NovelToon NovelToon
ZOYA, Bidadari Tanpa Mahkota

ZOYA, Bidadari Tanpa Mahkota

Status: tamat
Genre:Angst / Tamat
Popularitas:62.1k
Nilai: 5
Nama Author: Isti Shaburu

Zoya, wanita muslimah cantik yang diperkosa oleh pria yang hendak ditolongnya. Setelah satu tahun kejadian naas tersebut, ia bangkit dan menjadi seorang guru ngaji di mushola dekat rumahnya. Bertemu dengan Zafran yang tak lain adalah Papah dari murid mengajinya sendiri hingga lambat laun Zafran mulai menyukainya dan berniat meminangnya.

Namun, di saat dirinya mulai membuka hatinya untuk Zafran, pria misterius itu muncul dan berniat untuk meminangnya. Di sisi lain, mantan istri Zafran pun kembali dan ingin membina rumah tangganya lagi.

Siapakah yang akan dipilih oleh Zoya? Apakah Zoya akan memilih Zafran atau pria yang telah menodainya itu? Dan apakah Zafran akan kembali pada istrinya atau tetap memilih Zoya sebagai istrinya?

ig: @istikomah50651

follow ig author yah untuk lihat visualnya🙏😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti Shaburu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 07 > Permintaan Nafisah

Zoya terkejut mendengar penuturan Nafisah, ia menatap Ayah, Ibu dan Zafran bergantian.

“Maaf, Zoya. Aku tak pernah mengajarinya hal yang seperti itu.” Zafran langsung meminta maaf atas apa yang dikatakan oleh putrinya.

“Jangan merasa begitu sungkan, Nak Zafran. Lagi pula bukankah Zoya memang sudah pantas memiliki seorang anak? Iya kan, Sayang?” Ibu memberi pengertian pada Zafran dan mencoba memancing reaksi Zoya dengan perkataan hal itu di depan Nafisah.

“Ibu,” ucap Zoya lirih tapi masih didengar oleh yang lainnya, Nafisah mendongak melihat pada Zoya yang wajahnya sudah berubah ekspresi seakan ada rasa sakit yang ingin ia keluarkan tapi tak bisa karena di depan anak kecil.

“Bersediakah Kak Zoya menjadi Ibu sambung aku? Aku janji akan menjadi anak yang baik dan patuh pada Kak Zoya jika Kakak bersedia menjadi Ibuku,” ucap gadis kecil itu dengan nada dan wajah memohon membuat Zoya tak mampu menolaknya tapi juga tak bisa memberi jawabannya saat itu pula.

Zoya berjongkok di depan Nafisa dan memandang wajah polos gadis kecil itu. “Maafi Kak Zoya yah, Nafisah. Kakak tak bisa menjawab permintaanmu sekarang, Kakak butuh waktu untuk memikirkannya, ini bukan hal yang sepele yang bisa dijawab dengan sembarangan. Kakak tak bermaksud menyakiti hati Nafisah, Kakak hanya meminta waktu untuk berpikir saja, Kakak harap kamu mengeti,” ucap Zoya dengan lembut membuat gadis kecil itu tersenyum dan mengangguk.

“Aku mengerti kok, Kak. Kapan pun Kakak siap untuk memberikan jawabannya, katakan saja padaku, dan di saat Kakak menyetujuinya maka itu akan menjadi hari yang paling membahagiakan buat aku,” sahut Nafisah dengan ceria, Zoya tak mampu untuk berkata tidak di depan gadis kecil yang masih polos itu, tapi ia juga tak akan sanggup untuk menerima pernikahan ini, apalagi saat membayangkan malam pertamanya nanti bersama dengan Zafran, banyak rasa takut yang ia pikirkan karena ia trauma akan hal itu dan juga ia sudah tak memiliki mahkota untuk diberikan pada suaminya kelak.

*

Malam menjelang, selepas salat magrib seperti biasa anak-anak akan belajar mengaji dan yang lainnya dengan Zoya. Zafran melihat pada Zoya yang terlihat begitu bahagia saat bersama dengan anak-anak tapi wajahnya menyimpan perasaan sedih dan duka yang mendalam.

