NovelToon NovelToon
GLOW UP PADA WAKTUNYA

GLOW UP PADA WAKTUNYA

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Bullying dan Balas Dendam / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Savana Alifa

"Gak tahu malu! Lo gak ngaca? Lo itu jelek, gendut, item lagi! Bisa-bisanya mimpi mau jadi pacar Alder."

Suara sumbang itu terus terlontar dari banyaknya murid yang mengelilinginya, melemparnya dengan kertas bahkan dengan botol air mineral kosong.

Dimana letak kesalahannya? Gadis bernama Jasmine itu hanya mencoba menyatakan perasaannya pada pemuda bernama Alder, tapi ternyata di situ lah awal kehancurannya.

Mendapat perlakuan buruk dan bullying dari teman-teman sekolahnya, tak lantas membuat Jasmine menyerah. Meski nyaris tak waras, ia berhasil merubah dirinya. Dari seekor itik, menjadi angsa cantik!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Alifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIA...

"Siapa nama kamu?"

Pria yang memakai kaca mata itu mengulang pertanyaannya saat Jasmine hanya diam saja. Keningnya berkerut, menatap heran pada Jasmine yang terus menatapnya dengan tatapan yang ... Entahlah!

"Apa sebelumnya kita pernah ketemu?" Tanya pria itu lagi. Gadis cantik di hadapannya seperti mengingatkannya pada seseorang, tapi siapa?

Jasmine menunduk, lalu menggelengkan kepalanya. Jemarinya saling bertaut, saling meremas menyalurkan rasa campur aduk yang membuat dadanya sedikit nyeri.

Setelah sekian lama, kenapa ia harus bertemu kembali dengan pria itu? Cinta pertamanya, pria yang menjadi motivasinya untuk berubah, pria yang dulu selalu mengacuhkannya dan tak pernah meliriknya sedikit pun meski ia sibuk mengejarnya.

Alder, kenapa harus dia? Ternyata dunia begitu sempit, hingga di waktu singkat Jasmine kembali bertemu dengan masa lalunya. Untuk sesaat, waktu terasa berhenti, ruangan itu seperti menyempit, oksigen di sekitarnya terasa menyusut, dadanya sesak.

Harapannya untuk tak bertemu kembali dengan orang-orang di masa lalunya menguar begitu saja. Belum sehari ia di Jakarta, Tuhan mempertemukannya dengan Alder, pria yang membuatnya bisa merasakan jatuh cinta namun merasakan rasa sakit di saat yang bersamaan.

“Al, aku suka sama kamu,” Cetus Jasmine saat Alder baru saja keluar kelas. Gadis pemberani itu bahkan tak perduli menyatakan perasaannya di depan umum, Jasmine anggap itu sebagai pembuktian bahwa rasa sukanya pada Alder tak main-main meski usia mereka saat itu masih labil. “Haciiiiih,” Jasmine mengusap hidungnya, entah mengapa ketika ia dekat dengan Alder, hidungnya kerap merasa geli lalu berakhir dengan bersin.

Suara tertawaan menggema seketika, menertawakan Jasmine yang kata orang-orang konyol karena sudah berani menyukai pemuda sepopuler Alder. Gadis gendut seperti Jasmine bermimpi mendapat balasan perasaan dari Alder, karena banyak gadis-gadis populer yang Alder tolak sebelumnya.

“Lo lagi mimpi? Bodoh banget mempermalukan diri sendiri, lap dulu tuh ingus lo!” celetuk Lily. “Mana mau Alder sama lo, gue aja masih mikir-mikir buat nembak dia, lo yang modelannya kaya gini berani-beraninya nembak dia di depan umum. Mungut keberanian dari mana lo?”

Jasmine tak mendengar, ia fokus pada Alder. Tatapannya lurus mengunci pemuda tampan di hadapannya. Menanti jawaban apa yang akan pemuda itu lontarkan. Sesekali gadis itu mengusap hidungnya, agar ia tak bersin lagi di hadapan Alder.

