Ini kisah tentang diriku yang mencintai seseorang dalam diam dan berusaha untuk tidak memiliki sikap yang egois yang ingin berusaha untuk mendapatkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tml_8TR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERTEMUAN KETIGA
Dirumah
Setelah menghadapi beberapa pelajaran dikampus, kini aku memutuskan bahwa sore nanti akan berjalan di taman lagi, kali ini dengan Manda dan Nadia, bukan cuma itu kali ini aku ingin melihatnya lagi. dan lagi pula waktu itu pasti kebetulan. jadi hari ini aku ingin kebetulan itu membuat kami menjadi semakin dekat.
"Kak!! aku boleh pergi ketaman kan?" Ucapku meminta izin kepada kakakku.
"Iya pergi lah, tapi ingat bahwa kau tak boleh pulang sampai larut malam oke" Ucap kakakku yang sudah mengetahui bahwa aku akan pergi.
"Baik kakak" Ucapku dan pergi meninggalkan kakakku dirumah.
Karena aku malas mengunakan motor, aku memilih untuk bersepeda karena menurutku sedikit bisa berolahraga. lagian kesehatan itu mahal jadi jika punya kesempatan dan waktu luang maka bawalah untuk berolahraga meski sebentar.
Dalam perjalanan, aku memikirkan bahwa apakah pertemuan ketiga ini akan membuahkan hasil seperti kemarin?, dengan sedikit harapan dah semangat yang tinggi aku pun siap untuk menghadapinya hari ini.
Niatku sih ingin bisa berkenalan dengannya, walau hanya sekedar basa basi tapi itu bisa membuat kami saling mengenal. aku juga sedikit bingung dengan perasaanku saat ini apakah aku menyukainya atau hanya perasaan sementara saja.
_____
Setelah lumayan perjalanan, aku pun tiba ditaman. bukannya masuk tapi aku malah menunggu Nadia dan Manda ditempat parkir. sehingga mereka malah mengejekku karena tingkahku yang menjadi sangat gugup. takut buat masuk kedalam taman.
Setelah menerima pesan dari Grup kami, aku pun masuk kedalam taman dengan perasaan tak beraturan. apa karena hari yang lumayan panas atau karena aku yang gugup untuk bertemu dengannya.
Langkah demi langkah ku lakukan untuk membuat perasaan tak beraturan ini bisa diajak kompromi. dan dalam keadaan begini perut yang memang tak pernah merasa kenyang selalu berbunyi.
"Padahal aku sudah makan tadi" Ucapku dan tak sengaja melihat cemilan yang dijual ditaman. karena merasa lapar akhirnya aku pun membeli cemilan tersebut tak lupa untuk Nadia dan Manda.
"Ini uangnya" Ucapku sambil menyerahkan uang kepada orang yang menjual cemilan tersebut.
"Mohon maaf, kertas kantongnya habis, gimana kalau mbak tunggu disini saya belikan sebentar agar mbak engak repot bawaknya" Ucap sang penjual karena melihat belanjaanku melebih tangganku untuk membawanya.
"Tidak usah, saya bisa kok. dekat aja" Ucapku sambil melangkah menuju ke GAZEBO taman yang dimana Manda dan Nadia telah menungguku.
"Tapi...."Ucap sang penjual setelah melihaku meninggalkannya secara perlahan.
______
Tak berapa lama, aku pun tiba di Gazebo tempat kami duduk, dan sudah aku lihat ada Nadia dan Manda yang melambaykan tanggan kepadaku.
mereka terkejut melihat bawaanku, cemilan yang melebihi kapasitas untuk membawanya.
Dengan pelan akh melangkahkan kaki agar tak terjadi suatu masalah, hingga...
"Apa kau butuh bantuan?" suara yang tak asing bagi Riska.
Belum menjawab pertanyaan tersebut, Aku memilih untuk melihat wajahnya karena merasa suara yang begitu tak asing.
"KAU!!!"Kaget ku bukan main, karena melihat orang yang ingin aku temui hari ini, entah kenapa perasaan itu kembali lagi,aku menjadi gugup dan tak bisa melakukan hal lain, karena bingung harus melakukan apa.
"Iya...yang kemarin itu" Ucapnya.
"Sini biar aku bantu" Ucapnya lagi dan kemudian ja memberanikan diri mengambil beberapa bungkus cemilan di tanganku tanpa menyentuh kulit tanganku.
Hanya senyum yang ku lontarkan, tak banyak bicara, hanya mengangguk tanda menyetujui. kami pun pergi menuju ke Gazebo dimana Nadia dan Manda telah menunggu ku.
