Elvina Reyna Lion. Nona sulung dari keluarga kaya yang memilih mengabdikan dirinya di sebuah Rumah Sakit swasta tempat dimana dia akhirnya bertemu cinta pertamanya.
Rangga Abelard. Pengusaha muda yang sukses. Tidak hanya tampan tapi juga brilian dalam segala hal. Namun tidak dengan kehidupan pribadinya.
Arkana Wijaya, Pewaris tunggal Rumah Sakit tempat dimana Rena bekerja dan menjadi satu-satunya profesor termuda di Rumah Sakit tersebut.
Ketiganya akhirnya di pertemukan kembali setelah sekian lama. Dan akhirnya awal kisah mereka terulang kembali di Rumah sakit tersebut dan mengulang kembali kisah lama yang belum usai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terjebak dan di jebak
Kediaman Atmajaya
Rena terlihat kesal,ia bergegas masuk ke kamar dan menghapus riasan yang masih melekat diwajahnya.Rani yang sangat tahu karakter putrinya segera menyusulnya.
Tok tok tok. Suara ketukan pintu dan terbuka perlahan.
"Sayang,boleh Bunda bicara sebentar ?" Rani bertanya seraya berjalan perlahan mendekati putrinya.
"Apa kamu marah sama Bunda ?" Sambil mengusap pelan kepala Rena.
"Pokoknya Rena tidak mau di jodohkan dengan dia si otak mesum itu !" Serunya dan berbalik menatap Ibunya dengan wajah kesal.
"Otak mesum ? maksudnya Rangga ?" Rani mencoba mengoreksi perkataan putrinya.
"Iya bun ! Rena tidak mau di jodohkan dengan si otak mesum itu.Rena juga baru berumur 18 tahun, masa iya sudah di jodohkan ? seperti di zaman Siti Nurbaya saja !" Celetuknya.
"Lagipula kalaupun Rena mau di jodohkan jangan sama si otak mesum itu juga boleh tidak." Pintanya.
Rani menggelengkan kepalanya dengan tawa kecil yg menghiasi wajahnya sembari duduk di tepi ranjang.
"Kamu nih ya, anak orang ko di bilang otak mesum terus sih. Kan ada namanya."
"Memang dia otak mesum !" Rena merengut pelan.
"Ckckck"Rani menggelengkan kepalanya sekali lagi.
"memang ada kejadian apa sih sampai kamu mencap dia otak mesum ? Hmm ?"Tanyanya penasaran.
Rena memutar tubuhnya beranjak, kemudian duduk di samping ibunya lalu menggelayut manja sambil menceritakan semua kisah yang sudah di laluinya di sekolah dengan Rangga.
"Oh ya.. ? Jadi Rangga udah nyuri bibir perawan kesayangan Bunda ?" sambil menoel bibir Rena dengan nada mengejek.
"Ih bunda.. Apaan sih..!"
"Ya sudah,Bunda tidak akan memaksa.Tapi, Bunda harap Rena bisa setuju dengan keputusan Ayah dan Bunda." Kata Rani
Kemudian Rani beranjak pergi meninggalkan putrinya dan menuju ruang kerja suaminya.
"Bagaimana ? Apa dia masih marah ?" Tanya Jaya.
Rani menghela nafas pelan
"Yaaah, begitulah !" Sembari mendekati suaminya.
"Sepertinya kita harus menyusun rencana buat mereka." Ucap Jaya dengan senyum menggoda dan Rani hanya bisa mengangguk setuju
•••
Taman sekolah
Rena duduk sendiri sambil membaca buku, hingga seorang siswa laki-laki datang menghampirinya secara tiba-tiba.
"Hai !"Sapanya.
Rena yang membaca buku spontan mendongak menatap pemilik suara yang baru saja menyapanya.
"Ya ?!"
"Boleh aku duduk ?" Tanya siswa tersebut.
Rena menatap bingung, dan menatap kursi di sekitarnya yang memang sudah bertuan.
"Boleh !" Sambil tersenyum ramah mengiyakan setelah mempertimbangkan cukup lama.
Namun tiba-tiba siswa itu menjulurkan tangannya ke arahnya "Em, kenalkan,aku Arka !"
"Aku Rena !" Dengan masih senyum yang sama namun tidak menyambut tangan Arka. Ia kembali menatap bukunya tanpa menghiraukan Arka sedikit pun.
