Luna seorang gadis remaja yang baru lulus SMA harus bekerja menjadi sorang boysitter yang mengurus tiga cowok super tampan dan harus merasakan jatuh cinta pertamanya pada cowok tampan yang super dingin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
.
Luna POV
tok tok tok
Pintu kamarku diketuk dari luar. Aku bangkit dari ranjangku dan berjalan menuju pintu dan membukanya dan aku melihat bibiku lah yang berdiri didepan pintu kamarku.
"Bibi... ada apa ya bi?" tanyaku pada bibi
"Bibi boleh masuk Lun?" tanya bibi.
"Tentu boleh lah bi, ayok sini masuk bi.... " jawabku mempersilahkan bibiku masuk.
Bibi duduk di ranjangku, sedangkan aku duduk disampingnya, aku melihat raut wajah bibi terlihat sedih.
"Bibi kenapa? kok sedih gitu bi?" tanyaku memulai percakapan kami.
"Bibi sedih Lun, karena besok kamu sudah harus pergi bekerja dan tinggal dirumah majikan kamu." jawab bibi dengan suara paraunya.
Memang untuk pekerjaan sebagai baby sitter kali ini aku harus tinggal di rumah majikanku, karena itu suatu keharusan bagi seorang babysitter yang harus menjaga anak asuhnya setiap saat.
"Iya bi, tapi kan nanti Luna bakal sering-sering pulang nengokin bibi. Lagian kan tempatnya enggak begitu jauh dari sini nanti kalau bibi mau juga bibi bisa sering-sering nengokin Luna kan. Jadi bibi jangan sedih ya, kalau bibi sedih Luna jadi enggak tega buat ninggalin bibi." jawabku mencoba menenangkan bibiku.
Bibi masih diam dengan raut wajah yang sedih.
"Atau Luna tolak aja pekerjaan ini ya bi...? Biar Luna nyari kerjaan yang lain aja biar Luna enggak usah ninggalin bibi." kataku lagi.
"Jangan sayang, ini pekerjaan bagus. Lagian ini permintaan dari Boss besar pamanmu langsung. Paman dan bibi juga enggak enak kalau menolak, lagian gajinya katanya besar dan calon majikan kamu juga katanya orangnya baik banget" jelas bibi mulai menasihatiku.
"Ya udah kalau gitu bibi jangan sedih ya.." kataku sembari memeluk bibiku.
"Iya sayang. Bibi hanya tidak terbiasa jauh dari kamu. Kamu tahu kan kalau bibi sudah menganggap kamu sebagai anak kandung bibi sendiri dari umur kamu tiga tahun bibi sudah merawatmu. Bibi takut jika harus jauh sama kamu sayang " ucap bibi seraya mengelus rambut panjangku.
Ucapan bibi sukses membuatku meneteskan air mataku, bibi sungguh menyayangiku entah balas budi seperti apakah yang bisa aku berikan padanya.
Bibi merawatku sejak kecil, paman dan bibi tidak bisa memiliki anak oleh karena itu seluruh kasih sayangnya mereka curahkan kepada ku.
"Bibi tenang saja ya... Luna janji bakalan sering-sering pulang nengokin bibi." ucap ku ada bibi. Kkugenggam tangannya kusalurkan seluruh perasaanku padanya agar dia tidak perlu bersedih lagi.
"Iya sayang. Kamu jaga diri baik-baik ya nanti kalau sudah disana, kalau kamu kenapa-kenapa kamu hubungi bibi ya?" ucap bibi.
"Siap bi.Bibi juga jaga kesehatan ya jangan sampai bibi sakit" pintaku pada bibi.
"iya sayang. Iya sudah kamu istirahat ya besok pagi kan kamu harus berangkat pagi-pagi ke rumah calon majikanmu." kata bibi yang masih mengelus puncak kepala ku.
"iya bi" jawabku singkat dengan senyum manisku.
Bibi pun meninggalka kamarku dan aku pun bergegas untuk packing baju-baju yang mau ku bawa.
.
~Pagi hari~
Pagi ini aku bangun pagi-pagi sekali karena semalem aku enggak bisa tidur mikirin pekerjaan yang harus aku lakuin besok... ya pekerjaan jadi babysitter.
"Kamu udah bangun sayang..." ucap bibi ku dengan lembutnya.
"iya bi, aku kan harus persiapan buat kerja pertamaku hari ini hehehe..." jawabku dengan nyengir kebanggaanku.
"Duh semangat banget si keponakan paman ini..." kata paman yang baru saja datang mengelus kepalaku lalu duduk di bangku meja makan.
"Ya udah kita sarapan dulu biar kalian tambah semangat." ucap bibi sambil menyiapkan nasi di piring paman.
"oke.." jawab singkat lalu kami semua mulai menyantap makan pagi kami.
.
Setelah sarapan.
Sebelum berangkat kerumah Boss paman, keberangkatan Luna sudah di awali drama derai air mata dengan bibi yang berat hati harus berpisah dengan ku, karena saat bekerja aku harus tinggal dirumah majikanku, namun aku berhasil menenangkannya.
Kemudian paman mengantarkan ku kerumah Boss nya itu, dengan membawa tas ranselku yang tidak begitu besar karena aku hanya membawa beberapa baju saja, takutnya nanti enggak betah, atau malah diusir karena enggak becus kan jadi nggak perlu ribed packing nya karena cuman bawa sedikit barang saja... Iya kan???😁😁😁
..
Jangan lupa komen nya ya kakak-kakak readers
kasih kritik dan saran nya biar author makin semangat nulisnya
jangan lupa favorite sama like nya juga ya 😊😊
terimakasih shayy
semoga sehat selalu
ditunggu kenakalan Dimas dan bikin Winda panas dingin,hehe
makasih cerita'y menghibur👍💝
Saya suka sama alur ceritanya
Semoga makin sukses mengeluarkan novel yang bagus
Tetap semangat 💪
Love to you ♥️😍😘