Seorang Putri Raja Yang Sedang Mencari Kekuatan Agar Tidak Dipandang Rendah Oleh Dunia
Tanpa Putri Itu Ketahui, Ia Memasuki Wilayah Yang Di Mana Tidak Bisa Di Masuki Oleh Mahluk Hidup Karena Tempat Itu Milik Hewan Suci Yang Kekuatan Mereka Setara Dengan Dewa
Welcome To Putri Dione S2
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. TiyaD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PUTRI YANG LEMAH
Setelah Negosiasi Panjang Lebar Akhirnya Mereka Sampai Di Kesepakatan Terakhir Yaitu Mereka Tetap Akan Memberikan Keturunan Mereka Pada Dione, Mau Apa Dan Bagaimana Dione Terhadap Keturunan Mereka Asalkan Keturunan Mereka Tetap Hidup
Besok Paginya Dione Pergi Untuk Mencari Sendiri Kekuatannya
Di Depan Portal Sihir
"Kau Yakin Akan Pergi?" Tanya Flame Teraydees Pada Dione
Dione Melihat Para Naga "Aku Pergi Dulu"
Flame Mengerutkan Keningnya
"Huft" Dione Melangkah Keluar
5 Hari Kemudian
"Sial" Dione Berlari Sekuat Mungkin Menjauh Dari Monster Yang Mengejarnya "Luka Ku Yang Kemarin Belum Sembuh"
Bruk...
Dione Berhenti Menatap Monster Yang Sudah Ada Di Depannya, Dione Melihat Sekitarnya Yang Juga Ada Monster "Jika Aku Melawan Mereka Aku Bisa Mati, Tapi Jika Aku Diam Aku Langsung Mati" Batin Dione Sambil Mengeluarkan Belati
Monster Itu Mengerang Lalu Menyerang Dione
15 Menit Kemudian
"Uhk.. " Dione Memegang Perutnya Dan Melihat Tubuhnya Yang Penuh Luka
Para Moster Seringai Lalu Menyerang Dione, Dione Bersiap Tapi Tiba-tiba Tubuh Para Moster Terpotong-potong, Tiga Wanita Berdiri Di Depan Dione Menghadapi Dia Moster Lagi
"Ha.. Ha.. Apa Mereka.. Naga?" Dione Pingsan
3 Hari Kemudian
Dione Membuka Matanya "Bau Asap?" Batin Dione Sambil Melihat Sekeliling "Ini Gubuk?"
Dione Bangun "Ugh!!!"
Seseorang Membuka Pintu Sambil Membawakan Makanan Dan Obat Herbal Untuk Dione
"Akhirnya Kau Bangun Juga" Ujar Liza
Dione Melihat Liza, Liza Menaruh Makan Dan Minuman Diatas Meja Yang Terbuat Dari Batang Pohon Besar
"Hati-hati" Ujar Liza "Lukamu Belum Sembuh Sepenuhnya, Beberapa Dari Mereka (Luka) Masih Basah"
Dione Duduk "Terima Kasih"
Liza Tersenyum "Makan Dulu, Lalu Minumlah Obat Ini"
Dione Mengangguk
Selesai Makan Dione Keluar Dari Kamar Sambil Membawakan Bekas Makanan Dan Minumnya "Ini Rumah?" Melihat Sekitar "Tapi!!"
"Oh Hai" Sapa Lidya
Dione Melihat Lidya "Hai"
"Bagaimana Kabar Mu?"
"Sedikit Lebih Baik" Jawab Dione
"Baguslah"
Mereka Berdua Pergi Ke Arah Meja Makan
"Kami Pikir Kau Sudah Mati" Lidya Melihat Dione "Karena Saat Itu Kau Benar-benar Sangat Parah, Luka Yang Ada Di Tubuh Mu Sangat Dalam Dan Ada Yang Sudah Terinfeksi"
Dione Tersentak Lalu Tersenyum
"Ternyata Masih Hidup" Ujar Linzy
Dione Melihat Linzy Dan Liza Yang Sedang Duduk Makan Siang
Dione Dan Lidya Bergabung
"Terima Kasih" Ujar Dione
"Sama-sama Tapi Maaf Semua Yang Kami Lakukan Tidak Gratis" Jawab Linzy
Lidya Dan Liza Mengangguk
Dione Tersenyum "Aku Mengerti, Aku Pasti Akan Membayarnya"
"Ya, Dan Pastikan Kau Harus Membayarnya" Jawab Linzy Lagi
"Pasti" Jawab Dione Sambil Tersenyum
Liza Melihat Dione "Siapa Nama Mu? Dan Dari Mana Asalmu?"
