Kisah seorang wanita yang memperjuangkan rumah tangganya dari wanita lain. Mampukah Intan mempertahankan rumah tangganya?
Dan mampukah intan menghadapi sikap suaminya yang selalu kasar padanya?
Ikuti kisahnya.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andyni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 Hasil karya
****** Selamat membaca******
..."Akhirnya selesai juga pola ini. " ucapnya sambil meregangkan otot yang sejak tadi tegang, pupil mata coklatnya metatap jam yang bertengger di dinding dan menunjukan angka 00:30....
Tak berselang lama suara pintu terbuka. "Assalamualaikum Mas!" sapa intan. " Iya, Waalaikumsalam. jawabnya langsung berangsur menaiki tangga tanpa peduli dengan intan. "Huh, lagi* tak di anggap!" batin intan.
-
-
-
Hari berganti esok paginya seperti hari* biasa setelah melakukan kewajibannya sebagai seorang muslimah yang taat, dia beranjak melakukan semua pekerjaan rumah lalu membuat sarapan untuknya dan suami yang........
Tapi sebelum itu intan sudah menyiapkan semua kebutuhan suaminya.
"Selamat pagi mas!" sapa intan saat melihat rayhan menuruni tangga. "iya" jawabnya datar. Tanpa berbicara satu katapun rayhan menyantap hidangan yang di sajikan intan. "Hemmm, bubur ini sangat enak!" Batinnya seraya tersenyum tipis.
"Aku berangkat dulu, aku akan pulang malam ada lembur kamu tak perlu menunggu ku jika kamu lelah tidur saja di kamarmu!" kata rayha sambil mengulurkan tangan pada intan. Intanpun meraihnya dan mencium punggung tangan suaminya. " Iya mas, hati"! ujarnya sambil tersenyum manis.
****************************************************************
"Selamat pagi mbak dea" sapa intan pada rekannya. " pagi juga tan! o ya kamu di tunggu bu anisa di ruangannya." Ujar dea memberi tahu. " ok makasih mbak ku sayang cup." seraya mencium pipi wanita dewasa itu. "Intannn, huh dasar ya kamu.!" Gerutu dea tapi dia suka sikap intan yang ceria.
Tok...
tok....
tok
" Assalamualaikum, bu nisa boleh saya masuk. " ucap intan. " Waalaikumsalam, masuk tan. silahkan duduk." jawab anisa mempersilahkan intan duduk.
"Bagaimana desain gaun yang kamu buat. sudah jadi apa belum? " tanya anisa.
"Sudah bu. saya tinggal menjahitnya mungkin lusa sudah siap. " papar intan. " baiklah tan, saya harap hasilnya tidak mengecewakan. " ucap bu anisa. " Insya Allah bu, tidak akan mengecewakan.
-
-
-
2 hari berlalu tuan antoni dan putrinya sudah berada di ruangan bu anisa. mereka menunggu melisa yang sedang mencoba gaun pesta yang baru selesai di jahit.
"Woow, Cantik sekali gaunnya, kamu terlihat sangat manis dengan gaun itu sayang!" ujar tuan antoni
" Iya, ayah aku juga sangat suka gaun ini indah dan menawan." ucap melisa bahagia. " Ayah, bagaimana kalo kita mengundang kakak ini ke acara ulang tahun ku sebagai ucapan terima kasih ku padanya. " kata melisa menujuk ke arah intan. " Tentu saja sayang. itu jika kak intan bersedia. " jawab toni sambil melirik kearah intan. " Saya akan usahakan tuan, dan terima kasih undangannya.!" jawabnya lembut. " Jangan panggil tuan ya, panggil saja mas." Ucap antoni.
Setelah kepergian antoni dan putrinya. Intan langsung di sambut oleh dea. " Wahh keren tan, kamu di undang ke acara ulang tahun putri tuan toni pengusaha garmen ternama di kota ini." Kata dea merangkul pundak sahabatnya ini. " Ah, mbak dea terlalu berlebihan apanya yang keren mbak ini cuma acara ulang tahun anak usia 5 tahun mbak bukan acara pernikahan. " Ujar intan santai.
"Intan, sayang kamu ini gimana sich? kamu tau tuan antoni itu duren sawit kamu punya kesempatan tu buat mendekatinya lewat putri kesayangannya. " Jelas dea.
Intan hanya menatap dea bingung " maksut mbak dea apa ya? terus apa hubungannya dengan ku kalopun mas toni duren sawit ?" Tanya intan masih bingung.
"Intan, kamu ini sebenarnya polos apa bo****h masak gitu aja gk paham. " ujar dea makin geram.
"Mbak, aku tu udah punya suami masak mbak suruh aku deketin ayahnya melisa? ya gak mungkin lah mbak!" ucap intan menjelaskan. " Suami kamu bilang tan? pria yang tak pernah memberi nafkah lahir dan batin selama kalian berumah tangga kamu sebut suami tan? ya Tuhan intan, selama ini pun kamu tak pernah di sentuhnya selayaknya suami istri. " Kata dea makin geram dengan kebo*** an sahabatnya.
Bersambung.........
apa lupa alamat sendiri 👻