“Alder, kalau kamu mau mikir dulu boleh kok. Gak usah jawab sekarang, aku mau nunggu kamu. Atau sekedar bisa deket sama kamu aja aku mau,” kata Jasmine. Senyumnya masih merekah, ada kelegaan karena dia sudah mampu menyatakan perasaannya pada Alder.

Bukan tanpa alasan Jasmine menyatakan perasaannya pada Alder, selain karena rasa cintanya yang sudah sangat besar, ia juga beberapa kali memergoki Alder menatapnya, Jasmine anggap Alder juga menyukainya.

“Al, kamu gak mungkin mau sama dia kan? Reputasi kamu anjlok nanti,” Lily terus mengompori, ia tak akan rela jika Alder memiliki hubungan dengan siapapun apalagi Jasmine. Harga dirinya bisa hancur jika ia kalah oleh gadis gendut dan kumal itu.

Alder masih diam, mata tajamnya membalas tatapan Jasmine, lalu tanpa mengatakan apapun ia pergi. Meninggalkan Jasmine yang habis di soraki semua teman-temannya. Bahkan ada yang sampai melempar tissue bekas pakai pada Jasmine, mereka sangat puas menertawakan kebodohan Jasmine.

“Kamu di sini mau melamun atau mau memperkenalkan diri?”

Jasmine tersentak, untuk sesaat Alder membawanya pada bayangan masa lalu. Tiba-tiba tubuhnya gemetar, “Ma-maaf pak, sa-saya sedikit pusing,” kata Jasmine. Tentu ia berbohong, “Haciiiiiih,” Ternyata hidungnya masih tahu dan mengenal aroma Alder, hidungnya geli dan ingin bersin.

Kening Alder semakin berkerut, matanya semakin intens menatap Jasmine, seperti tengah mengingat-ingat sesuatu. Ia lalu bertanya, “Nama kamu siapa? Saya belum sempat melihat CV kamu.”

Jasmine berdehem, ia membekap hidungnya yang kembali ingin bersin, “Sa-saya, nama saya Jas, emmm maksud saya, nama saya Naraya Pak,” jawab Jasmine. Ia tak berbohong, namanya memang Naraya, Naraya Jasmine.

Hatinya terus berdoa, agar Alder tak mengenalinya. Setidaknya, ia bisa fokus bekerja jika Alder tak mengenalinya.

“Naraya? Panggilan kamu?” Tanya Alder lagi. Ia terus menatap Jasmine, seperti meneliksik wajah Jasmine yang seperti tak asing untuknya.

“Panggil saya Nara,” Jasmine berusaha bersikap tenang, ia memberanikan diri membalas tatapan Alder, mata itu, mata yang masih mampu menenggelamkannya. Jantung yang berdetak begitu kencang menandakan rasa itu masih ada. Tidak, Jasmine tak mau lagi terjatuh di lubang yang sama. Ia bukan lagi Jasmine yang bodoh!

“Ok, Nara. Kamu adalah Marketing terbaik di perusahaan saya di Surabaya, dan kamu berkesempatan mendapat promosi naik jabatan. Ada dua posisi yang saya tawarkan, yang pertama menjadi Manager pemasaran, dan yang kedua menjadi Sekretaris saya. Kebetulan posisi itu sedang kosong, melihat prestasi kamu, saya yakin dalam waktu singkat kamu bisa menguasai pekerjaan kamu nanti.”

Nara menelan ludah, posisi yang sangat menggiurkan. Tapi untuk menjadi sekretaris, resikonya juga akan sangat besar untuknya. Ia tak mau terlalu dekat dengan Alder.

“Bagaimana? Saya butuh jawaban kamu sekarang juga,” desak Alder, ia memang tak mempunyai banyak waktu.

“Manager pemasaran, saya memilih posisi itu. Karena itu sesuai dengan keahlian saya dan tidak jauh dari posisi saya sebelumnya,” jawab Jasmine.

