Kisah seorang pasangan beda usia, yang sangat amburadul dan tak bisa di tebak maunya apa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunuk pujiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 6
edangkan Daniel yang sedang tidur nyenyak akhirnya terganggu dengan teriakan Vanya, sebenarnya Daniel tak mau menghiraukan teriakan Vanya.Tapi lama-lama Daniel mencium aroma gosong yang sangat menyengat.
"Astaghfirullah, jangan bilang Vanya sedang membakar dapurku." dengan sangat cepat Daniel bangun dari tidurnya dan berlari ke bawah, tanpa menggunakan alas kaki.
"Ada apa Vanya." tanya Daniel dengan nafas yang tak beraturan. Daniel sangat takut terjadi apa-apa saat mendengar teriakan Vanya apa lagi tercium bau gosong, hingga Daniel yang belum sadar sempurna langsung lari maraton.
"Daniel tolong aku." teriak Vanya.
"Kamu dimana..?" tanya Daniel.
"Aku di dapur. Cepat tolong aku, ini asapnya banyak Daniel." teriak Vanya lagi. Dengan sangat cepat Daniel berlari menuju dapur dan betapa terkejut nya dia, saat melihat kepulan asap memenuhi dapur Daniel.
Daniel berlari ke arah kompor dan mematikan kompornya, dan tak lupa membuka jendela dapur agar asapnya keluar dan tidak terlalu menyengat di dalam rumah. Setelah asap mulai hilang, Daniel dapat melihat Vanya di pojokan sambil terbatuk-batuk.
"Vanya, apa yang kamu lakukan. Ini sangat bahaya Vanya, bahkan bisa terbakar rumah ini." bentak Daniel.
"Maafkan aku Daniel Aku hanya ingin belajar memasak, tapi aku enggak tahu kalau ikannya akan meletus meletus" jawab Vanya dengan mata berkaca-kaca.
"Vanya sudah ku bilang dari awal, kalau kamu nggak bisa jangan dipaksakan, dan aku juga gak pernah menuntut kamu untuk memasak kan aku kan. Jadi stop untuk coba-coba, aku gak mau nanti terjadi kebakaran." ucap Daniel dengan nada sedikit tinggi.
"Aku kan hanya ingin jadi istri yang baik Daniel, aku ingin menyiapkan makanan untuk kamu dan aku ingin kamu merasakan masakan ku. Apa aku salah..?" ucap Vanya dengan menangis. Vanya sudah tak bisa membendung air matanya lagi, karena baru kali ini ada orang yang membentak nya.
"Bagus Daniel, kamu salah bicara dan nada mu juga terlalu tinggi kepadanya." ucap Daniel dari dalam hati.
"Vanya kamu nggak perlu melakukan semua ini, aku tau kamu ingin menjadi yang terbaik tapi setidaknya ada yang mengawasi kamu untuk memasak. Sekarang duduk lah biar aku yang memasak, sudah Jangan Menangis lagi." ucap Daniel dengan nada lembut. Daniel yang melihat Vanya terus menangis membuat nya merasa bersalah, tanpa aba-aba tangan Daniel langsung mengusap air mata Vanya.
"Vanya gak becus jadi istri ya Daniel, Vanya juga gak becus melakukan hal yang sangat kecil ini. Pasti kamu menganggap ku seperti anak kecil yang tak bisa apa-apa." ucap Vanya lirih.
"Umur ku lebih tua darimu, tapi aku tak bisa melakukan apa pun dan kamu yang lebih muda dariku malah bisa melakukan semua sendiri. Aku malu sama kamu Daniel." ucap Vanya dengan menutup muka nya.
"Vanya ini bukan salah kamu, orang tua mu yang selalu memanjakan kamu dan tak membiarkan kamu melakukan sesuatu. Jadi kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri aku terima kamu apa adanya, jadi tak perlu merasa seperti ini." ucap Daniel dengan memeluk tubuh Vanya.
"Tapi aku ingin memasak untuk mu, menyiapkan sarapan dan makan bersama." jawab Vanya. Vanya terus menyembunyikan muka nya di dada Daniel, Vanya sangat malu jika ingat kejadian tadi.
"Apa kamu ingin ikut kursus memasak, jika mau aku akan mendaftarkan mu, jadi kamu di bimbing dulu sama ahlinya." tanya Daniel.
"Apa kamu serius Daniel...?" ucap Vanya dengan senyuman lebarnya.
"Iya aku serius. Jika kamu mau aku akan mencarikan kelas memasak, dan kamu akan belajar di sana." ucap Daniel lagi.
tdi ny lg berntem d rumah
komen SM ceritanya agk beda
sabar daniel.orang sabar pantatnya lebar