TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI (Pernikahan dadakan season 2).
Menceritakan tentang kisah asmara dan lika liku kehidupan ketiga anak dari pasangan Farhana Indrayani dan David Prasetyo.
Karena penolakan yang dilakukan oleh ayah dari gadis pujaannya, Akbar yang notabenenya adalah seorang tuan muda rela menjadi santri salah satu pesantren di sebuah kampung. Untungnya ada tuan muda lain yang juga ikut nyantri karena syarat dari calon mertuanya.
Nirmala, anak bungsu dari pasangan Hana dan David bertemu dengan seorang anak pemuda karena membantunya melawan dari pengeroyokan yang tak seimbang. Ternyata pemuda tersebut adalah anak kyai yang menjadi tempat pesantrennya melakukan observasi tugas dari kampusnya.
Siapakah jodoh dari ketiga putra putri Prasetyo ini? Temukan jawabannya di novel ini.
Keseruan kisah mereka bertiga akan ada disini. Foto atau gambar diambil dari google. Hak cipta tetap pada pemilik foto, bukan pada author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zainuri I, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MOTO GP - 2
TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI – 5
Race telah dimulai. Bendera telah dikibarkan. Semua orang tengah fokus menonton jalannya race. Saat tikungan kedua, terjadi crash antara Johann Zarco dan Andrea Dovisioso.
“Yaaah, jatuh” semua orang berseru.
Denis mengangkat tangannya menutup kepala. Ada kekecewaan di wajahnya.
“Tuh, lihat replay nya” kata David dan semua langsung fokus.
“Sialan Zarco. Gara-gara dia, Dovi jatuh” kesal Denis.
“Bukan kali Om. Zarco itu juga korban. Noh, awalnya yang gak seimbang itu Petrucci. Tapi dia beruntung bisa menyeimbangkan lagi. Lah Zarco gak seberuntung dia setelah kena senggol sedikit. Penglihatanku sih” terang Mala.
“Om sudah pasti kalah. Jangan lupa buat jadi pelayan selama seminggu. Tenang saja, di gudang, masih banyak stok seragam kok” ledek Mila yang belum tentu menang juga.
“Meskipun jagoannya telah tumbang, Denis tetap mengikuti permainan. Ternyata race kali ini benar-benar seru. Jagoan Mila dan Mala semakin merangkak maju. Begitu pula dengan Quartararo yang berhasil menyalip Morbedelli dan melesat maju. Kini keseruan ada di battle 2nd, antara Rossi dan Morbedelli. Di belakangnya, juga tak kalah seru. Empat pembalap merebutkan posisi empat untuk sementara.
“Ya...ya...ya... looooos” teriak Hana dan David setelah Rossi berhasil menyalip Morbedelli. Motor yang dikendarainya oleng. Untung saja dia tidak jatuh.
“Yaaah” kecewa Lana dan dua teman lainnya. Mereka menjagokan Morbedelli ternyata.
“Mala dan Mila sama-sama diam. Pasalnya, posisi jagoan mereka masih jauh dari podium.
Sementara, suasana hening sampai akhirnya terdengar nada kecewa ketika ada rider yang jatuh, meskipun itu bukan jagoannya. Race terus berjalan hingga kekecewaan terdengar jelas dari mereka saat Valentino Rossi terjatuh. Padahal, posisi Rossi saat ini adalah runner-up.
“Yaaaaah” teriakan mereka.
“Gagal deh podium 200” sesal Hana penuh kecewa.
“Sabar bun, masih ada lain waktu. Gak bisa musim ini, bisa musim depan. Terlebih kalau bisa podium di Indonesia” hibur David yang sama-sama kecewa.
“Yes. Aku sudah punya teman kerja” girang Denis dengan senyum mengembang.
“Ah, sialan. Bunda sih, kenapa juga tadi harus iyain taruhan mereka?” kesal David yang mengetahui nasib selanjutnya.
“Sudah yah, jalani aja napa? Gak usah protes. Jangan kantor terus yang didatangi. Restoran bunda juga perlu dijenguk” omel Hana dan hanya dijawab dengan tatapan memelas.
