[Cover buatan salah satu pembaca baik hati yang mau membuatnya]
"Namaku Yaoma aku hanyalah bocah kecil, yang hidup bahagia, setidaknya itu menurutku sampai kehancuran akibat para Dewa di langit terjadi...."
"Peperangan para Dewa terlalu menghancurkan dunia, ibuku yang seorang Dewi kembali ke langit dan berusaha menghentikannya..."
"Tapi dia tidak pernah kembali, dan senyuman kebahagian keluargaku tidak pernah lagi terlihat..."
"Aku yang masih kecil terkadang berpikir begini 'Apa semua masih bisa kembali?' yah meski setelah melihat fakta hari itu harusnya mustahil yah."
(Authornya jarang off, sorry kalo jarang baca komen + ini novel uji coba. Semoga menikmati)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoake-Sama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7 "Buku Kematian"
Chapter 7
Buku Kematian
Di sisi lain, di saat Yaoma bertarung di depan kastil Dunia Bawah.
Singgasana Hades.
"Sepertinya dia sudah datang," ucap Hades dalam keadaan menutup mata.
"Siapa yang datang tuanku?" tanya Asmodeus pada Hades.
"Yaoma, dia sudah datang ke sini dan sudah mulai mengamuk di luar sana," jawab Hades pada Asmodeus.
"Ce-cepat sekali!" reaksi Asmodeus dengan kaget akan apa yang ia dengar karena Yaoma menurutnya terlalu cepat menyerang.
"Tapi yah ini juga bisa jadi keuntungan kita" sangkal Hades.
"Jadi maksud tuan?" tanya Asmodeus dengan bingung.
"Tentu saja, kita akan menyambut dan menyerangnya!" jawab Hades pada Asmodeus dengan tegas.
"Begitu!" reaksi Asmodeus yang sudah mulai mengerti pemikiran Hades.
"Kalo begitu aku ingin menentukan penjaga gerbang di beberapa ruangan ini, apa kalian semua siap?" tanya Hades pada seluruh komandan iblis di tempat itu.
"Baik!" jawab seluruh komandan iblis secara serentak.
"Yah tubuhku juga sudah kaku rasanya tidak bertarung tuan" ucap salah satu komandan iblis perempuan.
"Hahahah sesuai yang ku harapkan Rebbeca Bathory!" tawa Hades dengan senang akan perkataan Rebbeca.
"Baiklah akan kumulai dari gerbang pertama, gerbang pertama dijaga oleh Dambala, gerbang kedua Misaki dan Ryuka, gerbang ke tiga Micteulanica dan Dagon, gerbang ke empat Succubus dan Beellzebub, gerbang ke lima Asmodeus dan Biiel, gerbang ke enam Luciel dan Behemonth, gerbang ke tujuh
Baal, gerbang ke delapan Rebbeca, dan jika seadainya keadaan terburuk, Rebbeca bergabunglah ke gerbang ke sepuluh bersama dengan Astaroth dan penjaga gerbang ke sembilan Slypharia juga bergabunglah jika keadaan di luar perkiraan, itu saja bubar!" perintah Hades pada seluruh komandan dunia bawah.
"Baik!" jawab mereka serentak sekaligus semuanya pergi dari tempat itu menuju titik tujuan masing masing.
"Tapi jika begini apa artinya dia sekuat itu tuan?" tanya Astaroth pada Hades.
"Yah karena bagaimanapun juga dia anakku," jawab Hades pada Astaroth.
"Benar juga," ucap Astaroth dengan puas sembari berjalan menuju titik gerbangnya.
Semua keluar dari tempat singgasana Hades dan meninggalkan Hades sendirian.
"Baiklah, apakah perkiraanku berlebihan? salah? tepat? Kita lihat dari sekarang," ucap Hades sembari melihat para komandan pergi.
Disisi lain di depan gerbang pertama kastil Dunia Bawah, seluruh pasukan iblis yang menyambut Yaoma tergeletak di kalahkan.
Di depan kastil.
"Hah... hah.. hah... cukup melelahkan," ucap Yaoma dengan sedikit luka di sikut dan kakinya.
Luka Yaoma tersebut mulai beregenerasi dan lukanya sedikit demi sedikit mulai menghilang.
"Yosh sudah sembuh, berikutnya," ucap Yaoma sembari membuka pintu gerbang pertama dan memasukinya.
