NovelToon NovelToon
Dandelion

Dandelion

Status: tamat
Genre:Patahhati / Mafia / Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:65.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lilaura Callisto

[Judul sebelumnya: Highest Life]

Taufan Ravael, seorang pemuda yang selalu menebar senyum dan keceriaan pada orang orang di dekat nya. Setidaknya itu yang orang lain lihat dari nya, tanpa mengetahui jika itu hanyalah topeng belaka.

menyembunyikan duka dan rasa sakit karena kehilangan kedua orang tua nya, dan menghabiskan 6 tahun hidupnya tanpa kasih sayang.

Orang tua nya meninggal akibat kebakaran di rumah nya dan kedua saudara nya membenci nya sejak saat itu.

Harus terus bertahan melawan penyakit yang semakin lama kian menggerogoti dirinya, apa Taufan bisa terus bertahan dan kembali mendapatkan kebahagiaan dan kehangatan keluarga seperti apa yang selalu ia impikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilaura Callisto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Musik

"Fan?"

Mendengar Arga memanggil nama nya, dengan cepat Taufan mencoba untuk menyembunyikan sakit nya, memasang kembali topeng tersenyum untuk menutupi sakit yang di rasakan nya. Tentu, ia tak ingin membuat sahabat nya itu khawatir.

"Permainan mu bagus juga." Arga masuk ke kamar nya sembari membawa minuman dan beberapa camilan di nampan.

"Padahal kau jarang memainkan nya. Aku saja butuh waktu lama buat bisa nguasain."

"Mungkin ini yang namanya bakat?" Ujar Taufan membanggakan diri. "Tapi aku masih belum bisa mainin pake sepuluh jari. " Ujar nya sambil kembali memetik senar gitar, membawa nya kembali dalam masa lalu.

"Kalau kau mau, ambil saja."

Mata biru Taufan membulat seketika. "Kau mau kasih cuma cuma?"

Arga mengangguk. "Aku emang dah niat mau kasih kamu salah satu koleksi ku. Lagipula aku punya beberapa gitar dan kau sudah memberinya nama. Lagian, kupikir kau bukan orang yang suka merusak barang."

"Wah!! Terimakasih Arga! Kau benar-benar sahabat terbaik ku!" Ujar Taufan sambil mengacungkan jempol nya. " Oya." Tiba tiba ia teringat sesuatu. "Kau ada saran kerja part-time gak untuk ku?"

"Kenapa tiba tiba kau memikirkan kerja part-time? Kakak mu dah nggak kasih uang ke kamu?" Tanya Arga sambil memakan camilan nya.

Taufan menaikkan bahu nya. "Walau kak Hali membenci ku dan seolah tak peduli lagi dengan ku, tapi dia tetap memberikan uang saku untuk ku. Sebenar nya aku kasihan dengan nya karena harus kuliah sambil kerja buat biayain hidup ku dan Ken. Karena itu, aku ingin punya uang sendiri."

"Hah entahlah. Kau sekolah aja sering bolos, apalagi kerja sampingan. Yang ada nanti kau malah putus sekolah."

"Ide bagus!"

Nyaris saja Arga tersedak makanan nya saat mendengar itu. "Jangan aneh aneh! Kau gak bakal dapat pekerjaan yang layak kalo putus sekolah. Benerin dulu sekolah mu!"

"Abraham Lincoln bisa menjadi presiden AS ke 16 Setelah putus sekolah waktu usia 12 tahun. Itu aja bisa, kenapa aku enggak?"

Dengan santai Arga menjawab. "Karena kau bukan dia... Dan bukan Einstein atau Bill Gates. Jadi jangan berpikiran aneh aneh dan hadapi kenyataan."

Taufan hanya terdiam sambil menggembungkan pipi nya, menunjukkan rasa kesal nya pada Arga.

"Lalu pekerjaan apa yang bisa dilakukan anak SMA?"

Pemuda berkacamata itu terdiam sambil memasang pose berfikir. ia sedikit mengingat ingat tempat yang menerima anak SMA untuk kerja part-time di sana. "Mungkin bisa jadi penyanyi di cafe?"

"Ide bagus! Kalo gak salah ada cafe di dekat taman kota. Mungkin bisa coba di situ kali ya? Mau ikuti juga? Kita bisa buat band!"

"Dih apaan?"

Mata Taufan berbinar mencoba membujuk sahabat nya itu. "Ayolah.. Kau kan yang menyarankan, siapa tau bisa jadi penyanyi beneran kan keren tuh."

"Mimpimu terlalu tinggi nak." Ucap Arga sambil sedikit menghela nafas.

"Aku bukan anak mu lah. Dan semua mimpi itu berawal dari memimpikan nya, lagian kalo beneran terjadi kan kau bisa jadi makin populer. Seorang ARGA bakal makin di kenal gituh loh..."

Arga nampak memikirkan ulang tawaran Taufan. Mendengar kata 'populer' bagaimana mungkin dirinya tidak mau? Akhirnya sebuah anggukan ia berikan menyetujui tawaran sahabat nya itu. Ketahuilah, popularitas adalah kelemahan Arga.

"Okey! Kalo gitu kita mulai latihan! Hm... Enak nya nyanyi lagu apa ya?"

"Lagu tentang mu."

Taufan mengerenyitkan dahi nya. "Terlatih patah hati, lagu nya The Rain."

"Boleh juga! Kalo gitu ki-HEY!" Belum sempat Taufan selesai berujar, ia memotong ucapan nya sendiri. "Aku belum pernah patah hati!" Sembur Taufan.

"Iya juga kau kan jomblo akut. Oke, mulai aja dari dasar nya dulu." Ujar Arga tak sabar.

