NovelToon NovelToon
He Is Abrisam (S1-S2)

He Is Abrisam (S1-S2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: tinkeerz

(season 2)

Adira dan Abrisam terpaksa menjalankan hubungan jarak jauh karena impian dan cita-cita masing-masing. Namun, tidak semua orang bisa menjalankan itu termasuk mereka. Awalnya semua berjalan dengan lancar hingga suatu ketika ada saja masalah yang menguji cinta keduanya.

Kepercayaan mereka pun diuji, saling menyalahkan dan jarang kumunikasi. Apa mereka masih bisa mempertahankan hubungan yang sudah dirakit bertahun-tahun ini?


(season 1)

Adira Verbena, gadis kelas 12 SMA yang hanya ingin ketenangan dalam hidupnya. Ia ingin melewati masa sekolah dengan tidak terlibat masalah satu pun.

Jadi siswi teladan sepanjang sekolah adalah impian besarnya. Namun, tidak semulus itu. Nampaknya sejak mengenal Abrisam Pradipta impiannya itu harus hancur.

Banyak masalah yang datang melibatkan mereka berdua. Dira berusaha menghindarinya, tapi takdir seperti ingin menyatukan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tinkeerz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 7

Kelas 12 IPS 1 sangat tenang saat kehadiran Miss Jesica. Guru bahasa inggris yang tegas dan mempunyai rupa cantik.

Sebagian anak laki-laki di kelas itu sampai tak berkedip memandangi guru yang baru berusia 27 tahun ini.

“Berhubung UTS sudah dekat. Kalian akan Miss sering berikan tugas praktik.”

“Yaaaah, Miss...” keluhan serentak itu keluar dari seluruh murid yang ada di kelas.

“Anggap saja ini latihan sebelum praktik sesungguhnya. Nilai tugas ini akan menambah nilai bahasa inggris kalian yang kurang. Ibu harapan kalian mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.”

“Kenapa harus praktik bahasa inggris?” gerutu Adira dari mejanya.

“Mungkin, biar lo susah. Miss Jesica pengen buat lo susah,” jawab Violet asal disertai tawa kecilnya.

Adira hanya menghela napas.

Miss Jesica mengambil buku absennya, “sebelumnya, ibu akan membagi kelompok untuk kalian. Satu kelompok terdiri dari dua orang.”

“Yang pertama,” lanjut Jesica melihat ke buku yang ia pegang, “Abrisam Pradipta dengan Adira Verbena.”

Adira tersentak saat mendengar namanya dan Abrisam dipanggil. Ia menoleh ke Sam yang ternyata juga menatapnya.

“Miss, saya mau protes.” Dira mengangkat sebelah tangannya.

“Protes apa Dira?”

“Saya nggak mau satu kelompok sama Sam.” Dira menoleh sekilas ke Sam, “Pasti ujungnya apes.” Lanjutnya dengan suara dipelankan.

“Nggak bisa begitu Dira. Semua sudah Miss bagi. Kalian tidak boleh bertukar pasangan.”

“Kan bisa diganti sama Vio, Miss.” Dira memeluk lengan Vio. Membuat teman sebangkunya itu sedikit terkejut, “atau sama Yara.” Dira beralih menunjuk Yara yang duduk di depan mejanya.

Miss Jesica menghela nafas, “memang apa salahnya sekelompok sama Sam? Sam pintar bahasa inggris, Miss yakin dia bisa mengajarimu dan membantumu mengejar nilai yang tertinggal.”

Adira menoleh lagi ke arah Sam saat Miss Jesica berbicara begitu. Dengan PD-nya Sam tersenyum ke Dira. Membuat gadis itu bergidik jijik dan menghadap ke depan kembali.

“Sudah tidak ada yang protes lagi. Miss akan melanjutkan pembagian kelompok.”

Untuk Adira yang kurang menguasai bahasa inggris harus menerima kenyataan kalau dia sekelompok dengan Sam. Bagi Dira dari pada mengerjakan bahasa inggris ia lebih memilih menyelesaikan soal matematika yang menurut banyak orang sulit.

Namun, bagi Dira sih juara kedua olimpiade matematika tingkat kelas 1 SMA itu, bahasa inggris lebih susah. Ini juga salah dua ia tidak masalah untuk tak bersekolah keluar negeri. Walau pun sangat ingin melanjutkan pendidikannya ke sana.

“Halo teman sekelompok!” Abrisam lekas mengambil duduk di sebelah Dira.

Bakso yang sedang ada di mulut Adira melompat keluar dan masuk ke dalam mangkuk bakso milik Yara.

“Oh, Noo.” Violet yang ada di samping Yara menutup mulutnya melihat kejadian itu.

“Dira!” Yara menunjukkan wajah yang terlihat kesal.

Abrisam meringis dan Dira melongo tak bergerak. Ia shock.

“Adira what are you doing?” pertanyaan Sam berhasil membuat Dira menoleh padanya.

“Diam lo!” tunjuk Dira ke depan wajah Sam, “nggak usah sok-sok bahasa inggris. Ini semua gara-gara lo!”

Abrisam tertawa pelan mendapat respons begitu.

“Maaf, Yara. Ganti deh pakai punya gue.” Gadis itu memberikan bakso yang tersisa di mangkuknya.

“Nggak usah.” Yara mengambil gelas minumannya dan menyeruputnya menggunakan pipet.

Adira sungguh merasa bersalah. Temannya itu tidak jadi makan. Ia juga maklum kalau sekarang Yara marah padanya.

