NovelToon NovelToon
SHU XIE JING MAE

SHU XIE JING MAE

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:89.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dinul Khotimah

Berbakat , sudah dipastikan dan tak bisa dipungkiri , gadis itu sangat berbakat.

Tapi , karna ia terlalu berbakat , semuanya harus disembunyikan, dan berakhir dengan kelemahan , ketidak berdayaan , dan mengakhiri hidupnya.

Lalu membawa seorang gadis yang sama harus menggantikan posisinya saat ini.

Siapakah itu?

Dari mana itu?

tak akan ada yang tau......

JUST KIDDING.
HAPPY STORY... HAPPY ENDING....

< ORIGINAL , jika ingin mengopi silahkan atau tertarik untuk mengubah diperbolehkan , dengan menginformasikan AO terlebih dahulu , Terima Kasih , karna sudah mau mencontoh > AO merasa terhormat dan tersanjung karna karya yang AO tulis ternyata menginspirasi pembaca 😊😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinul Khotimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 07

Sarapan yang hangat, itu lah kata yang pasti untuk apa yang sudah terjadi pagi itu, tapi sayang berakhir dengan keisengan Jing Mae, entah sudah berapa kali itu terjadi , tapi memang bukan sesuatu yang langka untuk para penghuni paviliun , terkadang malah ada yang lebih parah lagi dari itu .

Pagi itu suasana di Mansion Bayangan sedikit terasa horor , pasalnya hari ini akan dimulai penyerangan besar-besaran ke menara pengintai Kaisar , dan segala persiapan akan disiapkan secara sempurna agar penyerangan kali ini berhasil menembus benteng pertahanan yang cukup kuat walau pun hanya cabang .

" Ling'er ... Kau sedang apa ? " tanya Jing Mae , saat melihat mahkluk peliharaannya melakukan sesuatu yang sedikit mencurigakan .

" Ah... Nona ... Saya kira para prajurit ... Saya sedang menyiapkan sedikit kejutan untuk mereka ..ah ...ya mumpung anda di sini .. Saya mau tau siapa yang akan anda selamatkan ?" tanya Ling Qiu sambil tetap melanjutkan pekerjaannya .

Jing Mae hanya menggelengkan kepalanya dan berkata " tak ada yang perlu diselamatkan disini , kecuali anggota keluarga suami ku ..  para pelayan yang ia bawa dan juga dirinya ... " jawab Jing Mae lemah sambil tersenyum kecut.

Ling Qiu langsung paham maksud dari majikannya ,Ling Qiu mempercepat pekerjaannya , setelah selesai ia mengikuti majikannya menuju dapur .

Seperti yang sudah direncanakan , Ling Qiu akan menyamar sebagai perhiasan sederhana agar tak dicuri oleh anggota bayangan , setelah itu Jing Mae akan memainkan perannya sebagai sandera yang baik , ia akan mengikuti alur yang diinginkan Bandit Bayangan , yah walaupun perannya kali ini cukup sulit , bahkan bisa dibilang sangat berbahaya , karna jika terbongkar maka nyawanya yang akan jadi taruhan , dan karna itu juga Ling Qiu menyamar , agar dapat melindungi majikannya dari kemungkinan terburuk yang akan terjadi .

Sementara itu di depan gerbang masuk menara penjagaan ,semua pasukan bayangan tampak sedikit bergetar walau pun mereka ingin , tapi tetap saja mereka punya rasa takut , karna dengan secara tiba-tiba seluruh prajurit kerajaan tampak tidak terkejut dengan apa yang terjadi dihadapan mereka , para anggota bayangan mulai berbisik khawatir , semuanya membuat perkiraan yang cukup buruk .

Sementara itu Bos Besar tampak sedikit berpikir keras di mansion , 'Bagaimana membuat Gadis yang ada dihadapannya menjadi budak ?' Setidaknya itu lah yang dipikirkan Bos Besar .

Sementara itu Jing Mae tampak sangat santai saat dihadapannya berjejer alat yang dapat menyiksanya , walaupun dia sudah dilindungi oleh Ling Qiu , tapi tetap saja rasa sakit itu akan menembusnya dan membuatnya merasa sedikit khawatir.

Wu Xie tampak tenang dengan wajah datar yang selalu ia tunjukkan , walaupun sebenarnya ia cukup khawatir tentang Tunangannya yang kini pasti sedang melaksanakan hukuman dari Bos Besar , tapi dengan cepat ia menepis prasangka buruknya , ia harus segera menyelesaikan misinya dan segera menyelamatkan Tunangannya , itulah yang sepertinya ia rencanakan .

Seluruh pasukan bayangan tampak sesikit kewalahan menghadapi prajurit kerajaan , sementara itu Wu Xie tampak sangat .... Khawatir .

