21+
Untuk mencintaimu adalah HAL YANG MUDAH tetapi untuk mendapatkan cintamu adalah HAL YANG PALING SULIT untuk aku lakukan"
-Kanaya Almira
"Aku tidak akan pernah memperlakukanmu sebaik itu, bahkan untuk menyakiti atau menyiksamu saja aku sanggup"
-Rendy Saputra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Venita Ven-Ven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7
"Bunda, bunda memang bukan sosok yang melahirkan ku, tetapi aku selalu berharap agar bunda menyayangi aku dan memperlakukanku seperti anak kandung. Dan aku tidak pernah kekurangan kasih sayang kalian berdua... " ucapku sambil terbata-bata.
"Bun jangan paksa Kak Rendy nikahin aku ya, aku gak mau jadi perebut pacar orang. Lagi pula kak rendy gak begitu suka sama Naya... " pintaku dengan suara lirih.
Jauh didalam hatiku, aku begitu menginginkan ini tapi aku tidak mau bersikap egois seperti itu, biarlah semua mengalir seperti apa adanya. Tak lama Kak Rendy pun mengetuk pintu kamarku, aku berjalan membuka kunci pintu dan terlihatlah pria yang begitu aku cintai.
"Bunda di dalam kak, ayo masuk... " ajak ku sambil berjalan menghampiri bunda.
Kak Rendy pun masuk kedalam kamarku dan duduk di sofa yang berada di samping tempat tidurku. Bunda menatap Kak Rendy dengan tatapan yang lembut, dan Kak Rendy pun seperti mengerti maksud tatapan itu.
"Bunda minta aku nikahin dia...??!! " tanya Kak Rendy sambil menunjuk kearah ku, bunda pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Oke Rendy bakal nikahin dia, tapi dengan syarat aku akan membawa dia ke apartemenku.
" Bunda setuju... " jawab bunda dengan mata yang berbinar-binar.
------
1 jam kemudian ayah sudah tiba di bandara dan supir pun langsung menjemputnya. Tak butuh waktu lama ayah sudah berada di rumah dan melihat keadaan rumah yang ramai karena pesta ulang tahunku belum selesai.
Bunda mengundang beberapa rekan kerja ayah, dan ketika mereka melihat ayah mereka pun langsung menghampiri dan menyalami ayah.
Jam sudah menunjukan pukul 23.00 dan pesta sudah selesai dari 30 menit yang lalu. Aku yang masih duduk termenung di kamarku langsung kaget ketika mendengar suara yang begitu lembut mendekatiku.
Aku membalikkan badanku dan terlihat ayah sudah berada dibelakang ku, aku langsung melompat memeluk ayah yang selama ini menjagaku.
Ayah mengelus dan mencium pucuk kepalaku sambil berbisik.
"Kangen gak sama ayah...??!! " bisik ayah di telingaku.
"Banget, kangen banget... " balasku tak mau melepaskan pelukannya.
Ayah pun duduk dan melepaskan pelukannya, dia menatap mataku yang agak sembab karena menangis tadi. Dia mengelus pipiku dan melihat setiap inci bagian wajahku.
"Mirip banget seperti ibu mu, Mira... " ucap dengan raut wajah yang berubah menjadi sendu.
"Pasti dulu ibu cantik ya, yah...??!!!" tanyaku penasaran.
"Cantik, bahkan paling cantik dan dijuluki si cantik berambut coklat.. " balas ayah dengan suara yang begitu berat.
"Kaya bunda dong yah, rambutnya sama-sama coklat... " celetukku dan merangkul tangan ayah.
"Iya.. Mereka sangat populer masa itu... "
Ayah pun mengalihkan pembicaraan yang sangat ingin aku hindari. Dia menanyakan tentang pernikahan yang akan aku dan Kak Rendy lakukan. Aku menundukkan kepala dan menutup telingaku dengan kedua tanganku.
Ayah pun meyakinkanku kalau ini akan jadi jalan yang terbaik untuk kami semua, sampai akhirnya aku luluh dengan semua perkataan ayah. Aku menyetujui apa yang diingkan kedua orang tua angkat ku ini.
------
Jam menunjukan pukul 06.00 WIB, aku mencoba membuka mataku dan bangun karena suara yang begitu berisik terus mengganggu tidurku.
Ketika membuka mata aku melihat banyak orang yang menghias kamar dan membawa alat makeup.
"Selamat pagi nona, hari ini hari pernikahan nona mari saya bantu anda bangun... " ucap salah seorang wanita yang berada didalam kamar.
Sementara aku terdiam membeku merasa kaget dengan ucapan wanita tadi. Ayah dan bunda tidak menyebutkan kapan kami akan menikah, dan sekarang aku begitu kaget dengan keadaan ini.
Aku turun dari tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi, cukup lama aku berdiam diri didalam sampai salah seorang mereka mengetuk pintu kamar mandi dan menanyakan keadaanku.
"Nona, apa anda baik-baik saja..??!! " tanya seorang wanita dengan nada yang begitu khawatir.
"Ya sebentar lagi saya keluar... " jawabku dan aku pun langsung keluar dari bathub.
Pelayan tadi pun menyerahkan gaun pengantin putih dengan kerah sabrina dan bucket bunga.
Sedangkan kak rendy memakai tuxedo yang membuatnya begitu tampan.
--------------------
**Maaf ya teman-teman aku udah nyari foto untuk kanaya tapi gak ketemu,bayangin aja ya wajah cantik dan pipi chubby nya pasti bakal cantik banget🥰
Jangan lupa like, komen dan vote ya supaya author makin semangat up nya.
Terimakasih all Love You🥰😘**
masih bingung dengan kata² 'Kanaya langsung naik ke kamarku dan membersihkan tubuh ku' ? "ku" nya itu siapa?
ini cuman saran & kritik aja ya, bukan menjatuhkan..
sukses trs kak.
Fyi? aku bisa nemu tulisan kamu karena masuk Beranda di rekomendasi pilihan Editor. Itu udan clue banget artinya wajib di lanjut, kan?!
Ayo semangat Kakak Author🥰