Yaoma memasuki kastil dan gerbang pertama namun isinya sangat gelap dan berbeda dengan sebelumnya saat dia masuki dengan Asmodeus.
"Tempat ini berbeda dengan sebelumnya," ucap Yaoma sembari melihat-lihat tempat itu yang terasa berbeda menurutnya.
"Selamat datang di gerbang pertama, wahai anak Hades!" ucap suara di tempat gelap itu.
"Dimana?" ucap Yaoma dengan kebingungan sembari melihat-lihat dimana letak suara itu.
"Maaf tapi, saya akan langsung mengakhiri pertarungan ini anak Hades!" peringatan suara itu pada Yaoma.
"Jangan bercanda, aku tak mungkin selemah i___"
Secara tiba tiba rantai keluar dari bawah lantai Yaoma dan menembus tubuh Yaoma tanpa ia sadari karena semua terjadi dengan cepat.
"Uargh... apa...?" reaksi Yaoma dengan kebingungan dan kesakitan.
"Shi No Sho : Kokumajutsu
Chain : Prick Suprise," ucap suara itu setelah menyerang dengan rantai.
"Sialan..., seranganmu yah..." ucap Yaoma dengan kesakitan melihat ke arah depannya.
"Yah, saya akan nyalakan pencerahan agar anda bisa melihat saya," ucap suara itu padanya.
"Shi No Sho : Type Elemental
Fire : Kaen!" ucapnya mengaktifkan skill dan seketika tembok di ruangan itu ada api di sekitarnya yang membuat tempat itu dapat terlihat.
"Siapa... kau....!?" tanya Yaoma pada orang dari suara yang sebelumnya yang ia dengar.
Dambala
[The Death Book]
"Saya adalah Dambala komandan iblis ke-15, sang 'Buku Kematian', dan saya akan mengalahkan anda wahai anak tuan Hades" ucapnya sembari memperkenalkan diri.
"Salah satu iblis yang pernah kudengar dari ibu yah, artinya seluruh komandan iblis juga begitu," ucap Yaoma sembari memegang rantai yang menembus tubuhnya.
"Saya tak tau perkataan anda, cuman anggap saja begitu, kalo begitu saya masih akan menyerang anda loh..," peringatan Dambala pada Yaoma.
"A__"
Dambala menulis di bukunya dengan super cepat dan mengaktifkan skillnya.
"Shi No Sho : Kokumajutsu
Chain : Four Meshes!" ucap Dambala mengaktifkan skillnya.
4 rantai keluar dari arah tembok kiri dan kanan Yaoma dan menjeratnya dengan kuat.
"ARGHHHHH!!!" teriak Yaoma dengan kesakitan.
"Masih belum tuan!" ucapnya sembari menulis lagi.
"Shi No Shou : Kokumajutsu
Chain : Bond Of Death!" Dambala mengaktifkan skillnya kembali.
Rantai yang tadinya menembus Yaoma memutari tubuh Yaoma dan mengikat tubuhnya agar tidak bisa bergerak.
"Hah... hah.. hah... rantai yang menembusku mengikatku yah.. uargh..," ucap Yaoma denah kesakitan sembari memuntahkan darah.
Perut Yaoma yang tadinya tertembus rantai pertama berlubang dan terjadi pendarahan yang cukup banyak.
"Ini terlalu mudah tuan, aku tak percaya anda menghabisi 10.000 pasukan kami di luar sana cuman sebatas ini," ucap Dambala dengan kecewa.
"Hah.. hah... hah.. jadi.. tadi di luar sana ada 10.000 yah...," tanya Yaoma dengan nafas yang terengah-engah.
"Yah.. dan anda sepertinya menderita yah, ingin saya selesaikan saja?" tanya Dambala padanya.
"Hahaha.. lakukan saja!" teriak Yaoma ke arah Dambala.
Wajah Dambala terlihat menjadi sedikit kejam dan berbicara. "Itu tidak sopan tuan...," ucapnya sambil menatap Yaoma yang terjerat oleh ke empat rantainya.
"Tapi karena saya masih baik hati, saya akan langsung akhiri dengan elemen api terkuat saya," jawabnya pada keinginan Yaoma.
