NovelToon NovelToon
Wanita Simpanan Bryan

Wanita Simpanan Bryan

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: MeChan

Cinta hadir tanpa permisi, menelusup masuk melalui celah hati yang sebenarnya sudah bertuan.

Cinta memang buta dan tuli, hingga tanpa sadar Bryan seorang CEO perusahaan tembakau ternama, yang sudah memiliki tunangan meminta wanita yang berprofesi sebagai penari sekaligus karyawan di perusahaannya untuk menjadi wanita simpanannya. Wanita itu bernama Naina Anaclara.

Cinta tidak pernah salah, yang salah adalah waktu. Waktu mempertemukan mereka di saat yang tidak tepat. Karena cinta juga, Naina mau menerima untuk menjadi wanita simpanan Bryan.

Baru menjalin kasih terlarang selama dua bulan, Naina mengandung anak dari hubungan gelapnya bersama Bryan.

Akankah kisah cinta Naina berakhir bahagia bersama Bryan tanpa sepengetahuan dari Istri pertama lelaki yang sudah menjadikannya wanita simpanan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeChan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 7

British Madrid Tobacco

"Selamat pagi, saya Naina ingin bertemu dengan Bos Bryan Anderson," kata Naina pada resepsionis.

"Apa Ibu sebelumnya sudah membuat janji dengan Bos?" tanya resepsionis yang bernama Riska.

"Sudah kok kemarin."

"Baik, ditunggu sebentar ya Bu." ucap Riska.

Naina mundur beberapa langkah dan bersandar di dinding yang berseberangan dengan resepsionis. Tidak berselang lama Bryan Anderson datang menghampiri Naina yang sedang menunggunya.

"Nai, ayo aku ajak keliling kantor dulu biar kamu paham, setelah itu aku akan mengantarkan kamu ke ruangan kerja," ajak Bryan saat sudah berdiri di hadapan Naina.

"Baik Bos," ucap Naina menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat kepada atasannya.

"Kenapa jadi panggil aku Bos? Kenapa juga kepala kamu nunduk-nunduk gitu?" tanya Bryan terkekeh.

"Kan Bos Bryan atasan saya di kantor, jadi saya harus hormat sama atasan saya agar tidak dipecat karena bersikap kurang ajar," jawab Naina seraya mengikuti langkah kaki kemana Bryan melangkah.

Naina ikut berkeliling kantor dan mendengar semua penjelasan dari Bryan. Hingga tibalah Naina di depan pintu ruangan kerjanya.

"Ini ruangan kamu kerja, ayo masuk!" kata Bryan sembari membukakan pintu untuk Naina masuk.

Naina tersenyum saat melihat ruang kerjanya yang terlihat sangat nyaman dan rapih, mungkin design ruangan yang bagus akan membuatnya semangat bekerja selama di kantor.

"Bagus ruangannya, aku suka," ujar Naina memuji design ruangan kerjanya.

"Ruangan ini di design oleh tunangan aku, namanya Elvia."

Pernyataan yang keluar dari mulut Bryan membuat Naina terdiam seolah mematung, hatinya terasa sakit saat baru mengetahui kenyataan bahwa Bryan telah memiliki pendamping, padahal Naina sudah menaruh seberkas harapan pada Bryan.

"Oh jadi yang design ruangan sebagus ini tunangan kamu, hmm pantes bagus!" ujar Naina kemudian menggigit bibir bagian bawahnya.

Naina berjalan menuju bangkunya, dan ia menghempaskan tubuhnya di atas bangku tersebut dan menghela napas berat.

"Bodoh banget sih aku, bisa semudah itu suka sama Bryan yang ternyata sudah punya tunangan," gumam Naina dalam hati kecewa.

Bryan memperhatikan raut wajah Naina yang berubah masam. Lalu ia menghampiri Naina dan berdiri di dekat Naina.

"Selamat bekerja Naina, nanti akan ada asisten pribadi yang akan membantumu di sini," ujar Bryan seraya mengusap kepala Naina dan berlalu pergi meninggalkan ruangan Naina.

Setelah Bryan pergi, tidak lama pintu ruangan Naina di ketuk dan Naina mempersilahkan seseorang di sana untuk masuk.

Seorang wanita cantik dan memiliki tinggi badan yang cukup panjang, perlahan masuk ke dalam ruangan Naina.

"Selamat pagi Bu, perkenalkan saya Alice Naori, asisten Ibu di kantor," sapa Alice memperkenalkan diri dengan sopan pada atasannya.

"Pagi Alice, saya Naina Anaclara. Silahkan duduk," balas sapaan Naina yang tidak kalah ramah kepada asistennya.

Alice menjelaskan tentang pekerjaannya kepada Naina, dan begitu juga sebaliknya.

Mereka lumayan nyambung, baru beberapa jam bertemu sudah akrab dan mulai bekerja dengan baik di hari pertama Naina bekerja. Hingga waktu kerja habis, keduanya bersiap untuk meninggalkan kantor.

