NovelToon NovelToon
Hanya Sebatas Istri Siri

Hanya Sebatas Istri Siri

Status: tamat
Genre:CEO / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Obsesi / Tamat
Popularitas:448.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

"Maafkan aku karena aku sudah mengkhianatimu, sayang," batin Kaisar.

Kaisar sangat kaget saat mengetahui dirinya sudah merenggut kesucian seorang gadis cantik yang tidak lain adalah anak dari pembantunya.
Kaisar mabuk berat, sehingga menganggap Luna sebagai istrinya. Padahal istrinya saat ini sedang terbaring koma di rumah sakit.

Masalah semakin pelik, saat mengetahui Luna mengandung anaknya dan bersamaan dengan sang istri sadar dari komanya.

Apa yang akan dilakukan Kaisar? Apakah dia akan menikahi Luna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Kepulangan Medina

6 bulan kemudian....

Sudah 6 bulan sudah, Luna dan Kai menjalankan rumah tangga tapi selama itu juga Kai tidak pernah menganggap Luna sebagai istrinya.

Sekarang usia kandungan Luna sudah menginjak 6 bulan, dan sudah terlihat membuncit. Walaupun Kai tidak pernah menganggapnya sebagai seorang istri, tapi Luna tetap menyiapkan semua kebutuhan Kai.

Saat ini Luna membawa pakaian bersih Kai dan ingin menyimpannya di kamar Kai, Luna berani masuk ke dalam kamar Kai saat Kai sudah berangkat bekerja karena kalau Kai masih ada di rumah, sudah pasti Kai akan memarahi Luna habis-habisan.

"Seandainya Tuan Kai mengizinkan aku untuk mencuci pakaiannya, pasti aku bakalan senang sekali," gumam Luna dengan senyumannya.

Selama ini Kai memang tidak pernah memperbolehkan barang-barangnya di sentuh oleh Luna, tapi Bi Sum selalu memberikan pakaian kotor milik kepada Luna karena ia tahu, anaknya itu sangat senang kalau sudah di suruh mencuci pakaian milik Kai.

Luna kembali merapikan semua pakaiannya ke dalam lemari milik Kai, tapi tiba-tiba terdengar suara langkah sepatu milik Kai.

"Astaga, itu suara sepatu Tuan Kai, aku harus bagaimana? kalau dia tahu aku ada di sini, pasti dia akan marah besar lagi sama aku," gumam Luna panik.

Luna tampak kebingungan, hingga dia pun memutuskan untuk bersembunyi di dalam ruangan ganti.

📞"Hah, serius kamu Mark? baiklah, hari ini aku akan ke Amerika."

Kai terlihat sangat bahagia, dia pun dengan cepat menutup sambungan teleponnya dan segera mengambil tas kecil dan dia isi dengan beberapa helai bajunya.

Kai kembali mengotak-ngatik ponselnya dan menghubungi Willi, yang tidak lain adalah asisten pribadinya.

📞"Wil, tolong kamu siapkan jet pribadiku soalnya aku harus segera pergi ke Amerika karena Medina saat ini sudah sadar dan akan segera pulang," seru Kai dengan nada yang bahagia.

Kai kembali menutup sambungan teleponnya dan dengan cepat membereskan barang-barang yang akan dia bawa. Setelah selesai, Kai pun segera keluar dari dalam kamarnya dan pergi menuju Bandara.

"Nyonya Medina akan pulang?" gumam Luna.

Harapan Luna hanya tinggal harapan, kali ini dia sudah tidak punya kesempatan lagi untuk mendapatkan cinta dari Kai. Apalagi sekarang Medina sudah sembuh dan akan kembali pulang, sudah dipastikan Kai tidak akan pernah memperdulikan Luna walaupun memang selama ini Kai juga tidak pernah memperdulikannya.

Luna keluar dari dalam kamar Kai dengan raut wajah sedihnya.

"Lah, kamu kenapa Nak? apa Tuan Kai memarahi kamu lagi?" tanya Bi Sum.

"Tidak Bu, tadi Luna mendengar kalau Nyonya Medina sudah sembuh dan kemungkinan besar dia akan segera pulang. Tadi Tuan Kai berangkat ke Amerika untuk menjemput Nyonya Medina," sahut Luna sedih.

Bi Sum menatap anaknya prihatin, sungguh malang nasib anaknya itu. Kalau ia tahu akan menjadi seperti ini, ia tidak akan membawa Luna untuk ikut bekerja dengannya.

"Ibu tidak bisa melakukan apa-apa, Ibu hanya bisa meminta maaf karena sudah membawa kamu ke sini. Seandainya kamu masih di kampung, mungkin kamu tidak akan mengalami hal seperti ini," seru Bi Sum dengan mata yang berkaca-kaca.

"Ibu jangan bicara seperti itu, semuanya sudah takdir dan Ibu jangan merasa bersalah."