“Terus berdoa, Nak Zafran, agar hati Zoya luluh dan mau menerima Nafisah dan juga kamu. Ibu tahu kalau Nak Zafran adalah pria yang baik, maka dari itu Ibu percaya dengan Nak Zafran.” Ibu mencoba menyemangati Zafran agar terus berusaha untuk membuat hati putrinya yang keras bagaikan baja itu luluh.

“Iya, Bu. Aku akan berusaha dengan keras untuk membuat hatinya luluh dan mau menerima permintaan Nafisah. Doakah aku juga agar aku bisa meluluhkannya, Bu,” sahut Zafran tanpa mengalihkan pandangannya dari Zoya.

Azan isa berkumandang, Zoya dan anak-anak lainnya bersiap untuk melaksanakan salat berjamaah. Selesai salat, Zoya bersiap untuk pulang, Nafisah tiba-tiba menggenggam tangan Zoya, seketika Zoya menoleh pada gadis kecil itu.

“Ayu kita pulang,” ajak Nafisah dengan senyum merekah di wajahnya, hati Zoya terenyuh melihat senyuman polos itu karna ia tak merasa tak mampu untuk menerima permintaannya.

Di depan mushola, Zafran sudah menunggu dengan senyum lembutnya.

“Ayu aku antar pulang, Ibu dan Bapak sudah pulang lebih dulu tadi.” Zafran menawarkan diri untuk mengantar Zoya pulang, ia ingin menolak tapi tak enak hati dengan Nafisah.

“Baiklah,” akhirnya Zoya mau tak mau pulang dengan diantar oleh Zafran, karena ia tak mampu menolaknya di depan Nafisah, takut gadis kecil sedih.

“Zoya,” panggil Zafra saat sedang berjalan menuju rumah Zoya, Zoya langsung menoleh pada sang pemilik suara.

“Iya, Mas. Kenapa?” sahutnya bertanya.

“Maaf soal apa yang dikatakan oleh Nafisah yah. Anggap saja itu hanya ucapan anak kecil, kamu jangan terlalu diambil hati dan ke pikiran sama ucapannya. Sejujurnya aku merasa tak enak hati sama kamu, meski sebenarnya juga aku berharap kamu bersedia menjadi Ibu sambungnya. Tapi itu kan hak kamu jika ingin menolak permintaannya, biar aku yang kasih pengertian padanya secara pelan-pelan nantinya,” ucap Zafran, ia memang merasa tak enak, apalagi Zoya memiliki trauma terhadap pria, tapi pikirnya mencoba berusaha toh tak ada salahnya juga.

“Mas Zafran tak perlu merasa tak enak seperti itu. Aku berjanji untuk memikirkannya pada Nafisah, maka aku akan pikirkan. Tapi maaf, mungkin aku butuh waktu lebih lama untuk memikirkannya, entah berapa lamanya aku pun tak tahu. Mas Zafran pasti sudah tahu kondisiku dari Ibu kan, tak semudah itu melupakannya dan menghilangkan rasa trauma itu. Aku harap Mas Zafran bisa mengerti dan bersabar menunggu keputusanku,” sahut Zoya yang memang berencana untuk memikirkan ucapan Nafisah, ia meminta Zafran untuk bersabar menunggu jawaban darinya karena ia pun tak tahu sampai kapan ia akan membutuhkan waktu untuk berpikirnya.

Zafran tersenyum, meski Zoya membutuhkan waktu lama, tapi setidaknya ada niatan untuk memikirkan permintaan putrinya itu. Ia pun juga sudah ingin membina rumah tangga kembali setelah satu tahun lamanya menjadi duda, ia juga merasa kesepian meski ada Nafisah yang menemaninya. Ia membutuhkan tema untuk berbagi rasa dalam suka dan duka dengan makhluk tuhan yang bergelar seorang istri.

“Terima kasih yah, Zoya, karena kamu sudah berniat untuk memikirkannya. Tapi jika pada akhirnya keputusanmu ingin menolaknya, aku tak akan marah, aku akan memberi Nafisah pengertian agar dia mengerti keadaanmu,” ucap Zafran, tanpa terasa ternyata mereka sudah sampai di depan rumah orang tua Zoya.

