang ke nyokap gue kalau gue mau pergi nginep sama lo" Wajah Mona berubah datar.

"Nginep?"

"Iya, ck lo tau sendiri kan gue harus dateng ke Jeff itu

Itu jam 9 malem. Gila gatau baliknya jam berapa. Nah daripada nanti rempong kan kalo gue balik tengah malem mending gue nginep di rumah lo aja. Jadi pas nanti gue pulang dari Jeff gue langsung ke Kos lo deh" Jelas Sherra panjang lebar. Mona tertawa sumbang seraya menggelengkan kepalanya tak mengerti dengan jalan pikiran Sherra yang memilih untuk membohongi ibunya demi menghampiri sang pujaan hati.

"Sher lo yakin mau kesana?"

"Yakin lah! Emang apa yang harus gue takutin?" Mona mengusap wajahnya kasar.

"Lagian Jeff pasti udah bikin kejutan buat gue. Sayang banget kan kalau gue gak dateng?" Ujar Sherra penuh dengan ekspetasi. Mona hanya diam seraya memandang Sherra sebentar. Entahlah ia merasa ada yang aneh dalam dirinya seolah mengatakan jika Sherra tidak akam baik baik saja.

"Bisa jadi prank kan? Dia cuman mau ngerjain lo doang"

"Ah gak mungkin. Jeff bukan cowo iseng"

"Ya Tap-"

"Shtt Mon please mending lo bantuin gue pilih baju sekalian dandan. Udah hampir jam 7 kalau kita kebanyakan ngobrol gue bisa telat" mendengar hal iu mau tak mau Mona bungkam seraya menghela nafas pasrah.

Mungkin hanya perasaan saja. Ia sepetinya terlalu paranoid mengingat Sherra tak pernah seperti ini sebelumnya.

Maklum saja, dua tahun dekat dengan Sherra membuat Mona merasa seperti ibu untuk anak polos itu.

...TOXICSERIES...

Jeff membenarkan letak vas bunga berwarna putihnya. Menyembunyikan letak ponsel dan kamera yang sudah ia persiapkan. Tak lupa lelaki itu juga menyalakan fitur live streaming khusus untuk close friend pengikut instagramnya. Yang diantaranya adalah para anggota Pasbara yang ikut dalam truth or dare beberapa malam lalu.

Sudut bibir itu membentuk senyuman ah lebih tepatnya seringaian.

"Liat aja. Gue bukan pengecut"

Ya, Jeff akan membuktikan pada mereka jika ia adalah lelaki Gentle! Yang pantang mengingkari janji.

...TOXICSERIES...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!