Keinginan Farah yang ingin merubah hidupnya, diterima sebagai asisten CEO di salah satu perusahaan terbesar di kota ini malah membuatnya menjadi istri kontrak CEOnya.
Dia sudah berusaha untuk menolak tapi kenyataan berkata lain, Dia harus menjalani pernikahan itu karena tidak ingin kehilangan pekerjaannya.
Tidak sampai disitu, setelah tumbuh rasa cinta diantara mereka kembali mereka dihadapkan dengan berbagai masalah yang menguras air mata dan kesedihan, sampai akhirnya hanya takdir yang menentukan nasib pernikahan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ling_ling85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang kerja bareng CEO
Perkenalan Hendra sebagai manager baru menjadi perbincangan hangat diantara karyawan wanita dikantor, langsung dinobatkan jadi pria tampan ke dua dikantor itu setelah sang CEO.
Hendra fokus menatap komputernya, dia memeriksa semua laporan dari semua Devisi di kantor itu.Hendra adalah karyawan yang paling rajin dan pandai di kantor cabangnya dulu di Bandung, itu yang membuat Tuan Davidson menariknya ke kantor pusat.
Hendra sendiri sangat senang bisa pindah ke jakarta sekalian ingin mengasah kampuannya di kota besar dan juga di jakarta dia bisa leluasa mengunjungi mamanya yang memang tinggal di jakarta.
Kembali dia membolak-balik laporan di tangannya,sampai ada yang mengetuk pintu ruangannya.
Tok...tokk..tokk
"Masuk"
"Maaf pak saya Sinta dari devisi Finance , ini laporan keuangan dari divisi finance yang bapak minta" Sinta menyerahkan setumpuk file ke Hendra.
"Nama kamu Sinta,Terimakasih ya " jawab Hendra
Ada yang bisa saya bantu lagi pak??
"Itu saja dulu nanti saya menghubungi bagian finance lagi kalau masih ada data yang saya perlukan".
"Ohh kalau gitu saya permisi dulu"
"Duhh sinta mimpi apa kamu semalem ketemu pangeran pujaan " gumam Sinta dalam hati.
Sinta keluar dari ruangan Hendra sambil terseyum sendiri, bahkan sesudah sampai diruangannya pun dia masih senyum-senyum sendiri.
"Sin...abis kesambet setan mana kamu" goda Desi
"Sial kamu Des"
"Abis senyum-senyum sendiri bikin orang merinding aja"
"Aku habis ketemu sama pangeran pujaan hati" rancau Sinta
♡♡♡
Di lantai 11 terlihat sang Ceo sibuk melihat komputernya , apa yang dilihat pria ini sampai kelihatan sangat serius, sesekali dia mengacak-acak rambutnya. Farah yang melihat tingkah Ceo merasa aneh sendiri tidak biasanya Ceonya dengan ekspresi seperti itu.
Devan terlihat kebingungan,membuat Farah menjadi tambah Heran. Akhirnya Farah memutuskan untuk tidak menghiraukannya dan kembali menatap komputernya.
Beberapa menit kemudian Devan memanggil Farah.
"Farah coba kamu kesini???"
"Iyaa pakk ada yg bisa saya bantu???"
"Apa kesukaan orang tua mu?"
"Maakksud bapak ?? kenapa dengan orang tua saya".
Farah sudah mulai ketakutan kenapa sekarang Ceonya itu bertanya tentang orangtuanya, apa mungkin dia merencanakan sesuatu lagi.
"Kenapa kamu kaget begitu,aku hanya ingin tau apa kesukaan mereka, jadi nanti aku bisa tau barang apa aja yang aku bawa saat melamar kamu".
"Whaaattt...!!!! dasarr Ceo koplak, dari tadi kirain mau nanya apaan???" gumam Farah dalam hati.
Jadi wajah binggung Ceonya dari tadi memikirkan itu, perlahan Farah mulai tenang, dia sudah sangat ketakutan saat Devan menanyakan tentang orang tuanya.
"Orang tua saya sangat sederhana pak, bapak cukup datang saja, mereka juga tidak suka barang yang berlebihan takutnya mengira bapak mau beli saya nanti bukan mau menikahi saya".
Sejenak Devan mulai mencerna omongan Farah, orangtua Farah adalah kunci satu-satunya untuk pernikahan mereka, maka dari itu Devan harus berusaha menarik simpati mereka agar mereka membiarkan Farah menikah dengannya, jujur Devan tidak berpengalaman dalam hal itu.
"Ohh ake nanti akan aku pikirkan lagi , pastinya aku gak mungkin gak bawa apa-apa juga kan???".
"Terserah bapak saja"
Kemudian Farah kembali ke mejanya dengan kesal.
