NovelToon NovelToon
Balqis Untuk Baim

Balqis Untuk Baim

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:139.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sasa Al Khansa

Putri Balqis yang biasa di panggil Balqis adalah gadis muda yang hidup sebatang kara.Gadis cantik dan lemah lembut yang tidak pernah tahu siapa orang tuanya karena ia hidup di besarkan oleh seorang nenek yang menemukannya saat bayi. Hingga akhirnya ia hidup seorang diri setelah sang nenek meninggal.

Muhammad Ibrahim atau yang lebih dikenal dengan panggilan Baim adalah seorang pemuda yang memilih hidup di jalan daripada di rumah. Meninggalnya sang ibu dan merasa ayahnya lebih sayang pada sang kakak membuatnya menjadi pemuda pemberontak yang tidak mau di atur hingga ia memilih menjadi bagian dari geng motor.

Baim jatuh cinta pada Balqis yang telah menolongnya dari pengeroyokan yang menimpanya.

Bagaimana kehidupan keduanya selanjutnya setelah pertemuan hari itu?

Happy Reading!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sasa Al Khansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BUB 7 Menemukanmu

Balqis Untuk Baim (7)

Baim pun pergi meninggalkan markas yang saat itu tidak terlalu ramai. Semua yang ada melihat ke arah Baim. Mereka paham yang terjadi tanpa harus di jelaskan.

"Bang Baim!" panggil seseorang

💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞

Baim tidak berhenti. Ia terus melangkahkan kakinya ke luar dan hanya mengangkat tangan kanannya sebagai tanda perpisahan.

...******...

" Assalamu'alaikum." Akbar menghampiri Balqis yang sedang duduk di teras masjid bersama Arumi. Keduanya baru selesai mengikuti kajian.

"Wa'alaikumsalam." Jawab keduanya serempak.

" Bisa bicara sebentar."

"Silahkan , Kak." Jawab Balqis.

Akbar melirik Arumi. "Bisa bicara berdua?" pintanya.

"Lebih baik yang ketiganya adalah sahabat saya daripada syetan." Jawab Balqis yang tahu maksud Akbar.

Akbar pun akhirnya tidak bisa memaksa. Bukankah dia yang seharusnya lebih paham agama agar mereka tidak boleh hanya berdua karena bisa menimbulkan fitnah.

Namun, Akbar juga merasa butuh privasi karena ini adalah masalah pribadi.

"Ehem." Akbar berdehem untuk menetralkan kegugupannya.

"Kalau kita bertiga berbicara di sebelah sana, bagaimana?" Usulnya.

"Baiklah" Mereka bertiga pun menuju bangku panjang yang ada di bawah pohon tepat di dekat tempat parkir.

Setelah mereka duduk bertiga di bangku yang berbeda, tidak ada satupun yang memulai bicara.

"Jadi, Kak Akbar mau bicara apa?" tanya Balqis yang merasa tidak nyaman dengan keheningan ini.

"Soal yang diminta Umi saya. Ustadzah Jihan. Bisakah di pikirkan ulang?" pintanya hati-hati.

"Maaf. Tidak bisa." jawab Balqis yakin.

"Kenapa?"

"Kakak tahu sendiri jawabannya."

Hening kembali. Arumi jadi bosan merasa jadi obat nyamuk karena tidak ikut dalam obrolan keduanya.

"Maaf soal perkataan ku tempo hari." Akbar yakin Balqis mendengar perkataan tempo hari dengan Panji.

"Tidak perlu minta maaf. Kakak tidak salah." jawab Balqis.

Akbar bingung harus biara apa lagi.

"Kalau hanya ingin berbicara soal itu, maaf aku sudah bulat dengan keputusanku. Semoga kakak mendapatkan perempuan baik-baik dengan latar belakang yang jelas yang bisa mengimbangi kakak yang keluaran pesantren. Assalamu'alaikum." Balqis berdiri dan langsung pergi meninggalkan Akbar.

"Wa'alaikumussalam"

Arumi ikut menyusul Balqis dengan setengah berlari.

"Hei, seenaknya saja malah ninggalin aku berdua sama Kak Akbar." Gerutu Arumi.