“Lo sih ngapain ngagetin gue?” tanya Dira pada Sam yang ada di sampingnya.

“Gue ke sini cuma mau tanya kapan kita ngerjain tugas bahasa inggrisnya?”

“Lo kan bisa tanya di kelas. Sekarang lo ganti baksonya Yara.”

Abrisam menopang dagunya dan menatap lurus ke depan.

“Malas amat. Yang buat bakso itu kotor 'kan lo bukan gue.”

“Kalau lo nggak ngagetin gue juga nggak akan terjadi seperti ini.”

Violet melirik kedua orang yang terus berdebat itu sambil menghabiskan makanannya. Sedangkan Yara tidak banyak suara cuma memainkan pipet minumannya.

“Ada apa ini kok ribut-ribut?”

Kekesalan Adira tambah memuncak saat Manha dan Emran ikut bergabung. Yara bergeser merapat ke Violet saat Manha duduk di sebelahnya. Emran mengambil tempat di sisi Dira yang lain. Saat ini Dira terapit di tengah.

“Lo jangan dekat-dekat teman sekelompok gue.” Sam memukul tangan Emran dan menyuruhnya menjauh.

Dengan menurut Emran sedikit bergeser. Adira menatap Sam yang sedang mengambil roti dari tangan Manha.

“Lo bisa nggak usir teman-teman lo dari sini. Satu pembuat onar aja kepala gue udah pusing. Apa lagi ini tiga sekaligus di depan mata.”

Sambil membuka bungkus roti Sam berbicara, “tenang aja teman sekelompok, teman-teman gue ini udah jinak. Jadi, lo nggak perlu takut.”

Manha menganggukinya.

“Harusnya bersyukur dong dikelilingi cowok ganteng. Iya nggak cantik?” Emran mengedipkan matanya ke Yara.

“Jangan main mata sama teman gue! Gue colok mau?” Violet mengacungkan garpu ke Emran membuat cowok itu nyalinya menciut.

“Hah bodo. Pergi kalian!” Adira mendorong Sam dan Emran yang ada di sampingnya. Namun, tidak berefek apa-apa hanya tubuh mereka miring-miring saja.

Abrisam menyerongkan duduknya ke arah Adira, “kalau gue nggak mau pergi lo mau apa?”

Pertanyaan menyebalkan. Rasanya Dira mau menggetok kepala Sam dengan gelas di depannya itu.

“Pergi dulu sana!”

“Kita ‘kan belum bahas tugas teman sekelompok. Kapan kita mau ngerjainnya?”

“cukup ya lo manggil gue teman sekelompok. Panggil gue seperti biasa aja. Enek tahu nggak.”

Manha yang memperhatikan tertawa-tawa pelan saja. Abrisam sangat senang membuat Adira kesal hingga marah-marah.

“Panggil seperti biasa itu gimana? Sayang?”

“Sejak kapan kita panggil sayang-sayang. Lo!” Dira menunjuk Manha dan membuat laki-laki itu mendelik penuh tanya, “bawa ini teman lo ke rumah sakit jiwa. Gue rasa otaknya udah nggak beres.”

Sam cekikikan. Namun, tawanya berhenti saat seseorang dari belakang mencengkeram kuat kerah seragamnya.

Semua yang duduk di meja itu mendongak untuk melihat siapa orang yang berani berurusan dengan Abrisam Pradipta.

1
'Nchie
duh Sam manis banget sih kalo sama Adira...itu bokapmu kesurupan kali ya ngotot mau kawin lagi🤣🤣
'Nchie
kalo mama Winda masih terima pak Tomi ..aku kecewa deh sama mama...pak Tomi itu doyan kawin ..ntar kalo udah bosen pasti gitu lagi
'Nchie
jadi pengen nabok pak Tomi...itu istri udah 2 juga hadeuh
'Nchie
mama kan baru kenal sama pak Tomi jadi blm tau karakter pak Tomi seperti apa.. tanya istri nya juga dong atau tanya sama Sam...karena anak2 yg akan terluka
'Nchie
ah ini mah dasar pak Tomi doyan kawin 😤😤
'Nchie
nanti kamu nyesel loh sam
'Nchie
nanti kamu sendiri Dira ..hatimu udah suka sama Sam ..tapi kamu g nyadar
Trusthi Widhi
mood booster banget baca ini💝
Trusthi Widhi
tulisannya asyik untuk d baca❤️
👻Yusuf🦖
menarik
Adila Senja Zakeisha
Gak jelas banget nih orang tua.
yg salah dia kenapa anaknya yg kena dampak nya. siapa suru Uda tua masih jatuh cinta
pas di tipu marah".
Bundha Acha
udah thorrr,....si dira kan dapat pesangon tuh,....dah lah buat buka usaha rumah makan kecik kecilan
Naylatul Maufiroh
siiiiip
Amiek Susena
dira mah gak mau jujur, sebel aku
Amiek Susena
terimakasih otw season 2
Amiek Susena
suka banget thor jika ada seasen 2
Amiek Susena
winda mah gitu dia juga salah .. ngapainmain teriama saja ajakan tomi nikah , bukannya diselidiki dulu siapa tomi ... eehmalah sekarang anaknya yg dikorbanin karena dia kecewa gak jadi nikah sama tomi
Amiek Susena
thor di epusode ini aku berlinangan airmata duuuh nyesek banget
Amiek Susena
dasar tomi sibuaya darat sebel banget ....
Amiek Susena
jangan pisahin sam sama dira yaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!