"Jangan lupa besok ada makan malam dengan keluarga ku, aku jemput kamu besok, kamu naik apa ke kantor???"
"Nnaaiikk motor pak"
"Tinggalkan saja motormu di kantor nanti aku antar kamu pulang"
"Ta.. tapi ..pak ???,motor saya gimana, saya pulang sendiri aja gak apa-apa".
Farah benar-benar kesal dibuatnya,meninggalkan motor dia di kantor, apalagi motor itu adalah satu-satunya alat transportasi yang dia punya.
"Gimana besok aku jemput kamu kalau tidak tahu alamat rumahmu, udahh jangan banyak alasan pokoknya nanti sore kamu pulang sama aku..!!!"
"Baaiikk pak"
"Dasar CEO koplak suka nya maksa " gerutu Farah dalam hati.
♡♡♡
Di rumah keluarga Davidson terlihat Bryan sang Om duduk diruang tamu bercincang santai dengan Tuan dan Nyonya Davidson.
"Bryan gimana perkembangan Devan dan calon istrinya???" tanya Tuan davidson
"Semua sesuai rencana Kakak tenang aja " jawab Bryan
"Aku harap kali ini berhasil, aku dah kehabisan cara membuat Devan melupakan Vivian".
"Iyaa kak semoga saja dengan pernikahan ini Devan bisa membuka lagi hatinya dan melupakan Vivian"
"Kamu pastikan Devan tidak tau kalau aku dan mama nya terlibat dalam masalah ini, biarkan saja dia mengira ini hanya nikah kontrak, nanti setelah menikah aku berharap dia benar-benar mencintai gadis itu".
"Iyaa Kakak tenang saja,Devan gak tau kalau ini juga merupakan rencana kita"
Ternyata tanpa disadari Devan, Bryan sang Om juga punya rencana lain dengan orangtua devan, Tuan davidson yang tau rencana anaknya malah mendukungnya tanpa sepengetahuan Devan.
Keluarga davidson tidak pernah memilih atau melihat orang dari status sosialnya, mereka juga sudah mengetahui tentang keluarga Farah, bukannya menentang mereka dengan senang hati menyetujui pernikahan anaknya. Bagi Tuan dan Nyonya Davidson kebahagian anaknya adalah yang utama, karena Devan adalah satu-satunya keturunan mereka.
♡♡♡
Dikantor Farah sudah siap-siap merapikan tasnya, ini memang sudah jam pulang kantor, Farah kebingungan sang CEO belum juga kembali ke kantor, karena mereka sudah sepakat,dengan berat hati farah harus menunggu.
"Aahhh..kemana sih bos koplak itu lama banget" gerutu Farah
Tak lama ponsel farah bergetar, di ambilnya dari dalam tasnya, id penelfonnya "Ceo koplak".
"Yaa..hallo pak ??"
"Kamu turun aku tunggu di depan kantor !!"
"Iiyaaa...baikk pak"
Buru-buru Farah keluar dari kantor dan turun kelobby, di depan terlihat mobil Devan, membuat Farah kaget.
"Kenapa harus di depan kantor, persis depan lobby nanti gimana kalau ada yang tau aku pulang bareng bos, ahhhh bener-bener koplak nih Ceo lama-lama" Farah ngomel sendiri sambil jalan celingukan melihat kanan kiri takut masih ada karyawan lain yang melihat.
Setelah memastikan sekeliling nya aman buru-buru Farah masuk ke mobil Devan.
"Lama sekali kamu ???"
"Maaf pak saya harus memastikan dulu gak ada yang melihat saya masuk mobil bapak".
"Hahhh..maksudmu???"
"Bapak kan udah janji merahasiakan rencana pernikahan kita dari orang kantor, apa bapak lupa??"
"Terserah kamu .." cetus Devan kemudian.
Devan melajukan mobilnya menuju rumah Farah, di perjalanan dia berpikir sendiri kok ada makhluk aneh macam Farah, kalau orang lain yang ada di posisinya pasti sangat senang bahkan kegirangan bisa dianter dia. kenapa ini malah gak mau ada yang tau.
Dalam perjalanan Farah hanya diam, dia berbica hanya memberi tahu arah jalan kerumahnya saja, sampai Devan mulai bicara.
"Jauh banget rumah kamu dari kantor???"
"Kalau deket saya pasti jalan kaki pak kenapa harus naik motor" jawab Farah kesal.
Devan hanya bisa menggeleng pelan mendengar jawaban Farah.
hidup terlalu berat. bisa ga diketemukan sm sesosok devan didunia nyata ini
OMG itu jhi chank wook😍😍😍😍😍
thooor harusnya pemeran utamanya ituuu sedikit ga rela😥😥😥😥😥