"Al kamu tinggal dimana?" tanya Naina sambil berjalan menuju parkiran mobil bersama Alice.

"Kebetulan saya tinggal di apartment dekat dengan kantor ini Bu, tepat di belakang kantor tuh," jawab Alice seraya menunjuk apartment The Park yang menjulang tinggi.

"Oh dekat banget ya, jadi enak pulang pergi kantornya," kata Naina menatap arah

apartement Alice.

"Bu saya pamit ya, karena saya sudah di tungguin pacar saya," ucap Alice sedikit sungkan karena harus pergi duluan.

Seorang laki-laki tampan dengan berpenampilan casual tengah berdiri disamping mobil yang berwana hitam, lelaki itu tersenyum ke arah Alice saat pandangan keduanya saling bertemu.

"Oh iya silahkan, salam ya sama pacar kamu," kata Naina sambil melambaikan tangan pada Alice.

Naina tersenyum membayangkan jika memiliki kekasih yang beda perkejaan dan setiap hari diantar - dijemput oleh kekasihnya.

"Enak banget sih punya kekasih, jadi ada yang antar jemput."

Di tengah Naina sedang berkhayal, sebuah mobil mewah yang berada di belakangnya membunyikan klakson hingga membuat Naina terkejut dan khayalannya jadi buyar.

Naina menoleh ke arah belakang dengan sinis, ternyata mobil Bryan yang berhenti dan mengelaksoninya.

"Masuk!" Bryan memberi perintah saat kaca mobil sudah terbuka full.

"Tidak mau Bos, aku bawa mobil sendiri!" tolak Naina dengan memasang wajah datar.

"Cepat masuk atau mau aku gendong secara paksa?" ancam Bryan membuat Naina bergidik ngeri, ia tidak ingin menjadi pusat perhatihan dan ia memilih untuk segera masuk ke dalam mobil Bryan sesuai perintah.

"Ada apa?" tanya Naina saat sudah duduk di samping Bryan.

"Kita makan sore dulu, aku laper dari siang belum makan," jawab Bryan seraya melajukan mobilnya.

"Mana Mike, tumben nyetir sendiri?" tanya Naina mencari keberadaan ekornya Bryan.

"Hei Mike bukan tikus, ngapain cari dia sampai ke kolong bangku segala!" kata Bryan terkekeh melihat kelakuan Naina yang sangat membuatnya terhibur setelah lelah seharian bekerja.

Naina ikut tertawa melihat Bryan tertawa dengan begitu lepasnya. Matanya tidak luput dari wajah Bryan yang menurutnya sangat tampan, yang sudah berhasil membuat Naina merasa nyaman setiap ada di dekatnya.

"Oh Tuhan kenapa jantungku berdetak sangat cepat kalau ada di dekat dia, eh aduh aku ini kenapa sih malah mengharapkan dia yang sudah menjadi milik orang lain!" gumam Naina dalam hatinya yang sedang berkecamuk.

Setelah beberapa menit menempuh kiloan meter, akhirnya mereka tiba di resto tujuan Bryan.

Mobil Bryan sudah terparkir di depan resto, ia membukakan pintu untuk Naina, membuat Naina menjadi heran karena sikap Bryan hari ini tidak seperti hari kemarin yang membiarkan Naina naik dan turun buka pintu sendiri.

"Kenapa harus bukain pintu segala sih, aku kan bisa buka sendiri!" kata Naina pura-pura protes, padahal hatinya senang diperlakukan seperti itu.

"Iseng aja," jawab Bryan dengan entengnya menjawab.

Bryan meraih jari-jari Naina dan menggandengnya berjalan masuk ke dalam resto, membuat Naina semakin salah tingkah dan berpikir berlebihan.

Saat mereka melewati pintu masuk, seorang pelayan langsung menghampiri tamu VVIP resto tersebut dan mengantarkannya ke sebuah ruangan privat.

Tanpa membuang waktu Naina langsung memesan makanan untuknya dan untuk Bryan.

"Nai, hari Minggu ikut ya," kata Bryan setelah pelayan resto pergi dari ruangan.

"Kemana dan mau ngapain?" tanya Naina.

"Ke rumahnya Elvia di Inggris, mungkin kita bisa sekalian berlibur sambil bekerja."

"Itu kan acara kalian, ngapain aku mesti ikut!" tolak Naina.

Naina berhak menolak karena bukan urusan pekerjaan dan Bryan mengerti itu. Lagipula ia takut Elvia berpikir macam-macam saat melihatnya nanti datang bersama Bryan.

Di tengah Bryan sedang mencari cara agar Naina mau ikut dengannya, ponsel Naina malah berdering dan sang pemilik ponsel mengangkat panggilan yang masuk dari nomor yang tidak diketahui.

"Halo dengan siapa?" tanya Naina.

"Iya betul," jawab Naina pada si penelpon.