Mereka kembali fokus pada jalannya race malam ini. Sekarang, posisi Joan Mir dan Alex Rins adalah ketiga dan keempat. Alex Rins berhasil berada di belakang Mir setelah bertarung sengit dengan Jack Miler. Semua bersorak ketika Mir bisa menyalip Morbedelli lewat jalur dalam. Karena kondisi roda yang tidak memungkinkan, Morbedelli tidak bisa mengejar Mir dan bermain aman. Dia kembali pasrah saat Alex Rins merebut posisinya. Sorak-sorakan antara Mila dan Mala memekikkan telinga. Bagaimana tidak, jagoan mereka tampil sangat maksimal malam ini. Dengan start yang bisa dibilang jauh di belakang, mereka mampu meraih podium dua dan tiga setelah Quartararo.
“Ye ye ye, kita menang. Ye ye ye kita menang.” Teriak Mila dan Mala dengan joget-joget diikuti Akbar.
Tingkah konyol mereka diikuti oleh semua sekutunya ditambah dengan timnya Quartararo.
“Sudah ku bilangkan. Jagoanku pasti menang” kata Mala bangga.
“Eleh, timbang podium dua aja” ledek Denis yang kesal karena jagoannya harus tumbang di lap pertaman.
“Bilang aja sirik. Noh, baru juga dua belokan, sudah tumbang” ledek Mila yang jagonya berhasil podium tiga.
“Huh” dengus Denis.
Mereka kembali berjoget merayakan kemenangan.
“Yang tidak ikut berjoget, berarti kalian kalah. Mulai besok, kalian bekerja di cafe Setia selama satu minggu. Ingat! Jadi pelayan dengan seragam” tegas Mila yang memang sedari awal mempunyai kesepakatan dengan Denis.
“Jangan seminggu dong Dek. Kasihani ayah” David memohon pada Mila dan Mala.
“No ayah. Perjanjian tetaplah perjanjian” tegas Mala dan diangguki oleh Mila.
Dikeluarga itu, hanya Hana dan David yang kena hukuman, karena yang lainnya memperoleh kemenangan. Andi, Monik, kembar, Akbar, Rafa dan Falih, jagoannya berhasil podium. Dan naasnya, lebih dari separuh penonton yang mendapat hukuman menjadi pelayan.
“Ayah jangan khawatir. Ini masih musim bermasker, jadi, tidak perlu khawatir kalau ketahuan” kata Mila dengan senyum meledek.
“Bukan itu masalahnya dek. Kantor ayah gimana?” melas David, sebenarnya, dia hanya mencari alasan.
“Ayah kan bisa bagi waktu. Pagi sampai sore di kantor. Dan sore sampai malam di cafe. Cuma seminggu yah” terang Akbar membuat David tak berkutik.
“Betul itu. Karena banyak, jadi bisa di sif. Pekerjakan hanya koki. Untuk pelayan, boleh libur” kata Hana menengahi perdebatan.
“Kasihan kokinya lah bun. Yang lain libur, mereka gak” kata Falih.
“Iya mbak. Kasihan kokinya” dukung Monik pada anaknya.
Ya, M. Falih Indrayani Sanjaya, adalah anak dari Monik dan Andi. Anak-anak Monik memang memanggil Hana dan David dengan sebutan ayah dan bunda, seperti sepupu mereka. Hana dan David sendiri tidak mempermasalahkan panggilan itu. Kasih sayang mereka juga sama. Bahkan semua anak-anak dari best friend’s family memanggil mereka ayah dan bunda juga.
“Nanti kita ganti waktu liburnya. Bunda harus cari koki pengganti dulu. Kalau mendadak ya gak bisa sayang” jelas Hana pada anak dan adik iparnya.
*****
Ini adalah hari ke-empat mereka menjalani hukuman. Hana tentu saja tidak merasa dihukum, karena ini adalah cafenya. Dia bisa enjoy melaksanakan hukuman akibat taruhan MOTO GP. Sedangkan David, dia masih di kantor. Jadwal David selalu malam, karena dipundaknya bergantung ribuan karyawan yang mencari nafkah untuk keluarganya.
