NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Tuan Mafia

Obsesi Cinta Tuan Mafia

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Mafia / Tamat
Popularitas:216k
Nilai: 4.8
Nama Author: Irma Kirana

Raiden Lucius Stanhard telah memendam cinta sedari kecil pada sahabatnya yaitu Alea. Setelah pulang dari luar negeri Raiden berniat menyatakan cinta dan melamar Alea. Namun Raiden harus tertampar oleh kenyataan pahit bahwa Alea akan menikah dengan sahabatnya yaitu Justin yang juga mencintai Alea.

Sampai saat hari pernikahan Justin dan Alea tiba, Raiden nekat menculik Alea dan membawanya keluar negeri. Pria itu mengurungnya di sebuah mansion yang dipenuhi orang-orang menyeramkan dan membuat identitas serta rahasia Raiden pun terungkap, bahwa dia bukan hanya seorang CEO melainkan mafia berdarah dingin. Bahkan Raiden sanggup mencelakai Justin sahabatnya sendiri demi membuat Alea disisinya.

Apakah Raiden benar-benar mencintai Alea atau hanya obsesi semata? Akankah Alea terlepas dari sosok Raiden yang bahkan tak ia kenali lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Mansion di Milan

...🍁🍁🍁...

Sudah lebih dari 24 jam, Leon, Alex, Sam, Arsen dan Justin mencari keberadaan Alea. Tidak ada titik terang dari pihak kepolisian maupun orang yang mereka sewa untuk menemukan jejak Alea.

Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa Alea diculik oleh orang yang kuat alias bukan orang sembarangan. Pikiran Leon jadi tertuju pada hal-hal negatif.

"Pa, gimana? Apa Alea putri kita sudah ditemukan? Apakah sudah ada titik terang?" tanya Aileen begitu lirih, ia tengah berbaring di sofa dengan wajah pucatnya. Aileen tidak sendiri disana, ia bersama Cleo, Lusi dan kedua anak perempuan mereka.

Setelah tau Alea menghilang, Aileen langsung jatuh sakit karena mencemaskan anaknya itu. Sebenarnya siapa ya orang jahat yang menculik Alea, apa motifnya? Semua orang tau bahwa Alea adalah gadis yang baik dan bersahabat, dia juga memiliki banyak teman. Setau Aileen, putrinya itu tidak memiliki musuh.

"Belum ada Ma, belum ada kabar." sahut Leon seraya mengusap lembut kepala Aileen.

"Penculik ini sangat cerdas, dia pasti sudah merencanakan hal ini dari jauh-jauh hari." sambung Alex seraya mendudukkan tubuhnya di atas sofa. Helaan nafas kasar terlihat dari pria tampan itu.

"Aileen...aku takut." gumam Leon pelan, tapi masih bisa terdengar oleh istrinya. Seketika Aileen langsung duduk dan mendekat pada suaminya, menatap sang suami dengan tajam.

"Takut apa pa? Papa takut apa?!" Aileen memegang tangan Leon.

"Tidak Ma,"

"Jawab mama, pa! Apa yang Papa takutkan? Tolong pa, jangan buat mama semakin resah!" ujar Aileen meminta pada suaminya untuk berterus terang, apa yang membuatnya gelisah.

Leon menatap istrinya, dia mengambil dan menghela nafas kasar. Berat sekali ia mengatakan isi pikiran dan spekulasinya saat ini. "Papa takut, kalau yang menculik Putri kita adalah salah satu musuh papa dulu."

"A-apa? Tapi tidak semua orang tahu tentang papa, apa...apa..." Aileen terkejut mendengar spekulasi dari suaminya. Ia jadi ikut memikirkan hal yang sama. Bagaimana bila memang benar bahwasanya Alea di culik oleh salah satu musuh Leon.

Jangan lupakan bahwa dulu Leon adalah seorang mafia, dia memiliki banyak musuh. Dan Aileen dia juga adalah cucu dari mantan ketua mafia di masa lalu.