"Kau engak kenapa-napa kan?" Ucap Nadia yang memastikan keadaanku.
"It's good" Ucapku yang entah salah berbicara atau memang benar adanya.namun aku tak memperdulikannya aku hanya menenangkan hati yang masih berdebar kencang ini. harapanku, tak akan ada orang yang mendengarnya.
"Oh..ya, kau yang waktu itu temani Riska kan?"Tanya Nadia yang memang pernah ketemu dengan pria tersebut.
"Ah..iya benar" Ucapnya sambil tak lupa dengan senyumannya.
"Oh..makasih ya" Ucap Nadia lagi.
"Iya sama-sama"Balasnya.
Karena suasana masih canggung, aku pun memberanikan diri untuk bertanya siapa namanya.
"Hmmm...boleh" Kata serentak keluar dari mulutku dan mulutnya.
"Eh" Kata serentak lagi.
"Kalau mau bicara, bicaralah" Ucapku yang memberikan kode untuknya berbicara terlebih dahulu.
"oke...sebelumnya aku minta maaf karena waktu itu mengajakmu mengobrol tanpa berkenalan" ucapnya.
"Jadi hari ini, aku ingin berkenalan denganmu dan temanmu yang ada disini" Imbuhnya.
Kami pun hanya tersenyum dan memandang pria tersebut. karena heran, kenapa harus minta maaf. didalam pikiran kami, " lagian kan kita juga memang engak saling kenal, untuk masalah minta maaf lebih baik engak". pikiran yang serentak.
"Oke" Ucapku sambil senyum kepadannya.
"Hai..perkenalkan namaku Reza Ramadhan, aku bekarja di taman ini" Perkenalan yang ia berikan membuat ku semakin merasakan detakan begitu kencang, mungkin kalau berdekatan biasa membuat orang lain mendengarnya.
"Hai Reza, kenalin aku Manda " Ucap Manda sambil tersenyum pada Reza.
"Hai Reza, aku Nadia" Imbuh Nadia sambil mengulurkan tangan ingin menyalami. ia lupa bahwa pria tersebut tak mungkin menyalaminya karena ia seperti taat pada agamanya.
"Hai" Ucapnya sambil membalas salamnya Nadia.
Betapa terkejutnya aku saat mengetahui bahwa ia mau membalas salam tersebut kepada Nadia, " ku pikir ia tak akan membalasnya, mungkin ia membalas dengan mengangguk atau memberi tanda untuk tidak menyentuh tangan Nadia" batinku.
"Hmm....dan kau?" tanyanya kepadaku yang belum mengenalkan nama kepadanya.
"Aku Riska, salam kenal" Ucapku sambil memberi salam dengan mengangkat tangan didepan dadaku.
"Hai Riska, senang berkenalan denganmu" Ucapnya sambil membalas salam ku dengan caea yang sama.
Setelah berkenalan ia pun pergi meninggalkan kami, karena ada urusan mendadak dengan perkerjaannya.
karena itu kami pun melanjutkan percakapan kami hingga waktu menunjukan jam 5 sore.
_______
POV REZA
Ditempat duduk yang khusus untuk penjaga taman.
"Hmm...ternyata benar, ia sedikit taat dengan agamanya" ucapku, yang mengingat kejadian tadi saat berkenalan dengan gadis yang membuatku tertarik padanya.
"Oh ya aku lupa, seharusnya meminta nomor nya biar bisa lebih kenal, tapi masak iya dia mau memberikan nya dengan mudah" Ucapku lagi sambil melihat Kearah parkiran yang ku lihat gadis cantik berjilbab sedang mengeluarkan sepedanya, siapa lagi kalau bukan Riska.
"Riska nama yang baik, bukan hanya cantik, baik, dan taat pada agama, ia juga memiliki sifat yang menurutku sempurna untuk menjadi seorang istri" Gumanku melihat dari kejauhan seorang gadis cantik tersebut.
"Tapi ngomong-ngomong apakah dia masih sekolah, apakah dia mau menikah dengan orang yang berpenghasilan sedikit sepertiku" Ucapku dengan keraguan hati yang sulit untuk dimengerti.
Setelah melihat kepulangan Riska, aku pun melanjutkan kegiatanku dengan berkerja dan berusaha untuk menjadi orang sukses dimasa depan.
_______
Selesai.
#tmala20403(kim hwa)
jaga kesehatan kalian ya, semoga covid-19 bisa hilang dan kita semua selalu dalam keadaan sehat. jangan lupa olahraga ya😊
berarti ini cerita sudah lama ya kak 🙏🙏🙏
rate 5
tombol ❤
semangat kak
salam my boss psychopath