NovelToon NovelToon
Noda Di Balik Jilbabku

Noda Di Balik Jilbabku

Status: tamat
Genre:Teen / Fantasi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:216.3k
Nilai: 5
Nama Author: Amallia

Namaku Khoirunnisa, aku anak dari sepasang suami istri yang sholeh dan merupakan ustad dan ustadzah. namun aku bukanlah seorang wanita yang sholehah. aku selalu membuka auratku jika bepergian. aku tak mendengarkan nasihat kedua orang tuaku. hingga malam kelam itu terjadi. aku di nodai oleh orang yang tidak ku kenal. sejak saat itu aku memilih untuk menutup auratku dan tinggal di pesantren sambil meneruskan kuliahku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan

Alvin kembali ke kamar setelah di nasehati oleh Pak Alex.

Kalau ginih sih aku tidak bisa ngapa-ngapain. hidup di atur terus oleh Papah. sebaiknya aku tinggal saja di Apartemen. coba nanti bicara sama Mamah." batin Alvin

Di lain kamar terlihat Bu Hilya yang sedang mencoba meredakan emosi suaminya.

"Papah sabar dong" pinta Bu Hilya

"Gimana mau sabar Mah. anak kita sudah di luar batas. mungkin sebaiknya kita nikahkan saja Mah." ucap Pak Alex

"Nikah sama wanita itu? Mamah tidak setuju!"

"Sama Nisa Mah, anaknya Ahmad." kata Pak Alex

"Bukannya Nisa baru kuliah. dia juga mesantren. kalau nikah bagaimana dengan kuliahnya?" tanya Bu Hilya meminta penjelasan dari suaminya.

"Jadi ginih Mah, nanti Alvin sama Nisa nikah dan Nisa tetap kuliah dan mesantren. jadi setelah nikah Nisa pulang ke rumah ini hanya sesekali. mungkin sebulan sekali atau beberapa kali." jelas Pak Alex sambil memikirkan niatnya.

"Papah yakin? kok Mamah ragu yah kalau Ahmad setuju."

"Nanti Papah coba bicara sama Ahmad. semoga saja dia mau."

"Apa Papah yakin jika dengan menikah Alvin akan berubah. Mamah rasa dia akan tetap keluyuran seperti itu."

"Semoga saja berubah Mah. kita doakan saja yang terbaik."

"Amin Pah"

Keesokan harinya Pak Alex berkunjung ke pesantren milik pak Ahmad.

"Asalamu'alaikum" Pak Alex mengucapkan salam saat berada di depan pintu yang kebetulan tidak di tutup.

"Waalaikum'salam" jawab Pak Ahmad lalu segera beranjak dari duduknya.

"Eh Alex, ayo silahkan masuk." dengan ramah Pak Ahmad mempersilahkan Pak Alex untuk masuk.

"Terima kasih" Pak Alex tersenyum menatap sahabatnya itu. lalu dia berjalan masuk.

Kini Pak Alex dan Pak Ahmad sudah duduk saling berhadapan.

"Maaf Ahmad kalau saya mengganggu. tapi maksud kedatangan saya kesini untuk melamar Nisa untuk anak saya Alvin." ucap Pak Alex mengatakan niatnya.

"Melamar? bukankah perjanjian kita setelah Nisa lulus kuliah." Pak Ahmad terkejut mendengar lamaran dari Pak Alex.

"Tapi aku tak mau anakku mencari wanita lain. aku mau hanya Nisa yang jadi Istrinya."

"Ini permintaan yang berat. tapi nanti aku coba bicara sama Istriku."

"Terima kasih Ahmad, aku berharap sekali denganmu." Pak Alex memegang erat kedua tangan Pak Ahmad.

"Sama-sama Lex." ucap Pak Ahmad

Setelah selesai mengatakan niatanya Pak Alex memilih untuk pulang karena masih ada urusan lain.

Sore ini Pak Ahmad sudah selesai mengajar. dia bergegas untuk pulang. perkataan Sahabatnya masih saja memenuhi fikirannya.

