Menjadi seorang pembunuh bayaran yang sangat tersembunyi dan terkenal kejam karena tak ada pilihan lagi??
Yuuri, seorang gadis biasa tak sengaja mengetahui identitas rahasianya. Dia sengaja mendekati Seijuro Shin untuk membantunya terlepas dari titik hitam itu.
Namun cinta malah hadir diantara mereka.
Bisakah Yuuri membantu Seijuro Shin terlepas dari titik hitam ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sisi Lain Yang Berbeda
Seina seakan berniat untuk menyarankan sesuatu untuk pria berwajah datar dan dingin itu, namun ucapannya sempat terhenti disaat Yuuri menarik lengan pakaiannya dan memberikan sebuah isyarat agar Seina tak memperpanjang hal ini.
Namun rupanya Seina tak menghiraukan Yuuri dan malah terus melanjutkan ucapannya dengan antusias, karena dia hanya ingin memperlakukan pelanggan dengan baik. Bahkan tetkadang Seina juga merekomendasikan beberapa bunga untuk pelanggannya.
"Jadi begini, Tuan ... sebenarnya bunga baby breath itu bukanlah bunga yang seharusnya dibawa untuk ke pemakaman. Karena bunga baby breath adalah melambangkan sebuah kepolosan, kesucian hingga putih bersih. Banyak juga yang memakainya untuk acara pernikahan yang sering dimaknai sebagai lembaran baru, harapan baru serta cinta kasih. Yang tentunya memiliki arti selaras dan sakral."
Ucap Seina menjelaskan dengan ramah, dan seakan masih saja ingin menjelaskan lebih banyak lagi. Padahal saat ini Yuuri sudah sangat merasa khawatir jika pria dingin dan kejam itu tak akan menyukainya. Namun rupanya di luar dugaannya, pria kaku itu malah mendengarkan penjelasan dari Seina dengan wajah polosnya. Bahkan mimik wajahnya sangat berbeda dengan saat dia melakukan pembunuhan sadis.
"Sebenarnya bunga baby breath bukan hanya sebagai simbol sebagai cinta sejati dan bukan hanya untuk kekasih saja, namun antara keluarga dan sahabat. Bisa juga untuk untuk perayaan kelahiran, untuk hadiah disaat hari ibu." jelas Seina lagi.
"Aku tidak tau jika bunga bisa melambangkan hal semacam itu. Aku selalu memberikan bunga ini untuk mendiang ayah dan ibu di setiap tahun saat peringatan kematian mereka. Karena hal yang aku ingat adalah ... saat itu ibu sangat menyukai hadiah bunga seperti ini dari ayah."
Ucap Seijuro Shin diluar kesadarannya sambil termenung memandangi satu buket bunga baby breath yang masih dia bawa. Namun disaat dia kembali mendapatkan kesadarannya, dengan cepat dia segera berniat untuk meninggalkan tempat ini.
Namun lagi-lagi Seina kembali memangilnya. Dan hal ini cukup membuat Yuuri kembali merasa was-was.
"Uhm ... tunggu, Tuan!" sergah Seina yang sukses membuat Seijuro Shin kembali tertahan.
"Tidak ada salahnya kok jika tuan ingin memberikan bunga baby breath itu karena mendiang kedua orang tua tuan memang menyukai bunga itu disaat mereka masih hidup di dunia ini. Namun jika tuan mau ... tuan juga bisa membawakan bunga krisan ini untuk mendiang kedua orang tua tuan." imbuh Seina lalu memberikan satu buket bunga krisan putih komhinasi kuning oada bagian dalamnya.
"Berpulangnya orang yang dicintai pastinya menyisakan kesedihan dan kehilangan. Bunga adalah salah satu cara terbaik untuk menunjukkan rasa hormat dan kesedihan kepada orang yang telah meninggal dunia dan membantu kerabat mereka menemukan kedamaian di masa-masa sulit. Ada beberapa bunga yang dianggap sebagai simbol duka cita. Dengan demikian, kita semua bisa menggunakan bunga-bunga ini untuk upacara pemakaman, lalu diletakkan di pusara atau diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan dalam bentuk karangan bunga. Dengan membawa bunga krisan ini ke pemakaman, biea membantu menawarkan kedamaian dan cinta bagi jiwa orang yang sudah meninggal dunia." imbuh Seina dengan ramah.
Begitulah Seina si gadis florist itu, selalu saja maksimal dalam pekerjaannya. Dan tentunya dia melakukan semua itu dengan tulus untuk membantu para pelanggannya. Sangat berbeda dengan Yuuri yang sudah merasa sangat khawatir saat ini, karena mengkhawatirkan jika pria itu akan marah dan melakukan hal sadis untuk temannya.
"Baiklah. Aku akan membelinya juga." sahut Seijuro Shin mulai mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikannya kepada Seina.