Dione Melihat Liza Yang Sudah Habis Makan "Nama Ku Diona, Salam Kenal Semua"
Mereka Bertiga Tersenyum
"Aku Berasal Dari Wilayah Oolstin Kerajaan Galaxium" Lanjut Dione
"Kau Berasal Dari Kota Besar Rupanya" Ujar Lidya
Dione Tersenyum "Begitulah"
"Apa Hubungan Mu Dengan Raja Galaxium?" Tanya Liza
Dione Menatap Liza "Dia Ayah Ku"
Semua Tersenyum
Dione Minum "Bagaimana Dengan Kalian?" Melatakan Gelas "Dari Mana Asal Kalian Dan Apa Yang Kalian Lakukan Di Sini?" Menatap Serius
"Namaku Liza, Dia Linzy Sepupu Ku Dan Lidya Teman Ku. Kami Berasal Dari Desa Yang Sama, Kami Di Sini... Mencari Seseorag Yang Akan Memberi Kami Kehidupan Yang Baru" Jawab Liza
Dione Berfikir "Oh, Bagaimana Dengan Kerajaan Kalian?"
"Sudah Hancur" Jawab Linzy
"Maaf" Lanjut Dione
"Apa Kau Tidak Penasaran?" Tanya Linzy
Dione Menatap Linzy "Tidak, Aku Sudah Cukup Kesal Dengan Keadaan Ku Sekarang Jadi Aku Tidak Mau Banyak Memikirkan Hal Lain Yang Bukan Urusan Ku" Jelas
Mereka Bertiga Saling Memandang
"Apa Yang Kau Lakukan Di Hutan Ini? Dengan Keadaan Kau Yang Benar-benar.. " Liza Menatap Dione "Lemah"
"Ah Itu... Aku Meminum Racun"
"Ha!!!" Mereka Bertiga Terkejut
"Lalu Penawar Racun Itu Membuat 90% Kekuatan Ku Hilang"
"Kenapa Kau Minum Racun?" Tanya Liza
"Aku Sengaja" Dione Tersenyum
"Kau Gila?" Tanya Lidya
"Sedikit" Senyum
"Serius Lah Putri" Ujar Linzy
Dione Tersenyum "Aku Serius, Aku Memegang Bukan Minum. Aku Memegang Baru Sihir Beracun"
"Apa!!!" Teriak Liza Terkejut (Liza Memiliki Kekuatan Sihir) "Kau Memegang Batu Sihir Beracun?"
Dione Mengangguk "Tepatnya Berwarna Hitam"
Liza Menatap Dione "Tidak Mungkin, Jika Kau Memegang Itu, Sekarang Kau Tidak Akan Mungkin Ada Di Hadapan Kami"
Dione Tersenyum "Kau Benar, Aku Hampir Mati Tapi Untungnya Orangku Dengan Cepat Memberikan Penawar Racun Padaku Dengan Efek Samping Obat Itu Membuat Ku Seperti Ini (Orang Yang Tidak Berguna)"
Liza Menatap Dione Dengan Ragu
"Jadi Kau Di Sini Untuk Mencari Kekuatan?" Tanya Lidya (Memiliki Kekuatan Pertahanan)
"Benar Sekali" Jawab Dione Sambil Tersenyum
"Apa Kau Di Usir Dari Kerajaan Mu?" Tanya Linzy
"Tidak, Kenapa?"
"Kau Mau Ikut Kami Putri?" Tanya Linzy Lagi Sambil Tersenyum
Liza Dan Lidya Melihat Linzy Lalu Melihat Dione
Dione Menatap Linzy "Tanpa Perlu Aku Bisa Melihat Auranya, Aku Bisa Tau Dari Matanya Jika Dia Menginginkan Sesuatu Dari Ku" (Batin) "Baiklah" Senyum
Mereka Bertiga Tersentak Sedangkan Dione Hanya Tersenyum
u the best thoorrrr
semangat Thor
semangat berkarya 💪
semangat Thor 💪💪