Apakah waktu adalah dapat mengubah semuanya? Termasuk setiap kehidupan. Mungkin iya. Dan itulah yang dirasakan oleh gadis biasa yang terlempar ke dunia lain, dalam seketika dia mengubah semuanya dengan kedua tangannya sendiri.
Sebuah Negara yang amat besar harus terpecah belah menjadi dua sehingga memiliki latarbelakang yang sangat buruk.
Kehadiran gadis itu mungkin bukan main-main. Sehingga siapa saja dapat mengira bahwa gadis itu adalah 'Sebuah Ancaman'.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mauraa_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Erthan Haries
"Apakah kau tahu cara merawat orang dengan benar?!" Bentak Hiragi pada Harui.
Yuri yang berada di lantai bawah tepat di dapur pun pusing dengan kedua insan itu.Tapi Yuri bersyukur, sebelum kedatangan Hiragi di Mansion megah ini sangat sunyi. Dan sekarang penuh dengan canda tawa dari Hiragi.
Hiragi turun ke bawah, dengan pincang. Sudah empat hari berlalu kesehatan Hiragi membaik, hanya saja karena sering bertengkar dengan Harui membuat beberapa luka terbuka kembali, Dokter saja sampai memarahi mereka.
《Satu hari yang lalu.》
"Kalian ini! Tidak adakah yang bisa kalian lakukan selain bertengkar!"
Mengingat hal itu membuat Yuri tertawa sendiri. Hiragi yang heran melihatnya langsung menghampiri Yuri.
"Yuri kau tertawa sendiri, hahahaha!" Hiragi yang melihat tertawa terbahak-bahak.
Mendengar hal itu Yuri sangat malu, tapi dia senang bahwa Hiragi pembawa senyum itu kembali ceria.
"Hiragi, bukankah Dokter Sia menyurumu istirahat, dengar jika Dokter tahu kau akan dipindahkan ke kediaman Dokter."
"Ada Manusia Jadi-Jadian, jadi aku turun ke bawah" Ucap santai Hiragi.
"Hah? Dasar Nenek Sihir tidak tahu terima kasih!" Ucap Harui yang ikut turun ke bawah.
"Apa kau bilang, kau ingin bertengkar hah?!" Tantang Hiragi.
"Hah, kau kira aku takut!" Jawab Harui melawan Hiragi.
Yuri yang sebagai pajangan tidak tahu harus melakukan apa, tapi keputusannya untuk memanggil orang 'itu' tidak salah.
BRAK!
Tubuh Harui terhempas ke dinding dekat
tangga, hal itu Hiragi terkejut. Siapa orang ini?Dengan penampilan yang. luar biasa itu layaknya seorang bangsawan atas.
"Astaga keponakan, bisakah dirimu menahan diri untuk menggoda gadisku~"
"Siapa yang mau menjadi gadismu!" Ucap Hiragi dengan cepat, walaupun dia tidak tahu siapa yang ada di hadapannya ini.
Harui yang merasakan sekujur tubuhnya sakit
langsung tersentak melihat orang yang ada di hadapannya ini.
"Hello Keponakan tersayangkuu~" Panggil pria itu untuk Harui.
Mendengar nama itu Hiragi tertawa keras, tak
mengira bahwa Harui mempunyai kenalan lain. Hiragi juga awalnya bingung siapa pria 'muda' itu, dan ternyata dia adalah Paman Harui.
"Paman Erthan, apa yang kau lakukan disini?!" Tanya Harui dengan amarah yang tinggi.
Hiragi melihat keduanya saling beradu mulut, entah mengapa rasanya sekarang Hiragi menjadi seperti Yuri, pajangan.
...☄☄☄☄...
Erthan Haries, adalah Paman Harui, yang tiba-tiba datang ke kediaman Harui karena mendengar dari Yuri bahwa ada seorang gadis di Mansion Harui, Erthan berasal dari Kerajaan langsung, tetapi saat ini dia harus menjalankan kewajibannya, saat ini dialah yang mulai merawat dan menjaga Harui, keponakannya, dan dia adalah salah satu Pangeran di kerajaan Obelia. Memang Harui sekarang tidak ingin bersangkutan dengan para bangsawan apalagi Kerajaan, tetapi Erthan adalah Adik dari Yang Mulia Raja Kyouga Mahiru, yaitu Ayah dari Harui.
Erthan memperkenalkan dirinya pada Hiragi
Memang ini adalah pertama kalinya Hiragi
menemui salah satu keluarga Harui.
"Namaku Katsura Hiragi" Perkenalan singkat dari Hiragi.
Erthan menatapi sejenak wajah Hiragi. Dan jujur saja Hiragi merasa tidak nyaman, Erthan seperti sedang mengamati seorang gadis yang datang ke Mansion milik Harui.
...☄☄☄☄...
Hiragi keluar Mansion menuju taman depan. Dia masih memikirkan kejadian empat hari yang lalu. Dia tak menyangka bahwa dunia ini sangat kejam. Memang saat ini Hiragi telah banyak mengenal orang di sekitarnya, hanya saja hal empat hari itu sama sekali tidak bisa dia lupakan.
Saat sibuk memikirkan tragedi itu, Hiragi tersadar suatu hal, yaitu buku.
Hiragai sempat panik, di mana buku itu sekarang. Hiragi memutuskan memasuki Mansion dan berlari menuju kamar. Entah apa yang membuat dirinya begitu ingin tahu apa isi dari buku itu.
Saat berlari bertepatan dengan Harui yang sedang berjalan berlawanan arah.
"Kau! Jangan berlari di koridor!" Ucap Harui dengan menarik lengan Hiragi.
Badan Hiragi ditahan oleh kedua kepalan tangan Harui.
"Ha-Harui buku, buku itu." Ucapan Hiragi terbata-bata, karena itu. Harui kurang tahu apa yang sebenarnya ingin dikatakan gadis ini.
...☄☄☄☄...
"Jadi begitu.. Biar aku yang men-"
"Tidak! Biar aku saja."
"Dengan kondisi seperti itu kau takkan bisa mencari sesuatu di luar sana." Bentak Harui tak kalah dengan Hiragi.
"Tenang saja, aku pasti akan pulang dengan kondisi baik!"
Harui menghela nafas panjang, hanya karena kurang pengawasan terhadap pengalaman Hiragi di dunia ini, gadis itu langsung dalam bahaya. Memang, sebelumnya Harui pernah berjanji bahwa tragedi itu akan menjadi pengalaman pertama dan terakhir untuknya dan Hiragi.
Harui pergi meninggalkan Hiragi yang masih terdiam, sontak berhenti.
"Bawalah Yuri untuk menemanimu, aku memberimu waktu, satu jam!" Titah Harui.
Hiragi berterima kasih pada Harui. Lebih baik membawa teman saja.
...☄☄☄☄...
Hiragi pergi ke tengah Kota tempat kejadian itu. Dia menanyai satu-persatu orang yang ada di sana tetapi tidak ada yang mengetahui keberadaan buku itu. Hiragi merasa buku itu harus dia baca, seperti ada petunjuk.
Hiragi memutuskan untuk pergi ke tempat Biara di mana tempat dia bekerja. Namun karena kendala yang terjadi harus membuatnya libur sementara. Biara pun turut prihatin atas kejadian itu. Namun saat tiba di sana Biara sama sekali tidak melihat buku itu lagi.
Merasa bersalah, itulah kini yang Hiragi rasakan.
Moga komen ma like nya tersampaikan okey, yaa walau cuma 'Abc' ma 'Xyz'😆😆
Knp sad ending????