"Assalamu'alaikum" ucap Pak Ahmad di depan pintu rumahnya sambil mengetuk pintu itu.

"Waalaikum'salam" jawab Bu Siti dari arah belakang. kebetulan Bu Siti juga baru pulang dari pengajian.

"Eh Mamah juga baru pulang." ucap Pak Ahmad sambil menoleh ke belakang.

"Iya Nih Pah" jawab Bu Siti sambil mengambil kunci rumah yang ada di dalam tasnya.

Bu Siti langsung membuka pintu rumah itu. keduanya masuk ke dalam rumah.

"Eh tunggu Mah, kita bicara dulu! ada masalah penting yang akan Papah katakan." ucap Pak Ahmad sambil menahan tangan Bu Siti. karena Bu Siti hendak melangkah menuju ke kamarnya.

"Ada apa Pah?" tanya Bu Siti sambil menatap suaminya.

"Kita duduk dulu Mah." pinta Pak Ahmad dan kini keduanya memilih untuk duduk di sofa ruang keluarga.

Pak Ahmad langsung mengatakan niat baik Pak Alex.

"Jadi begini Mah, tadi Alex datang ke pesantren. dan dia mengatakan ke Papah jika dia berniat melamar Nisa untuk Alvin." kata Pak Ahmad

"Melamar? secepat inikah?"

"Iya Mah, memang ini terlalu cepat menurut Papah juga. tapi kita juga tidak mungkin menolak."

"Lalu kalau Nisa menikah, bagaimana dengan kuliahnya?" tanya Bu Siti

"Mungkin Alex sudah mengaturnya Mah dia kan yang punya Universitas sekaligus pesantrennya." ujar Pak Ahmad menebak.

"Kalau gitu sih Mamah setuju Pah. lagian cepat atau lambat memang Nisa nikahnya sama Alvin. walaupun kita belum tahu akhlaknya itu gimana."

"Iya Mah, kalau kata Alex sih Alvin itu masih suka keluyuran. jadi dia ingin jika Alvin cepat-cepat di nikahkan."

"Mudah-mudahan Alvin bisa menerima Nisa yah Pah. dan juga mereka cocok." ucap Bu Nisa penuh harap.

"Amin Mah, kalau gitu nanti Papah akan hubungi Alex untuk mengatakan persetujuan kita. sekaligus meminta untuk mengatur pertemuan keluarga. biar Nisa dan Alvin juga bertemu terlebih dahulu." kata Pak Ahmad.

"Iya Pah, terserah Papah saja. Mamah hanya menurut." ucap Bu Siti

Setelah selesai bicara, keduanya memilih pergi ke kamar untuk membersihkan diri.

Pak Ahmad sudah menghubungi Pak Alex untuk memberitahukan persetujuannya dan persetujuan Istrinya. Pak Alex sangat senang mendengar berita bahagia itu. dia langsung mengatakan kepada Istrinya.

"Mah" Pak Alex memanggil Istrinya sambil meletakan ponsel miliknya di meja.

"Ada apa Pah? kenapa Papah terlihat senang seperti itu?" tanya Bu Hilya

"Ahmad setuju untuk menikahkan anaknya Mah." ucap Pak Alex dengan senyum mengembang.

"Wah Alhamdulilah Pah." Bu Hilya berucap syukur setelah mendengar penuturan suaminya.

Alvin kebetulan baru pulang dari kantor. dia mendengar pembicaraan kedua orang tuanya.

"Menikah? siapa yang akan menikah Mah?" tanya Alvin yang baru datang.

"Eh sayang sudah pulang. ini Nak, Nisa mau di nikahkan sama kamu." ucap Bu Hilya kepada anaknya.

"Kok Alvin sih? Alvin tidak mau!" tolak Alvin lalu berlalu pergi meninggalkan kedua orang tuanya.

"Alvin, pokoknya kamu harus mau. awas saja kalau kamu lebih memilih pacar jal*ngmu itu." teriak Bu Hilya dan masih terdengar oleh Alvin.