***

Dua hari pun berlalu, dan hari ini waktunya Medina kembali ke Indonesia karena kondisinya sudah mulai membaik.

Luna dan Bi Sum menunggu kedatangan Medina dan yang lainnya.

"Ibu yakin kalau kamu anak yang kuat, bersikaplah seperti biasa," seru Bi Sum.

"Iya, Bu."

Tidak lama kemudian, 2 buah mobil berhenti di depan rumah Kai. Kai keluar dari dalam mobil dengan terburu-buru, lalu mengeluarkan kursi roda untuk Medina. Kai dengan cepat mengangkat tubuh Medina dan mendudukkan tubuh Medina di atas kursi roda, Luna memalingkan wajahnya entah kenapa Luna merasa cemburu dengan perlakuan Kai kepada Medina.

"Selamat datang, Nyonya," sapa Bi Sum.

"Terima kasih, Bi."

Medina melirik ke arah Luna. "Bi, siapa wanita ini?" tanya Medina.

"Ini Putri saya, Nyonya."

"Ha-halo Nyonya, na-ma sa-ya Luna," sahut Luna gugup.

"Kamu sedang hamil?" tanya Medina.

"I-iya Nyonya."

Mama Arini dan Papa Mahaprana saling pandang satu sama lain, sedangkan Kai hanya bisa terdiam.

"Sayang, tanya-tanyanya nanti saja sekarang kamu harus istirahat dulu," seru Kai dengan senyumannya.

"Iya sayang, lagipula aku capek banget," sahut Medina.

Kai pun segera mendorong kursi roda melewati Luna, kedua orangtua Medina menatap sinis kepada Luna dan terakhir ada Mark yang membawakan tas milik Medina.

Semuanya berkumpul di ruangan tamu, Bi Sum dan Luna membawakan minuman untuk semuanya.

"Jeng Arini, apa tidak apa-apa mempekerjakan pembantu yang sedang hamil?" seru Mama Marisa dengan judesnya.

Mama Arini menatap ke arah Luna. "Aku tidak menyuruh Luna untuk mengerjakan pekerjaan berat," sahut Mama Arini.

"Ke mana suamimu? apa kamu seorang janda?" tanya Papa Kris.

Luna hanya bisa menundukkan kepalanya tidak bisa menjawab pertanyaan Papa Kris, tidak lama kemudian Kai pun datang dan langsung duduk di samping Papa Mahaprana.

"Mana Medina?" tanya Mama Arini.

"Medina tidur Ma, mungkin dia kecapean," sahut Kai.

Luna pun segera pamit dari sana, hatinya benar-benar sakit. Jangankan Kai menanyakan kondisinya, melihat ke arahnya saja rasanya Kai enggan sekali.

Luna masuk ke dalam kamarnya dan duduk di ujung ranjang, lalu Luna mengusap perutnya yang sudah membuncit itu.

"Maafkan Papamu ya Nak, kamu jangan sedih. Papamu bukannya membencimu, tapi Papamu hanya belum bisa menerima kehadiranmu. Tapi tenang saja, suatu saat nanti Papamu pasti akan menyayangimu," gumam Luna dengan senyumannya.

1
Hafizah Aressha R
oh wala peran wanitanya koq loyo gtu si.. is..
guntur 1609
jangan bilang aura anaknya medina
guntur 1609
lanjut
guntur 1609
kok jadi sedih gini ya thor
guntur 1609
dasar mark begok. ya. ia lah kau dari kecil emang sdh kaya raya. nah loe. emang kismin
guntur 1609
mampus kau bidat. dasar bodoh
guntur 1609
bagus tuh Luna. itu yg terbaik
guntur 1609
tinggalkan saja sdh kami. nanti kalau sdh tahu istrinya Medina berkhianat dia akan mencarimu sendiri Luna. biar dia kelimpungan sm mu
guntur 1609
padahalefina istrimu juga sdh berkhianat sm kawanmu mark
Nuroden Lina
Luar biasa
Fajar Ayu Kurniawati
.
Adi Saputra
Luar biasa
falea sezi
kai g sadar ya bini nya dlu. pembantu miskin/Smug/
Lila Susanti
ceritanya mirip serial turki judulnya noer
Lila Susanti: ada dlu tayang di anteve serial turki judulnya noer. tp sy nton ga smpe tamat
total 2 replies
mask gorden
cara baru jemput ansk
🌸so0bin🌸
gak jadi nih rebutan cowoknya 🤭🤭
🌸so0bin🌸
aseek gak jomblo lagi 😆😆😆
🌸so0bin🌸
jangan sampe deh ya amira dihasut mamah nya yg tidak²...yg ada malah perang sodara beneran lagi...atau jangan² malah si farah lagi yg bikin rusuh hubungan aura fahmi
🌸so0bin🌸
perang sodara gak tuh akhirnya ....
🌸so0bin🌸
yg dimaksud amira mungkinkah fahmi 🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!