1
Ninda seorang gadis remaja yang masih duduk di bangku akhir sekolah menengah. Namun dia terpaksa
menikah. Karena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Husnel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Strategi
Istri Kecil Tuan Muda
Tengah malam, Ninda terbangun. Karena cacing di perutnya yang berkelahi.
Dia membuka matanya, Dia merasakan ada seseorang di sampingnya.
Dia pun duduk karena kaget, loh kok Mas Faris tidur di sini?"tanyanya heran.
"Kenapa aku nggak boleh tidur di sini, ini kan kamar aku juga, kamu nggak lapar? Sana makan!. Tuh ada makanan di atas nakas! " Ucapnya, sementara matanya terpejam.
"Ih. Mas Faris ngigau ya. Tidur kok ngomong? Tanyanya lugu.
" Aku kan bisa melihat, tampa membuka mata. " Jawabnya lagi. Ninda mundur. Dia takut sendiri. Kok ada orang tidur bisa jawab. Pikirnya.
Ninda pergi ke kamar mandi, "Jangan berendam lagi, ini sudah malam!." Ucapnya tegas.
Karena memang tidak tahan lagi, dia tidak peduli dengan ucapan suaminya. Yang menurutnya aneh. Setelah selesai. diapun keluar.
Baru membuka pintu, dia kaget sekali, karena di dapati suaminya menunggunya di depan pintu. "Mas.. Di kamar sebelah kan ada kamar mandi. Ngapain nunggu aku? " Tanya Ninda heran.
"Siapa mau ke kamar mandi. Aku cuman nungguin! Takutnya kamu berendam lagi!." Faris menarik tangan istri nya untuk duduk di sofa. "Duduklah. Kamu tadi belum makan, suap sendiri? Atau aku suapin? "
Faris menggoda nya.
" Aku sendiri saja, aku sudah besar. Tidak perlu di bantu lagi! " Ucapnya menundukkan wajahnya.
Dia tidak berani melihat suaminya. " Kalau bicara tuh lihat lawan bicara. Nggak nunduk! Aku kan suamimu! " Faris mengangkat muka istrinya dengan bantuan tangannya.
Muka Ninda merah. Karena malu bercampur takut. "Kenapa wajahmu seperti itu?" Faris mendekati istrinya, Ninda berusaha menjaga jarak.
" Maaf mas, jauhlah dikit, aku mau makan.. " Ninda berusaha mengelak suaminyaYang akan mencium bibirnya.
" Aku kira kamu nggak bisa makan sendiri makannya. Sini aku suapin. Duduklah! "
Ucapnya tegas. Dengan terpaksa Ninda mengambil makanannya.
Perutnya makin berbunyi, karena makanan belum kunjung masuk ke mulutnya. Dia takut dan malu sekali. Karena suaminya menatapnya terus.
Faris makin gemes lihat istrinya yang belum juga makan. Dia menyuapi makanan ke mulutnya, terus dia mencium istrinya, Ninda sangat kaget, dia berusaha melepaskannya. Namun Faris berpikir. Bagaimana caranya supaya istrinya buka mulut. Di pegang nya gunung kembar istrinya kuat, Ninda menjerit. Dan membuka mulutnya. Dengan cepat Faris mentransfer makanan di mulutnya.
Ninda menolaknya, Faris kembali beraksi, dengan wajah pasrah Ninda menelan makanan yang di transfer suaminya.
"Hm nikmat! Makanlah,! jika nggak mau makan, aku paksa dengan cara yang lebih seru! " Ancam Faris makin genit.
Karena takut. Ninda menyuapi makanannya dengan cepat. Faris tersenyum dengan tingkah istrinya, yang menurutnya sangat lucu dan bikin dia gemes.
Entah kenapa, dia sangat senang sekali melihat sikap istrinya yang polos." Tidurlah.! Hari sudah larut nanti kesiangan.
Ninda pun tidur. Mengikuti ucapan suaminya. Faris mengambil tempat di sebelah istrinya.
" Ini kan bukan tempat tidur mas, kenapa tidur disini? " Tanya nya heran.
" Kamu tuh lupa, ini kamar aku juga. Jadi
Terserah aku mau tidur di mana? " Jawabnya Tenang.
Ninda terdiam. Dia tidur membelakangi suaminya. Faris memeluknya dari belakang. Walau agak risih. Ninda akhirnya tidur juga.
Paginya Ninda merasakan berat di bagian perutnya, ternyata tangan suaminya yang melingkar di perutnya.
Dia berusaha melepaskan tangan suaminya, semakin ia berusaha, semakin kencang pelukan suaminya.
" Tunggulah beberapa menit lagi, aku masih ingin memelukmu, Oh ya.! Nanti tidak ada lagi kan kerja kelompok? " Tanya Faris menginterogasi. Sementara posisi nya masih seperti semula.
" Nggak ada mas. Hari ini aku tidak masuk sekolah. kami libur tenang, karena 3 hari Lagi ujian akhir." Jawab Ninda pelan.
"Hm. bagus deh! kalau begitu! aku juga tidak ke kantor, aku kerja dari rumah saja." katanya enteng yang membuat Ninda bingung.
" Tapi mas, apa tidak kena marah? " Tanya Ninda polos.
Faris duduk. Dia gemes dengan pertanyaan istrinya, dengan cepat membalikan tubuh istrinya dan menindih nya. Ninda kalut. dia memalingkan muka nya. dia berusaha menghindari.
"Kenapa? aku kan suamimu! Kita lakukan lagi ya. mumpung libur." Faris mencium bibir istrinya. walau Ninda berusaha menghindari.
Dengan pasrah, terjadilah pertempuran menjelang pagi itu. Awalnya Ninda merasa nggak nyaman. namun karena kelembutan suaminya. diapun menikmatinya.