“Kamu yakin? Gaji yang saya berikan juga berbeda, untuk menjadi sekretaris saya, saya bisa membayar kamu Lima kali lipat dari gaji Manager pemasaran. Tentu fasilitas yang akan kamu dapatkan juga lebih kumplit, seperti rumah, mobil dan tunjangan-tunjangan lainnya. Kalau kamu cerdas, kamu pasti tahu posisi apa yang akan kamu pilih,” Alder menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi, telunjuknya mengetuk-ngetuk punggung tangannya yang lain, seolah tengah menghitung mundur untuk mendengar keputusan Jasmine.

Semakin di buat pusing lah Jasmine, ia bingung harus memilih posisi apa. Benar kata Alder, jika ia cerdas, ia pasti akan memilih sekretaris, tapi justru itu kebodohan untuknya. Lalu bagaimana dengan gaji yang besar juga semua fasilitas untuknya? Ia bisa memboyong sang Mama secepatnya jika ia memilih posisi itu.

“Pak saya ...”

“Putuskan sekarang, saya tidak punya banyak waktu untuk menunggu!” Alder membuka kaca matanya, memijat pangkal hidungnya sejenak lalu meletakkan kacamata itu di atas meja.

“Saya …”

1
Cut Dini
boncap donk Thor 😢,tentang oryza seenggaknya sedikit kelanjutan dr Al dan Jasmine setelah nikah
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
lemah banget MC cewenya Thor aturan pas dion bertekuk lutut dia juga ikutan klo mmng gak mau dari pada blm move on
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
ya salah jasmine juga aturan pemasaran aja sama² ada gaji yg di surabaya aja masih bisa hidup kok....
jadi ya gini dech
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
harusnya PD lagi karna dah langsung kan tandanya PD juga
Intan Marliah
Luar biasa
Elina Vilania
kasih MC cowoknya yang lain ya thor jangan sampe mc cowoknya alder
Sari Utami
Ceritanya terbilng seru, tapii aku masih di episod 1 next lnjut besok deh bacanya. Semangat thor
winda aulia
sumpah..baru kali ini baca novel berasa jadi pemeran utamanya..🤣
Cut Dini: iya sist 🤣
total 1 replies
Siti Chusnulhotimah
kurang greget karena ,TDK ada kisah Oriza terkait ayah biologis raga
Siti Chusnulhotimah
kurangajar jg Oriza kalo memang tulus cinta sama yasmin dan berniat menceraikan nya harusnya jangan di unboxing,, itu namanya habis manis sepah di buang
Citraleka Dhami
ketahuan o' oww🤣
Helen Nirawan
pusing baca ny , isi.dr cerita ini tuh pagi siang malam., tiap.detik menit , cuma sakit hati , kecewa , gk.jauh2 itu doank , bs gk seh kasi bahagia gt
Helen Nirawan
benci liat alder , bs ngancam doank trus bs apalagi nyakitin jasmine , merasa hebat lu , brani ny ama cewe , banci
Helen Nirawan
kan di blg jg apa , apain blk ke surabaya , ketauan kan , itu temen ny jg ember apain ngadu2 ke alder biarin aj dia frustasi , bodo amat , sukurin , bos tp mulut gk di sekolah in , malu2 in aj
Helen Nirawan
hrs ny jgn blk.ke surabaya , cari kota laen.lah ,
Helen Nirawan
amit2 dasar siluman curut ( lili ) kampret , lu jgn merasa cantik , klo ngaca tuh di jurang sono , najis ,gw sumpah in , lu yg jd burik , item , dekil,bau, gembrot , jerawatan , kaki gede sebelah 😈😈
슈가
Luar biasa
Abinaya Albab
pdhl Lily merasa dirinya cantik & Jasmine jelek ngapain juga takut bersaing mpe segitu mulut jahatnya...toh si cowo' juga gk nanggepi Jasmine juga kn,heran sama si lily
Dwi Nuryani
Luar biasa
Halimatussa'diyah 04
sebenernya muak bngt bacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!