NovelToon NovelToon
LILY

LILY

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:77.5k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Series ke dua dari novel 14 Februari, yang menceritakan kehidupan karir dan asmara seorang Charity Lilybelle Tjaidjadi, atau yang lebih akrab di sapa Lily.

Bagaimanakah kisah selanjutnya?

Baca terus novel Lily ya 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER - 07

Alangkah terkejutnya Lily ketika melihat nama, tanggal dan tahun yang tertera dalam undangan tersebut. "Tidak mungkin... Ini tidak mungkin..." ia menggelengkan kepalanya berharap apa yang di lihatnya merupakan sebuah kekeliruan.

Lily menyimpan album foto pernikahan daddy dan mommy kandungnya, ia hapal betul tanggal, bulan dan tahun pernikahan orangtuanya yang tertera dalam album tersebut.

"Tidak mungkin," Lily menggelengkan kepalanya. "Ini tanggal pernikahan mommy dan daddyku. Pandangan Lily sejurus menatap ke depan, ia menatap tumpukan kotak yang berjejer rapih di rak, yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Kotak tersebut hanya berjarak tiga langkah darinya, dan terdapat tulisan 'Souvenir' di bagian luar kotak.

Lily berjalan perlahan ke arah kotak itu, dengan tangan yang gemetar, ia mulai membuka salah satu kotak. Lily mengambil satu kotak berisi tumbler yang bertuliskan nama dan tanggal yang sama pada undangan yang masih ia pegang.

Lily menaruh keduanya, kemudian ia membekap mulutnya dengan kedua tangannya. "Bagaimana mungkin ini terjadi? Mengapa tanggal yang tertera di kartu undangan dan souvenir ini sama seperti tanggal pernikahan daddy dan mommy Amanda?"

"Rupanya kau belum tahu!!" Raline berdiri di ambang pintu sembari melipat tangannya di dada.

Seketika Lily menoleh ke arah Raline dan bertanya. "Apa maksudmu?"

Raline tersenyum sinis mentap Lily dengan tatapan tajam, sembari berjalan ke arah tumpukan kotak yang berjejer di rak gudang, ia mengambil salah satu kotak yang tak ada tulisan di depannya. "Nih kau lihat sendiri," Ralien melepar kotak tersebut ke hadapan Lily.

Lily terus memandangi Ralien, ia nampak ragu untuk melihat isi kotak itu. Namun pada akhirnya, perlahan Lily berjongkok dan membukanya. Lily mengambil foto prewedding daddy dan mommy sambungnya yang di ambil satu bulan sebelum hari pernikahan mereka yang ternyata harus batal karena Kendra terpaksa harus menikahi Amanda.

"Sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah, mereka sudah berpacaran selama 5 tahun," ucap Raline. "Namun sayangnya rencana pernikahan itu harus kandas karena ibu kandungmu merebut uncle dari aunty Fay." ia merogoh kotak dan mengeluarkan beberapa hadiah yang Kendra berikan kepada Fay saat mereka berdua masih berpacaran. "Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa lihat ini semua."

Air mata Lily mengelir deras di wajahnya, "Tidak mungkin, mommyku tidak mungkin merebut daddy dari mommy Fay," ia menggelengkan kepalanya, ingin sekali rasanya ia tak mempercayai ucapan Raline tapi semua bukti yang Raline keluarkan terasa benar adanya.

"Mommymu pulang ke Indonesia dalam keadaan hamil, pria yang menghamili mommymu tak mau bertanggung jawab sehingga mommymu menjebak uncle Kendra. Dia membuat seolah-olah uncle Kendra-lah yang menghamilinya, sehingga mau tidak mau uncle Kendra membatalkan rencana pernikahannya dengan aunty Fay kemudian menikahi mommymu."

"Tidak... Mommyku tidak mungkin berbuat seperti itu, kamu bohong, Raline!!"