Walau perempatan imajiner muncul di dahi nya, memikirkan Arga yang suka mengatur seenak jidat nya, tapi hanya Arga lah yang mau mengerti diri nya tanpa peduli darimana dirinya berasal. Itu yang membuat Taufan bersyukur memiliki sahabat seperti Arga.

Taufan mulai meletakkan jari jari nya di senar dan memainkan nada dasar, diikuti oleh permainan gitar Arga.

Aku sudah mulai lupa - saat pertama rasakan lara.

Oleh harapan yang pupus - hingga hati cedera serius.

Terimakasih kalian - barisan para mantan.

Dan semua yang pergi - tanpa sempat aku miliki.

Jari Arga yang terbungkus sarung tangan berwarna ungu-hitam dengan lincah memetik senar gitar, mengikuti nada yang di mainkan sahabat nya itu.

Seulas senyuman muncul di wajah nya melihat Taufan yang memainkan gitar dengan semangat nya.

Tak satupun yang ku sesali - hanya membuat ku semakin terlatih.

Begini rasanya berlatih patah hati - hadapi getir nya terlatih disakiti.

DEG.

Tangan Taufan berhenti memetik dan beralih mencengkram dada nya sendiri.

"Uhuk uhuk..."

"Taufan?"

"Sebent- uhuk uhuk..." Taufan memalingkan muka nya dan menjaga jarak dari Arga.

Awalnya Arga pikir itu hal yang wajar, tapi melihat tubuh Taufan yang sedikit gemetar dan batuk yang kian menjadi membuat pemuda berkacamata itu menjadi khawatir.

"Taufan, kau oke?" Arga mulai cemas.

Taufan menggeleng, gitar ia letakkan dan seluruh tangan nya terfokus membekap mulut nya yang tak henti henti nya menghembuskan nafas berat. Nafas nya mulai sesak dan nyeri kembali menjalar di dada nya.

Uhuk uhuk uhuk!

Tes...

Setetes cairan berwarna merah menetes dari sela sela jari Taufan mengotori lantai kamar Arga yang berwarna putih.

"Maaf Ar, aku mengotori kamar mu." Wajah nya terlihat pucat memerah. Taufan menyeka sedikit darah di sudut bibir nya. Ia tampak masih kesulitan menghirup oksigen. Dada nya terasa sakit setiap ia menarik nafas, membuat nyeri itu menjalar di tubuh nya.

Arga membulatkan mata nya. " Taufan kau!" Hanya itu yang bisa ia katakan sembari menatap horor sahabat nya itu.

"Aku baik baik saja, aku sudah pernah mengalami nya. Bukan hal serius kok!" Ujar Taufan yang masih kesulitan bernafas. Ia memaksakan dirinya tersenyum untuk meyakinkan Arga, walau ia tau itu sia sia.

"Tidak Fan, aku serius. Kau harus periksa kesehatan mu! Tidak mungkin batuk biasa sampai seperti ini." Ujar Arga panik.

"Tidak sungguh, aku baik baik saja." Taufan sedikit tertawa garing mencoba mencairkan suasana.

"TAUFAN! Kau harus cek-up sekarang juga! Aku bakal temani."

" Gak, gak perlu sungguh...."

"Jangan bandel! Aku gak bakal dengerin alasan ku sekarang!"

Dengan cepat Taufan di tarik. Kini pemuda itu tidak ada pilihan lain selain mengikuti sahabat nya itu. Rahasia tentang penyakitnya yang ia sembunyikan selama ini, bahkan keluarga nya sendiri pun tak tau, apa mungkin akan di ketahui sahabat nya dengan cara seperti ini?

'Sial... Harusnya aku lebih berhati hati...'

TBC

1
Ayasha sakura
Luar biasa
diliat doang kagak di baca
ohhh... lagu ini toh....
diliat doang kagak di baca
w-w-what? bla-Black card?! wawwwwwww
diliat doang kagak di baca
Ciee.. hali ciee
diliat doang kagak di baca
Nama panjang hali siapa?

hali ravael? atau halilintar ravael?
diliat doang kagak di baca
Kau malah ngedoa in nya hal 🤣
diliat doang kagak di baca
ohh... ini om nya yg di luar negeri itu kan?
diliat doang kagak di baca
sabar khai... sabar... walaupun kau seperti menjadi obat nyamuk
diliat doang kagak di baca
waduh... sejata makan tuan pula nih
diliat doang kagak di baca
waduh mervin... kau belum kapok?
diliat doang kagak di baca
akhirnya datang!!
diliat doang kagak di baca
wahh.. sama yasha, kita sama-sama anak tunggal
diliat doang kagak di baca
ini udah kek kelihatan perpus istana
diliat doang kagak di baca
jadi arga adiknya khai? waw..
diliat doang kagak di baca
ku kira hali itu cewek
diliat doang kagak di baca
lah aku baca ini jam 23.42🙂 itu bukan begadang.... aman.. itu karna ada acara dirumah... jadinya lambat tidurnya
diliat doang kagak di baca
lidah arga sungguh fasih ya
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Marzina Wertani
Ya ampun ni orang sinis banget dah, Weh! liat dulu kemampuan Taufan baru berkomentar, bukannya langsung menanyakan hal yang membuat kepercayaan orang bisa done.
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Marzina Wertani
Nampaknya ia begitu mudah Care dengan orang lain, dan Taufan terlihat cukup mudah percaya dengan orang yang tipikel sepertinya.
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Marzina Wertani
Ya ampun Taufan pasti ketiduran cukup lama, bagaimana ia bisa sampai ke sekolah tepat waktu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!