Mereka masih terus mencari Alea, Justin selaku calon suaminya terlihat sedih calon istrinya menghilang dan dia sangat mencintai Alea.

Malam itu, Alex dan Leon meminta Justin untuk menginap di mansion Xavier dan mereka akan melanjutkan pencarian Alea besok pagi.

"Kau harus istirahat yang cukup dan kau harus makan agar kau memiliki cukup tenaga untuk mencari adikku." ucap Alex mengingatkan Justin.

"Iya kak, itu benar. Kakak harus sehat agar bisa mencari kak Alea." kata Arsen, pria yang sama tampannya seperti Alex namun lebih muda. Ya, dia adalah adik Aileen yang sudah menginjak kelas 3 SMA.

"Iya, thanks Alex ,thanks Arsen." jawab Justin lesu sambil memaksakan diri untuk memakan makanan yang telah disediakan oleh calon ibu mertuanya itu.

Alea sweetie kau dimana sayang? Semoga tuhan selalu melindungimu.

****

Kota Milan.

Setelah menempuh perjalanan panjang dengan jet pribadi, akhirnya Raiden, Alea, Tommy dan anak buahnya yang lain telah tiba di sebuah mansion megah di kota Milan.

Saat itu Alea sudah siuman, namun kepalanya masih pusing dan ia tidak memiliki banyak tenaga untuk melawan apalagi untuk kabur. Ia ingin bicara baik-baik, juga tenang dengan Raiden.

Alea melihat di depan Mansion itu dan sekelilingnya, banyak sekali orang-orang bertubuh besar dan berbadan kekar dengan penampilan yang serba hitam dan wajah yang datang mereka. Mereka seperti seorang penjaga, ah atau lebih tepatnya bodyguard.

Banyak orang-orang bertubuh besar dan berpakaian hitam disini. Sebenarnya mereka ini siapa? Apa mereka semua tinggal dengan Rai? Tanya Alea dalam hati.

"Kenapa kau diam saja, Al?" tanya Raiden seraya menggenggam tangan Alea dan mereka tengah berjalan memasuki mansion mewah itu.

"Bukankah ini maumu? Daripada aku terus mencoba melarikan diri, lebih baik aku diam kan?" tanya Alea dengan wajah yang pasrah.

"PFut... hahahaha." Raiden terbahak.

Mendengar tawa Raiden, sontak saja semua pengawal mansion itu termasuk Tommy melirik ke arahnya dengan tatapan heran seperti melihat hantu.

"Apa Tuan Raiden baru saja tertawa?"bisik Jerry pada Tommy.

"Ya, aku rasa begitu." Tommy menganggukan kepala dengan ekspresi bingung.

"Ini...aku rasa.... sepertinya kupingku bermasalah." celetuk Lance sambil memasukkan jari telunjuk ke kupingnya. Ia pikir Raiden tertawa adalah halusinasinya saja. Atau ia salah mendengarnya.

Bagi mereka mustahil sekali Raiden tertawa, sebab pria itu selalu berekspresi dingin dan datar. Raiden juga kejam seakan tak memiliki emosi. Lalu sekarang pria itu tertawa karena Alea, yang bahkan menurut mereka ucapan gadis itu tak lucu sama sekali.

Astaga!

Mereka terkejut, seperti melihat keajaiban dunia pada diri Raiden. Bersama Alea, Raiden menjadi sosok berbeda.

"Tidak ada yang lucu! kenapa kau tertawa, huh?!" Alea menghentikan langkahnya, kemudian menatap Raiden dengan kesal.

"Karena kau lucu, makanya aku tertawa. Hey, aku senang kau mau bicara padaku dan tidak marah-marah seperti tadi." Raiden menatap Alea dengan tatapan begitu dalam. Sontak saja Alea membuang muka.

"Aku masih marah padamu, tapi aku lelah jika harus berdebat denganmu." ucap Alea cuek.

Tiba-tiba saja tubuh Alea melayang, Raiden menggendong gadis itu. Alea melotot pada Raiden, hingga atensi semua orang disana termasuk para pelayan di mansion itu yang dibawa Raiden dari Meksiko jadi melihat mereka.