Secara tidak langsung, Rena telah menolaknya. Namun, Arka terlihat lebih bersemangat dan tampak senang dengan perlakuan Rena. Baginya, Rena tidak sama dengan siswi lainnya yang ada di sekolah ini.
Arka adalah siswa favorit di sekolah. Selain memiliki wajah yang tampan, dia juga adalah salah salah satu pemenang Olimpiade Matematika se provinsi tahun ini.
"Em, nanti, kamu pulangnya dengan siapa ?" Tanyanya bersemangat.
"Dia akan pulang denganku !" Sebuah suara tiba-tiba terdengar tidak jauh dari tempat mereka duduk.
Mendengar suara itu, Rena sangat hapal dengan pemilik suara itu.Dengan cepat menoleh menatap kearah sumber suara tersebut.
"Apa aku tidak salah dengar ?!"Tanya Rena dengan ekspresi sedikit terkejut di wajahnya.
" Aku tau kamu tidak tuli"Jawab Rangga asal.
"Apa maksudmu ?" Sengit Rena sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Apa kamu tidak mendengarnya ? aku bilang, kau akan pulang denganku !" Ucapnya dengan nada sedikit acuh.
Arka segera berdiri menatap Rangga,ia terlihat kesal dengan cara Rangga memperlakukan Rena.
"Memangnya kau siapa hah ?!" serunya.
"Rangga, sudahlah,kau tak perlu membuang waktu bersama mereka !" Sahut Monica mencoba menarik Rangga pergi, namun Rangga memberatkan langkah kakinya.
"Kalau boleh aku saranin, lebih baik kamu pulangnya dengan dia saja ! apa kamu tidak melihatnya ? dia seperti permen karet yang selalu lengket padamu !" Ucap Rena sambil mengarahkan dagunya ke arah Monica
Lagian aku sudah janjian dengan Arka !" Imbuhnya sambil menggandeng tangan Arka.
Arka sedikit terkejut dengan tindakan Rena, ia menatapnya dengan lekat.Merasa Arka sedikit kebingungan, Rena hanya bisa tersenyum mengangkat bahunya.
Monica yang merasa di permalukan oleh Rena segera pergi dengan kekesalan.
Rangga menunjuk ke arah keduanya dengan tatapan memperingatkan lalu bergegas pergi mengejar Monica.
"Apa kau serius ingin pulang bersama ?" Tanya Arka yang masih tak percaya.
"Maaf ya ? aku jadi merepotkan !" Sahut Rena sambil melepaskan tangannya.
"Tidak, kau sama sekali tak merepotkanku, aku malah senang kalau kau ingin pulang denganku !" Jawab Arka bersemangat
•••
Rena dan Arka yang baru tiba di parkiran sekolah terkejut, tiba tiba sebuah mobil sport berhenti tepat di depan mereka, perlahan kaca jendela mobil terbuka.
"Masuklah !" Ajak Rangga dengan ketusnya.
"Apa kau sudah gila ! bukankah aku sudah mengatakannya, kalau aku pulangnya dengan dia !" Seru Rena.
"Tapi aku sudah berjanji akan mengantarkanmu pulang !" Ucap Rangga.
Arka mulai emosi melihat tingkah Rangga yang menurutnya sedikit berlebihan.
"Memanganya kau berjanji dengan siapa ?"
"Ya dengan calon mertuaku lah !" Jawab Rangga spontan.
Mendengar jawaban Rangga, Arka hanya tertawa sinis
"Haha, apa kau sedang bermimpi ?!" Sambil menunjuk ke arah Rangga
Tiba tiba,Ponsel Rena berdering
"Halo Yah !"
"Ren, kamu pulangnya di antar sama Rangga dulu yah,soalnya Pak Joko sedang mengantar Bunda ke rumah Tante Gisel."
"Ya sudah, kalau begitu Rena sama temen Rena saja ya ?" Pinta Rena.
"Tidak boleh, Ayah belum mengenal teman teman Rena, lagian Ayah juga sudah percaya sama Rangga." Tegasnya.