"Maaf." Balqis tersenyum.

"Yakin tidak berubah pikiran?"

Balqis menggelengkan kepalanya. "Buat kamu saja. Kamu kan nge-fans." Ucap Balqis

"Sekarang sudah enggak." timpalnya.

Keduanya pun terus berjalan sambil mengobrol masalah berbeda.

"Gimana rasanya ?" Seorang pemuda duduk di samping Akbar yang masih melihat ke arah Balqis dan Arumi.

Akbar menoleh. "Apanya?"

"Menjilat ludah sendiri." Orang yang tidak lain adalah Panji itu tertawa merasa puas melihat sepupunya yang patah hati.

"Bukannya di hibur malah di ledek." kesal Akbar.

"Makanya, jangan takabur. Mendahului takdir Allah namanya. Bilang gak akan berubah pikiran setelah mengatakan menolak di jodohkan dengan Balqis. Namun, semua berubah saat kamu sudah melihat seperti apa Balqis."

"Hmm. Alu tahu aku salah."

"Ya. Kalau sudah seperti ini, hatinya akan sulit di taklukan."

Akbar diam. Dia juga tahu. Tapi, ia tak ingin menyerah begitu saja.

"Kamu mau tahu apa solusinya ?"

"Apa?"

"Cari perempuan lain"

" Itu bukan solusi."

"Ya, cari yang peluang keberhasilannya lebih besar lah. Balqis sudah jelas peluangnya kecil. Mungkin bisa coba lamar sahabatnya saja?"

"Ah, makin ngawur saja ngomong sama kamu." Akbar berdiri meninggalkan Panji.

"Hei, aku serius."

"Ya.. ya.. ya..." Akbar acuh

...******...

"Apa rencana Abang setelah ini?" tanya Indra pada Baim yang masih duduk di atas kasurnya.

"Mencari pekerjaan mungkin. Kalau terus menganggur simpanan ku akan habis." Jelasnya singkat.

"Abang akan tetap tinggal disini bersamaku kan?" tanya Indra.

Indra sudah merasa nyaman bersama Baim. Ia baik. Indra merasa memiliki sosok seorang kakak.

"Kalau boleh."

"Tentu saja. Aku lebih senang Abang tetap tinggal disini."

"Ah benar, kalau aku pergi kamu jadi bayar kosan ini seorang diri." kelakar Baim.

"Haha. Abang tahu saja."Indra tertawa. "Tapi, bukan hanya masalah itu sih , Bang. Aku udah nyaman saja ada Abang disini."

"Hmm. Aku tahu."

"Soal perempuan itu, apa Abang sudah dapat informasinya ?"

"Belum. Aku belum mencari tahu. Mulai besok mungkin aku akan fokus untuk mencari dan mendapatkan hatinya."

" Ya. Berjuanglah, Bang." Indra memberi semangat. "Oh ya, soal pekerjaan. Keluarga teman aku buka bengkel gitu. Katanya lagi nyari orang buat jadi montir. Kalau kakak berminat." Jelas Indra.

"Boleh. Apa ada tes atau semacamnya?"

"Hmm. Nanti aku tanyakan lagi ya, Bang."

"Ok."

"Sekarang Abang mau kemana?"

"Mau jalan-jalan ke luar cari angin sekalian cari perempuan itu. Siapa tahu gak sengaja ketemu."

"Ya sudah. Carilah. Mudah-mudahan jodoh."

"Aamiin."

Baim berkeliling melajukan motornya tanpa tujuan. Ia hanya berputar-putar saja di sekitar tempat ia dulu bertemu Balqis. Juga ke tempat ia tidak sengaja melihat Balqis dengan seseorang. Yang tidak lain adalah Arumi.

Karena tak kunjung menemukan apa yang ia cari, Baim melajukan motornya ke tempat lain, hingga ia melihat ada seorang pria paruh baya yang sedang mendorong motornya di jalan yang sepi.

"Motornya kenapa, pak?" tanya Baim yang memberhentikan motornya.

"Putus rantai, Nak." Jawabnya.

"Mau saya bantu cari bengkel atau pulang ke rumah?"