“Terima kasih yah, Mas Zafran, sudah mengantarku sampai rumah. Apakah mau mampir terlebih dulu untuk sekedar menyapa Ayah dan Ibu?” Zoya mengajak Zafran dan Nafisah untuk mampir.

“Sepertinya tidak deh, Nafisah sudah mengantuk dan esok harus sekolah. Lain kali saja aku mampirnya, assalamualaikum,” pamit Zafran.

“Waalaikumsalam.” Zafran pergi setelah Zoya membalas salamnya, Nafisah sudah terlelap dalam gendongan Zafran, meski gadis kecil itu sudah kelas enam, tapi tubuhnya sungguh imut-imut hingga Zafran masih sanggup untuk menggendongnya.

Zoya langsung masuk ke dalam rumah setelah Zafran pergi, diruang keluarga ternyata ada Ayah dan Ibu yang sedang menonton televisi bersama. Zoya menghampiri mereka setelah mengucapkan salamnya untuk mencium tangan keduanya mencari keberkahan dari orang yang telah menghadirkannya ke dunia ini.

“Kamu sudah pulang, Sayang?” tanya Ibu dengan senyum merekah, Ibu tahu kalau putrinya itu diantar oleh Zafran.

“Sudah, Bu. Aku mau langsung ke kamar yah, ngantuk sekali,” pamitnya.

“Ya sudah, kamu istirahat saja yah, sudah malam juga. Ibu dan Ayah juga sebentar lagi akan tidur setelah film Amira selesai,” sahut Ibu yang tak ingin melewatkan sinetron kesayangannya yang tayang di Indosiar setiap malam sekitar jam delapan hingga jam sepuluh malam baru selesai.

“Iya, Bu.” Zoya pergi menuju kamarnya meninggalkan kedua orang tuanya yang masih asyik menonton drama ikan terbangnya ditelevisi.

1
Samsiah Yuliana
semoga ada Istikomah lagi, dan mas Cakra yg ada di dlm bqyang² mimpi nya Zoya
Sabilnur Alif
tp cerita Cakra menghilang 😞😞
Samsiah Yuliana: yaaah, kmana itu mas Cakra 🙈
total 1 replies
Sabilnur Alif
apakah mgkn Nafisah sma Fahmi???🤔🤔
Sabilnur Alif
knp Zoya lbh memilih dgn zafran 😞😞..apa nga mikir dampak ke depan nya??
Sabilnur Alif
😱😱😱licik nya nesaaaaaa..hamil dgn siapa dn mau rujuk sma mantan suami 🤦🤦
Sabilnur Alif
ya Allah.. apakah Zoya akan ttp memilih buat menikah dengan zafran??
Sabilnur Alif
klo Zoya nikah SMA zafran..yg ada Zoya di teror trus sma si nesa..lbh baik Zoya SMA cakara aja
Sabilnur Alif
udaahh zoyaaaa..sma Cakra aja
Sabilnur Alif
semoga shlt istiqoroh nya bertemu dgn Cakra.. aamiin
Sabilnur Alif
semangat "Fahmi..semoga Cakra cepeta bertemu zoyaaaa...dn mereka berjodoh
Sabilnur Alif
janggann zoyaaa..sma Cakra aja, takut nya klo SMA zafran ada ke khilafahan yg akan terjadi..krna tdk mendapatkan mahkota kamu zoya
Sabilnur Alif
moga aja Cakra sma Zoya berjodoh yahh
Ina awaliyah
ceritanya baguusss...terus semangat author
Sri Irayani
iy kk,,, ksian si cakra cinta ditolak
Rafa Pratama
😀😀😀
Nayra Syafira Ahzahra
baru mampir thor😊😊😊
Isti Shaburu: terima kasih kak🙏😊🤗
total 1 replies
Aas Azah
kasihan Cakra thor 😔
Isti Shaburu: mari kita hibur cakra kak😔
total 1 replies
Kak Jum
semoga aja dgn cakra..
Ratna Anggraeni
kok gk jdi sama pak Cakra thour ,.,.😭😭😭
Ratna Anggraeni
jeng,.jeng,.jeng,.,bersambung,.,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!