Yaoma tersenyum dan mengatakan. "Tak Apa lakukan saja karena saat kau mengetahui bahwa aku bisa menahannya kau kalah!" jawab Yaoma pada Dambala.
"Coba saja tuan!" jawab Dambala dengan kesal pada Yaoma.
Dambala kembali menulis dan ingin mengeluarkan elemen api terkuatnya dengan cepat dan perasaan yang cukup kesal akan tantangan dari Yaoma.
"Ayo lakukan saja!" provokasi Yaoma pada Dambala untuk membuatnya semakin kesal.
"Cih!" ucap Dambala dengan kesal sembari menulis.
Dambala selesai menulis dan bersiap mengeluarkan skillnya. "Matilah!" teriak Dambala pada Yaoma.
"Shi No Shou : Type Elemental
Fire : Death Ball Fire!" Dambala mengeluarkan bola api super besar dari bukunya dan serangan itu mengarah langsung ke Yaoma yang sedang terjerat.
Yaoma yang melihat itu hanya tersenyum saja sembari melihat wajah Dambala yang kesal padanya.
Yaoma terkena serangan Dambala secara langsung dan terbakar sampai tubuhnya tak terlihat dari ledakan api tersebut.
"UARGHHHHH!!!" teriak Yaoma yang terbakar akan serangan Dambala.
"Hah.. hah.. skill ini cukup memakan banyak sihir...," ucap Dambala dengan kelelahan setelah mengeluarkan skillnya.
Tubuh Yaoma terjatuh dengan keadaan gosong dan tidak bergerak.
"Yah sepertinya hanya begitu saja yang tuan bisa lakukan?" tanya Dambala dengan percaya diri.
"Kalo begitu aku akan kembali dan bilang pada tuan Hades, hahahaha!" ucapnya dengan senang dan berbalik ke gerbang berikutnya untuk memberitahu Hades.
Yaoma dengan cepat dalam keadaan tidak sedikitpun terluka langsung berada di depan Dambala.
"Apa!?" tanya Dambala dengan kaget.
"Dark Speed : The Essence Of The Punch!" ucap Yaoma sambil memukul perut Dambala.
"UARGHHHHH!!!" reflek Dambala dengan kesakitan dan kaget akan serangan Yaoma.
Dambala terpental ke tembok dengan pukulan kegelapan cepat dari Yaoma, dan Dambala terjatuh ke lantai dengan tubuhnya yang sulit bergerak.
"Apa... bagaimana bisa...?" tanya Dambala dengan kesakitan.
"Ini hanyalah regernerasi superku, aku hanya mempercepat regernerasi dan langsung bergerak dengan cepat menyerangmu, aku sendiri juga baru mengetahui ini karena mencobanya saja," jawab Yaoma pada Dambala sambil melihat ke arahnya.
"Ja-jadi kau bisa regernerasi seperti komandan ke-3 yah..," kata kata terakhir Dambala dan ia pun pingsan.
"Kenapa? ternyata kau lebih mudah daripada yang ku kira, cuman 1 pukulan yah?" ucap Yaoma dengan percaya diri sambil berjalan menuju gerbang berikutnya.
"Ayah aku sudah mengalahkan 1 dari tembok berikutnya menuju si kepar*t itu, tunggu yah ini tidak akan lama lagi kok ayah..."
Episode berikutnya "Ilusi Neraka"
Catatan : saya belum membuat data untuk karakter dan itu mungkin akan saya kerjakan di lain kesempatan seandainya, ada yang terkesan bingung dan aneh akan ini semua sekaligus soal masa lalu Yaoma selama latihan nanti juga akan saya munculkan, dan semoga betah membaca cerita ini.
well tidak adanya tanda baca disana kau jadi seakan akan menghina ibumu sialan:)
kau ini mau pakai kalimat apa?! jangan dicampur seperti itu coba pelajari lagi tentang tata letak kalimat langsung tidak langsung. ada beberapa hal yg butuh penjelasan latar tapi sudah dilanjut ke adegan berikutnya.
mohon perhatikan lagi.
kata yaoma dengan sedih.
yaoma dengan sedih ....bla bla..
tadi sempat kulihat sudut pandang tokoh aku di tengah sudut pandang penulis.
tolong kurang pengulangan kata. selain boros juga bisa membuat bosan! perhatikan juga latar waktu tempat dan keadaan! bukan hanya suasana.
selain itu. bagus.