"Oh iya-iya, saya bersedia Pak. Baik hari Sabtu jam 5 sore saya akan datang untuk latihan dulu," kata Naina terlihat senang dan setelah itu ia mematikan panggilan tersebut saat sudah selesai.

"Siapa yang telepon?" tanya Bryan penuh selidik dengan menaikkan satu alisnya.

"Manager X One Bar, dia nawarin aku buat dance di sana lagi, katanya banyak yang request dan dia akan membayar aku kali ini," jawab Naina senang.

"Jangan!" kata Bryan yang tidak di mengerti oleh Naina.

"Jangan apa?" tanya Naina bingung.

"Aku tidak mengizinkan kamu untuk datang ke tempat itu lagi," jawab Bryan dengan tatapan mata yang sangat tajam.

"Kenapa?" tanya Naina lagi.

"Nai di sana bahaya, itu tempat tidak aman untuk kamu, aku melarang kamu karena aku tahu siapa yang sebenarnya mengundang kamu untuk menari di sana," jawab Bryan yang tetap tidak ingin Naina datang ke X One Bar.

"Bahaya apanya sih Bryan? Kemarin aku aman-aman aja kok di sana, semua orang yang datang ke sana itu untuk mencari hiburan bukan untuk cari masalah atau musuh!" jawab Naina yang keras kepala.

Bryan merasa ada yang sengaja mengundang Naina kembali ke bar lagi, karena seingatnya pada malam itu ada yang melihat Naina dibawa pergi olehnya, dan kedua pria asing yang mendekati Naina mengikutinya sampai Naina dimasukkan ke dalam mobil. Bryan seperti mengenali kedua pria asing itu.

"Nai kamu harus percaya sama aku, itu tempat bahaya buat kamu, aku mohon jangan terima tawaran itu," kata Byran terus memohon.

"Bry, kamu tidak berhak untuk melarang aku, karena aku dan kamu ini hanya sebagai atasan dan bawahan, jadi bersikaplah sewajarnya, jangan seperti ini seolah-olah aku adalah wanita yang sangat penting untuk kamu!" kata Naina menolak permohonan dari Bryan.

Pintu ruangan diketuk, tanda pelayan sudah datang membawakan pesanan mereka, Naina dan Bryan sama-sama terdiam menghentikan perdebatan masing-masing. Saat menu sudah tersaji di atas meja makan, keduanya langsung menyantap makanan masing-masing tanpa ada yang bicara.

1
Anju Toreg
jdi malas bacanya, gitu2 aja...
Noerlina Akbar
Lumayan
Noerlina Akbar
Kecewa
levian
mampir kak ke novelku takdir cinta di koridor sekolah meskipun ceritanya nggak nyambung tapi nikmatin aja
Echa Alfahrezy
Kok MP Bryan-Naina dSkip Thorr😜
M fahregi Fairus sunandar
kebanyakan pemainya!!!ceritanya jadi gaje
Nok Denok
Kecewa
Nurul Aini
kok aku sedih bacanya😭😭😭
Tri Widayanti
Menarik..Visualnya cakep² bgt.
🌻Ruby Kejora
Hai kak
Aku mampir
Salam kenal, 💐😄
Tut Eny
lanjut
ari
mana kelanjutannya thor
Indhar Hasan
yg peran utama Brian and naina, knp harus di pisahkan Thor,saran sya ya Thor klu emang,Brian dan naina tdk bisa bersatu,ganti judul aja,Krn tdk sesuai alur ceritanya dan judul,maaf klu komen sya kyak gini Thor 🙏🙏
Indhar Hasan
smua novel yg saya baca,novel ini yg paling tdk sya suka,jalur cerita kyak keluar dri judul,seharusnya Brian dan naina bahagia,tpi ujung",masih sja ada peran pembantu spya Brian dan naina tdk bisa bersama,skalian aja Thor ganti judul sja,dr PD Brian dan naina tdk bisa bersatu
᪙ͤæ⃝᷍𝖒ᵗᵃʳⁱ♡⃝𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂᶬ⃝𝔣🌺
Aku mampir ka thorr... Keeeeerreennn
Mechan: hihihi, maaccciiii kak🥰🤗
total 1 replies
Ida Lailamajenun
karakter Naina nih mudah percaya ma org lain ya.kayaknya gk.punya prinsip hidup yg tegas orgnya kesana iya kesini iya,bahaya nih cwek
Ida Lailamajenun
gk sehat nih Bryan laki" serakah.lama" si nai bisa Hamidun nih Krn Bryan klu liat gelagatnya bgn..
Ida Lailamajenun
ibu sambung berasa ibu kandung
Ida Lailamajenun
kayaknya bakal gk jadi nikah nih Bryan ma tunangannya Krn udh jatuh cinta ma nai
Ida Lailamajenun
serem" juga nih ma Raees kyknya gk beres nih ada udang dibalik gandum ma Naina spt nya.nai maen setuju" aja nih🤦🤦dan Bryan juga gk beres nih org nya udh buka celah buat selingkuh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!