"Aku tak menyangka kau sebodoh ini, apakah kau tak pernah bercermin? Harusnya kau menyadari jika kau sama sekali tidak mirip dengan uncle Kendra."

Lily terdiam, sebenarnya sejak kecil ia selalu bertanya kepada daddynya mengapa dirinya terlihat berbeda? mengapa kulitnya jauh lebih putih? dari mana asal rambut pirang dan mata birunya? Namun daddynya tak pernah memberikan jawaban pasti, dia hanya mengatakan tuhan memberikan daddy anak yang sangat cantik dan ia sangat bersyukur.

Raline berputar mengelingi Lily. "Ini sudah bukan rahasia lagi, semua keluarga besar kita sudah tahu, hanya saja daddy dan mommymu selalu menutupinya darimu..."

"HENTIKAN OMONG KOSONGMU RALINE!!" Lily berlari pergi meninggalkan gudang.

Saat tengah berlari, tak sengaja ia menabrak adiknya. "Kakak kenapa?" tanya Tara melihat air mata yang masih mengalir di wajah kakaknya, ia menoleh ke arah gudang.

"Aku hanya terjatuh," Lily buru-buru menghapus air matanya dan kembali berlari menuju kamar. Begitu melewati ruang keluarga ia melihat daddynya tengah mengobrol dengan uncle Kevin yang baru saja datang dari rumah sakit.

Kendra melihat Lily berjalan dengan cepat sambil menunduk, tanpa menyapa Kevin. "Aku ke Lily dulu ya," ucap Kendra kepada Kevin, kemudian ia bergegas menghampiri putrinya di kamar. "Sayang kamu kenapa? Kok tumben tidak menyapa uncle?"

Lily berusaha untuk tenang, meski tubuhnya masih gemetar. "Ma-maaf, aku sedang mensturasi, perutku sakit dad," Lily memang tak pandai berbohong namun ia tak punya alasan lain untuk ia katakan kepada daddynya.

"Kamu sakit?" tanya Kendra seketika mendengar putrinya kembali sakit saat mensturasi, padahal sudah beberapa tahun belakangan ini Lily sudah tidak pernah mengeluhkan sakit ketika sedang mensturasi. "Daddy, ambil air hangat sebentar ya."

"Jangan dad," cegah Lily. "Aku hanya ingin istirahat sebentar."

"Baiklah, kalau begitu daddy keluar ya." Kendra mengelus kepala Lily kemudian ia meninggalkan Lily di kamar, ia menghampiri istrinya yang masih sibuk di dapur. "Kau punya pereda nyeri?" tanya Kendra. "Perut Lily kembali sakit, katanya sedang mensturasi."

"Benarkah?" Fay mengerutkan keningnya heran, "Tadi dia tak mengatakan apa pun kepadaku, ya sudah nanti aku periksa sekalian aku kompres perutnya."

Kendra mengangguk. "Terima kasih ya," ia mengelus lengan Fay kemudian ia kembali menghampiri Kevin dan Tara, membantunya mendekorasi ruang keluarga dan ruang makan untuk acara anniversary orangtua Fay nanti malam.

Setelah selesai membuat ayam goreng mentega, Fay membersihkan tangannya dan menyiapkan air hangat untuk Lily. "Aku tinggal sebentar ya, dek." ia bergegas menghampiri Lily di kamar.

"Kamu mensturasi lagi Ly?" tanya Fay, seingatnya dua minggu lalu Lily baru saja mensturasi. "Kamu itu kalau ada apa-apa bilang dong sama mommy, kita kan baru saja masak di dapur sama-sama, masa bilang hal kaya gini sama daddy?"

Lily terdiam memandangi Fay yang tengah mengopres perutnya, 'apa benar mommyku telah merebut daddy dari mommy Fay?' pertanyaan itu kembali muncul dalam benak Lily. "Maafin aku mom," ucap Lily, ia mengambil waslap yang berada di tangan Fay. "Biar aku saja mom yang mengompresnya."