"Ke rumah saja, Nak. Kalau bengkel malah makin jauh."

"Ya, sudah. Saya bantu dorong. Ayo bapak naik ke motornya."

Bapak tersebut pun naik ke motornya. Baim langsung menyalakan motor miliknya dan menjalankannya. Satu kakinya mendorong motor sang Bapak.

"Nanti, bapak tunjukkan saja jalannya ya." Pinta Baim.

"Iya."

Keduanya pun melajukan motornya sambil mengobrol setelah sebelumnya saling berkenalan.

"Jadi, Nak Baim ini sedang mencari pekerjaan?"

"Iya pak. Teman saya sebenarnya sudah memberikan informasi lowongan pekerjaan. Jadi, sedang menunggu informasi selanjutnya." Pak Heri manggut-manggut.

"Didepan belok kiri, nak Baim"

Mereka pun membelokkan motornya.

"Nah, di depan berhenti. Itu rumah saya."

Keduanya pun berhenti tepat di depan gerbang berwarna hitam.

"Ayo masuk dulu, Nak."

"Tidak apa-apa, Pak." Baim tak enak hati.

"Sudah, masuk saja. Sebagai tanda terima kasih, kita ngopi dulu." Ajak Pak Heri.

"Baiklah, kalau bapak memaksa." Mereka pun masuk ke dalam gerbang rumah.

Saat keduanya berjalan masuk, terdengar suara orang yang sedang mengobrol.

" Besok kita jalan yuk ke pasar Minggu. Sekali-kali"

"Kamu tidak jualan?"

"Sedang ingin libur saja."

"Ok. Kita Cari calon suami."

"Hahaha ada-ada saja. Aku mau nyari baju obralan bukan calon suami yang di obral."

Terdengar tawa dari kedua orang tersebut.

"Assalamu'alaikum." Pak Heri masuk ke dalam rumah.

"Wa'alaikumussalam." Jawab keduanya serempak.

Deg

Baim terkejut saat melihat sosok yang sedang duduk di salah satu kursi. Begitu pun orang tersebut. Keduanya sama-sama terkejut. Namun, Baim kemudian tersenyum.

Akhirnya, ketemu ... Batin Baim.

TBC

... ----------------...

...Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload.....

...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe...

...Terima kasih atas dukungannya...

...🥰🥰🥰...

1
Idah Jafar
wah jangan jangan....
Surati
bagus ceritanya 👍, tapi kok gantung sih thor
Andariati Afrida
Ceritanya bagus thor, tapi napa tamatnya gantung ya
Asih S Yekti
waduh kok tamat , ceritanya nggantung gak ada yg endingnya jelas
Rifaria Binelti
ayo siapa yg mendengar pembicaraan mila dan rini?
Syalum
😍
Fera Damayanti
Luar biasa
Sri Puryani
lho kok sdh selesai thor? kok ngantung gini , di atas tamat lho....ternyata akhirnya kok ngantung thor
Sri Puryani
sebetulnya itu karma ibunya bilqis tp tdk nyadar
Sri Puryani
alhamdulillah hslnya negatif
Sri Puryani
semoga hsl test dna nya negatif
Sri Puryani
hamil muda kok mkn durian? blh ya thor?
Sri Puryani
enak saja pas lg butuh nyari anak yg dibuang
Sri Puryani
siapa hayo? bpknya baim kah?
Mama lilik Lilik
ceritanya bagus cuma pas ending nya gantung banget ceritanya
Mama lilik Lilik
gini,yg gak suka ceritanya gantung, di awal di tulis end, gak taunya di PHP /Sob/
Mama lilik Lilik
di awal cerita, lupa babnya nama nya Andini,sekarang ganti Siska, ganti lagi dara ,yg benar mana nich
Mama lilik Lilik
manggilnya ya Abang ya kakak,yang bener mana🤦🏼‍♀️
ghina suabey
kok crtnya TDK d teruskan
ghina suabey: diteruskan crtnya kah, soalnya bgs
total 1 replies
Mama lilik Lilik
pasti ulah Andin kerjasama bos nya Baim,pak Bondan,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!