Zaskia harus menelan pil pahit, menjelang pernikahannya yang tinggal menghitung hari, dia dihadapkan kalau Adnan calon suaminya itu selingkuh dengan temannya sendiri bahkan sampai hamil.
Sedih, hancur, marah, bahkan trauma harus dirasakan oleh Zaskia. Butuh waktu bertahun-tahun untuk menyembuhkan luka dalam hatinya.
Tapi bagaimana jika sudah sekian lama bisa melupakannya, tiba-tiba saja dipertemukan kembali dalam situasi dan kondisi yang berbeda.
Akankah Zaskia memaafkan dan kembali kepada sang mantan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 Kemarahan Calon Mertua
Zaskia segera menghentikan taksi, selama dalam perjalanan Zaskia tidak henti-hentinya menangis. Kali ini hatinya benar-benar sangat sakit, sampai-sampai Zaskia tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Zaskia memutuskan untuk pergi ke rumah Adnan, kali ini dia benar-benar ingin membatalkan pernikahan mereka. Zaskia sudah tidak peduli lagi dengan apa pun, yang jelas sekarang dia ingin membatalkan pernikahannya.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Zaskia pun sampai di rumah Adnan.
Tok..tok..tok...
"Non Kia, mari silakan masuk."
"Mama ada, Bi?"
"Ada, silakan duduk, biar Bibi panggilkan Nyonya besar dulu."
Zaskia pun duduk dengan meremas tangannya sendiri, dia yakin kalau calon mertuanya itu akan sangat marah besar tapi Zaskia tidak memperdulikannya.
"Kia, ada apa? Kok tumben ke sini? Waktu pernikahan kalian tinggal satu minggu lagi, seharusnya kamu dipingit," seru Mama Yanti.
Zaskia terdiam dan menundukan kepalanya membuat Mama Yanti mengerutkan keningnya. Perlahan Mama Yanti menghampiri Zaskia dan duduk di samping Zaskia.
"Ada apa?" tanya Mama Yanti lembut dengan menggenggam tangan Zaskia.
Zaskia memberanikan diri untuk menatap mata sang calon mertua itu dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ma, maafkan Kia, sepertinya Kia tidak bisa melanjutkan pernikahan ini lagi," seru Zaskia.
"Apa?"
Mama Yanti tampak kaget dan syok, bahkan Mama Yanti melepaskan pegangan tangannya kepada Zaskia.
"Kamu jangan bercanda Kia, itu tidak lucu."
"Tidak Ma, Kia tidak bercanda, Kia serius dengan ucapan Kia."
"Apa alasan kamu mau membatalkan pernikahan ini?"
"Kia tidak bisa menjawab pertanyaan Mama, Mama tanya saja langsung kepada Adnan."
Mama Yanti bangkit dari duduknya dan menatap tajam ke arah Zaskia dengan penuh amarah yang memuncak.
"Kamu sudah mempermainkan keluarga Mama, kamu sudah membuat keluarga Mama malu, apa yang sudah Adnan lakukan? Sampai-sampai kamu langsung memutuskan untuk membatalkan pernikahan ini?"
"Maafkan Kia, Ma," sahut Zaskia dengan deraian airmata.
"Kamu benar-benar keterlaluan Kia, gedung, chatering, WO, semuanya sudah Mama bayar tapi sekarang dengan mudahnya kamu bilang ingin membatalkan pernikahan ini, di mana otak kamu Kia?" bentak Mama Yanti.
Zaskia sampai terlonjak kaget mendengar bentakan Mama Yanti, selama ini Mama Yanti adalah sosok yang baik dan lembut tapi sekarang, Mama Yanti berubah karena merasakan marah yang sangat besar.
"Kamu tahu Kia, harganya semuanya itu mahal tapi kamu dengan seenaknya ingin membatalkan pernikahan ini, kalau kamu tidak mau menikah dengan Adnan, kenapa tidak bilang dari awal? Kenapa di saat tinggal menghitung hari lagi, kamu baru mengatakannya."
"Maaf, Ma."
Tanpa bicara sepatah kata pun lagi, Mama Yanti pun pergi meninggalkan Zaskia dan masuk ke dalam kamarnya.
Airmata Zaskia semakin deras keluar, hingga akhirnya Zaskia pun memilih untuk pergi. Lagi-lagi Zaskia hanya bisa menangis, tidak lama kemudian Adnan pun menghubungi Zaskia tapi dengan cepatnya Zaskia menolak panggilan Adnan.
Zaskia kali ini benar-benar sangat benci kepada Adnan, bahkan untuk melihat wajahnya pun, Zaskia merasa enggan.
Ponsel Zaskia kembali berdering dan lagi-lagi itu dari Adnan, karena Zaskia tidak ingin bicara dengan Adnan, akhirnya Zaskia pun mematikan ponselnya.
Beberapa saat kemudian, Zaskia pun sampai di depan rumahnya. Zaskia masuk ke dalam rumahnya dan langsung menuju kamarnya, Zaskia menjatuhkan diri di tempat tidur dan menangis sejadi-jadinya.
"Kia kenapa? Sepertinya akhir-akhir ini dia tampak ada masalah?" batin Bunda Anin.
.
.