NovelToon NovelToon
The Mafia Is My Hubby

The Mafia Is My Hubby

Status: tamat
Genre:Contest / Cintamanis / Mafia / Cintapertama / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:742.6k
Nilai: 4.3
Nama Author: flowr

Siapa yang menyangka jika seorang yang murah senyum adalah mafia.
dan siapa juga yang akan menyangka jika istri dari sang mafia itu hanyalah wanita yang polos juga lugu.

namun wanita yang polos dan lugu itulah yang dapat menggetarkan hati sang mafia. memuat sang raja mafia itu begitu kehilangan ketika istrinya menghilang dan baru di ketemukan setahun silam.

namun entah bagaimana istrinya yang telah hilang hilang setahun silam kini muncul menjadi istri dari salah satu rekan bisnis sang mafia yang berasal dari china.

di ketahui jika istrinya itu ternyata hilang ingatan dan di temukan oleh wisatawan dari china.

namun siapa yang menyangka jika wisatawan yang menemukan istrinya itu benar- benar keluarga asli dari sang istri.

dan setelah sang mafia mengakui perasaannya pada sang istri entah bagaimana jika sang mafia menemukan berbagai macam rahasia dari istrinya itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flowr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7 hari- hari bersama 3

Tepat saat Henzie menyelesaikan masak untuk makan malam Gin pulang dari kantornya dan menuju meja makan.

“ kau sudah pulang?” sapa Henzie.

“ mandilah dulu baru makan.” lanjut Henzie, namun tidak ada jawaban dari Gin yang langsung menyampirkan jas dan dasinya ke sandaran kursinya. Dan menyinsing lengannya. Menyendokkan nasi ke mangkuknya dan mengambil lauk untuknya sendiri.

Lagi- lagi Henzie hanya mengambil nafas berat dan memilih ikut makan dalam diam.

“ kenapa tanganmu? Allergic?” tanya Gin melihat Henzie yang terus menggaruk tangannya.

“ e..ehm.” Henzie terkejut saat mendengar Gin berbicara padanya.

“ makanan?” heran Gin.

“ bu.., bukan aku hanya.., tak kuat dinginnya AC.” ungkap Henzie. Gin hanya menatap Henzie sejenak sebelum akhirnya bersuara kembali.

“ Computer, naikkan suhunya.” ucap Gin sambil menengadahkan kepalanya. Tampak tiba- tiba suhu udara di Mansion ini sedikit lebih hangat meski masih terasa sejuk di kulit.

‘ jadi Mansion ini juga otomatis?’ batin Henzie berdecak kagum. Kalau begitu buat apa tadi ia susah- susah mencari remote jika hanya dengan suara bisa merubah suhu ruangannya? Sia- sia.

“ te…, terimakasih.” ungkap henzie terbata.

“ tidak perlu, aku hanya tak ingin kau merepotkanku jika tiba- tiba kau sakit.” ungkap Gin masih terus menyendokkan nasinya ke mulutnya.

Acara makan selesai, seperti yang terjadi saat sarapan, Gin langsung berlalu begitu saja dan kini ia langsung kekamarnya tanpa berkata sepatah apapun lagi. Henzie bingung harus melakukan apa. Nonton Tv? Apa yang bisa di tonton di TV, ya? Berita selebritis? Ia bukan tipe orang yang suka menonton infoteiment, buat apa menonton berita para selebritis jika mereka saja tak pernah mempedulikan kita ada atau tidak. Nonton Drakor? Henzie bukan tipe yang romantis. Nonton horor? Suka sie, tapi kalo sendiri….,cartoon? Hem yang ada nanti Gin akan menganggap Henzie anak kecil. Action? Hum…, okelah.

Akhirnya keputusan berakhir pada action. Beruntung film sedang menampilkan kungfu china, kesukaan Henzie- apa lagi jika di selingi comedy. Baru mau tertawa riang, sosok Gin melewati Henzie begitu saja.

“ mau kemana?” tanya Henzie.

“ bukan urusanmu.” ucap Gin dingin lalu meninggalkan Henzie lagi.

Henzie ingin mengikuti Gin, sayangnya ia tak memiliki kendaraan. Tampak Gin yang telah berganti baju masih dengan setelan jas namun dengan baju yang lebih santai bukan lagi kemeja kerjanya namun kaos putih.

‘ mungkin besok aku akan meminjam mobil pada Riu. Atau aku meminta langsung pada Gin? Ya, jika ia mau bicara padaku.’ batin Henzie memilih melanjutkan menonton TV.

----0o0----

 

 

Henzie melirik pada jam dinding kamarnya, jam menunjukkan pukul 2 pagi saat Henzie mendengar suara mobil. Di lihatnya sekilas dari balik pintu kamarnya Gin telah pulang. Entah berapa banyaknya minuman yang telah ia teguk, hingga bau alcohol menyeruak sampai kamar Henzie ketika Gin lewat kekamarnya.

‘ dia mabuk? Kenapa untuk minum saja harus pergi keluar? Bahkan di rumah ini memiliki bar mini didalamnya.’ batin Henzie. Sampai terlihat ada bekas kissmark bertebaran di leher Gin.

Hati Henzie tersakiti lagi dan lagi. Ia memilih menutup pintu kamarnya pelan dan terduduk di balik pintunya. Ia ingin menangis namun ia sadar ia tak memiliki hak apapun untuk bersedih. Ia memang seorang istri dari Gin. Namun kenyataanya mereka menikah bukan berdasar cinta namun berdasar perjodohan semata. Ia berdiri dan menuju kasur nya menutupi tubuhnya dengan selimut dan meringkuk bagaikan bayi. Menangis dalam diam, satu- satunya cara agar hatinya tak terlalu sakit adalah tak terlalu mencintai Gin dalam- dalam. Setidaknya itu akan mengurangi rasa sakit yang dirasakannya saat ini.

1
Christina Panggabean
Lumayan
Sya'wanah
awas lho Zen entar Cherry d sembunyiin papa,d saat km sudah terluka akibat ula busuk dr lexia.
hati2 Zen....
Sya'wanah
kereeen abizzzz
like n semangat 1 vote just for u
Tri wahyuningsih
kenapa lama sekali tidak up?
Asri Angsela Melivina Potabuga
koq bukan interaksi tp byk pnjlsan
Rahayaan Nadila Firda Fakoubun
😨😨😨
Rahayaan Nadila Firda Fakoubun
gila sih tuh claudia
Alriani Hespiapi
lanjut
Alriani Hespiapi
saya mampir thor
Kartini💗💞
Beg* lu bang Luc,,coba tu liat muka ank2x Gaby pasti ngrsa nantix😜
zee
si gin juga ko bodoh banget, masa mafia bisa kejebak sama uler keket
Tri wahyuningsih
kok gak tebit-terbit ne novel
Baso Abil
lanjut
Baso Abil
up
Baso Abil
lanjut
Baso Abil
kasih tau sen
Baso Abil
lanjut
Baso Abil
up
Baso Abil
suka
Baso Abil
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!