"Ya sudah, tapi kalau ada apa-apa bilang sama mommy, nanti mommy ke sini lagi buat cek kondisimu."

Lily mengangguk, begitu Fay keluar dari kamar, ia kembali menangis sejadi-jadinya. 'Kalau semua yang di katakan Raline benar, apa yang harus aku lakukan? Aku tak ingin merepotkan apa lagi menjadi beban mommy dan daddy yang selama ini sudah merawatku.' hiks... Ia semakin merasa bersalah terlebih akhir-akhir ini ia sering melihat kedua orangtuanya berdebat kerena dirinya.

1
🦋⃞⃟𝓬🧸🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ*ѕ⍣⃝✰
Alhamdulillah happy ending
🦋⃞⃟𝓬🧸🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ*ѕ⍣⃝✰
elahhhhhh buset dari sempe ternyata dah suka ma Lily
🦋⃞⃟𝓬🧸🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ*ѕ⍣⃝✰
eehheemmmm
🦋⃞⃟𝓬🧸🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ*ѕ⍣⃝✰
baik bener Mak nya Tara ngasih pelajaran sampai kesitu " 🙈🙈🙈
🦋⃞⃟𝓬🧸🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ*ѕ⍣⃝✰
wkwkwk kakak q calon istriku 🤭🤭
🦋⃞⃟𝓬🧸🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ*ѕ⍣⃝✰
Tara pemaksaan astaga lamaran model opo kwi 🤦
🦋⃞⃟𝓬🧸🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ*ѕ⍣⃝✰
gubrakkkk gimane ye rasanya dpt ungkapan cinta yang di yakini seorang adik dari dia bayi
🦋⃞⃟𝓬🧸🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ*ѕ⍣⃝✰
lha kan kamu adeknya tar emang harus manggil gimana yank gitu?
🦋⃞⃟𝓬🧸🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ*ѕ⍣⃝✰
wehhhh ada penghianat ternyata 🙄🙄🙄
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
selamat ya atas pernikahan kalian bahagia selalu ya kalian berdua..... kamu ngak salah milih Lily nya Tara buat jadi istri
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
cieee ahkir nya jadian juga selamat ya Tara cinta nya udh terbalas kan
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
benar apa yg di katakan Icha Fay lebih baik nikah kan aja Tara nya sama Lily ya
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
selamat ya Tara atas kelulusan nya...... coba kamu pertama yg ngungkapin perasaan kamu sama Lily nya Tara
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
sungguh mulia hati mu Lily
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Terima kasih banyak ka Irma untuk setiap karyanya yang luar biasa keren, gak pernah bosan bacanya, mau genre apapun selalu dibuat menarik alurnya.
Pokoknya sukses untuk semua karya²nya dan semangat berkarya ❤❤
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Awww awwww pengantin baru lagi hangat²nyaa... go lanjutkan 🤭🙈🙈
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Baguslah akhirnya terungkap semua kebenaran. Berbahagialah akhirnya Allah mempersatukan dalam ikatan pernikahan. Tanpa mengabaikan pengorbanan Gavin untuk Lily, takdir yang Allah berikan pasti yang terbaik.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Betul sekali, bukan Tara yng harus menyampaikan fakta itu kepada Lily.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Oohh jadi Tara tahu status Lily dari obrolan eyang dan aunty Icha
ㅤㅤʳᵛ✦
Finally.... selesai juga, sebenarnya hati masih gak rela kisah TaLy harus selesai, masih penasaran dan kepo dengan keuwwuan mereka, tapi kembali lagi yang namanya kisah ada awal pasti akan ada akhir...
Terimakasih banyak buat Irma yang sudah menghadirkan kisah Lily yang memberikan begitu banyak pelajaran hidup tentang cinta, kesetiaan dan kesabaran.
Semangat terus untuk berkarya dan semoga kesehatan, kesuksesan dan keberkahan selalu membersamai, Aamiin....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!