Mila dan Mala memutuskan mengunjungi cafe sepulang kuliah. Kali ini tanpa teman-temannya. Mala dan Mila memutuskan membantu di cafe. Mala memilih menjadi kasir karena merasa lelah. Sedangkan Mila, seperti biasa, dia memilih menjadi pramusaji.
Mila mengantar pesanan untuk meja sembilan. Setelah mengantar, dia hendak kembali untuk mengantar pesanan lainnya. Namun saat melewati meja no tujuh, tangannya ditarik hingga dia mendarat di pelukan seorang pemuda tampan.
“Hai Ay, kamu gak bilang kalau kerja disini?” tanya pemuda itu dengan senyum mengembang.
Mila mendongakkan wajahnya dengan kening mengerut. Pemuda itu membelai pipi Mila yang mematung karena kejadian yang tiba-tiba. Belum juga Mila sadar, pemuda itu telah memeluknya.
“Tolong saya. Berpura-puralah menjadi kekasihku” bisik Pemuda itu pada Mila.
“Dia siapa Ka?” tanya wanita yang ada dihadapan Mila. Pandangan kecewa dapat Mila lihat dimatanya.
“Ayo Ay, kenalkan dirimu” perintah Raka dengan senyum mengembang.
“Hai mbak, kenalkan aku Mila. Kekasihnya” kata Mila sengaja tidak menyebut nama Raka, karena dia memang belum tahu siapa nama pemuda itu.
O, jadi Mila namanya. Nama yang cantik seperti orangnya ~ Raka.
“Gak mungkin kamu melupakan aku begitu cepat Raka” kata wanita itu dengan menggelengkan kepala tak percaya.
“Kenapa gak mungkin mbak? Buktinya sekarang kita menjalin asmara” jawab Mila memainkan peran dengan baik.
Raka tersenyum melihat Mila berperan seolah-olah dia adalah kekasih sungguhan.
“Hei anak kecil. Asal kamu tahu ya? Raka itu sangat mencintaiku. Jadi kamu jangan sombong” kata wanita itu dengan angkuh.
“Aku percaya, tapi kan itu dulu” jawab Mila masih santai.
“Cuma gadis pelayan aja belagu. Aku kasih tahu kamu ya bocah, aku ini Larasati. MANTAN TERINDAH RAKA” sumbar Laras dengan menekan kalimat terakhir.
“Pede sekali anda nona. Ingatlah kalimat saya baik-baik, karena saya tidak suka mengulang “ munculah sikap arogan Mila.
“Tidak ada yang namanya mantan terindah, karena yang terindah itu, tidak akan pernah jadi mantan” jawab Mila dengan penuh penekanan.
“Bee, aku kembali kerja, nanti kita bicara lagi. segera selesaikan urusanmu dengan mantan yang mengaku terindah itu. Aku gak mau hubungan kita direcoki dengan jutaan mantan kamu. Ingat ya bee. Aku pergi dulu” kata Mila lemah lembut dengan senyum sedikit dipaksakan. Raka menyadari setiap ucapan Mila yang dikatakan dengan menyimpan berjuta emosi yang siap meledak.
“Tenang saja Ay. Aku janji setelah ini, dia tidak akan mengganggu hubungan kita. Aku sendiri yang akan memastikannya” jawab Raka dengan lembut mengimbangi akting Mila.
Bukannya senang, Mila semakin kesal dengan Raka.
“Ya sudah. Aku kerja dulu. Nanti manager marah. Dada bee” Mila melambaikan tangannya dan berlalu dari sitasi yang menyulitkanya.
Dasar lelaki edan. Memangnya dia siapa? Kalau saja aku tidak memakai seragam, aku pasti sudah mencabik-cabik mulutnya. Seenaknya saja memeluk dan mengaku sebagai kekasihku. Awas saja nanti kalau ketemu lagi, akan aku ajak batle. ~ Mila.
*****
NEXT
*****
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DENGAN LIKE, KOMENTAR, VOTE, DAN RATING BINTANG LIMANYA YAH? TERIMAKASIH!
MAMPIR JUGA DI NOVELKU YANG LAIN. JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK JUGA DISANA.
ringan, lucu, seru bacanya smbil cengengesan sendiri ini...😅