"Tapi Yah!" Rena sedikit merengek
"Tidak ada tapi tapian,Ayah akan merasa aman kalau Rena pulangnya dengan Rangga. Ya sudah Ayah menunggumu di rumah." Titah Jaya lalu menutup telponnya, kemudian berbalik menatap istrinya disusul tawa kecil keduanya.
Rangga yang masih duduk di dalam mobilnya tersenyum, ia tahu jelas apa yang sedang terjadi,karna sebenarnya itu adalah permintaan Rangga kepada Jaya yang sudah berkomunikasi sebelumnya.
Rena hanya bisa menatap Arka dengan sangat menyesal.
"Arka, maaf ya ?"
Arka hanya menganggukkan kepalanya
"Tidak masalah. Kalau begitu aku pergi dulu." Ia melangkahkan kakinya pergi dengan raut kekecewaan.
Rena berbalik memasang wajah cemberutnya pada Rangga dan segera masuk ke dalam mobil.
Di saat bersamaan Monica yang sedari tadi mendengar percakapan mereka terlihat begitu kesal iya mengepalkan tangannya, entah apa yang ia pikirkan.
•••
Di tengah perjalanan,ponsel Rangga berdering.
"Halo Mon !"
"Rangga, bisakah kau menolongku ?!" Ucap Monica dengan suara sedikit panik
Mendengar suara Monica, Rangga segera menepikan mobilnya.
"Apa yang terjadi ?!" Tanya Rangga sedikit khawatir
"Ada pengendara yang menghalangi mobilku, aku sangat takut !"
Dor dor dor
Terdengar suara pintu mobil yang di gedor dengan paksa
"Rangga ! tolong aku !" Pekiknya
"Ok, dimana posisimu sekarang ? aku akan segera ke sana !" Seru Rangga dengan panik
"Aku akan mengirim lokasinya !"
"Baiklah, tunggu aku, dan jangan membuka pintunya sampai aku datang, oke !"
"Baiklah !"
Tut. Telpon terputus
Rangga segera menoleh ke samping, namun ia tak menemukan keberadaan Rena. Ia bergegas keluar dari mobilnya dan mendapati Rena telah masuk ke dalam mobil Taxi.
"Rena... !" Teriaknya, ia mencoba mengejarnya, namun tak berhasil, mobil itu telah melaju.Ia kembali masuk ke dalam mobilnya
Drrrt drrt.. sebuah pesan WA
Rangga meraih ponselnya dan membuka pesan, itu lokasi Monica saat ini. Sebelum ia melajukan mobilnya, ia menelfon Jaya terlebih dahulu. Dan kemudian memutar balik mobilnya kemudian melaju.
•••
Dari kejauhan, ia bisa melihat mobil Monica yang di gedor dengan paksa oleh dua orang lelaki berwajah beringas, dengan cepat ia segera menepikan mobilnya.
"Hey ! apa yang kalian lakukan bangsat !" Teriak Rangga
Kedua lelaki itu menoleh dan menghentikan aksinya, ia berjalan mendekati Rangga,dan perkelahian di mulai.
Gedebuk !
Buk !
Paaak buk !
Bruuuk
Salah satu dari mereka terjatuh,teman lainnya segera membantunya berdiri dan kemudian memilih untuk melarikan diri.
Melihat kedua lelaki itu telah pergi, Monica segera membuka pintu mobilnya dan berlari ke arah Rangga dengan menangis
"Rangga, aku sangant takut ! hiks hiks" Serunya, menghamburkan dirinya dalam pelukan Rangga
"Sssyut, tidak apa apa,tidak apa apa, sekarang kamu sudah aman." Sahutnya sambil mengelus pelan belakang Monica
"Tapi aku masih takut Rangga, bagaimana jika mereka menungguku di tempat lain ?!"
"Tidak akan, aku akan mengantarmu pulang !" Jawab Rangga
"Lalu bagaimana dengan mobilku ?"
"Aku akan menelfon seseorang untuk mengantarnya ke rumahmu !"
Rangga menuntun Monica masuk ke mobilnya, setelahnya, ia berlari kecil menuju kursi kemudi.dan kemudian mobil melaju.
Ikuti terus setiap episodenya karna mungkin ini akan menjadi empat dari sepuluh episode terakhir. ☺️😉
See you all.. 😘🥰
Jadi mohon pengertiannya.. 🤗😊
padahal aku rindu.bodo" bikin kangen😑🤣