Setelah itu dia mengambil bunga krisan itu juga lalu meninggalkan toko bunga ini tanpa sepatah kata apapun lagi. Dan disaat Seijuro Shin sudah meninggalkan tempat ini, Yuuri mulai melepas kaca mata serta topinya dan dia mulai bernafas dengan lega.
"Seina! Kamu berani sekali!" sungut Yuuri kembali mengatur nafasnya.
"Berani? Apa maksudmu, Yuuri? Aku hanya memberikan sedikit saran untuknya saja kok. Aku hanya berniat untuk membantunya saja ..." sahut Seina santai dan mulai merapikan beberapa bunga lainnya.
"Iya ... tapi dia itu sangat berba ..." ucap Yuuri hampir saja keceplosan.
"Dia kenapa, Yuuri? Apa kalian saling mengenal?" selidik Seina, namun masih saja fokus dengan bunga-bunganya.
"Ehg? Ti-tidak. Aku tidak mengenalnya kok. Lupakan saja ..." sahut Yuuri memutuskan untuk tak membahas tentang pria yang sudah mendapatkan predikat kejam, sadis, dingin dan tak berhati dari Yuuri.
Dibalik kebengisannya yang terlihat saat itu, rupanya dia memiliki sisi yang sangat tak terduga seperti ini. Sungguh mengejutkan ... rupanya dia sudah tidak memiliki kedua orang tua sejak lama. Apakah hal ini berhubungan dengan dirinya yang sekarang? Apa yang sebenarnya terjadi dengannya? Raut wajahnya tadi benar-benar tidak seperti dia yang aku lihat saat malam itu. Benar-benar berbeda ...
Batin Yuuri masih saja menatap ke arah pintu masuk toko bunga ini yang baru saja beberapa saat yang lalu dilalui oleh Seijuro Shin.
...🍁🍁🍁...
Sebuah taxi berwarna kuning lembut mulai menepi di depan sebuah pemakaman yang cukup luas dan besar yang ada di Yokohama. Yaitu The Yokohama Foreign General Cemetery. Pusara umum yang digunakan untuk penduduk yang bahkan bukan orang Jepang saja yang menempatinya.
Setelah memberikan beberapa lembar uang untuk supir taxi itu, akhirnya Seijuro Shin mulai turun dari taxi tesebut. Dia memasuki pintu masuk utama The Yokohama Foreign General Cemetery dan menyusuri sebuah jalanan yang disekitarnya dipenuhi dengan pusara.
Hingga akhirnya dia mulai berhenti di depan di depan buah pusara batu lalu duduk bersimpuh di hadapan pusara itu. Seijuro Shin meletakkan 1 buket bunga baby breath di atas pusara sang ibu, sementara 1 buket bunga krisan di atas pusara sang ayah.
"Ibu, ayah ... aku datang dan membawakan bunga kesukaan kalian. Ibu dan ayah apa kabar? Tidak terasa 20 tahun sudah berlalu dengan begitu cepat. Namun ... aku masih saja selalu merindukan kalian berdua." ucap Seijuro Shin lirih dan mengusap batu nisan di hadapannya dengan senyum tipis yang terlihat menyakitkan.
Sebuah senyum yang menyimpan duka dan lara. Sebenarnya Seijuro Shin masih merasa sangat marah dan kesal dengan dirinya sendir. Karena disaat itu, dia masih terlalu kecil dan lemah, hingga dia tak bisa untuk melindungi kedua orang tuanya dari para perampok itu.
Bahkan Seijuro Shin masih saja selalu menyalahkan dirinya sendiri selama 20 tahun ini. Dia tumbuh menjadi sosok pria yang kejam, bengis dan kuat, namun sangat jauh dari kasih sayang orang tuanya. Karena Yamato Takeru sendiri adalah sosok yang juga dingin dan kejam. Tentu saja dia hanya bisa merawat Seijuro Shin dengan tegas dan keras.
"Ibu, ayah ... sekarang aku sudah tumbuh besar dan semakin kuat. Andai saja saat itu aku juga sudah kuat dan besar ... pasti saat itu aku bisa melindungi kalian. Dan pasti ... kalian juga masih akan tetap hidup."ucapnya lirih masih dengan tatapan nanar.
Seejiro shin pembunuh berdarah dingin yg menghindar dari cinta namun pada akhirnya terjerat oleh cinta dari putri kepala polisi.
nah loh.... gimana nih 😱😱😱
Akankah cinta shin tercapai atau kah penuh halang lintang.!!
Semoga saja cinta pun berpihak padanya 🤗🤗🤗
Semangat shin raih lah cinta yg hangat itu untuk meluluhkan hatimu yg dingin. 😉😉
akaba ini licik sangat 😈