"Bodo amat" ucap Alvin dan terus melanjutkan langkahnya.

"Hais anak itu susah di atur." gumam Bu Hilya

"Sabar Mah, Alvin memang seperti itu orangnya."jawab Pak Alex sambil mengusap bahu Istrinya.

Alvin yang baru sampai di kamar langsung melempar asal tas kerjanya. dia duduk di pinggiran ranjang dan langsung merogoh kantong celananya. Alvin mengambil ponsel untuk menghubungi pemilik club yang biasa dia datangi.

Tut tut

Panggilan terhubung

📱"Hallo, bagaimana? apa wanita itu terlihat datang lagi ke club?" tanya Alvin dari balik telfon.

📱"Maaf Tuan Alvin, wanita itu tidak pernah datang lagi setelah malam itu. dan malam itu dia datang untuk pertama kalinya ke club ini." ucap pemilik club dari balik telfon.

📱"Haiiss" Alvin mengusap wajahnya kasar. "Ya sudah" setelah mengatakan itu Alvin langsung mematikan panggilan telfonnya begitu saja.

Sebenarnya Alvin masih penasaran dengan wanita cantik yang pernah dia tiduri di club itu. karena dirinyalah yang telah mengambil kesucian wanita itu. bukan maksudnya untuk bertanggung jawab. namun dia merasa terhina karena baru pertama kali dia di tinggal sedirian di kamar setelah mereka ber*cinta. biasanya dirinyalah yang suka meninggalkan para wanita.

°°°°

Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. Like, komen, rate bintang 5

1
FIFIT FITRIA
💪
SEPTi
apakah Roy mau ngerjain Nisa??? oh No
Mamah zaki
salah nulis
Yuni Rahma
aldo atau Alvin sih namanya?
Sulati Cus
suami plinplan nurut si boleh tp soal rt y urusan mu ortu g boleh ikut campur
Dede Dewi
keren thor... diawal cerita udah disuguhi cerita yg bikin nyesek...moga entar endingnya bikin haru...hehe
Helen Apriyanti
yhhhh kok tamat.. kirain msih .. sukses trz dg krya" nya yh kk author...
Helen Apriyanti: iya nnti mmpir..
bca ny marathon lg hee
total 2 replies
Helen Apriyanti
km hrs puasa vin.. krn ibu mlhir kn msa nifas 40 hri .. hrs sbar vin hee
Helen Apriyanti
nisa kontraksi.. mau lhiran ntu
Helen Apriyanti
author sll slh mnyebutkn nma hee
Helen Apriyanti
hahaa yaa bgitu mood ibu hamil ..lagian alvin knp jg d mkn sate bumil hihiii
Helen Apriyanti
dasarr jalang anita mulai mnunjkan sifay aslinya mnjadi seoarg pelakorrr
Helen Apriyanti
bru nyadr bu hilya stelh mnyesal.. mmng pnyesln dtg ny blkngn ...
Helen Apriyanti
rasain. loh bu hilya makanya jd org tuch hrs sabar lh

emng nya org hamil gmpang kn trgntung d kasih nya sm Allah swt .
Helen Apriyanti
bu hilya trllu tergesa" gak sabaran ...emng org hamil sprti mkn cabe apa..
nyatanya nisa hamil.. tapi... jgn" trlnjur nikah sama c nita lg hadehhhhh hncur hatiku kata nisa .. ikut sedih aku thorr mrskn hti ny nisa
Helen Apriyanti
nisa hamil... jgn trlmbt donk ... sblm trjdi prnikhn dg c nita
Helen Apriyanti
wahhh nisa hmil
Helen Apriyanti
huhh dasarr bu hilya.. buat nisa hamil aj thorr jgn jd nilah sm c nita
Helen Apriyanti
jgn mau d madu nisha.. lbih baik cere aj
Helen Apriyanti
lagian ga tau malu bgt sih c anita .. mskipun d suruh bu hilya .. nolak kek dkit .. ga pny hrga diri.. dsarrrr plakor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!