Tapi ada juga yang melihat itu dengan iri, yaitu Carissa. Maid yang kecentilan dan bermimpi menjadi nyonya Raiden Stanhard.

Siapa wanita itu? Kenapa tuan Raiden sangat memperhatikannya bahkan menggendongnya? Carissa mengepalkan tangan menahan geram.

"A-apa yang kau lakukan?" tanya Alea kesal.

"Bukankah kau lelah, aku tau kau pasti pusing. Aku akan membawamu ke kamarmu untuk beristirahat."

"Aku bisa jalan sendiri."kilah Alea.

"Diamlah, aku akan bertanggungjawab atas apa yang aku lakukan tadi. Maaf sudah memukulmu,"

"Itu semua tidak cukup, aku tidak akan semudah itu memaafkanmu. Kesalahanmu terlalu besar." cicit Alea seraya menundukkan kepalanya.

Raiden menghela nafas. "Kita bicarakan di kamar," ucapnya sambil berjalan menuju ke lantai dua mansion mewah itu dengan menggendong Alea. Langkah mereka tak hentinya mendapatkan atensi dari semua orang.

"Brieta!" panggil Raiden pada kepala pelayan di rumah itu, wanita paruh baya.

"Ya tuan,"

"Siapkan coklat panas dan cake keju coklat, lalu antarkan ke kamarku." titah Raiden sebelum ia melangkah menuju ke arah kamar di lantai atas. Brieta pun menganggukkan kepalanya.

Sepertinya Brieta tidak asing dengan wanita yang dibawa oleh tuannya itu. "Nyonya Brieta! Apa kau tau siapa dia?"

"Sepertinya kau biasa saja saat melihatnya." celetuk salah seorang maid yang kepo.

"Kalian jangan macam-macam pada nona itu, beliau adalah calon nyonya di mansion ini. Hanya itu yang bisa ku katakan. Ayo semuanya kembali bekerja!" ujar Brieta pada ke empat maid yang berada disana.

Akhirnya tuan Raiden bisa bersama dengan pawangnya.

...****...

1
ayu cantik
suka
Khansa Sutresno
justin gk salah sbnre... klo anknya lair kasian, jdi korban
Evalina
Jerry emang dasar ga tau diri, udh baik alea mau bantu bebasin carisa jalang ituu
Riki Amteme
Lumayan
Wayan Kadek
Kecewa
Wayan Kadek
Buruk
Patimahhh 123
konflik nya bikin ngenes aslii,,but really really like
Sunny Kwok
Luar biasa
Shifa Burhan
ini alasan aku kurang suka (penilaian pribadi) novel berseries, karena novel yang udah happy ending bisa jadi sad ending di novel lainnya😭😭😭
Wulan Sari
nguras emosi si
ALIKA🥰🥰CHEN ZHE YUAN.LIN YI
raiden alea
dcyra rubia A
good joobbb
Qaisaa Nazarudin
Kalo JODOH gak akan kemana, pisah 4 tahun tanpa kabar berita,Alea 2X hampir menikah dgn Justin dan 2X juga gagal terus,Ternyata yg jadi suami adalah mmg Raiden bukannya Justin,,👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Coba aja kalo Leon percayakan Raiden dari dulu, pastinya semua ini gak akan terjadi kan..
Qaisaa Nazarudin
Mampos kau Will rasain tuh..👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Will dalang penculikan Alea di club tadi?? ckckck..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Kenapa jahat banget nih bapaknya?? Semoga aja mamanya Rai tau ttg Raymond..
Qaisaa Nazarudin
Lho kan Raiden lagi mencari keberadaan Raymond kan?? Kenapa William gak kasih tau ke Rai kalo Raymond ada padanya, astaga..
Qaisaa Nazarudin
Apa Alea masuh pakai gaun pengantinnya lg?
Qaisaa Nazarudin
Lisa..Lisa..Apakah kamu bahagia dgn semua ini??Demi rasa cinta mu, kau rela disakiti dan di hina2 begini,ckck..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!