" Apa yang sedang kau pikirkan saudaraku ? Apakah kau berpikir akan menyelamatkan Istri mu ? Itu tidak mungkin , karna sekarang Dia pasti sudah pada batasnya , kau tau Saudara Tertua pasti sedang bersenang-senang dengan Istrimu .. Hahaha... Aku sudah tau sejak awal kaulah penghianat itu ... " ujar Bos Kedua panjang sambil mengambil posisi menyerang , tapi sayang belum sempat menyelesaikan ejekannya , Bos Kedua itu mencapai ajalnya .

Bola kepala itu menggelinding dengan bebas disekitar prajurit bayangan , tak satupun dari mereka yang berusaha bergerak dari tempatnya , walaupun mereka ingin tapi mereka tak bisa melakukan hal itu , seluruh sisi sudah dikepung oleh prajurit kerajaan .

Setelah menebas kepala Bos Kedua , Wu Xie tampak tergesah-gesah menuju kudanya , dan ia memacu dengan cepat kudanya , menuju Mansion Bayangan , tapi saat tiba di sana yang ia temukan hanyalah kobaran api yang semakin membesar.

" Maaf ... Yang Mulia ... Prajurit ini pantas untuk dihukum , Prajurit ini telah lalai dalam mengerjakan tugasnya , Hamba pantas mendapatkan hukuman ... " ujar Juan Wue meminta pengampunan , walau dia tau itu mustahil .

Keadaan semakin memburuk , Wu Xie terlihat tak ingin meninggalkan paviliun yang sudah habis terbakar api, namun dengan sangat sabar , Juan Wue mencoba membujuk Tuannya .

Wu Xie masih tampak sedih , walau tidak terlihat tapi hatinya teriris perlahan melihat bangunan yang ada dihadapannya telah habis menjadi abu.

" Yang Mulia ... Kenapa wajah Anda sangat kusut ... ? " tanya sebuah suara yang terdengar sangat familiar ditelinga Wu Xie , ia menoleh dengan cepat memastikan suara yang ia dengar , dan melihat sosok itu yang tadi sempat membuat hatinya hancur ternyata masih hidup .

Ya itu adalah Shu Xie Jing Mae , seorang Gadis yang sudah membuat seorang Putra Mahkota benar-benar merasakan perasaan yang sangat berbeda, wajah Wu Xie tampak sangat berbeda dari sebelumnya , kini wajahnya tampak sedikit bersinar.

" Anda lama sekali ... Saya sudah menunggu selama satu jam , tapi Anda tidak tiba jadi saya kembali kesini ,... Dan benar saja Anda masih disini dengan wajah yang lumayan kusut sih... Kalau boleh Saya tau , Ada apa ? Sepertinya Anda sangat bersedih dengan terbakarnya paviliun ini , kalau tau begitu kan gak akan Saya bakar paviliun ini ... " tanya Jing Mae polos , tampak nya Jing Mae tidak menyadari perasaan Wu Xie kepadanya .

" Aah... Ya .. Aku memang murung karna kenapa Aku harus menunggu disini sampai api itu habis ,... Sungguh mengesalkan ,.. Sudahlah tak ada yang perlu di perjelas karena Kau sudah disini maka ayo kita kembali ke kerajaan .. " titah Wu Xie tegas , yang hanya dapat gelengan tidak mengerti dari Jing Mae .

HAPPY READING ,...

SORRY CUMA DIKIT ...

1
Yoni Hartati
lanjut semangat


kpn lanjut cs ini
arfan
up
hiatus
Liu qiu lelaki atau perempuan
Shuzumia Shiota: laki-laki
total 1 replies
Indah Gunawan
keren...semangat tor
BucinRm
next
J.R P.0206
Author mo nanyakok kaisarny jwb"kenapa tidak kau lakukan".Kenapa kaisar bicara spt itu...apkh kaisar ad mksd yg tersembunyi pd putra mahkota
Shuzumia Shiota: iya, terima kasih😊
total 4 replies
BucinRm
next
yoemi noor
maaf baru mampir lagi... semangat terus kak. salam sukses buatmu😊
Shuzumia Shiota
Ao mau minta pendapatnya dong, gimana puisinya??
Nur Dinar
kak aku disini loh
Nur Dinar
kak aku disini
💜💜bee💜💜
up lagi
💜💜bee💜💜
up
Ayu
up kak dinul. semangat terus ya🤗🤗
Andini.L.
ditunggu lanjutannya thoorrr....
Sweet home
astaga keren banget... lanjut
Sweet home
keren
Ayu
semangat kak dinul semoga cepet up ya😀😀
Nevi Rostia sabaniah
hey kak ceritanya bagus menarik.😄semanagt terus ya buat ceritanya..oh iya kak mampir yu ke ceritaku "Menunggu dia kembali"
Shuzumia Shiota: ok, makasih udah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!